Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
Extra Part 7


__ADS_3

Hari ini Ardi disibukan dengan pekerjaannya, apalagi pagi tadi kena omel oleh atasannya karena datang terlambat.


Tok ,,tok ,,tok


"Masuk.."


"Maaf Pak Ardi dipanggil Pak Bagas keruangannya.."


Ucap Emi Karyawan disana.


Ardi mendesah berat,ada apa lagi Bosnya itu memanggil nya.


"Iya ,sebentar lagi saya kesana.."


Tak lama Ardi menuju ruangan Pa Bagas..


"Bapak memanggil saya ?"


"Masuk." Kata Pak Bagas dengan nada ketus dan terlihat ada amarah


"Ada apa ya pak ?" Ardi yang sudah sangat penasaran,langsung bertanya tanpa basa basi.


"Kamu lihat itu ?akhir akhir ini kerja kamu banyak yang gak beres Ar,itu memang salah sedikit namun berakibat Fatal Ar..Kita kerugian yang lumayan,gara gara kelalaian kamu.."


Ardi melihat barang yang Bosnya itu lempar,Ternyata Ardi memang melakukan kesalahan dalam hal percetakan.


"Kamu mau bagaimana mengatasi kerugian ini,klien kita meminta yang baru..dan ini yang sudah tercetak tidak mungkin bisa kembali uang,apa pertanggung jawaban kamu Hah !!" Pak Bagas sudah merasa sangat emosi.


"Baik pak,karena ini kelalaian saya,saya akan tanggung jawab pak,bapak bisa potong saja dari gaji saya tiap bulannya,Maaf kan kelalaian saya.."


"Selama ini kamu tidak pernah melakukan kesalahan sefatal ini Ar,sungguh aku berharap ini tidak terjadi lagi,kamu yang saya percayakan disini,jadi saya harap kamu tidak mengecewakan saya lagi,mengerti Ardi..?"


"Saya mengerti pak.."


"Kembalilah dan selesaikan itu dalam waktu tiga hari,kita tidak boleh mengecewakan lagi klien kita itu.."


"Baik,pak saya permisi.."Ujar Ardi sopan.


Ardi kembali keruanganya,hari ini dia benar benar dia buat pusing.


***


Dirumah..


Aluna sudah diantarkan Bunda pulang ke rumah,karena Aluna yang terus meminta untuk pulang,katanya pengen sama Bunda (Naura).


"Maaf ya Ra,Aluna Bunda bawa pulang,karena dari tadi gak berhenti Nangis,Bunda sampai bingung harus bagaimana.."


"Gak apa Bunda,Mungkin dia sedikit Iri saja sama Arsyil,tapi sebisa mungkin Naura berbuat adil pada mereka,makasih ya Bunda tadi udah jagain Aluna.."

__ADS_1


Sekarang Aluna sudah tertidur,saat dia membuat drama lagi dirumah Bunda Mira ,dan saat bertemu Naura dan digendong Naura,langsung tertidur.


*Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore,saat nya Naura menyiapkan untuk makan malam.


Dengan dibantu bi Lastri membuat Naura tidak terlalu kerepotan sama sekali,adanya Bi Lastri sedikit bisa memperingan pekerjaannya,seperti halnya sore ini.


"Hari ini mau masak apa Dek Naura ?"Tanya Bi Lastri.


"Hmmm.,aku mau buat capcay aja bi,sama bakwan jagung kayanya enak ya Bi.." Seru Naura,


"Ya udah bibi bantu ya.."


"Iya Bi,,"


Untungnya saat itu Aluna dibuat tidal rewel lagi,Naura memberinya beberapa mainan untuk nya.


Sebagai seorang Ibu dan seorang Istri,Naura selalu berusaha menjadi yang terbaik,saat ini prioitas pertamanya itu mereka Suami dan anak anaknya.


Oleh karena itu,Naura selalu memberikan yang terbaik untuk mereka,contohnya dengan memasak berbagai makanan yang penuh akan giji,apalagi dirinya sedang menyusui.


Magrib sudah tiba,dan Naura sudah menyelesaikan acara masaknya ,begitupun Naura sudah menyiapkan diri untuk menyambut Suaminya.


Meskipun disibukan dengan harus menjaga Anak anaknya yang terbilang masih kecil,kerepotan dong pastinya,bahkan mungkin sebagian wanita jarang untuk bisa merawat dirinya sendiri,Namun berbeda dengan Naura,setidaknya di depan Suaminya dia ingin tampil cantik.


