Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 39 "Salah paham lagi"


__ADS_3

Plakkkkkk...!!!!


Sebuah tamparan mendarat dipipi Ardi saat Bunda menghampirinya.


"Apa ini yang Bunda ajarin sama kamu Ardi..!!!! "Teriak Bunda


"Bun,tolong dengarkan Ardi,Sungguh Ardi tidak tau apa apa,Ardi rasa Ardi sudah dijebak Bunda.."Ujar Ardi dengan nada frustasi..


"Apa kamu bisa Bunda Percaya Ardi..!!!"


"Bunda,Ardi juga gak tau,tapi tolong percaya sama Ardi Bunda.."Mohon Ardi.


"Bunda ga tau bisa percaya kamu apa tidak Ardi..Bunda kecewa sama kamu .."


"Bunda.."


"Pulanglah,biar Naura disini..Tapi kamu masih hutang penjelasan sama Bunda,datanglah lagi saat Ayah pulang.."


"Tapi Bunda.."


"Gak ada Tapi tapian Ardi,pulanglah..!!"Ucap Bunda tegas.


Sebenarnya Naura belum menceritakan apa yang terjadi tadi pada Bunda,karena dia pikir itu urusan nya sama suaminya itu.


Tapi beberapa saat Naura sudah tenang dari tangissannya,ada chat wa yang mengirimkan foto saat Ardi dan Bella dihotel itu,dan itulah yang membuat Bunda marah.


Ardi pun beringsut dari tempatnya dan bergegas pulang ke rumahnya,meskipun sebenarnya dia tak ingin.Dia pun menelepon Randi.


"Ran,sorry gue masuk hari ini,tolong bilangin boss,gue ijin hari ini.."


"Loe kemana aja bangsat,gue teleponin gak aktif aktif ,semaleman istri loe nyari loe dan nungguin loe.."


"Loe kerumah gue makan siang ini,nanti gue ceritain ,dan gue mau minta tolong sama loe.."


****


Dilain tempat


"Nih bayaran loe,,thanks udah bantuin gue,,gue rasa sebentar lagi juga mereka akan berpisah.."Ucap Bella dengan nada sombong.


"Sialan loe,apa spesialnya sih si Ardi itu sampe loe lakuin ini..!!"


"Ya jelas lah dia spesialnya,dia segalanya buat gue.."


"Ya,ya terserah lah..yang penting dana mengalir.."Ucap Sandi


"Hahahahah,loe tenang aja gue loe jamin.."


***

__ADS_1


"Serius loe Ar..!!"


"Iya gue serius,seingat gue ya kemarin gue benar benar ada dirumah si Sandi omes yang dulu Ran,tapi pas tadi pagi gue sudah ada dihotel sama Bella lagi.."


"Sialan,apa ini rencana si nene sihir itu..!!"


"Gue pikir gitu Ran,,bantu gue lah buat nyari bukti kalau gue ga salah Ran,gue tau cuma loe yang percaya sama gue sekarang.."


"Loe pikir gue percaya sama loe..?"


"Ayolah Ran,gue bingung ini.."


"Ya,,ya gue percaya sama loe,ok sekarang kita cari tau aja dulu lewat si Sandi teman lama loe itu,gue curiga tuh temen lama loe juga ikut andil dalam rencana si nene sihir itu.."


"Apa mungkin begitu Ran..!!"


"Iya lah Bisa,gue bakalan bantu loe ,loe tenang aja,sekarang loe tinggal jelasin aja sama orang tua loe dan juga Naura.."


"Ya kalau mereka percaya gue Ran.."


"Ya loe sabar dulu aja,sampai gue nemuin buktinya loe gak bersalah.."


"Baiklah,thanks Ran..!!"


"Ok,gue balik ngantor..semangat bro..!!"Ucap Randi sambil berlalu dan pergi ke kantornya kembali .


****


"Eh Bunda,Ka Ardi ga apa apapin Naura ko Bunda,tadi kita cuma salah paham sedikit ko Bunda.."Ujar Naura berusaha untuk berbohong.


"Bunda sudah tau nak,Bunda juga kecewa sama dia,ko dia tega sama kamu ini,kamu gak usah nutupin lagi soal ini,Bunda sudah tau .."


"Bunda tau dari mana?"


"Nih..(sambil memperlihatkan handphonenya),Maaf Bunda ya sayang.."Ucap Bunda lagi dengan berderai air mata,betapa sakitnya hati Bunda melihat anaknya yang seperti itu,tapi Bunda juga ga tau kalau Ardi sudah dijebak.


"Bunda,bunda gak salah.."


"Bunda tau kamu sangat terluka,tapi kita tetap harus mendengarkan penjelasan Ardi nak,apappun nanti tolong maafkan dia ya.."Bunda masih terus menangis.


