
Raisa tidak ada kesempatan untuk berbicara dengan Arsyil,Arsyil masih saja menyuekkannya seperti hari hari kemarin.
Hari ini pun hari Sabtu,Arsyil tidak ada dirumahnya,biasanya Raisa yang selalu tidak ada dirumah,namun kini menjadi terbalik.
Maka Raisa sudah memutuskan keputusan apa yang akan dia ambil,untuk kelangsungan rumah tangganya bersama Arsyil,maka dia akan menuruti apa yang Arsyil mau.
Menyerahkan seluruh hidup dan matinya untuk Arsyil,karena surga terletak juga dari ridho Suami,selama tidak ada ke Ridhoan dari Suami,maka semua yang dia jalani serasa tidak ada maknanya dan tidak barokah.
Apalagi setelah Lista menceramahinya hari itu,maka keputusanya sudah semakin bulat,dia akan Resign dari kerjanya,dia percaya kan pada Allah Swt kalau Rezeky sudah diaturnya,dan dia tetap berdo'a untuk kesembuhan Sang Ibu.
Ya hari itu Raisa memilih ke tempat Lista dan Randi mengunjungi Orang tuanya.
"Bu,Raisa mau berhenti kerja,ini ada tabungan Raisa mungkin cukup untuk biaya pengobatan Ibu beberapa waktu ke depan. Raisa ingin fokus pada Asryil.Ibu harus sehat ya "Ujar Raisa.
"Sayang..Itu ide bagus Nak,kamu itu sudah menjadi seorang Istri ,sebaiknya kamu bisa mengatur waktu kamu,untuk diri sendiri terutama untuk Suami kamu Nak,Ibu tau alasan kamu masih bekerja,karena pengobatan Ibu kan ?Raisa ..jangan jadikan itu beban kamu Nak" Lista sempat menghela nafasnya,lalu melanjutkannya lagi.
"Papah kamu masih bisa mengusahakan untuk Ibu Kok,kamu juga harus bisa menjaga kesehatan kamu sendiri Nak,ingat kamu sudah punya Suami,Lakukan lah tanggung jawab kamu sebagai seorang Istri,dan kamu juga tau Nak,Ibu sudah pengen menimang cucu Sayang" Jelas Lista.
"Iya Bu,maafkan Raisa ya,makasih sudah memberi tahu Raisa.Raisa sudah memutuskan itu Bu,do'a kan aja Bu semoga secepatnya Raisa mengabulkan keinginan Ibu"
"Amin Sayang.."Lista memeluk Raisa dan memberikan ciuman pada anak satu satunya itu.
***
Dan hari Seninnya Raisa akan menyerahkan surat pengunduran dirinya,dia akan mengubur segala keegoisannya selama ini,sebenarnya kalau boleh jujur dia suka sesaat sebelum naik jabatan,meskipun bekerja tapi waktunya masih banyak untuk dirinya sendiri dan Suaminya.
Namun semua sudah terjadi,Raisa sudah memutuskan untuk Resign dari sana,kini hidupnya akan bergantung pada Arsyil,dia percaya Arsyil mampu,selain itu juga dia ingin istirahat total juga,supaya bisa cepat dapat momongan.
Bukan,bukan Raisa terpaksa karena supaya Arsyil tidak marah ,mungkin itu memang salah satunya,tapi yang paling penting,dia memang sudah lelah dalam bekerja,dia sadar waktunya sudah terkuras banyak,dia butuh istirahat.Dan terutama dia ingin fokus memprogram anak.
"Pak,maaf Saya mau mengundurkan diri.."Ucap Raisa sambil menyerahkan surat itu pada Atasannya.
Atasannya sedikit kaget akan pernyataannya Raisa,dia tau betul Raisa karyawan yang teladan,karena dirinya perusahaan itu sedikit demi sedikit berkembang,Namun dia tidak bisa memaksakan keputusannya.
"Kamu serius ?kenapa ?ada apa ?ada yang membuat kamu tidak nyaman,atau gajinya kurang ?saya bisa tambah Raisa ?" Pertanyaan beruntun diutarakan sang atasan.
"Hhhhh,gak gitu Pak,saya sudah nyaman kok kerja disini,saya juga senang kerja disini.Hanya saja saya ingin fokus menjadi Ibu Rumah Tangga saja Pak,sudah cukup saya menghabiskan waktu saya dengan bekerja,kini saatnya menghabiskan waktu saya bersama keluarga ,bersama Suami saya dan anak anak kami kelak" Jelas Raisa.
Sang Atasan hanya bisa mengerti akan keputusannya Raisa,walaupun sempat kecewa namun dia tidak bisa berbuat banyak lagi dan menahan Raisa disana.
__ADS_1
"Baiklah,kalau itu sudah menjadi keputusannya kamu,Saya tidak bisa memaksa,tapi kamu harus mengajarkan dulu pengganti kamu,tapi ajarkan sewaktu sebelum kamu naik jabatan,dan jabatan kamu yang baru itu akan saya serahkan pada orang lain"
"Baik Pak kalau begitu,saya tidak keberatan untuk mengajarkan dulu pengganti Saya,terima kasih pak"
Raisa sudah merasa plong,kini hanya tinggal menunggu penggantinya datang dan mengajarinya sebentar.
***
Hari itu Raisa pulang sore,karena dia meminta pada Atasannya untuk tidak membuat dia pulang larut malam terus,dan Atasannya mengiyakannya.
Raisa sudah semangat membuat masakan untuk Arsyil suaminya,walaupun dia tidak akan tau jam berapa Arsyil akan pulang,tapi dia tetap berusaha untuk memasak.
