
Saat Naura sudah kembali ke rumah,Bella bersikeras meminta untuk bertemu dengan Naura,rasa bersalahnya masih menumpuk dihatinya,ia ingin hidup dengan tenang,oleh karena itu dia ingin meminta Maaf pada Naura.
Bella meminta pertolongan melalui adiknya untuk bisa dipertemukan dengan Naura,awalnya sang adik menolak,dia bahkan sempat marah pada kakaknya itu,karena sudah berniat mencelakai Mantan kekasihnya dulu.
"Ogah ah,aku masih marah sama kamu tahu gak ka,aku gak habis pikir sama kakak,obsesi kakak menghancurkan hidup kakak sendiri tahu..!!"
"Kakak nyesel Radit,oleh karena itu tolong bantu kakak temuin kakak sama Naura,kakak mau minta Maaf sama dia Dit..!!"
"Akan canggung ka kalau aku ketemu dia lagi,udah lama banget kita gak ketemu,lagian aku malu ketemu dia atas kelakuan kakak.."
"Dit,kalau kakak gak disini ,kakak udah pergi datang nemui dia,kakak mohon hanya kamu yang mampu membantu kakak Dit.."
Radit menghembuskan nafasnya kasar,bagaimana tidak Naura sang mantan kekasih yang dulu sangat dia sukai,tapi dia sendiri yang sudah mengkhianati Naura,bahkan penyesalan pun masih bersarang dihatinya,ditambah kelakuan kakaknya itu,rasa bersalah semakin tambah banyak dirasakannya.
"Aishh,kalau kamu bukan kakak aku,ogah ya ka.."Dia berkata sambil berdiri dan pergi keluar dari penjara tempat Bella ditahan.
"Terima kasih adikku sayang.."Teriak Bella.
***
Naura sedang berada disebuah cafe bersama Lista tentunya,setelah masa penyembuhan selama satu bulan akhirnya Naura sudah semakin sehat dan Ardi sudah mengijinkan Naura berkaktivitas seperti biasanya ,namun tetap dilarang terlalu capek.
"Ciie yang tinggal satu bulan lagi sudah mau berganti status.."Ujar Naura meledek Lista.
"Apaan sih ah Ra,kamu ini.."
"Gimana seneng gak,,?"
"Ya seneng lah Ra,gimana gak seneng,ternyata jodoh itu jorok ya,padahal dulu gak pernah tuh berharap mau menikah sama yang berbeda umur,jauh pula.."
"Udah jodohnya kita Ta,jalani aja dulu ya.."
"Iya Ra,pasti.."
Mereka mengobrol satu sama lain,menceritakan banyak hal.
"Naura..!!"
Seseorang memanggil Naura,Naura pun menengok ke arah yang memanggilnya itu.
"Radit..!!"
"Iya ini aku Ra,apa kabarnya kamu ?kebetulan kita ketemu disini..!!"
"Eh,iya Dit,kabar aku udah membaik ko,kamu gimana ?"
"Aku juga baik,boleh ikut duduk disini ?"Tanya nya
__ADS_1
"Bo-boleh ko Dit,silahkan.."Naura mempersilahkan duduk,dan dia memperkenalkan Radit pada Lista.
"Ra,aku gak mau basa basi,sebenarnya aku berniat bakalan nemuin kamu,makannya aku kesini ke kampus ini nyari kamu,ada yang mau aku omongin.."
"Eh,apa Dit..?"
"Aku mau minta maaf atas diriku sendiri,soal kejadian di masa lalu yang tiba tiba ninggalin kamu gitu aja,dan sekarang aku minta maaf atas kakak aku,tentang perbuatan dia sama kamu,aku sunggug malu untuk sekedar bertemu dengan kamu aja."
"Dit,itu masa lalu aku udah lupain itu semua,aku juga udah maafin kamu ko Dit,dan untuk masalah kak Bella,aku sebenarnya masih kecewa atas perbuatannya,bahkan mungkin aku marah pada dia,dia sudah membuat kesalah paham aku dengan suamiku,bahkan calon anak ku harus pergi karena ulahnya.."Naura tidak bisa menahan air matanya rasa kecewanya pada Bella tak bisa dia bendung lagi.
"Aku tahu Ra,ini sulit buat kamu,aku juga gak memaksa kamu untuk memaafkan kak Bella,bagaimana pun kesalahannya sangat besar,aku hanya ingin menyampaikan permintaannya ka Bella kalau dia ingin meminta maaf secara langsung pada kamu Ra.."
Naura masih bergeming,dia bingung akan hatinya ,disisi lain hatinya masih terluka,tapi disisi lain kalau ALLAH saja mampu memaafkan tiap umatnya,apalagi manusia.
