Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 63


__ADS_3

"Janinnya normal,semuanya normal terlihat baik baik saja,mau tau jenis kelaminnya gak,emang masih belum terlalu kelihatan ,cuma masih bisa dilihat kok" Jelas Dokter Seril.


Ya mereka saat ini sedang berada di RS untuk melakukan control kandungannya Aluna,meskipun tadi sempat ada drama dulu dirumah.


"Kak,Arka dimana ?ini sebentar lagi udah waktunya" Aluna menelepon Arka,namun Arka masih dikantornya dan sedang sibuk.


"Astagfirllah Yank maaf,kamu diantar dulu aja sama supir ya,aku langsung Otw ke RS aja,gak apa apa kan Yank ?Maaf ya"


"Kamu lupa lagi Kak,ya udah deh tunggu disana ya !!" Aluna sempat berdecak sebal lagi lagi Arka lupa,namun dia mencoba mengerti saja.


"Iya Sayang Maaf,hati hati ya ,Muachh" Rayunya pada Aluna,Aluna hanya terkekeh.


Setelah melakukan perjalanan beberapa menit Aluna sampai dirumah sakit,dan Arka juga sudah disana.


Saat Dokter Seril menanyakan itu Arka dan Aluna saling berpandangan dan saling menggelengkan kepala,mereka sepakat untuk tidak mengetahui apa pun soal jenis kelamin anak mereka,yang terpenting sehat .


"Gak Tante,kita belum mau tau soal jenis kelamin nya,yang penting sehat aja"Dokter Seril tersenyum.


"Baiklah,sejauh ini keadaan masih normal semuanya ya,tapi tetep kamu jangan kecapean dan membawa beban berat,ini resep untuk vitaminnya yang harus selalu kamu minum" Tutur Dokter Seril menjelaskan nya pada Arka dan Aluna


"Tante,apakah aku masih bisa menengok nya ?"Tanya Arka dan dapat tatapan jengah dari Aluna,bisa bisanya bertanya seperti itu


"Bisa dong,asal tetap aja jangan terlalu lama dan kasar ya"Saran Dokter Seril mengingatkan Arka,tentu Arka tersenyum ceria.


Arka dan Aluna pamitan untuk pulang.


"Yank,aku antar ya pulangnya"


"Aku gak mau pulang Kak,aku maunya ikut kantor kamu boleh ya !!"


"Tapi Yank nanti disana kamu bosan"


"Gak akan bosan kok kan lihatin wajah kakak,lagian jam pulang kerja sebentar lagi kan ?"


Arka sempat berpikir " Ya udah deh ayo,kalau kamu lelah bisa istirahat disana"


Aluna tersenyum kegirangan,akhirnya dia bisa ikut Arka ke kantornya .


***


Setelah sampai disana Arka dan Aluna disambut hangat oleh para pegawainya.Mereka tersenyum ramah pada Aluna,dan tak banyak juga yang bertanya soal kandungannya.


"Yank mau duduk disana ?apa di dalam sambil rebahan ?pegel gak badannya?"


"Aku mau duduk disini aja Kak,gak kok gak pegel nanti kalau pegel aku bilang,Kakak kerja aja jangan terganggu sama aku"


"Iya ,bilang ya kalau ada apa apa,terus aku panggil OB dulu kali kamu mau camilan"

__ADS_1


Arka menelepon OB dan menyuruhnya untuk datang ke ruangannya.


"Fir,tolong ya beliin camilan buat ibu,kamu mau apa Yank ?"


"Ada bolu kak !!,aku mau bolu"


"Fir tolong beliin bolu ya yang disebrang sana,bolu kukus ya Fir"


"Iya baik Pak,ada yang diperluin lagi Pak,Bu ?"


"Yank ada lagi ?"Aluna menggelengkan kepala.


"Gak ada Fir itu aja,sama minumnya nya"


Firman selaku OB disana undur pamit untuk membelikan pesanan istri atasannya itu.


Aluna masih duduk disofa sambil membaca Novel lewat handphonenya,Arka masih fokus akan pekerjaannya,tak lama Firman datang membawa bungkusan makanan dan juga minuman.


"Ini Bu pesanannya,sama minumannya"


"Makasih ya Mas.."Jawab Aluna.dan OB tadi hanya menganggukan kepalanya.