Dan benar saja Arsyil pulang larut malam,Raisa menunggunya di sofa ruang tamu dengan tertidur yang kepalanya ada diujung Sofa itu.
Arsyil yang melihatnya jelas tidak tega,dia juga tersadar akhir akhir ini Raisa tidak pernah pulang malam lagi,dia juga selalu memasak untuk dirinya.
Arsyil tersenyum lalu mengangkat tubuh kecil Istri nya itu,ada rasa bersalah dalam benaknya karena sikapnya akhir akhir ini pada Raisa.
Arsyil membaringkan tubuh Raisa secara perlahan dan hati hati,lalu dia akan beranjak untuk berganti pakaian,namun tangannya ditarik Raisa.
"Syil..kamu masih marah sama aku ?jangan diam min aku kaya gini,Maafkan aku Syil"Lirih Raisa dengan air mata yang sudah meleleh dipipinya.
"Maaf..maafkan sikap aku Sa.."
"Ssstttt..kamu tidak salah Syil,jangan minta maaf,aku yang salah,selama ini aku sadar aku sudah lalai Syil,aku sudah mengabaikan kamu" Tuturnya dipelukan Arsyil.
"Baiklah,aku tidak akan memaksa kamu lagi untuk berhenti kerja,aku hanya minta kamu bisa membagi waktu kamu,untuk diri kamu sendiri juga untuk aku"
Raisa melepaskan pelukannya dia tangkup pipi Arsyil "Aku udah putuskan aku akan berhenti bekerja Sayang,hari tadi aku sudah menyerahkan surat pengunduran diri ku,dan sudah di Acc tapi harus tetap menunggu beberapa waktu untuk mengajarkan pengganti aku"Jelas Raisa.
Arsyil merasa terenyuh akan keputusan yang Istrinya itu ambil,tapi ada sedikit rasa bersalahnya "Sa,,aku tidak mau kamu terpaksa"
"Syil..ini keputusan aku,aku tidak terpaksa karena kamu,tapi karena kita,aku sudah putuskan untuk istirahat dan membagi waktu yang banyakkkkkk buat kamu Sayang,aku juga ingin kita fokus untuk program Bayi,dan aku percayakan semuanya pada Kepala rumah tangga ku ini semuanya".
Arsyil tersenyum mendengar itu, "Makasih Sayang ,makasih sudah mau mengerti ,tapi maaf kalau aku memaksa"
"Tidak Sayang,kamu tidak memaksa tapi kamu sudah bersikap tegas,dan itu memang yang harus kamu lakukan,Makasih ya selama ini justru kamu yang sudah banyak mengerti aku"
Cup
__ADS_1
Raisa mengecup singkat bibir Arsyil,Arsyil semakin melebarkan senyumannya." Aku berjanji akan berusaha lebih keras lagi,aku pasti mampu menghidupi kamu,keluarga kita juga"
"Ya kamu pasti bisa Sayang"
"Ya sudah kita bikin Bayi yuk.." Ajaknya kemudian,Raisa tersenyum malu.
Dan malam itu mereka menghabiskan waktu untuk memadu kasih,saling membagi dan memberi lewat penyatuan tubuh mereka.
Mereka sudah berbaikan dan saling memahami satu sama lain,pertengkaran diantara suami istri itu bisa selesai jika salah satunya mau ada yang mengalah, jangan merasa keduanya sama sama benar,coba saling mengintropeksi diri masing masing,dan mencari tau tata letak kesalahan masing masing , jangan saling egois dan terutama keras kepala.
***
Tiga bulan kemudian ,kini Raisa sudah sepenuhnya menjadi Ibu Rumah Tangga,tepatnya sekitar dua bulan yang lalu,ternyata mengajarkan penggantinya membutuhkan waktu satu bulan lamanya,namun setidaknya dia puas,dan setelah keluar tidak ada beban lagi disana.
Raisa menjalankan perannya menjadi Istri yang sesungguhnya,melayani Arsyil dari menyiapkan pakaian,menyiapkan sarapan,sampai melayaninya diranjang tentu itu pasti.
Selain itu kalau dia merasa jenuh dirumah,Raisa selalu meminta ijin pada Arsyil untuk sekedar bermain ketempat Orang tuanya,atau kerumah Aluna bermain bersama kedua ponakanan tercintanya.
Sudah tidak ada lagi beban dalam.hidupnya ,semua terasa sangat ringan,kesalahannya terdahulu dia jadikan sebagai pembelajaran sangat berharga dalam hidup.
Dan karena niatnya yang baik,Raisa dapat memberikan kabar bahagia untuk Arsyil dan kedua Orang tuanya.
"Sayang,,kenapa repot repot kesini sih..?" Ucap Arsyil yang melihat kedatangan Raisa dikantornya.
"Kenapa gak boleh aku kesini ?aku bawa ini,dan juga bawa ini" Raisa menunjukan tempat makan yang isinya makan siang untuk Arsyil dan satu lagi sebuah kotak kecil.
"Ini apa ?"
"Buka aja dan lihat deh Sayang" Ucap Raisa antusias
Arsyil membuka kotak kecil itu,dia terperangah saat menatap kotak itu yang isinya sebuah Tespack yang bergaris dua ,juga sebuah foto USG menunjukan sebuah janin.
"Kamu hamil Sa ..?" Seru Arsyil bahagia
"Iya Sayang aku hamil.." Jawab Raisa tak kalah bahagia
Penantiannya selama kurang lebih satu tahun itu membuahkan hasil yang Indah,meskipun sedikit lama,namun tak masalah mereka tetap berbahagia saat ini.
Arsyil menggendong Raisa,dia berteriak bahagia saat itu.
__ADS_1
****