
Kepulangan Alya dari Rumah sakit,Arsen begitu posesif pada Alya,sehingga dirinya memindahkan barang yang ada dikamar atas jadi kebawah.Supaya Alya tidak kecapaian katanya.
Alya hanya menurut saja apa yang Arsen mau,dan berita kehamilan Alya juga sudah menyebar pada semua keluarga Arsen.
Malam itu semua pada datang kerumah Arsen,untuk mengucapkan selamat pada keduanya,terutama karena Alya hamil anak kembar.
Malam itu rumah Arsen juga jadi ramai dengan adanya semua keluarga disana.
Queen dan Ervan meras tenang,dan bahagia akan kabar kehamilan Alya,karena mereka takut batin Alya kembali terguncang.
Kabar kehamilan Alya juga sudah di dengar oleh ibu ibu sosialita teman teman Aluna itu,satu persatu dari mereka mengucapkan Selamat pada Alya,tapi tidak dengan Tante Mila,karena dia merasa iri Alya hamil Baby kembar.
Semua Orang yang sempat mencemooh Alya,kini menunduk malu,karena yang mereka omongin tak seperti kenyataan yang ada.
Allah sudah percaya pada Arsen dan Alya ,dan memberikan dua Amanah sekaligus.Bersabar,Berdoa dan Berikhtiar itulah salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang baik.Semua tidak ada yang tidak mungkin.
***
Obrolan malam
Alya sudah mengganti pakaiannya dan hendak akan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.Arsen pun ikut disana dan memeluk Alya.
"Al..perasaan dari keluarga aku tidak ada keturunan anak kembar,alhamdulillah ya..makasih ya Sayang,udah kasih aku kebahagiaan yang luar biasa inj"Arsen mengecupi seluruh wajah Alya dengan Sayang.
Tentu dia sangat bahagia mendengar Alya hamil anak kembar,berarti dia akan mendapatkan dua anak sekaligus.
Alya terkekeh saat Arsen terus menciuminya "Sayang geli iih.."Desis Alya kegeliaan.
Arsen semakin mempererat pelukannya "Ars,kamu mau tau sebuah rahasia gak ?"Seru Alya
Arsen sedikit merenggangkan pelukannya,"Rahasia ?rahasia apa ?"Tanya Arsen.
"Kamu percaya kalau aku punya saudara kembar ?"
Arsen menatap Alya penuh tanya,"Emang kamu punya saudara kembar Al ?"
Alya mengangguk "Ibu mengandung bayi kembar,waktu Ibu cerita selama kehamilan semuanya baik baik saja,semua normal dan sehat.. ,Ibu jatuh dan pendarahan banyak,dan mengharuskan beliau untuk operasi caesar,usia kandungan Ibu baru 7 bulan"Alya menghela nafas dan sedikit menjedanya.
Terus kembali melanjutkan "Aku lahir pertama,dan aku harus masuk ICU,karena belum waktunya lahir ,sedangkan saudara kembar ku dia sudah meninggal di dalam kandungan ,dia melindungi aku ,supaya aku bisa keluar dengan selamat,itu yang Ibu ceritakan padaku"Lirih Alya,tatapannya terlihat sendu.
__ADS_1
Arsen pun terlihat ikut sedih mendengar cerita Alya,dia kembali memeluk Alya "Jadi begitu ceritanya,kenapa baru cerita sekarang Al ?"
"Karena belum ada kesempatan buat bicara saja "Alya menyengir.
Arsen memeluk erat Alya lagi"Tapi kini mereka sudah tenang diSurgaNya,disini aku yang menjaga kalian sebisa aku"Ujar Arsen.
Alya tersenyum "Makasih Ars,aku mencintai kamu"lalu semakin mempererat pelukannya ,tapi setelah beberapa menit tiba tiba Alya menjauhkan tubuhnya dari tubuh Arsen.
"Al ,kamu kenapa ?"Tanya Arsen bingung.
"Kamu sana ah,aku gak mau tidur sama kamu"Ujar Alya.
Eh !!maksudnya apa coba.
"Hah,kenapa ?emang aku kenapa ?"Masih dalam kebingungan.
"Iya iih,kamu jelek,sana kamu tidur disofa aja"Ujar Alya lagi,sambil mendorong tubuh Arsen turun dari ranjang.
Arsen pun menurut ,tapi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal,melihat kelakuan Alya,dia juga menghembuskan nafasnya berat.
