
**
"Queen tunggu.. !!aku mau bicara sama kamu !!" Ujar Naya menarik tangan Queen dan mengajaknya kebelakang kelas.
"Ada apa Nay ?" Jawab Queen agak malas.
"Kamu masih marah sama aku ,soal kemarin ?aku begitu karena ada alasannya Queen.."
"Sudahlah Nay,sekarang ada apa ?" Tanyanya lagi.
"Aku gak tau kalau aku bilang ini,kamu akan percaya apa gak sama aku.Tapi yang harus kamu tau ,aku jujur berkata ini sama kamu"
"Aku gak ngerti,perjelas lah Nay ada apa ?"Sahut Queen
"Queen,kemarin selepas aku pulang,aku mendengar obrolan Kak Dion bersama teman temannya,mereka membicarakan kamu.Kamu harus tau soal dia,dia itu cuma memanfaatkan kamu dan lebih parahnya dia hanya menjadikan kamu taruhan saja bersama teman temannya itu"Terang Naya
Bukannya percaya pada Naya,tapi Queen malah tertawa sarkas "Naya..Naya..kalau kamu cemburu sama aku bilang saja,gak usah dengan cara begini ,menjelek jelekan Kak Dion,aku tau kamu suka dia,tapi kamu harus tau,dia sekarang sudah jadi pacar aku"
Naya membulatkan matanya,bagaimana bisa Queen menuduhnya kalau dia menyukai Dion !!
"Ya sudahlah terserah kamu,aku sudah tau kamu tidak akan percaya sama aku"Naya berdecak sebal,dia menyesal kenapa kemarin tidak dia rekam saja.
"Naya,aku kecewa sama kamu,,kamu gak harus bersikap kaya gini sama aku"Queen hendak melangkah meninggalkan Naya.
"Ok,terserah Queen..jika nanti semuanya terbongkar,kamu jangan nemui aku,aku sudah berusaha memberitahu kamu,aku peduli sama kamu,aku ingatkan ..hati hati saja ya Queen" Tutur Naya sambil menepuk bahu Queen dan pergi dari sana.
Queen masih mematung dan menatap kepergian Naya.
***
Dan selama satu minggu Queen dan Naya tidak saling bersapa lagi,Queen menghindar dari Naya dan begitupun dengan Naya.
Naya sudah cape memberi tahu Queen,tapi Queen selalu tidak percaya padanya,meskipun begitu.Dari Jauh Naya selalu berdo'a..semoga Queen tidak terluka.
Hari itu Queen pulang agak terlambat,ada tugas dadakan,tapi pak Jordi selaku supirnya sudah menunggu.Saat hendak mau melangkah ke gerbang keluar sekolah.
Dikelas kosong dia mendengar ada yang sedang mengobrol .
"Gimana loe,udah berhasil belum dapatin ciuman dia ?payah loe ah,,ini sudah berjalan dua minggu"Tutur teman nya Dion.
Queen masih mendengar dengan seksama "Tenang,tenang..besok gue mau ajak dia ke suatu tempat,kalem bro !!" Sahutnya kemudian.
"Kalau loe gak berhasil,uang taruhan ini harus balik sama kita ya gak !!"
"Ya dong jelas,masa sejenis Queen gak bisa loe dapatin ciumannya ?dia kan gadis bodoh" Mereka tertawa keras.
Queen terhenyak ,tanpa permisi dia meneteskan air matanya,apa yang Naya katakan benar,dia akan berlari dari sana.Tapi tiba tiba ada teman Dion yang baru akan masuk ke kelas itu.
"Queen,kamu lagi apa disini ?" Tanya nya.
Queen tak menjawab dia berlari,Dion yang mendengar temannya tadi memanggil nama Queen,langsung berlari dan mengejar Queen.
"Queen..tunggu !!"Dion berhasil meraih tangan Queen dan menariknya lalu membawa Queen kebelakang sekolah.
__ADS_1
Queen merengsek dan meminta untuk dilepaskan,tapi Dion memegangnya kuat ,lalu dia hempaskan Queen kedinding ,dan menghimpitnya,lalu dia mau mendekatkan wajahnya pada Queen dan berusaha untuk mencium Queen..
Queen memukul mukul tubuh Dion,tapi agak sulit ,Dion semakin mendekat dan memaksa Queen ,tapi tak lama.
Bugh..bugh..
Dion terhempas dan dapat pukulan bertubi tubi dari seseorang siswa disana,yang Queen tidak tau itu siapa,
Queen masih menangis dengan terduduk,Dion dan siswa itu dipisahkan oleh satpam sekolah yang mendengar keributan.
Queen dibawa pak Jordi dari sana,tapi sebelumnya menatap ke arah siswa laki laki yang menyelamatkan Queen tadi,di dalam mobil Queen menangis tersedu sedu,Pak Jordi juga bertanya ada apa,tapi Queen tidak mau bercerita.
Siswa laki laki yang tadi membantu Queen,menatap kepergian Queen,sebenarnya selama ini dia selalu mengawasi Queen,dia juga tau rencana jahat Dion dan teman temannya.
Bukan hanya mengawasi ,tapi dia juga menganggumi Queen dari jauh.Kalau tadi dia tidak mengawasi dan mengikuti Queen,entah lah apa yang akan terjadi pada Queen !!
***
Di Rumah
"Queen,kamu kenapa Nak ?"Tanya Aluna yang tiba di depan pintu melihat Queen sedang menangis.Queen berhambur kepelukan Sang Bunda.
"Pak Jordi ini ada apa ?Queen Kenapa Pak ?" Desak Aluna pada Pak Jordi.
"Anu..itu Nyonya,Neng Queen tadi diganggu teman nya.." Jelas Pak Jordi gemetaran.
