
πππ
"Yank,buka maaf Yank aku gak bermaksud marah balik,maaf yank..buka pintunya donk.."
Semenit,dua menit hingga sepuluh menit Arka masih berusaha merayu Aluna,sungguh dia tidak bermaksud marah pada Aluna.
Namun sejurus kemudian suara kunci terbuka menampilkan wajah kusut Aluna,Aluna langsung berhambur memeluk Arka.
"Maafkan aku Kak.." Ucapnya.
"Kenapa kamu yang minta maaf harusnya aku yang minta Yank" Dirangkumnya wajah Aluna " Maafin aku ya,tadi udah marah sama kamu hem !!"
"Iya Kak,aku juga minta maaf..ayo masuk,kamu udah makan belum Kak ?"
"Belum,temenin aku makan ya,"
Ya begitulah kalau marahan jangan lama lama iya,itu cara mereka untuk saling mengerti dan saling menghilangkan ke egoisan.
Aluna menyiapkan makan untuk Arka,dan menemaninya makan juga.
Setelah selesai mereka beranjak ke ruang keluarga untuk menonton Tv,Mami sudah pulang dua hari yang lalu .
"Yank,maafin aku ya jarang ada waktu buat kamu,kerjaan aku banyak,Kak Erfan juga mau dipindahkan ke cabang yang ada di kota lain,Maka itu Papi mempercayakan nya pada aku,maafin aku Yank"
Arka berkata sambil merangkul bahu Aluna.
"Maafin aku juga Kak,mungkin karena hormon kehamilan jadi kaya gini,aku ngerti kok Kak,tapi inget kamu juga harus jaga kesehatan dan jangan lupakan makan"
"Iya Sayang pasti ,makasih pengertiannya. Hari sabtu aku ada dirumah,kamu mau kemana hem ?kita jalan jalan atau kemana ?"
"Gak Kak aku gak mau kemana kemana,aku masih khawatir kalau keluar rumah,aku pengen berdua aja sama kamu" Jelas Aluna.
"Iya juga sih,ya udah dua hari itu waktu buat kamu Sayang,Ibu calon anak kita" Aluna terkekeh saat Arka mengelus elus perut Aluna,walau belum begitu terlihat.
**ππ**
Keesokannya
Seperti biasa Arka akan pergi ke kantor dan Aluna menyiapkan persiapannya seperti biasa.
"Aku pamit ya,jaga diri ya jangan terlalu kecapean Yank" Tutur Arka.
"Iya Calon Ayah,hati hati ya" Arka tersenyum dan mengecup kening Aluna lalu mengecup perut Aluna.
Arka pergi dengan mobilnya dan Aluna kembali sendiri ,entah kenapa hari itu perasaannya campur aduk,ada rasa gelisah yang menyelimuti hatinya.
"Bi Sumi.."Aluna menghampiri Bi Sumi yang sedang di dapur.
"Eh Dek Luna ada apa ?"
"Temenin aku ngobrol yuk ditaman belakang aja," Ajak Aluna.
"Oh iya ayo Dek Bibi temenin" Bi Sumi beranjak mengikuti Aluna sambil membawa beberapa buah untuk Aluna.
Ditaman belakang yang terdapat kolam renang sedang,dan taman kecil untuk bermain juga beberapa tanaman bunga yang indah indah mampu memanjakan mata.Mereka duduk disebuah kursi.
"Ini Bibi kupasin buah buahannya Dek,ngobrolnya sambil ngemil buah"Jelas Bi Sumi.
"Oh iya Bi,"
__ADS_1
"Dek Luna pasti bosan ya diam dirumah terus ?" Bi Sumi memulai permbicaraan.
"Iya Bi,aku bosan kaya burung dipenjara dalam sangkar,teror itu benar benar sangat mengganggu Bi,rasa nya aku tidak tenang tiap harinya."
