Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 9


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Sev,Dil aku naek angkot itu aja soalnya mau jemput Arsyil,katanya dia minta anter lagi mau ke toko buku"


"Oh ya sudah kita duluan Lun" Ucap Seva dan Fadil.


Tadi pagi Arsyil memang memaksa untuk meminta anter Aluna lagi ke toko buku,katanya lebih nyaman kalau bersama Aluna.


Aluna sudah berada di depan sekolah Arsyil,dia melihat Arsyil yang sedang menunggu Aluna disebrang sana.Arsyil melambaikan tangannya pada Aluna dan berisyarat untuk menunggunya disana.


Arsyil akan menyebrang ,namun tiba tiba ada motor yang berkecepatan tinggi ,Aluna yang melihat itu lantas dia bergegas menarik tangan Arsyil,alhasil malah dia yang terserempet motor itu.


Aluna berguling guling di atas aspal,Arsyil tersungkur kesisi jalan,dia lantas melihat ke arah Aluna.


"Kakak !!!!"Teriak Arsyil.


***


Suara hentakan sepatu bergema di sebuah rumah sakit, Naura berlarian dikoridor rumah sakit , berusaha mencari tau keberadaan Aluna.


Arsyil menelepon Naura saat dia sudah mengantarkan Aluna ke rumah sakit terdekat.


"Aluna !!"


"Bunda,," Jawab Aluna.


"Kamu baik baik saja nak ?Apa yang sakit ?" Dengan nada khawatir dia berkata


"Aku gak apa apa Bunda.." Jawab Aluna


Naura menelisik tubuh Aluna,keningnya terbungkus sedikit perban,kedua tangannya luka luka begitupun dengan kaki,tapi beruntung tidak ada patah tulang atau luka yang serius.


Naura memalingkan wajahnya dan berganti melihat ke arah Arsyil,dia pun sama terlukanya dengan Aluna. Rasa khawatir menyimuti Naura,kedua anaknya terluka bersamaan.


"Kenapa bisa begini sih ?" Tanyanya pada Arsyil dan Aluna.


Aluna sedang terbaring di brangkar rumah sakit,sedangkan Arsyil duduk dikusi sebelah Aluna.


"Arsyil mau nyebrang Bun,namun ada motor yang berkecepatan tinggi,Aluna menarik Arsyil,malah Aluna yang terserempet" Jelas Aluna


"Astagfirlllah,hati hati Syil kalau menyebrang" Tegur Naura.


"Iya Bun,aku yang salah "Ucap Arsyil dengan nada bersalah.


Naura mendekati Arsyil dan memeluknya,Tangis Arsyil pecah dipelukan Naura .


"Seharusnya Arsyil yang berada disana,bukan Kak Luna Bun" Ucapnya sambil menangis .


"Udah,udah bukan kamu yang salah ko"Naura mencoba menenangkan Arsyil.


"Iya Dek,bukan salah kamu jadi jangan menyalahkan diri kamu lagi"Tutur Aluna


"Makasih kak udah mau ngorbanin diri Kakak sendiri untuk menyelamatkan Arsyil"


"Itu udah tugas Kakak Syil " Tuturnya lagi sambil memeluk Arsyil.


Mereka memang tidak satu rahim yang sama,namun mereka tetap satu Ayah dan satu didikan Bunda Naura. Bagi mereka saling melindungi adalah tugas mereka,karena keluarga segalanya.


"Bunda,apa Ayah sudah tau ?" Tanya Arsyil yang sudah tenang


"Sudah,tadi Bunda telepon,kayanya sebentar lagi datang kesini"


"Adeva dimana Bun ?"


"Adeva sama Oma Erin,tadi Bunda titipin disana"

__ADS_1


Tak berselang lama Ardi,Randi ,Lista dan Raisa datang.


Aluna sudah dipindahkan keruang rawat inap,karena dokter menyarankan agar Aluna dirawat beberapa hari dirumah sakit,sampai pulih.


"Aluna,Arsyil !!" Ardi yang sudah datang sama khawatirnya dengan Naura saat dia datang.


Ardi memeluk Arsyil dan berganti memeluk Aluna,"Kenapa bisa begini ?"


Arsyil menceritakannya juga pada Ardi dan Randi ,Lista juga Raisa.


"Syil,sakit ya !!" Tanya Raisa.


"Ya sakitlah ngapain ditanya" Jawab Arsyil


"Syill .."Tegur Naura


"Kata dokter Aluna perlu dirawat beberapa hari disini Mas,tapi kalau Arsyil hanya perlu rawat jalan saja"


"Syukurlah tidak ada yang berlebih" Ucap Ardi.


"Duh tante udah kaget banget denger kabar tadi Lun,Syil,tapi alhamdulillah tidak terlalu parah,tapi tetap cepat sembuh ya sayang"Tutur Lista membelai rambur Aluna


"Iya Tante.."Jawab Aluna.


"Kamu juga ya calon mantu tante cepet sembuh ya " Celetuknya yang membuat Raisa menahan malu,dan Randi membulatkan matanya begitupun dengan Naura dan Ardi.


