
Ke esokan paginya
Arka dan Aluna kembali kerumahnya,Arka akan pergi ke kantor ,namun sebelumnya mengantarkan Aluna pulang dulu.
"Assalamualaikum.." Sapa Arka dan Aluna setelah sampai di depan rumah.
"Wa alaikum salam.."Jawab Bi Sumi dari dalam. " Eh Den Arka ,Dek Luna kalian pulang" Ujar Bi Sumi sambil memeluk Aluna.
"Iya Bi aku pulang.." Jawab Aluna.
"Keadaan kalian baik baik saja kan ?terutama Den Arka ,bagaimana juga kabar Papi ?" Tanya Bi Sumi.
"Duduk dulu yuk Bi"Ajak Arka.
"Alhamdulillah Papi sudah membaik Bi,Arka juga baik baik kok,begitupun dengan Luna"
"Bi,,maafin Arka ya sudah mengecewakan Bibi,padahal Arka tau selama ini Bibi yang merawat Arka ,tapi Arka pernah melakukan kesalahan dulu"
"Den Arka,Bibi tau permasalahan apa yang sedang Aden dulu rasakan,Bibi tidak membenarkan apa yang Aden lakukan itu benar,tapi setiap orang punya kesempatan untuk berubah,malah Bibi seneng Aden sudah mengakuinya,malah ke seluruh dunia,salut dan bangga Bibi sama Aden"
",Dan satu hal lagi ,mungkin ini takdir kalian dan mungkin ini cara Allah menjodohkan kalian. Sekarang do'a Bibi,semoga kalian selalu bahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT".
"Amin..Makasih ya Bi"
",Bi,aku titip Luna dulu ya disini,aku belum ijinin dia untuk keluar rumah,aku ingin lihat dulu situasi yang ada."
"Oh iya Den,pasti Bibi jagain kok,Aden mau sarapan dulu ?"
"Arka sudah sarapan dirumah Ayah Bi,Arka pamit dulu ya"
"Oh iya Den hati hati,apa pun yang akan kalian hadapi nanti,selalu percaya kalian masih punya Allah SWT yang akan melindungi kalian"
"Iya Bi,Sayang aku pergi ya,kalau ada apa apa langsung telepon aku,atau kamu pengen apa apa juga ya" Arka mengecup kening Aluna lama,lalu dia pamitan untuk pergi.
Arka pergi dengan kendaraannya,Aluna masuk ke dalam disambut hangat oleh pelayan lain.
***
^ Dikantor ^
Arka datang disambut oleh para karyawan.Arka membalasnya dengan senyum ramah,melihat keadaan kantor seperti itu ,rasanya keadaan memang sudah baik baik saja.
Arka bergegas keruanganya Kak Erfan.Setelah dipersilhkan masuk dia masuk ke dalam.
"Hay, Ar Akhirnya kau pulang juga " Tutur Kak Erfan.
"Emang ada apa Kak,apakah ada sesuatu ?" Tanya Arka kebingungan.
"Gak ada apa apa ,cuma Kakak kangen aja " Kelakarnya
__ADS_1
"Kak Erfan ini kirain ada apa,Kak situasi dikantor sekarang bagaimana ? apakah masih banyak yang membicarakan aku dan Aluna ?"
"Setau Kakak tidak ada Ar,mereka sudah terlihat biasa aja,semenjak kamu mengadakan konferensi pers itu,pembicaraan mereka berhenti ,justru mereka salut sama kamu,Kakak aja salut dan kagum ,kamu bisa seberani itu Ar"
Arka tersenyum bangga.
"Semua demi nama baik Aku dan Aluna dan tentu untuk keluarga juga Kak,untung saja aku bisa menyelesaikannya,menghadapi orang licik macam mereka itu susah susah gampang"
"Ya memang benar itu,Alhamdulillah keadaan sudah kembali semula,kemarin para karyawan sempat syok takut mereka di PHK,semoga berkat kamu Ar"
"Semua juga berkat do'a dari semua Kak,kalau memang keadaan sudah membaik,aku akan membawa Aluna bekerja lagi"
"Keadaan dia baik baik saja kan Ar ?"
"Alhamdulillah nya baik baik saja Kak,"
"Syukurlah kalau begitu"
Arka keluar dari ruangan Kak Erfan dan langsung bergegas ke ruangnya. Dan melakukan pekerjaan yang sempat dia tinggal selama tiga minggu itu.