"Apa lagi yang aku takutkan tuh,takut terjadi apa apa dengan Kak Arka,"
"Kita banyak Berdo'a aja Dek,semoga selalu diberikan keselamatan dan dijauhi dari orang orang yang mau berbuat jahat pada kita,percayalah orang itu juga pasti ada lelahnya Dek"
"Semoga ya Bi,hari ini aja perasaan aku ga enak Bi,berat banget tadi membiarkan Kak Arka pergi kerja"
"Jangan berpikiran buruk dek,banyak berdo'a aja ya"
Aluna dan Bi Sumi masih saling berbincang dan bercerita cerita.
**ππ**
Pukul tiga sore Arka dan Kak Erfan janjian bersama klien disalah satu restoran yang tempatnya agak jauh.
Selama perjalanan awalnya dia merasa biasa saja,namun dia sadar selama dari dia keluar kantor ada yang mengikuti.Tetiba dia ingat pasti mereka yang mengikutinya,waktu Aluna keluar saja mereka tau,berarti selama ini mereka memang mengikutinya.
Arka teringat akan rencananya minggu lalu bersama Papi,dia pikir mungkin ini waktu yang tepat,maka dia menghubungi Papi dan menyuruh beberapa pengawal juga polisi siaga mengikuti Arka.
Arka yakin dia akan berhasil untuk menangkap mereka,ini satu satu nya cara menangkapnya, semoga berhasil.
Arka dan Ka Erfan sudah ditempat tujuan,Klien yang ditunggu pun juga sudah datang,dan mereka meeting bersama ,hingga sampai jam lima sore baru selesai.
"Ar,apa kamu yakin ?" Tanya ka Erfan
"Aku yakin Kak,kakak duluan aja aku mau beli makanan dulu buat Aluna,dia memang gak minta,tapi pasti dia suka"
"Hati hati Ar,kalau ada apa apa segera hubungi Kakak"
Arka melangkah masuk ke dalam mobilnya,dia masih tau orang itu ada dibelakangnya dan sedang memperhatikan Arka.Dia mampir dahulu kesebuah toko bolu kukus,dia sengaja membelinya,karena waktu itu Aluna sering beli.
Sesaat dia memang bertanya dulu pada Aluna,mereka sempat bercakap lewat telepon.
Dan setelah selesai,Arka masuk lagi ke dalam mobilnya,dan Arka bergegas mengendarinya,namun ditengah jalan dia berhenti dan tentu mobil itu juga berhenti berjarak beberapa meter darinya.
Arka turun dan menghampiri mobil itu.Arka ketuk pintu mobil itu.
"Turun,aku tau itu kamu ,yang kamu mau aku kan ?"
Pemilik mobil membuka kaca mobilnya " Hello Baby,apa kabar ?oh pastinya bahagia ya !!" Ucap orang itu yang tak lain Nisa ,dia duduk dibelakang.
"Ternyata memang kamu ?kamu sangat hebat ya bisa bersembunyi serapi mungkin,dan juga aku baru tau kamu sejahat ini"
"Hai..hai Sayang ,aku tidak jahat ,aku hanya ingin merebut apa yang seharusnya punya aku,kamu itu milik aku Sayang"
"Ok,kalau aku yang kamu mau,apa yang harus aku lakukan"
"Tidak sulit,cukup kamu mau menikah dengan aku saja"
Arka tesenyum getir,wanita yang dia anggap sebagai sahabatnya itu sungguh sudah berubah menjadi wanita jahat.
"Apakah bisa menjamin kamu bisa berhenti meneror kita,terutama Aluna ?"
"Tergantung ,kalau dia tidak mengganggu kita ya aku akan berhenti,ikutlah dengan ku dulu Sayang" Titahnya
Demi melancarkan rencananya dia ikut apa kata Nisa," Aku pakai mobil aku saja,kemana kamu akan membawa aku ?"
__ADS_1
"Tenang dong Sayang tidak sabaran banget sih,Ok kamu bisa ikuti aku"
Arka mengikuti Nisa,beberapa jam kemudian tibalah disebuah rumah yang terlihat kosong,dan letaknya juga berada disebuah kampung yang jauh dari kata ramai.