"Baiklah Dit,nanti aku kesana dengan suami aku.."
"Makasih Ra,makasih..kamu masih sama seperti dulu,ini yang aku sukai kamu dulu,bahkan aku nyesel udah ninggalin kamu.."Dengan tanpa sadar Radit memeluk Naura,Naura nampak kaget dengan perlakuannya Radit yang tiba tiba.
"Heh,lepasin jangan peluk peluk istri saya..!!"
Radit repleks melepaskan pelukannya pada Naura,Naura membulatkan matanya saat melihat Ardi sudah ada di depan matanya,dia menelan ludahnya kasar.
"Maaf aku tidak sadar,maaf Ra.."
Naura hanya diam,dia juga bingung atas perlakuan Radit yang tiba tiba itu,dia juga sedikit merasa takut melihat Ardi.
"Siapa kamu ?berani beraninya meluk istri orang hah ?"
Ardi melihat ke arah Naura ,dia masih sedikit kesal pada istrinya itu yang diam saja saar dipeluk Radit.
"Siapa kamu ?"
"Aku Radit,adiknya Bella.."Jawab Radit.
"Adik Bella ?Ngapain ada disini,terus ada hubungan apa kamu sama istri saya..?"
"Emmmm,aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Ka Bella aja kalau dia ingin meminta maaf pada Naura secara langsung..dan untuk hubungan aku sama Naura ,kita cuma teman dimasa lalu ko..sekali lagi maaf kalau tadi aku udah lancang sama Naura.."
Mendengar jawaban Radit,Ardi sedikit emosi pasalnya dia baru ingat kalau dulu Naura pernah bilang kalau Bella itu kakak Mantan kekasihnya dulu,dan itu artinya Radit itu Mantan kekasihnya.
"Bilangin ke Bella,kita sudah tidak mau berhubungan apa apa lagi dengan nya..permisi..!"Ucap Ardi sambil menarik tangan Naura pergi dari sana.
Sedangkan Naura hanya mengikuti Ardi,dia hanya menganggukan kepalanya pertanda dia pamit pergi dari situ.
Mereka bergegas pergi ke arah parkiran,di ikuti Lista dibelakang.
"Ra,kalian duluan aja,aku nunggu dijemput ka Randi,dan buat ka Ardi jangan salah paham sama Naura,tadi benar benar diluar dugaan sama sekali"
__ADS_1
"Iya Ta,kita pergi dulu ya.."
"Iya Ra,hati hati.."
Ardi tak banyak bicara ,selama diperjalanan dia hanya diam.
"Kak,jangan salah paham.."
Adri masih bergeming,masih diam menatap lurus ke arah jalanan di depannya.
"Kak..!!"
"Kenapa dia peluk,kamu diam aja..?"
"Bukan gitu ka,tadi dia tiba tiba aja peluk aku kak sungguh.."
"Dia Radit Mantan kamu itu kan ..?"
Eh..
"Iya Ka,dia Radit tapi dia cuma masa lalu aku ka.."
"Kakak cemburu Ra,lihat kamu tadi.."
Naura bukannya takut dia malah tersenyum mendengar suaminya itu cemburu.
"Kenapa kamu tersenyum kamu,oh jangan jangan kamu malah menikmati pelukan Mantan kekasih kamu itu,lagi nostalgia mungkin ya.."
"Hahah,kakak lucu kalau lagi cemburu gitu,gemesin tau gak..!!"
"Awas ya kamu,aku hukum kamu.."
Naura masih tertawa tertawa melihat expresi Ardi itu,tak sengaja Ardi pun tersenyum simpul melihat Naura tertawa seperti itu,padahal tadinya dia sungguh marah dan kesal pada Naura.
Mobil mereka pun sudah tiba dipekarangan rumah mereka,mereka turun dan bergegas masuk ke dalam rumah.
Saat Naura sudah akan menuju ke dapur,Ardi tiba tiba menarik tangan Naura dan masuk ke dalam kamar.
"Aku bakalan hukum kamu ya.."Ucapnya sambil menarik pinggang Naura dan menyatukan bibirnya ke bibir Naura.
Awalnya Naura kaget dengan perlakuan Ardi padanya yang tiba tiba,namun lama lama dia mengikuti arah suaminya itu.
Ardi semakin memperdalam ci***annya ,dan Naura membalas ci***man Ka Ardi.
Dengan pelan pelan Ardi menggiring tubuh Naura ke arah tempat tidur.
Hingga bergumulan mereka pun terjadi,setelah musibah menimpa mereka,mereka mencoba menjalani kembali kehidupan mereka dengan saling bersatu bersama sama,berusaha menyikapi suatu masalah bersama.
__ADS_1
Dan sore itu mereka habiskan waktunya didalam kamar.
***