Tadi sebelum ke kamar Arsen mengobrol dulu sama Aluna dan Aunty Raisa,Aluna bilang kalau hormon kehamilan tuh suka berubah rubah,kadang pengin deket deket,kadang juga ingin jauh jauh,terus kadang suka nangis dan marah tiba tiba,suka ada permintaan yang aneh aneh,yang artinya itu ngidam,dan banyak hal lagi yang diluar dugaan.
Tapi saat tengah malam,saat dirinya sudah terlelap tidur,dia mendengar suara menangis,dan itu ternyata Alya.Arsen langsung bangun dan menghampiri Alya.
"Al ,Sayang kamu kenapa ?"Tanya Arsen khawatir.
"Kamu jahat,kamu malah tidur disofa..aku ditinggal sendiri disini"Lirihnya.
Eh !!ya ampun,coba tebak tadi siapa yang meminta dirinya tidur diSofa ?Arsen mengelus dadanya.
"Maaf..maaf Sayang,ya udah aku tidur lagi disini aja ya"Arsen mengalah lagi .Alya mengangguk.
Lalu Arsen pun kembali tertidur disana,dan memeluk Alya.
***
Waktu semakin berlalu,kehamilan Alya sama seperti kehamilan pada umumnya,perubahan hormon dan mood Alya alami,belum lagi mual dan muntah.
Usia kehamilannya sudah menginjak tujuh bulan sama dengan Queen ,perut keduanya sudah sama sama Buncit,kaya bola sepak dan hari ini akan di adakan acara tujuh bulanan dikediaman Arka dan Aluna,biar acara dibarengin saja,hanya beda 2 minggu saja.
__ADS_1
Aluna,Raisa dan Adeva yang menyiapkan segala persiapan acara itu,yang dihadiri ibu ibu pengajian disekitaran rumah mereka.
Arsen dan Alya sudah mengecek jenis kelamin anak mereka,satu minggu yang lalu Alya sudah memeriksakannya,kata Dr Agnes semua terlihat normal dan sehat.Alya juga sudah tidak merasakan mual dan muntah lagi,hanya saja pinggangnya yang kadang terasa sakit dan pegal.
Dr Agnes juga sudah memberitahu jenis kelamin anak mereka,yaitu Laki laki dan perempuan,jelas Tentu Arsen sangat bahagia sekali ,dua sejoli yang akan dia dapatkan langsung.
Dan untuk Queen jenis kelamin anak pertamanya laki laki.Arka ,Aluna,Arsyil,Raisa ,Adeva jelas bahagia tak terkira mendengar kabar itu,dan sangat bersyukur sekali.
Maka selama itu Arsen akan berusaha untuk menjaga Alya dan menjadi Suami juga Ayah yang siaga untuk mereka.
Arka dan Aluna juga sangat senang,kalau mereka akan segera dapat cucu kembar dan satu dari Queen.
***
Malam hari masih dikediaman Arka dan Aluna.
Alya dan Arsen sudah dikamar sedang duduk disofa,pinggang Alya selalu pegal pegal,mungkin karena hamil anak kembar jadi agak repot.
"Baby Boy,Baby girlnya Ayah jangan nakal ya,kasihan Ibunya kesusahan bawa kalian"Ujar nya di depan perut Alya.
Alya terkekeh ,lalu perutnya bergerak gerak seakan mendengar apa yang Arsen katakan ,dia kembali mengelus perut Alya
"Kalian mendengar Ayah ya,kalian mau Ayah tengok gak ?"Kelakarnya dan dapat cubitan dari Alya.
Tapi Arsen hanya terkekeh saja "Sayang,mereka udah jawab iya,katanya ingin ditengok,jadi aku akan menengoknya"Selorohnya lagi .
"Ngaco kamu itu,itu mah maunya kamu aja"Dengus Alya.
"Gak Sayaang,lihat tuh dia gerak gerak lagi,mereka suka aku tengok,ya mau ya, udah satu bulan libur,boleh ya"Pintanya memelas.
Alya pun tertawa geli,merasa kasihan juga pada Arsen,"Tapi pelan pelan,aku udah pengap Ars"Ujar Alya akhirnya.
"Iya Sayang,janji deh"
Lalu dengan perlahan dia membawa Alya ke kasurnya dan membaringkannya,menciumi dan menjelajah tubuhnya perlahan dan menyatukan penyatuan itu dengan perlahan tapi pasti.
Hasrat Arsen pun terpenuhi dengan puas.
***
__ADS_1