Firman sudah keluar dari ruangannya Arka.


"Kak mau gak ?" Tawar Aluna


"Apa Sayang ?kamu mau menggoda aku hem?"Di dudukannya Aluna dipangkuannya.


"Eh ,kak siapa juga yang mau menggoda,ini mau nawarin ini mau gak ?"Aluna mencoba beranjak beridiri namun Arka menahannya.


"Mau kemana Hem !!duduk dulu disini" Titahnya dan mengunci Aluna dengan memeluk pinggangnya.


"Kak,ini kantor loh,nanti ada yang masuk lagian kan kamu masih banyak kerjaan"


"Gak apa kita belum pernah coba dikantor kan?kamu tambah seksi aja Yank" Kelakarnya.


"Apaan sih Kak,bilang aja tambah gendut"Aluna menepuk bahu Arka.


"Gak beneran kamu seksi,Mau ya..?"


" Apaan masa disini ?nanti aja dirumah Kak"


Namun tanpa aba aba,Arka sudah menggulum bibir Aluna,menautkan bibirnya dan me***tnya semakin dalam,beberapa detik dan menit mereka saling memberikan kenik***n .


Namun "Pak,ini harus ditanda tanga.." Sekretaris Arka masuk tanpa mengetuk pintu,dan dia melihat pasangan itu sedang bercumbu.


"Maaf pak.."Dia lantas langsung menutup pintu,sedangkan untuk Arka dan Aluna terperanjat kaget dan melepaskan tautan mereka.

__ADS_1


"Tuhkan aku bilang juga apa Kak,malu kan ?"Wajah Aluna sudah memerah menahan malu.


Sedangkan Arka malah biasa aja,dan terkekeh melihat wajah istrinya itu."Iih Kak Arka malah tertawa lagi" Decaknya.


"Hahah,lagian juga gak apa apa Yank,kita kan pasangan halal"


"Tetep aja malu kalau dilihat orang lain Kak Arka"Aluna masih mencebik kesal.


***


"Yank belum tidur ?"Mereka sudah berada dirumah dan saat ini waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam,Arka baru keluar dari tempat kerjanya dan baru masuk ke kamar.


"Belum nungguin Kakak,udah selesai kah ?"


"Kenapa pake nungguin sih,kan bisa duluan tidur Yank"


"Iih,aku kan gak bisa tidur kalau perutnya belum di elus elus kamu Sayang"


"Oh iya,maaf.."


"Kamu jangan terlalu cape deh Kak,inget kesehatan juga "


"Iya Sayang,makasih udah ingettin,tapi ini juga tanggung jawab aku Sayang,udah yuk tidur udah malam Yank"


Arka menarik tangan Aluna dan merebahkannya ditempat tidur.


"Nak,tidur yang tenang ya.." Bisik Arka pada perut Aluna dan si janin langsung merespon Arka.


"Heheh dia menjawab nya ya Yank" Kekeh Arka dan lalu mengecup perutnya Aluna.


Lalu bepindah pada kening Aluna,Aluna merubah posisinya menjadi membelakangi Arka dan Arka mengelus elus perutnya.


"Selamat malam dan selamat tidur Sayang,mimpi indah ya "


"Iya Kakak juga"


Sudah jadi keinginan Aluna kalau tidur harus dielus elus dulu ,hingga beberapa menit Aluna tertidur juga,namun Arka masih terjaga.


Semenjak dia diposisikan sebagai penerus dia benar benar sangat disibukkan,kalau boleh memilih dia hanya ingin jadi orang yang biasa aja,supaya waktunya bisa banyak bersama Aluna.


Meskipun sekarang Aluna tidak banyak mengeluh,namun tetap saja dia tau dihati istrinya itu masih ingin selalu ada dirinya.Dia sangat merasa bersalah akan itu,bahkan dia sering lupa ,tadi aja jadwal controlnya Aluna kembali lupa.


Arka mendesah kecil,dia tatap wajah Aluna dan kembali mengecup kening juga pipinya.


"Maafin aku Yank,tapi aku janji pas lahiran nanti aku akan siap siaga buat kamu,makasih udah mau mengertiin aku,I Love You More"


***

__ADS_1


__ADS_2