"Insya Allah Bunda.."Ucap Naura sambil memeluk Bunda,Naura sebenarnya tak ingin keluarganya ada yang tau masalah ini,tapi karena sudah ada bukti,Naura bisa berkata apa lagi .


*****


Malam harinya dirumah Bunda,sudah ada Ayah,Bunda dan Naura.Ayah sangat murka jelas terlihat dari raut wajahnya yang sudah memerah saat Bunda perlihatkan foto itu.Beberapa saat kemudian Ardi datang,saat akan menyalami tangan kedua Orang tuanya tiba tiba..


Bugh..bugh


Ayah memukul Ardi,hingga Ardi tersungkur kelantai dengan bibir yang berdarah.Bunda dan Naura kaget,Naura berdiri dan mendekati Ardi.

__ADS_1


"Ayah sudah jangan pukul Ka Ardi lagi,sudah yah.."Masih dengan menangis Naura memeluk Ardi.


"Kamu lihat istri kamu,dia membela kamu saat kamu salah,tapi bagaimana kamu bisa lakuin itu sama Naura,kalau memang Kamu gak bisa nerima Naura sepenuh hati kamu,tinggalkan dia Ardi,jangan membuat hatinya terluka,bagaimana kalau kabar ibi sampai ketelinga Orang tuannya Naura.."


"Maaf yah.."Ucap Ardi


"Sudah yah tahan emosi,kita dengarkan dulu Ardi ya.."


Ardi pun dibantu duduk oleh Naura,dia akan menceritakan apa yang terjadi..


Dia pun menceritakan dari awal sampai akhir,Ayah pun terlihat diam mendengarkan cerita Ardi begitu juga dengan Bunda dan Naura.


"Tunggu,kamu gak lagi berkata bohong kan Ardi..?"


"Gak yah,Ardi memang ga tau malam kemarin seperti apa,tapi percaya lah Ardi benar benar tidak sadar Ayah,coba ayah pikirin lagi orang yang tak sadarkan diri bisa ingat apa yang dia lakuin hari itu.."


"Serius Ra,aku gak melakukannya,aku akan mencari bukti semuanya aku akan cari,aku sangat yakin Bella yang menjebak aku .."


"Tapi untuk apa Bella melakukan hal ini pada kakak,rasanya Naura ga percaya ka.."


"Bunda dan Ayah juga tau kan,bagaimana Bella sama Ardi ,waktu Ardi masih dengan Alm Nayla..?"


Naura melirik ke arah Ayah dan Bunda mencari jawaban .


"Iya nak,nak Bella itu pernah ngejar ngejar Ardi,bahkan waktu masih dengan nak Nayla .."


"Kamu dengar sendiri kan Ra,dia menginginkan kakak Ra,tapi kakak gak pernah menanggapinya.."


"Kamu ada benarnya juga Ardi,pokoknya kamu harus cari bukti ,kalau perkataan kamu tadi itu bisa Ayah percaya.."


"Iya yah,Ardi bakalan cari bukti itu.."


"Ra kamu mau kan saat ini percaya sama kakak,kakak benar benar akan membuktikannya kalau kakak gak salah.."


Naura masih nampak diam,tapi beberapa menit kemudian dia menganggukan kepalanya,dia bukan lemah,hanya saja di ingin menyelesaikan masalahanya dengan kepala dingin,sekali pun itu benar atau salah,biarlah itu urusan nanti,tapi saat ini dia mencoba percaya sama suaminya itu,meskipun dia juga sudah melihat secara langsung suaminya itu sedang bersama wanita lain,tapi dia juga ingin mendapatkan bukti dari Ardi.


"Kita pulang ke rumah ya.."ajak Ardi


Naura hanya menganggukan kepalanya.


"Awas ya Ardi,kalau bukti itu menyatakan kamu benar,Bunda gakkan tinggal diam,meskipun kamu anak Bunda,tapi Bunda gak akan berpihak pada orang salah.."


"Gak Bunda,bunda percaya sama Ardi ya.."


"Bunda ,Naura pulang dulu maaf hari ini udah membuat keributan di rumah Bunda.."


"Ya ampun hati kamu terbuat dari apa sih nak,jelas jelas kamu sudah melihat dengan mata kepala sendiri,tapi kamu berbaik hati seperti ini.."


"Bunda,biar Allah SWT yang membuktikan itu benar apa salah nya Bunda,serahkan semua padaNya,Insya Allah akan terjawab kebenarannya,kita hanya manusia yang tak luput dari dosa Bunda..kita gak boleh menghakimi sesama manusia,biar Allah yang membalas setiap tindakan yang kita perbuat,kita punya Allah SWT.."

__ADS_1


Ardi,Ayah dan Bunda tertegun mendengar penuturan Naura,hati nya sungguh baik,padahal mereka tau hatinya sedang terluka .


***


__ADS_2