Jam Makan siang tiba,Agung menghubungi Arka,dia tau Arka sudah pulang,maka dia meminta bertemu bersama Beni dan Rangga juga
"Hai bro apa kabar ?" Sapa Beni dan Rangga pada Arka.
"Baik,loe pada bagaimana ?"
"Duduk Ar,aku udh pesanin minuman ,makan nya kamu pilih aja sendiri"Ujar Agung.
"Tumben cara bicara loe kaya gitu curiga gue" Celetuk Beni.
"Apa yang beda ,masih sama"
"Hah semenjak loe pacaran sama si Seva beda loe ,cara bicara juga udah beda" Kelalar Rangga
"Iya kayanya dia udah bucin tuh" Ujar Arka.
"Bac ot loe pada" Dan mereka tertawa riang bisa meledek Agung.
"Udah ah,cepet waktu gue mepet gak banyak banyak"Ujar Arka lagi sambil melirik jam ditangannya.
"Sabar napa woi,kita udah lama gak ketemu ,sekali ketemu main cepet cepet"
"Tau nih mentang mentang punya mainan dirumah" Ujar Rangga dan dapat tabokan dari Arka
"Eh Ar gue mau nanya serius ?" Tanya Beni "Apa ?"
"Seriusan yang loe konferensi kemarin ?"
"Iya lah gue serius masa gue ngibulin banyak orang "
__ADS_1
"Jadi yang selama Aluna tidak sekolah,karena udah loe lecehin Ar ?"
"Iya gue melakukannya Ben,Ngga..Kesalahan terbesar gue ya saat itu,makanya pas gue kesini ,gue nyari nyari dia,biar bisa nebus kesalahan gue"
Arka menceritakan juga masa lalunya pada Beni dan Rangga,karena mereka memang belum tau,tentu mereka kaget dan bahkan sempat tak percaya,senakal nakalnya Arka tidak mungkin sampai melakukan hal itu,itu yang mereka pikirkan.
Tapi kenyataan Arka pernah melakukannya,dan tapi selanjutnya mereka bangga kalau Arka sudah mau mengakui kesalahannya malah di depan dunia.
"Ya begitulah adanya,do'ain aja gue sama Luna bahagia selalu ,do'ain juga supaya dapat momongan"
"Ah,emang loe yakin bakalan jadi Ayah yang baik !!" Celetuk Rangga
"Kam***t ,jangan remehin gue ya"
Tawa membahana terdengar di cafe itu,sehingga dapat lirikan dari para pengunjung .
"Berisik loe pada ," Ujar Agung yang dari tadi hanya melihat ketiga temannya beradu mulut.
"Gak asyik loe ah Gung,dari tadi diem bae"
"Gue diem karena gue udah tau ceritanya,jadi ngapain gue ikut ikutan lagi," Kelakarnya.
"Udah pada puas belum loe pada,denger ceritanya dia,sekarang giliran gue ini"
"Oh iya,tadikan loe ngajak ketemu ada yang mau loe omongin,apa Gung ?"
"Hah,gue tau siapa dalang semua ini Ar.."
"Maksud loe ?"
Agung menceritakan soal Vina yang tau soal Aluna dulu,yang katanya dia dapat informasi itu dari salah satu temannya Aluna,dan semenjak dia bertemu lagi dengan Arka dan Aluna saat itu dia semakin gencar mencari tau dengar detail.
Ya serapat serapat nya kita menyembunyikan sesuatu pun juga pasti akan kecium juga, dan Vina berhasil mengumpulkan itu,hingga dia bekerja sama dengan Nisa.
"Wah ,si alan emang si Vina itu,dasar nene lampir" Celetuk Beni.
"Iya,terus loe mau gimana Ar,itu sama aja dengan pencemaran nama baik,loe gak akan bertindak Ar ?"Tanya Rangga.
"Pengen gue ,tapi belum cukup bukti juga,dan palingan juga mereka dihukum tidak akan lama,biarlah ada cara lain membalas dan menghukum mereka"
"Lah,jangan gitu Ar,gue punya firasat buruk,takutnya mereka belum kapok juga,nanti malah tambah berbuat yang aneh lagi"
"Jangan berburuk sangka sama orang,percaya ada Allah yang melindungi kita"
Agung ,Beni dan Rangga tak bisa berkutik lagi,mereka hanya bisa berdo' a semoga Arka dan Aluna selalu baik baik saja,dan tidak ada lagi masalah yang menerpa mereka .
Setelah asyik berbincang bincang,sampai Arka lupa waktu,akhirnya mereka bubar kembali pada pekerjaan nya masing masing.
***
__ADS_1