"Hah !!tunggu ,,diganggu bagaimana Pak Jordi ?"Tanya Aluna lagi.
"Itu Nyonya ,mohon maaf saya tidak tau jelasnya,saya tau pas Neng Queen diantar sama Satpam,saya cuma diberi tahu oleh nya Kalau Neng Queen diganggu temannya"Tutur Pak Jordi yang memang tidak tau yang sebenarnya.
Dikamar Queen masih belum cerita sama Aluna dia masih Syok,sehingga membuat Aluna begitu bingung.
***
Keesokan harinya Queen tidak masuk sekolah karena masih merasa Syok kejadian kemarin,badannya juga demam.
"Queen Sayang,bagaimana keadaan kamu sekarang Nak ?"Tanya Aluna.
"Queen takut Bunda..." Tangis Queen menjadi,tak lama Arka dan Arsen ikut masuk,karena waktu masih pukul 6 pagi.
"Takut kenapa Sayang ?apa yang terjadi Hemm ?" Tanya Aluna lagi.
Tak lama ponsel Aluna berdering dan nama wali kelas Queen tertera,Aluna mengangkatnya,lalu Wali kelasnya bilang supaya Arka dan Aluna ke sekolah perihal yang terjadi pada Queen.
"Queen,bilang apa yang anak itu lakuin sama kamu Sayang ?"Desak Arka,saat Aluna menjelaskan telepon tadi
"Di..dia mau mencium Queen dengan paksa Ayah .." Ucap Queen dengan tubuh bergetar hebat.
Aluna menangis dan memeluk Queen,Arsen mengepalkan tangannya,dan Arka meraup wajahnya kasar.
"Apa lagi yang dia lakukan Nak ?"Tanya Arka lagi.
"I..itu saja,tapi dia maksa Ayah,Queen takut..kalau saja tidak anak siswa lain itu ,Queen gak tau sudah bagaimana "Ucap Queen lagi di isak tangisnya.
__ADS_1
"Ada anak lain yang membantu kamu ?"
"Iya Ayah,,tapi Queen tidak tau siapa..Ayah,Queen takut.."Lirihnya.
"Kamu tenang Sayang,jangan takut ya,Ayah akan menyelesaikan ini semua"Tutur Arka meyakinkan Queen.
"Ayo Bunda kita harus ke sekolah,Ayah mau minta anak itu dapatkan konsekuensinya" Geram Arka.
Aluna masih menangis,ini terasa Dejavu baginya ,dia teringat akan dirinya dimasa lalu,dan Arka mengerti itu.
"Sayang,ini semua akan baik baik saja ya" Ucap Arka menenangkan Aluna.
Dan setelah tenang Arka dan Aluna pergi ke sekolah Queen,dan Arsen yang tadi menyimak mereka sebelum pergi memberi Queen pengertian.
"Queen,sudah tenang ya..Kakak yang akan balas perlakuan dia sama kamu,dia tidak akan Kakak lepaskan"Ucapnya dengan mengepalkan tangannya.
"Apa yang mau Kakak lakuin ?"
"Apapun dan siapapun yang sudah mengganggu orang terkasih aku,maka dia harus dapatkan ganjarannya.kamu jaga diri baik baik ya" Ucapnya lagi lalu beranjak pergi.
Queen di titipkan Bi Ane.
***
Arka dan Aluna dipertemukan dengan kedua Orang tua Dion dan juga Dion Beserta Siswa laki laki yang menolong dan saksi saat itu.
Siswa itu memberikan kesaksiannya apa yang dia lihat,bukan itu saja Arka dan Aluna juga merekam pernyataan Queen soal kejadian itu juga.
Kalau saja bukan anak kecil Arka sudah ingin memukul Dion,namun dia mencoba mengendalikan dirinya ,dan dia Minta pihak sekolah memberi sanksi yang berat untuk Dion,kalau bisa dikeluarkan saja.
Pihak dari Orang tua Dion memang sudah meminta maaf begitu dengan Dion,tapi Arka tidak segampang itu memberi Maaf.
Setelah beremuk selama 3jam,mereka berpamitan ,Orang tua Dion memutuskan Dion akan dipindahkan sekolahnya.
"Dik,nama kamu siapa ?Om berterima kasih banyak sama kamu loh,kamu mau apa biar Om kasih kamu ?" Ujar Arka berbicar dengan si penolong Queen.
Dia tersenyum "Tidak terima kasih Om,aku hanya kebetulan lewat saja,sama sama Om..tidak perlu repot repot,saya permisi Om"Ucapnya dengan pergi tanpa memberi tahu siapa nama nya.
Arka tersenyum,dia pun akhirnya bertanya pada guru disana dan mereka memberi tahu dia siapa.Lalu Arka secara diam diam membayarkan SPP anak itu sampai dia lulus,sebagai ucapan terima kasihnya.
***
Sore harinya Arsen membuat temu janji dengan Dion,dengan cara mencari teleponnya lewat teman teman Queen.
Ditempat yang jauh dari keramaian ,mereka bertemu..Emosi Arsen sudah di ubun ubun,sungguh dia sangat marah adik tercintanya diperlakukan seperti itu.
Arsen hendak memukul Dion,tapi terhalang dengan datangnya Dani "Sen..tidak harus dengan cara seperti ini,dia masih bocah,bisa jadi nanti malah loe yang kena masalah"Saran Dani.
"Minggir kamu" Sentak Arsen,lalu dia memukul wajah Dion sekali.
"Ini buat salah loe..kali ini gue loe biarin,tapi tidak ada lain kali,kalau loe berani mendekati Adik Gue lagi !!!" Geram Arsen.
Lalu dia dan Dani pergi dari sana,kalau tidak ada Dani entahlah,mungkin Dion sudah terkujur lemas tak berdaya.
__ADS_1
***