
Selamat pagi Pak.." Sapa Aldi sang Asisten Arsen saat ini .
Aldi teman satu kampus bersama di Inggris,tapi dia lulus lebih dulu,dan sudah bekerja diperusahaan ini sebelum Arsen menjabat jadi pemimpin baru.
"Selamat pagi Di.." Sapanya balik ,dia baru tiba dikantor tepat pukul 7..lalu dia duduk dikursi singgasananya.
"Apa saja jadwal ku hari ini Di ?" Tanya nya kemudian.
Aldi dengan sigap menyimpan beberapa dokumen yang harus Arsen tanda tangani.
Dan juga membacakan jadwalnya hari ini. Selain itu tugas dia juga kadang mengantarkan Arsen kemanapun dirinya mau pergi,kalau Arsen lagi tidak mau pakai supir.
Jadwalnya sedikit padat,dari adanya meeting ,pertemuan bersama klien juga.
"Oh iya ini pak ,untuk calon sekretaris baru pengganti Mbak Mitha nanti sudah ada,HRD sudah menyimpan lima nama disana yang terpilih dari 15 orang" Tutur Aldi memberi laporan pada Arsen.
"Emmmm.."Hanya deheman dari Arsen.
"Apakah Bapak ingin melihat calon calonnya ?" Tanya Aldi.
"Tidak,aku serahkan saja pada bagiannya,mereka tau apa yang terbaik ," Ujar Arsen.
"Baiklah pak,saya permisi,,satu jam lagi saya akan kembali,untuk berangkat ke rapat nanti"
"Ok,terima kasih Di.."
Arsen dimata para karyawannya atasan yang baik dan ramah,meskipun bermuka dingin ,tapi tidak dengan sikap nya,sikap nya begitu ramah dan bijak dalam sesuatu,tidak selalu tergesa gesa dalam mengambil keputusan.
Tapi..tapi..jikalau karyawannya melakukan kesalahan fatal baru dia akan menunjukan sisi kelamnya,aura dingin nya akan keluar,tidak segan segan membentak mereka.
***
Suara hentakan high heels menyeruak di dalam gedung berlantai 20 itu,disana terbuka lowongan untuk menjadi sekretaris disana.
Menggantikan Mitha sekretaris terdahulunya karena sedang hamil dan berniat mengundurkan diri .Tapi tidak dia saja sudah banyak pelamar yang datang.
"Permisi mbak,saya mau ikut melamar disini,apakah masih ada kesempatan ?" Tanyanya pada resepsionis disana.
"Oh iya,masih ada Mbak..silahkan masuk saja kelantai lima ya,nanti disana sudah banyak yang menunggu juga,kasihkan saja lamaran nanti kebagiannya" Jelas resepsionis itu.
__ADS_1
Alya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada resepsionis itu,Ya wanita ini adalah Alya yang sedang mencari pekerjaan untuk hidupnya.
"Semoga ini rezeky aku.."lirihnya
Alya ..setelah lulus dari sekolah ,dia kuliah diUniversitas Negeri dengan mengambil jurusan Adminstrasi perkantoran,karena itu yang dia sukai.
Setelah lulus dari kampusnya dengan gelar S2nya,Alya memang sudah sempat mendapatkan pekerjaannya sebagai sekretaris juga,tapi tak berlangsung lama.
Disana Alya tidak merasa nyaman,karena atasannya yang terlalu genit,dan dia merasa takut saat itu,maka dia memilih mengundurkan diri.
Dia berharap ditempat barunya nanti,dia tidak mendapatkan atasan yang seperti sebelumnya.Kehidupan Alya tidak semulus yang dibayangkan.
Dua tahun yang lalu setelah dia lulus kuliah Ayahnya meninggal karena kecelakaan,kini dia hidup bersama ibu dan adik tirinya,dan apa hal yang terburuk mereka menjadikan Alya sebagai penyongkong hidup mereka.
Apalagi kelakuan adik tirinya yang bernama Elen selalu berfoya foya,begitupun dengan ibu turinya itu,gaji yang Alya dapat habis oleh mereka.
Dan ketika dia berhenti bekerja ibunya itu selalu mengomel omel padanya.
"Cepet sana cari kerja lagi ,mau makan apa kita ini dasar tak tau diri,udah enak enak kerja disana malah keluar,bodoh kamu ini !!"Sentaknya pada Alya.
