
Satu Bulan kemudian Aluna dapat panggilan dari Atmadja Crop sebuah perusahaan properti milik keluarga Arka yang sudah memiliki banyak cabang, dan proyek properti sudah banyak dimana mana.
Arka diberi kepercayaan oleh sang Papi untuk mengelola salah satu perusahaan miliknya,walaupun saat ini jabatan nya masih Manager karena dia masih perlu untuk belajar.
Saat itu Aluna sudah siap untuk berangkat kesana.
"Pagi Ayah ,Bunda" Sapanya saat dia sudah berada dimeja makan,terlihat Ardi,Naura dan Adeva sudah disana.
"Pagi Sayang" Jawab Naura dan Ardi.
"Hari ini jadi dapat panggilan dari sana Lun?"Tanya Ardi
"Iya Ayah,Bunda doain aku ya "
"Iya pasti dong sayang kita doakan semua yang terbaik buat kamu"Ucap Aluna.
"Amin,makasih Ayah ,Bunda"Ucap Aluna sambil mencium kedua pipi Ayah dan Bundanya.
"Duh cewe manja"Celetuk Arsyil .
"Apaan sih syirik aja "Balas Aluna
"Gak ya gak syirik,ngapain juga harus syirik "
"Kak Luna,Kak Arsyil berisik ,kata Ayah kalau lagi di meja makan jangan banyak bicara" Ucap Adeva menceramahi Kedua kakaknya.
Dan membuat mereka tertawa tawa.
"Lun,biar Ayah antar " Saran Ardi setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya.
"Iya Ayah,Bunda Luna berangkat dulu ya !!"
"Iya sayang,semoga kamu berhasil ya"
Ardi dan Aluna begitu juga Adeva akan bersiap pergi, karena Ardi harus mengantar dulu Adeva ke sekolahnya. Sekitar setengah jam'an mereka sampai didepan perusahaan Adtmadja Corp.
Aluna masuk setelah tadi sempat berpamitan dulu pada Ardi,dia masuk dengan gugup ini pertama kalinya menghadapi interview kerja.
Diruangan yang cukup luas sudah banyak yang datang,ternyata bukan hanya dia saja,hatinya semakin menciut begitu banyak saingannya.
Satu persatu dipanggil oleh bagian HRD dan sesaat kemudian bagian Aluna.Aluna masuk keruangan itu dan berbagai pertanyaan juga test dilontarkan bagian HRD.
Setelah itu mereka harus menunggu panggilan, sekitar satu jam yang tadinya ada sekitar 15 orang tertinggal sisa 5 orang yang sudah dipilih,ternyata Aluna ada di dalamnya.
Dia masih harus mengikuti test lainnya,dan setelah selesai dipilih lagi 2 orang dan Alhamdulillah Aluna terpilih kembali,test selanjutnya mereka harus bertemu secara langsung dengan atasannya,
Namun sebelum itu dia harus menunggu.
Tok..tok..tok..
"Kak boleh aku masuk" Sapa Arka
"Masuk Ar" Jawab Kakak sepupunya yang ternyata berperan sebagai pemimpin diperusahaan Papinya yang diBandung.
"Apa Kak Erfan sedang sibuk ?"
"Iya ini Kakak sedang mencari pengganti Lisa,2 bulan lagi dia harus cuti melahirkan,Kakak bingung ini tolong pilihkan untuk Kakak Ar"
"Eh,mana bisa aku kan gak tau mana kriteria yang bagus kan aku gak mengikuti interviewnya Kak"
"Iya sih,tapi nanti kamu juga harus belajar Om Rey kan mempercayakan kamu untuk mengelola ini nanti"
Saat Arka akan menjawab lagi pernyataan Kakak sepupunya itu,tidak sengaja dia melihat foto dikertas lamarannya Aluna.
"Aluna !! Kak aku pinjam"Dia merampas lamaran yang sedang Kakak sepupunya itu lihat.
"Kak ini kandidat yang akan terpilih nanti ?"
"Iya tersisa dua orang,kata HRD mereka berdua yang banyak cocok jadi bagian itu,kenapa kamu kenal orang itu ?"
