
"Luna...jangan lari lari nak,nanti jatuh !! Sini sayang.."
"Biarin lah Ra,jangan dikekang gitu lagian kan lari nya gak jauh jauh juga,biar dia main aja.."
"Aku khawatir Ta,nanti juga kalau anak kamu udah lahir bakalan ngerasain khawatirnya kaya aku.."
"Iya,,iya tahu tapi kan dimana jatuh juga ini rumput sintetis Ra,jangan terlalu dimanjain juga,biar dia tumbuh jadi wanita yang kuat nantinya.."
"Iya juga sih,tapi tetap naluri ibu kuat Ta,rasa khawatirnya amat sangat tau.."
Hari ini Naura dan Lista sudah berencana untuk ketemuan,dan saat ini mereka sedang berada di sebuah taman dekat rumah Naura.
Dan sekarang juga Lista sedang hamil anak pertamanya juga,usianya saat ini menginjak 4 bulan,berbeda 3 bulan dengan Naura.
"Nda .nda..nda.."Celoteh Aluna sambil berjalan dan membawa bunga yang dia petik tadi.
"Sini sayang,ini bawa apa,ini buat Bunda ?"
"Ni Nda.." Aluna mengangguk ceria,
"Makasih ya sayang.." Naura tak berhenti mencium Aluna dengan gemasnya.
Naura membiarkan Aluna bermain lagi.
"Ra,kalau anak kita berbeda kelamin,kita jodohin yuk.." Ujar Lista
"Husshh,omongan adalah doa loh Ta,aku gak mau kaya gitu Ta.."
"Mengingatkan kamu dan ka Ardi dulu ya Ra ?"
"Gak gitu juga sih,aku gak mau aja memaksa kan kehendak anak,biarlah mereka mencari kehidupan dan pasangannya masing masing,yang penting terbaik untuk dirinya sendiri.."
"Apapun pilihannya Insya Allah itu yang terbaik untuknya,dan kalaupun anak kita nanti berjodoh itu udah takdir.." Ujar Naura
"Emang kamu udah Usg kalau anak kamu Cewe Ta?"
Lista yang sedari tadi mendengar kan Naura,hanya menyengir kuda.
"Belum.."
"Kamu ini ada ada aja,belum tahu jenis kelaminnya sudah berasumsi dahulu.."
"Iya kan berandai andai,tapi benar deh apa kata kamu,kita jangan memaksakan kehendak kita,biar mereka memilih pilihannya sendiri.."
"Iya benar Ta.."
Mereka pun masih berbincang bincang sambil bermain bersama Aluna,hingga mereka pun kedatangan seseorang,yang tadinya tak pernah ingin Naura temui.
"Naura..!!" Panggil Orang itu yang tak lain adalag Kevin..
Naura memalingkan wajahnya melihat ke arah yang memanggilnya,raut wajahnya terlihat kesal saat bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
"Apa kabar Ra ?"
"Baik Kev,kamu gimana ?"
"Aku juga baik,apa kabar juga Ta ?"
"Baik.."
"Berapa bulan sekarang Ra usia kandungan kamu ?"
"7 Bulan Kev..Oh iya kamu lagi apa disini ?"
__ADS_1
"Tadi lagi mengunjungi rumah teman,gak sengaja lihat kamu disini,syukur deh kalau kamu baik baik saja,semoga lancar ya sampai lahiran Ra..."
"Iya Amin ,makasih Kev.."
***
"Ngapain dia tadi ada disana?"
"Katanya lagi mengunjungi rumah temannya Mas..dan gak sengaja melihat aku sama Lista disana.."
"Hmmm alasan dia aja pengen ketemu kamu.."
Sepulang dari kantor Ardi sudah diberitahu Naura,kalau dia sedang berada dia taman di dekat rumah. Dia pun bergegas menemui Naura disana,dan saat menepi mau memarkirkan mobilnya,dia melihat Naura sedang mengobrol bersama Kevin.
Aura cemburu nampak diwajah Ardi,padahal saat ditaman tadi Naura tidak sendiri ada Lista disampingnya.
"Mas jangan cemburu gitu deh,disana kan ada Lista juga Mas.."
"Ya tetap aja.."
"Udah deh ah Mas,gak suka kamu kaya gini.."
Dan sekarang malah Naura yang cemberut kesal ,Ardi menghembuskan nafasnya kasar,dia jadi yang harus merayu balik Naura.
"Kenapa jadi kamu yang marah sih..Ra jangan cemberut gitu,kalau gak Mas gigit nih .."
"Tau ah,bawa tuh Aluna.." Aluna sudah tertidur mungkin karena kelelahan saat bermain tadi.
Untuk Lista,dia juga dijemput suaminya Randi pulang .