"Iya tau nih,kamu begitu bodoh ..harusnya kamu mau aja diajak kencan dengan atasan kamu,dan kamu bakalan punya uang banyak dari dia,kamu bisa porotin dia,dasar bodoh !!" Sambung Elen.
***
"Baik..Nyonya Alya,kami akan memberi kabar tiga hari kemudian ,untuk jawaban pastinya" ini interview ketiganya setelah dia bersaing dengan beberapa pelamar lainnya.
Bersyukur tinggal lima orang terpilih ,dan dirinya diantaranya.Alya tersenyum cerah semoga kali ini dia berhasil.
Dia melangkah hendak akan keluar dari gedung itu,menaiki lift menuju kelantai satu.Lift terbuka dia keluar dari sana.Dan Sesuatu terjatuh dari dalam tasnya,dia berjongkok untuk memungutnya dan disaat bersamaan Arsen baru datang hendak menujuh lift pribadinya ,mereka berpapasan tapi tidak saling melihat.
Alya kembali berdiri dan melangkah lagi,dengan masih senyum cerah diwajahnya.Arsen sempat terdiam saat melihat sekilas Alya yang tadi berdiri,dia lantas menatap punggung Alya.
"Seperti kenal.."gumamnya,tapi tak kunjung dia terus melangkah.
***
Alya pulang kerumah sederhananya,yang hanya ada dua kamar disana,Saat Ayahnya meninggal kini dirinya selalu tidur diruang tengah,hanya beralas kasur lipat saja,dia tidak pernah mengeluh akan hal itu.
Dia selalu bersyukur akan kehidupannya,diberi kesehatan juga masih punya tempat berteduh dan makan dengan layak.
__ADS_1
"Heh pengangguran ,bagaimana sudah diterima kerja ?" Pekik Ibunya.
"Assalamualaikum Bu..tiga hari kemudian ,baru ada jawabannya Bu,do'ain aja ya Bu" Sahutnya.
"Hadeuh lama..awas saja kalau ditolak lagi,saya tidak mau tau,uang makan harus tetap jalan,mengerti !!" Sentak Nya lagi.
Alya menghela nafasnya " Insya Allah Bu.." Sahut Alya lagi tenang.
"Shhhhh..." Cebiknya dan berlalu dari sana.
Alya masuk ,karena merasa tidak punya kamar segala perlengkapannya tersimpan diruang keluarga.Dia berganti pakaian,sebenarnya dia tidak menganggur banget,dia mempunyai pekerjaan paruh waktu seperti biasanya,disebuah cafe walau hanya jadi pelayan.
Dia mulai kerja dari pukul 4 sampai pukul 10 malam..Cafenya tidak jauh dari rumah ,hanya mampu berjalan kaki dari sana.
"Hay,kamu sudah datang Al.." Sapa Satria pemilik Cafe itu yang juga menaruh hati pada Alya.
"Iya Pak,Saya tidak terlambat kan ?" Tanyanya.
"Tidak ,masih ada waktu 10 menit lagi.."
"Baiklah Pak,saya permisi mau mempersiapkan dulu diri kebelakang" Pamitnya
Satria mengiyakan dan menatap punggung Alya,dia tersenyum tatkala selalu melihat Alya
***
Arsen menyenderkan punggungnya dikursi kebesarannya,sesaat tadi baru selesai bertemu kliennya,dia memandang jauh ke arah jendela diruangannya,tersuguh pemandangan kota dari gedung itu
Orang mengira kehidupannya begitu sempurna,punya keluarga lengkap,menjadi CEO sejak muda,tapi mereka tidak tau kalau hatinya hampa,belum ada yang mampu menarik perhatiannya dan merebut hatinya.
Entah seperti apa yang dia cari,Queen dan Syila bahkan Omnya Arsyil tak urung dan berhenti mencari jodoh untuknya,tapi dia selalu menolak akan hal itu.
"Arghhh...kapan kamu hilang dari ingatan aku !!bagaimana kabarmu ?" Gumamnya dalam lamunannya.
Ya ternyata hatinya masih tertuju pada satu sosok itu dan satu nama ALYA..entah betapa spesialnya wanita itu dihatinya.
Dulu saja dia berkata,semoga takdir tidak mempertemukan mereka kembali,tapi kini dia berharap bisa bertemu lagi.
Sebegitu berharganya kah Alya nya itu ??
__ADS_1
***