
Hari kedua di Paris
Arsen dan Alya kembali menelusuri tempat tempat yang ada diParis,Alya begitu bahagia saat itu,selain jalan jalan Alya juga membeli beberapa pernak pernik khas Paris dan akan dia bawa untuk oleh oleh adik ipar dan keluarga lainnya.
Sore hari saat sudah lelah ,baru mereka kembali ke hotel dan mengistirahatkan diri mereka..
"Ars,,ini lucu banget ya"Seru Alya saat menunjukan sebuah baju yang baru tadi dia beli.
"Iya,apapun juga semua lucu dan bagus kalau kamu yang pakai Al.."Seloroh Arsen.
"Gombal kamu !!" Sungut Alya.
"Aku gak gombal Honey,seriusan kamu cantik mau pakai yang gimana juga"
Alya hanya mencebik,kalau muji muji gitu biasanya sih suka ada maunya.
"Udah ah,kamu gombal aja..aku mau mandi dulu,nanti baru kamu ya"Ujar Alya.
"Tunggu Honey,mandi bareng ya"Seloroh Arsen sambil mengedip edipkan matanya dan memelas.
Alya hanya melengos malas "Gak Ah,nanti bukan mandi lagi acaranya ,tapi beda lagi"Decak Alya karena dia tau apa yang akan terjadi kalau sudah bersama,dan dia tau apa yang ada dipikiran Suaminya itu.
"Gak,beneran kita hanya mandi bareng Honey,ayolah biar cepat juga kan "Rajuk Arsen.
"Aisshhh,kamu ini maksa terus bisanya,ya udah tapi inget cuma mandi aja,gak ada lebih lebih Okay !!"Tutur Alya lagi.
"Iya Honey,Bunny,Sweety ku.."Celetuknya dan lalu menggendong Alya ala ke kamar mandi.
Alya tersenyum geli saat Arsen memanggilnya seperti itu,ya ampun Arsen itu sangat lucu dan pintar menggombal.Ah..dia makin cinta saja pada Arsen yang sudah menjadi Suaminya ini.
Sungguh dia tidak menyangka akan berjodoh dengan Arsen,dan bahkan dia tidak pernah bermimpi sama sekali.
Arsen menurunkan Alya saat sudah tiba didalam kamar mandi dengan perlahan.Lalu Arsen mencoba membuka satu persatu baju Alya ,Alya sempat menolak tapi Arsen bersikukuh melakukannya.
Saat baru pakaian atasnya saja Arsen sudah menelan salivanya berat,bagaimana tidak bukit kembar Alya adalah favoritnya,dia remas sebentar dan dapat tatapan tajam dari Alya.
"Ayolah Ars,kamu janji hanya mandi saja ihhh"Rajuk Alya.Arsen hanya menyengir,lalu dengan sigap Alya menjauh dari Arsen dan akan membuka sisa bawahannya,dan saat membuka CDnya dia kaget karena melihat bercak darah disana.
"Ya ampun,tanggal berapa ini !!"Ujarnya mengingat ingat dan saat dia ingat,benar juga ini sudah waktunya tanggal datang bulan.
Alya menepuk jidatnya,Arsen sudah membuka bajunya dan terlihat sudah polos.
__ADS_1
"Al,ayo kita berendam kenapa masih belum kamu buka,aku janji deh sekarang kita hanya mandi saja,tapi nanti malam tapi kamu harus kasih service aku ok !!"Kelakarnya.
Alya masih mematung dan merasa tak enak pada Arsen,karena rencananya mereka kesini kan untuk menghabiskan waktu berdua dan artinya selalu bermesraan.Tapi sekarang terganggu karena datang bulannya.
Arsen pasti kecewa tapi mau bagaimana lagi"Ars,kamu duluan aja mandinya..nanti aku,aku tunggu diluar ya"Ujar Alya.
"Hey,kenapa ?aku janji Sayang gak akan macam macam suer !!"Tahan Arsen saat Alya hendak keluar dari kamar mandi.
"Ars Sayang..aku minta maaf,tapi hari ini aku datang bulan.."Lirih Alya menunduk karena merasa tak enak.