__ADS_1
"Kenal Kak sangat kenal" Wajahnya berbinar ,hatinya senang,entah dia merasa sesenang itu.
"Seseorang yang special buat kamu kah ?"
"Iya Kak" Tanpa sadar dari tadi Arka mengembangkan senyumnya.
"Kak,terima dia ya "
"Kalau begitu dia diterima karena orang dalam dong ?Kamu berharap banget dia kerja disini ?"
"Iya Kak,sebagai penebus dosa aku"
"Hah,maksud kamu?"
"Eh tidak tidak Kak lupakan saja,kalau memang dia cocok terima lah dia Kak"
"Kita lihat saja,masih ada satu kali seleksi lagi,duduklah disini temani kakak untuk menyeleksinya "
"Gak kak ,(Yang ada dia nanti kabur melihat aku,Batin Arka)"
Setelah selesai berbincang ,Erfan memanggil satu persatu pelamar ,dan selanjutnya Aluna.
Aluna menyelesaikan testnya dengan baik,bahkan Erfan memujinya. Namun Erfan belum memberikan jawabannya,karena kedua peserta dua duanya punya potensi yang sama ,dia jadi bingung.
***
"Assalamualaikum" Sapa Aluna yang sudah dirumah.
"Waalaikum Salam,Bagaimana mana sayang interviewnya ?"
"Alhamdulillah lancar sih Bunda,tapi masih belum ada jawaban keterima gaknya katanya harus menunggu beberapa hari."
"Ya udah jangan sedih gitu,insya allah dapat kabar baik nanti ,sekarang mau kemana lagi?"
"Rencananya mau nonton Bun sama Fadil sama Seva juga,udah lama gak jalan sama mereka,tapi nanti sih sore"
"Ya udah Luna ke kamar dulu ya Bun"
Sore harinya Aluna bergegas pergi dan dijemput Fadil disana.Fadil mengendarai mobilnya menuju ke tempat tujuan menemui Seva.
"Lun,apa Kak Arka sering mengganggu kamu lagi ?"
Tanya Fadil
"Gak sering sih akhir akhir ini cuma selama sebulan ini dia ga nampakin dirinya" Aluna sempat berpikir kenapa Arka tak menemuinya lagi,jujur dilubuk hatinya paling dalam dia berharap seperti itu.
Memang selama satu bulan ini Arka tidak menemui lagi Aluna,bukan dia menyerah,hanya saja dia harus pulang ke Malang karena sang Mami yang menyuruh nya untuk pulang.Satu minggu yang lalu baru dia kembali ke Bandung.
"Kamu berharap Lun ?"
"Eh enggak Dil,justru aku seneng dia gak ganggu aku lagi" Terang Aluna ,namun dihati beda lagi.
Mereka sudah sampai ditempat tujuan,terlihat Seva sudah menunggunya disana.
"Aluna,Fadil" Teriaknya sambil melambaikan tangannya.
Dikejauhan Arka sedang bersama Agung,Beni dan Rangga mereka sedang kumpul di Mall itu.Arka menoleh pada suara Seva.
Arka menyunggingkan senyumnya,dia bahagia bisa melihat Aluna lagi,Sejurus kemudian dia merasa marah karena tiba tiba Fadil menggegam tangan Aluna.
Dia hendak berdiri dan menyusul mereka,namun dia mencoba mengontrol emosinya.Maka yang dia lakukan mengekori Aluna.
"Woii Arka,Loe mau kemana ?" Teriak Beni
"Udah biarin aja,lagi mengerjar cintanya dia" Celoteh Agung.
"Hah Cintanya !!maksud kamu Aluna ?Arka dan Aluna ?" Tanya Rangga.
"Rumit kalau diceritain,tuh anak lagi Bucin sama si Luna,nyesel dia dulu ngebuly dia mulu" Jelas lagi Agung,Beni dan Rangga memang tidak tau soal kesalahan Arka.
__ADS_1
"Gila si Arka bisa bucin sama Aluna,gimana ceritanya Gung ?" Tanya Beni.
"Entahlah gue juga gak tau cerita pastinya,yang pasti setelah dia ketemu lagi sama Aluna,dia udah kaya gitu"Jelas Agung berbohong.