"Gak ya punya besan macam cowo mesum kaya Ayah kamu Raisa"Celetuk Ardi dan mendapat pukulan kecil dari Naura.


"Eh sorry ya lu pikir gue mau punya besan macam es batu kaya kalian ini,gak Ayah gak anak sama aja dinginnya" Celoteh Randi.


"Wih jaΓ±gan salah ,kita masih punya pesona yang luar biasa ,ya gak Syil"Celetuknya lagi.


Naura,Lista,Aluna dan Raisa hanya menggelengkan kepala dan menahan senyum tiap kali kedua Ayah itu berdebat .


Sedangkan Arsyil tersenyum masam.


***


Dan pulang sekolah mereka berniat menengok Aluna ke sana.Arka sedari tadi bulak balik di depan kelas Aluna ,matanya terus melirik mencari keberadaan Aluna.


Namun yang dia cari tidak dia lihat batang hidungnya. "Cewe kampungan itu kemana ,seharian ini gue gak lihat dia" Batinnya


"Woi men,ngapa lu ngelamun aja ?"Tegur Agung


"Seharian ini gue gak lihat cewe kampungan itu,kemana ya dia ?"


"Wih ada angin apa nih nanyain kehadiran dia,jangan jangan ..!!"


"Jangan asal menyimpulkan b**o"Sanggahnya sambil menoyor kening Agung


"Udahlah gak usah pura pura,gue tau lu kangen sama dia,iya kan iya !!" Goda Agung


"Diem lu ke****t"


Agung tergelak kencang menertawakan Arka .


"Mau tau gak dia ada dimana?Godanya lagi."Kemarin dia kecelakaan,sekarang dia ada dirumah sakit xxxxx"


Arka terperangah,hatinya merasa khawatir.


"Udah kalau khawatir tengok aja sana" Celetuk Agung


"Ngomong apa lu,siapa yang juga khawatir ?justru gue punya ide ini dengan begitu gue bakalan coba ambil hatinya" Jelasnya


"Caranya ?" Tanya Agung

__ADS_1


"Iya dengar menengok dia lah,jadi kan dia bakalan merasa diperhatiin gitu sama gue,semakin gampang kan gue deketin dianya"


"Ckckckck,gue ko jadi khawatir sama lu ya Ka !!"


"Maksud lu?"


"Iya gue takut yang jatuh cinta malah lu "


Arka tak segan segan memukul lengan Agung.


"Ngomong tuh disaring dulu jangan asal celetuk aja,heh !! lu tau kan kita lagi buat rencana buat dia bertekuk lutut sama kita termasuk gue "


"Iya sih "Agung yang tampak sedang berpikir tapi tetep dia merasa kalau nantinya Arka yang bakalan jatuh cinta pada Aluna duluan.


"Udah pe a jangan ngelamun yang aneh aneh,gue tekankan lagi gue gak akan jatuh cinta sama tu cewe" Ucapnya sambil mengidikan bahunya.


***


Bel jam pulangpun berbunyi,Arka segera bersiap siap untuk menjenguk Aluna.Dia belari keluar kelas ,siswa siswa yang lain pun menjadi korban tubrukannya.


"Awal lu pada minggir "Ucapnya sambil berlari terus.


"Arka !!!" Teriak Vina yang melihat Arka berlari tergesa gesa seperti itu .Namun Arka tak menyaut Vina.


"Iihhhh si Arka nyebelin banget sih hari ini" Gerutunya.


Arka sudah tiba diloby rumah sakit dia menanyakan dimana ruangan Aluna,dan suster pun menunjukan no ruangannya.


Saat dia membuka pintu ruangan Aluna,orang yang berada didalam menoleh,di sana sudah ada Seva dan Fadil,Naura sedang pulang dulu membawa pakaian.


Seva dan Fadil saling bertatap muka,saling bertanya tanya ngapain Arka kesini.


"Selamat siang,gimana keadaan kamu Lun?"Tanyanya saat sudah berada didekat Aluna


"Kak Arka kenapa tau aku ada disini,terus ngapain ada disini ?"Tanya Aluna.


"Aku mau nengok kamu Lun,gak boleh ?"


"Ya boleh aja Kak,cuma aneh aja"


"Gak ada yang aneh,kan aku udah bilang kemarin,kalau aku ingin dekat dengan kamu ,walau hanya sebagai teman" Tutur nya.


"Maaf Kak,bukannya aku gak sopan,tapi aku gak bisa, bisa kakak pergi dari sini !!"


Arka merasa geram yang Aluna katakan,bagaimana tidak dia sudah datang jauh jauh tiba tiba diusir begitu saja,dia merasa harga dirinya sudah sangat jatuh.


"Kamu ngusir aku Lun ?"


"Iya maaf Kak,aku tidak mau saja ada kesalahan pahaman,untuk masalah kemarin udah aku maafkan ko,jadi jangan deketin aku lagi Kak" Mohon Aluna.


Arka benar benar merasa geram pada Aluna,Dia sangat sangat marah,malah mukanya sudah merah padam menahan amarah,namun dia mencoba mengendalikannya.


"Baiklah,tapi jangan menyesal nantinya" Tukas Arka sambil berlalu dari sana.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


__ADS_2