"Sayang.." Ardi memeluk Naura dari belakang,dan menyerukan kepalanya diceruk leher Naura,saat ini Naura sedang berada didapur,akan memasak makan malam.
"Iih diem Mas,ini panas.."
"Ra,kita delivery aja lah,kamu gak usah masak,nanti kecapean gimana ?"
"Ya udah Mas bantu ya.."
***
"Mas.."
Saat ini mereka sudah berada diruang keluarga ,Setelah tadi makan malam berasama.Naura menonton Tv acara favoritnya,sedangkan Ardi sedang memangku laptop nya .
"Iya sayang.."Dia menjawab namun matanya masih tertuju pada laptopnya.
"Martabak kayanya enak.."
"Kamu mau martabak ?"
"Iya Mas ,beliin dong enak kayanya Mas.."Katanya sambil mengelu elus perutnya.
"Awwww..."Pekiknya tiba tiba
Ardi yang mendengar itu,replek melempar Laptopnya diatas karpet .
"Kenapa sayang..?" Tanyanya khawatir,dia takut kalau itu tanda tanda akan melahirkan.
"Anak kita menendang nya terlalu kuat Mas,sakit.."
Ardi mengelus perut Naura dan membisikan sesuatu pada perut buncit Naura.
"Kamu ingin bermain kah junior ?atau pengin Ayah tengok.."
__ADS_1
Naura yang mendengarnya ,memukul lengan Ardi.
"Kamu ini Mas kalau ngomong.."
Ardi hanya menyengir kuda.
"Mainnya jangan aktif banget sayang,kasian Bunda nya,sabar ya sebentar lagi kamu akan hadir ke dunia ini " Celotehnya
Dan sijunior pun masih bergerak,namun gerakannya kecil,mungkin dia sedang merespon yang dikatakan Ardi.
"Masih Mau martabak ?"
"Masih Mas,beliin rasa coklat keju ya.."
"Ya udah Mas beliin ya,,"
Beberapa menit kemudian Ardi pun pulang membawa bungkusan martabak pesanan Naura.
"Wah,makasih Mas.."
"Iya apa sih yang gak buat kamu Sayang.."
Naura pun melahap martabaknya dengan penuh antusias.beda dengan saat beberapa bulan yang lalu,Naura sudah tidak merasa mual mual.
***
Ke esokan harinya
"Uuhhhhh bosan sekali rasanya,Aluna juga gak ada dirumah,Mamah juga gak ngebiarin aku ikut,aku bosan ada dirumah.." Keluhnya
Pagi tadi Mamah Erin tiba tiba datang ke kediaman Naura,dan membawa Aluna pergi katanya sih mau ada acara kumpul arisan gitu,Namun Naura dilarang ikut katanya tempatnya jauh,nanti kecapean.
Dan semenjak kecelakaan waktu itu Naura sudah tudak melanjutkan kuliahnya,dan ditambah saat ini dia sedang mengandung,Ardi yang sangat overprotectif itu melarang Naura melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
"Waalaikum salam..Mas aku bosan dirumah,aku ke kantor ya Mas.."
"Jangan,aku kan udah bilang jangab kemana mana dan jangan kecapean.."
"Iih,apa sih yang kamu sembunyiin Mas,kamu takut ketauan atau kamu malu aku yang udah terlihat gemuk gini.."
Nah kan ini perbedaan hormon kehamilan Naura,selain menjadi manja dan cengeng Naura juga menjadi pencemburu begini bahkan pikirannya sudah kemana mana.
"Gak gitu Sayang,aku hanya gak mau kamu kecapean,itu aja ko.."
"Tapi aku bosan Mas..." Naura masih merengek layak ya anak kecil yang meminta dibeliin balon.
Ardi bingung kalau Naura sudah begini,ya mau tak mau dia pun menjawab iya.
"Ya udah tapi hati hati ya dijalan..kalau merasa cape mending pulang lagi aja ya.." Omel nya
"Iya..iya Mas aku siap siap dulu ya.."
"Iya.." Ardi menutup teleponya
* "Kenapa muka loe ditekuk gitu,berantem sama Naura ?" Entah sejak kapan Randi sudah ada diruangan Ardi.
"Istri hamil luar biasa banget ya,gak diturutin gimana,diturutin gimana juga.."
"Emang Naura minta apalagi ? Hah,sama lah gue juga korban,permintaannya Lista aneh aneh,lah mending ini kan kedua kalinya buat loe,tapi buat gue ini pertama kalinya.."
"Entah lah ini berbeda,sebentar lagi dia datang kesini.."
"Maksud loe Naura mau kesini ?"
__ADS_1
"Iya ,dia sedang diperjalanan mau kesini,itulah permintaannya yang tak bisa aku bantah..
***