Arka turun dan meningkuti Nisa,masuklah dia kedalam rumah itu,dan tanpa aba aba Nisa memeluk Arka.
"Arka,aku rindu kamu Sayang..seharusnya kita saat ini sudah menikah dan mungkin kita sedang honeymoon,karena kedatangan wanita itu,semuanya jadi berantakan"
"Lepas Nis..apa sebegitu inginnya kah kamu bersamaku Nis ?sampai kamu menggangguku sejauh ini?"
"Tentu Sayang,aku akan lakukan apa pun untuk mendapatkan kamu dan menjadikan kamu milikku"
"Tapi kamu tau yang kamu lakukan itu sungguh mengganggu kenyaman orang lain,meneror dan mengancam itu tindakan hukum Nis"
"Aku tak perduli,karena itu yang aku mau,aku akan terus melakukannya sampai kamu lelah dan memilih mengalah,apalagi aku tau istri kamu lagi hamil,maka lebih gampang membuat dia stres dan akhirnya kalian kehilangan bayi kalian deh"
"Jangan gila Nisa,itu sama saja dengan pembunuhan"
"Aku gak perduli dan sekali lagi,aku gila juga karena kamu Arka,kalau saja saat itu kamu menerima permintaan aku,saat aku memintanya secara baik baik,aku tidak akan lebih gila lagi seperti ini."
"Semua karena kamu Arka,karena Aku mencintai Kamu Arka Dafa Atmadja..!!!!"
"Menyerahlah Nis,kamu tidak akan bahagia dengan aku yang tidak mencintai kamu"
"Aku gak masalah walau hanya aku yang mencintai kamu !!aku gak masalah Sayang"
"Kamu wanita baik Nis,jalani lah juga kehidupan mu dengan baik,"
"Itu aku hanya bisa bersama kamu Arka,aku menginginkan kamu,tidak kah kamu tau aku mencintai kamu,sangat mencintai kamu"
Arka memberi aba aba pada anak buah Papi dan beberapa polisi sudah berjaga di depan Rumah itu.
"Maafkan aku Nis,kamu berhak bahagia dengan cara kamu sendiri,tapi tidak dengan aku,"
"Aku bisa bahagia hanya bersama kamu Sayang,hanya bersama kamu ,kamu sudah berjanji akan menerima permintaan aku,maka aku juga janji tidak akan mengusik wanita itu lagi"
"Aku tidak bilang janji Nisa,aku hanya bilang akan mengikuti kamu,maafkan aku Nisa" Arka memeluk Nisa dan Polisi masuk ke dalam rumah.
"Angkat tangan kamu !!" Sontak Nisa kaget dia melepaskan pelukannya dari Arka.dan dia menatap Arka tajam.
"Kamu !!" Tunjuknya pada Arka.
"Maaf Nisa,ini cara kamu agar berhenti"
"Ber****k,si***lan,kalian sungguh sudah merencanakan ini !!"
Nisa digiring oleh Polisi dan beberapa pengawalnya juga ikut di giring,semua yang melakukan teror teror itu dia sendiri,karena Papinya sedang melakukan perawatan diluar negeri bersama Maminya.
"Arka Dafa Atmadja,kamu boleh senang,tapi ingat kalau aku tidak bisa memiliki kamu,maka diapun tidak berhak memiliki kamu !!" Sebelum dia dimasukan ke dalam mobil polisi dia sempat berkata seperti itu .
Arka tak menanggapinya ,setelah selesai dia menelepon Papi dan Kak Erfan kalau rencananya berhasil,Maka dia pun masuk ke dalam mobilnya dan bergegas untuk pulang.
Namun ditengah perjalanan,dia merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya.
"Oh Shit...!!!!!"
**ππ**
Kalau kalian bosan boleh skip bacaannya,aku hanya menulis sesuai alur aja
__ADS_1
****Jangan lupa likenyaπ€****