Shalat magrib dan bahkan Isya pun sudah dia lalui,namun Orang yang dia tunggu belum nampak,makanan pun sudah dingin.


Naura tidak akan makan sebelum bersama suaminya,itulah cara dia menghormati sang suami.Namun yang ditunggu belum nampak datang,dia coba chat dan bahkan telepon pun ,tak ada jawabannya juga.


***


Aluna yang mau digendong Naura,dan Arsyil yang mau menyusu,berbagai cara sudah Naura dan Bi Lastri lakukan,namun Aluna masih saja menangis,belum lagi Naura dibuat khawatir akan Ardi yang tidak ada kabar .


Dan beberapa jam kemudian tangis keduanya reda,waktu sudah menunjukan pukul 10 malam,Ardi yang di tunggu tak kunjung pulang.


"Mas,kamu kemana ,ko gak angkat telepon aku.."Lirihnya sambil terisak.


Entah saat itu dia ingin menangis,perut belum terisi,belum lagi tadi harus menenangkan tangis kedua anaknya itu,ditambah Ardi yang tidak ada kabar,Rasanya lelah saat itu yanh dia rasakan.


Naura memejamkan matanya,tatkala dia sudah tidak kuat menahan kantuk. Jam 11 malam barulah Ardi pulang,dia melangkah masuk dengan raut wajah yang sama lelahnya ,dan bahkan pikirannya sangat semeraut.


Naura membuka matanya perlahan,dia menyadari kehadiran Ardi.


"Mas..kenapa baru pulang ,Mas dari mana ?"


Entah ditanya seperti itu membuatnya emosi.


"Kenapa ?salah pulang jam segini ?"


"Mas,aku kan cuma tanya ,Mas dari mana?"

__ADS_1


"Dari kantor lah.."Jawabnya lagi dengan nada dingin


"Kenapa sampai malam begini Mas..?"Naura belum puas dengan jawaban Ardi.


"Bisa gak sih,gak banyak Nanya..aku cape tau gak !!!" Bentaknya pada Naura.


Naura dibuat kaget,mengingat kejadian dulu saat mereka belum saling mengenal,Ardi selalu membentaknya seperti itu.


"Aku cuma tanya Mas,apa salah ?"


"Udah Naura aku cape,jangan banyak Nanya.." Ardi menarik selimutnya dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur.


"Kamu gak makan Mas ?" Tanya Naura


Namun tidak ada jawaban darinya. Naura sedikit sakit hati dengan sikap Ardi ,dia memang tidak tau ada permasalahan apa yang menimpa Ardi,,namun yang dia ingin Ardi berbagi semuanya,masalah apa pun itu.


Naura menghela nafas berat,perutnya sudah keroncongan,dia pikir mungkin Ardi sudah makan,dia pun melangkah ke dapur,dan memakan makanan yang tadi sore dia masak.


Dengan derai air mata yang sudah tidak bisa dia tahan,dia menyuapkan makanannya.Lengkap sudah hari itu membuat Naura sangat lelah.


***


Ke esokan paginya ,Ardi masih tetap sama seperti tadi malam,tidak ada kehangatan seperti pagi pagi sebelumnya.


Dia nampak dingin,dan cuek .Naura merasa diabaikan saat itu,hatinya kembalj sakit.


Seperti kemarin kemarin ,Aluna masih saja rewel dan menimbulkan drama kembali pagi itu.


"Luna,bisa tidak gak menangis sehari saja,Ayah pusing hah !!"


Naura yang sedang akan menidurkan Arsyil dibuat kaget mendengar Teriakan Ardi.


"Bi,titip dulu Baby Arsyil iya.."


Naura bergegas menemui Ardi dan Aluna.


"Mas kamu ini kenapa sih ? Kalau kamu ada masalah diluar jangan kamu bawa kerumah,apalagi kamu sampai membentak anak aku !!"


"Aishhh,disini cuma buat aku tambah pusing tau gak ?" Tuturnya sambil melangkah keluar rumah.


"Ada apa dengan kamu Mas ?" Lirihnya


"Sini sayang maafin Bunda sama Ayah ya,Luna jangan denger apa yang kamu dengar tadi ya sayang" Naura memeluk erat tubuh kecil Aluna.


Ini pertama kalinya Ardi membentak Aluna,dia tidak meyangka suaminya itu bahkan berani membentak Anaknya sendiri.


.


.

__ADS_1


Like dan coment nya jangan lupa,,


__ADS_2