"What ?datang bulan ?maksudnya menstruasi ?"Pekik Arsen dengan melotot.
"Iya Ars.."Jawab Alya dengan menyengir menampilkan gigi giginya yang putih.
Arsen terlihat memberengut masam,hancur sudah masa honeymoonnya,padahal dia sungguh ingin menikmatinya waktu itu.
"Jangan cemberut dong,cuma 6 hari kok"Ujar Alya selanjutnya.
"Hey,6 hari itu lama Honey,,ya ampun harus puasa,padahal lagi senang senangnya"Rutuknya
Alya semakin terkekeh mendengar gerutuannya Arsen "Udah ah,kamu mandi aja duluan..nanti aku"Alya langsung keluar.
***
"Sayang.."Pekik Alya saat dirinya baru selesai mandi dan mau berganti pakaian.
Arsen yang sedang duduk disofa menoleh pada Alya,lalu menghampiri Alya,walaupun merasa kesal tapi kalau sudah begitu mau bagaimana lagi pikirnya.
"Apa Sayang.."Jawab Arsen.
"Aku kan gak ada persiapan apa apa saat kesini,aku juga lupa akan jadwal datang bulan aku Ars.."Ujar Alya
"Hemmm,terus kenapa ?"Tanya Arsen saat Alya menjeda bicaranya.
"I..itu tolong beliin aku pembalut dong Sayang,aku gak nyaman kalau harus jalan jalan keluar tanpa memakai itu"Ujar Alya
Arsen membulatkan matanya,ya ampun apalagi ini dirinya harus mencari pembalut wanita !!.
"Astagfirllah Al..aku malu"Desisnya.
Alya terkikik "Maaf Sayang,tapi gimana lagi,seriusan aku tak nyaman,beliin ya kali ini aja"Alya memelas sambil merangkul pinggang Arsen.
__ADS_1
"Al,jangan menggodaku,kamu tau aku akan puasa satu minggu,padahal kita ini pengantin baru"Sungutnya kesal.
"Ya mau bagaimana lagi dong Sayang,ini kan udah ketentuanya seorang wanita"
"Ya sudah,aku harus beli yang bagaimana ?"
Arsen pun mengalah saja,padahal dia lagi candu candunya,Alya pun memberitahu merk dan ukuran apa yang sering dia pakai.
***
Saat memasuk mini market yang ada disana,keadaan cukup ramai dan tentu saja dia dapat perhatian dari para pelanggan disana,saat dirinya memegang pembalut wanita.
Merk yang Alya katakan,tidak ada..jadi dia sempat menelepon Alya,lalu bertanya pada pelayan toko disana.
Dengan menahan malunya,Arsen membawa pembalut itu pada Alya.
Alya kembali terkikik saat melihat wajah Arsen yang menahan malu,dan sedikit cemberut.
"Aduh maaf ya Suami aku ,dan Makasih Honey"Ucap Alya lalu mengecup bibir Arsen singkat.
"Al,jangan menggodaku .."Desis Arsen cemberut
Alya cekikikan lalu dia berlari ke dalam kamar mandi untuk memakai pembalutnya,aduh datang bulannya datang diwaktu yang tidak tepat.
Dan malam itu Arsen terpaksa harus menahan hasratnya untuk menggauli Alya,meskipun ingin tapi mau bagaimana lagi.
Mereka mengobrol ngobrol saja malam itu,sambil melihat suasana malam paris diatas balkon.
"Tidur yuk Ars..ngantuk nih"Ajak Alya yang sudah mengantuk.
"Ya sama aku juga mengantuk"Sahut Arsen juga.
Lalu mereka mengambil posisi untuk tidur,Alya merebahkan kepalanya di dada Arsen dan Arsen memeluknya.
Tak lama Alya sudah tertidur lelap dipelukan Arsen,tapi tidak dengan Arsen dari tadi dia menahan nafas dan salivanya.
Saat melihat baju atas Alya yang sedikit terbuka dan sedikit menampakan belahan dada Alya,hingga membuat pikiran Arsen bertraveling.
Sungguh sangat menyesakkan ,apalagi saat adik kecilnya mendesak dari balik celananya.Arsen pun jadi sulit untuk tidur.
***
__ADS_1