"Wah serius Bucin dia ?Emang sih si Aluna tambah cantik aja dia" Celetuk Rangga.
"Eh,tapi bukannya si Arka udah tunangannya ya !!gimana tuh tunangannya ?" Tanya Beni.
"Dipaksa dia itu,terlebihnya sih diancam sama Mami Papinya,ya demi bisnis lah biasa" Jelas Agung.
Beni dan Rangga hanya manggut manggut saja.
***
Arka masih terus mengikuti Aluna sampai Aluna masuk ke dalam Bioskop pun dia ikuti bahkan no tiket tempat duduknya sengaja dibeli disebelah Aluna.
Aluna duduk disebelah kanan Seva,dan seva ada ditengah tengah Fadil dan Aluna.Film sedang berlangsung,mereka sengaja menonton film horor.
Aluna masih belum menyadari kalau yang disebelahnya itu Arka,karena lampu sudah padam,suasana makin mencekam saat adegan adegan horor terjadi.
Dan sesaat kemudian Aluna dikagetkan dengan hantu difilm itu dengan repleks dan tanpa sadar dia bersembunyi dibalik bahu Arka.
Jantung Arka berdetak lebih cepat,saat tubuhnya bersentuhan dengan Aluna.Seketika Aluna sadar,dia menegakkan kembali duduknya,wajahnya memerah menahan malu,namun dia tidak berani melihat ke arah seseorang itu saking malunya.
"Maaf" Kata Aluna tanpa melihat ke arah Arka.
Namun "Kamu ngapain disitu ?" Sentak Fadil.
Aluna lantas menoleh ke sebelahnya begitu juga Seva,
"Kak Arka.. !!! Teriak Aluna dan Seva.
Sontak saja membuat perhatian orang yang ada disana teralihkan.
Aluna jadi gugup berarti yang tadi dia peluk itu Arka !!!.Dan menonton film horor pun dia menjadi tidak fokus.
Arka tidak menjawab pertanyaan Fadil."Al,ko Kak Arka ada disitu ?dari tadi kamu gak sadar apa ?"Bisik Seva pada Aluna.
"Gak,sama sekali gak sadar Sev" Keluh Aluna.
Film pun selesai ,mereka keluar dari Bioskop itu,Arka masih mengikuti Mereka,Fadil yang sadar itu " Ngapain kamu ngikutin kita ,atau emang dari tadi kamu ngikutin kita Hah !!" Sentak Fadil.
"Dil,sabar jangan emosi napa ditempat umum ini !!" Relai Seva.
"Aku gak ikutin kalian, aku juga baru tau tadi kalian disebelah aku" Kilah Arka,tak lama teman teman nya datang.
"Tuh aku juga sama mereka" Kilahnya lagi,dan kebetulan mereka juga datang.
"Wih,ketemu temen lama nih,reuni lah kayannya ini" Celetuk Beni.
"Kalian jangan macam macam sama kita ya,kita bukan kita yang dulu,yang bakalan kalian tindas sesuka hati."
"Wih,jangan berburuk sangka Bro,itu dulu beda dengan sekarang lagian kan kita disini karena ngejar si Arka yang dari tadi ngikut..." Mulutnya Beni dibekam langsung Oleh Arka,duh si Beni ini mulutnya kaya minyak aja licin (Batin Arka)
"Ck,sekali begitu tidak akan berubah" Cetus Fadil
"Udah Dil ,kita pergi aja dari sini" Ajak Aluna.
Kali ini Arka tidak menghentikan Aluna,dia tau Aluna masih belum mau bicara padanya,dari pada memaksakannya lebih baik dia cari cara lain untuk mendekati Aluna.
Aluna sempat melirik ke arah Arka dan sejurus kemudian tatapan mereka beradu,namun Aluna memutuskannya lebih dulu.
Dan Aluna juga Fadil dan Seva pergi meninggalkan Arka dan kawan kawan.
"Woi Men loe gak kejar dia apa ?" Ucap Rangga
"Gak,aku gak mau memaksanya"Jelas Arka.
Arka dan kawan kawan akhirnya ikut pergi dari sana dan bergegas pulang.
__ADS_1
***