Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 46 "Masih Terluka"


__ADS_3

#Pov Naura


Pandanganku terlihat gelap ,aku tidak bisa melihat apa apa ,tapi aku merasakan tanganku digenggam seseorang,meskipun aku tidak bisa melihat siapa dia,tapi aku bisa mendengarnya.


Dia berkata dia merindukanku dan bahkan dia bilang dia mencintaiku,hanya dengan mendengar saja aku sudah tahu dia siapa,Ya dia ka Ardi.Aku pun rasanya ingin membalas dan bilang kalau Aku juga Mencintainya.


Aku berusaha ingin membuka mataku tapi dirasa sulit,aku juga berusaha menggerakan jari jari tanganku awalnya juga sulit,tapi mampu aku lakukan.Aku mendengar ka Ardi yang begitu panik ditambah rasa bahagia menjadi satu,mencoba memamggil dokter.


Tak lama Dokter datang dan mengecek keadaan aku,aku mampu mendengar percakapan mereka namun aku masih belum bisa membuka mataku itu.


Aku terus berjuang ingin membuka mataku,namun sulit hingga aku pun kembali terlelap hingga mimpi pun menghampiriku.


"*Ka Nayla tunggu aku..!!"


"Gak Ra tempat kamu bukan disini,kamu masih punya janji pada kakak untuk menjaga Ardi dan Aluna untuk kakak,bangunlah Ra semua sedang menunggu Mu.."


"Naura ingin ikut kakak aja,tunggu Naura ka.."


"Pergilah Naura*.."


Mata ku terbuka saat Ka Nayla menyuruhku pergi,aku melihat sekeliling rasanya tempat itu sangat asing,tercium bau obat obatan,dan aku sadar aku sedang berada dirumah sakit.


Aku ingin bangun namun rasanya seluruh badan ku masih kaku,aku melihat ke arah samping,dan terlihatlah disana Ka Ardi sedang menggenggam tanganku,aku tersenyum bisa melihat nya lagi aku mencoba mengguncang guncangkan tanganku untuk membangunkan dia.


Hingga Ka Ardi pun terbangun,terpancar aura kaget dan senang diwajahnya,rasanya ingin aku memeluknya ,namun hanya satu kata yang aku ucapkan.


"Air.."


Dengan telaten dia memberiku Air,karena masih dirasa panik dia mencoba ingin memanggil dokter,namun aku urungkan aku bilang aku ingin bersamanya,dan detik kemudian dia memeluk tubuhku erat,aku pun membalasnya.


Beberapa saat aku teringat akan sebelumnya ,jikalau aku ingin mengecek apa iya aku hamil,Tapi aku dapat melihat dari tatapan sendu Ka Ardi seakan dia bilang sedang tidak baik baik saja..

__ADS_1


Ya ternyata benar,kecelakaan itu membuat janinku tidak bisa bertahan dirahimku,aku bahkan belum melihatnya dan bahkan belum mengetahuinya berapa usianya dirahim aku..aku menangis dipelukan ka Ardi,kenapa hal ini harus terjadi padaku.


Ka Ardi terus mencoba menenangkan aku,hingga aku lelah dan aku pun terlelap tidur dipelukannnya.


****


Mentari telah menampakan sinarnya,melalui celah celah jendela cahaya itu mengganggu tidur ku,aku tertidur dalam pelukan ka Ardi.


Aku memicingkan kedua mataku,aku melihat wajah tampan suamiku itu,namun aku kembali teringat kejadian tempo hari saat dia bersama Ka Bella,dan teringat akan kehilangan calon anak aku..


Aku mendorong sedikit tubuhnya agar menjauh dariku,aku masih belum dapat kejelasan soal kejadian itu,masih ada luka yang membekas dihati aku.


Hingga tak lama Mamah dan Papah datang,aku tersenyum bahagia melihat mereka,begitupun mereka,kedatangan mereka membuat Ka Ardi bangun dari tidurnya.


"Astagfirllah Naura kamu sudah sadar Nak..?"Ucap Mamah sambil memelukku,sedangkan Ka Ardi dia menuju ke kamar mandi .


Sebelum aku menjawab Mamah sudah melontarkan pertanyaannya lagi padaku.


Aku tersenyum dan hanya menggelengkan kepala,aku melihat ke arah Papah.


"Kamu sudah baikkan kan sayang..!!Apa masih ada yang sakit..?"


"Aku sudah baikkan ko Mah ,Pah..kalian gak usah khawatir lagi.."Ucapku..


"Syukurlah sayang.."Ucap mereka berdua


Tak lama Ka Ardi datang dia kembali ingin menyentuhku ,namun aku mencoba menghindar,dia memicingkan matanya berusaha ingin bertanya ada apa..?


Lantas setelah itu aku bilang pada Mamah dan Papah kalau aku ingin hanya ada mereka disini,yang itu artinya aku tidak ingin melihat Ka Ardi disini.


Mamah dan Papah pun mengerti,aku melihat Papah berbincang dengan Ka Ardi,dan tak lama dia keluar dari ruanganku,aku hanya melihat kepergiannya dari belakang.

__ADS_1


Air mataku tak mampu aku tahan,Mamah memelukku.


"Mah,kenapa ini terjadi sama Naura mah.."Ucapku


"Sabar sayang,ini ujian buat kalian.."


"Aku masih terluka mah saat melihat Ka Ardi aku teringat lagi kejadian kemarin.."Aku meluapkan isi hatiku itu,mungkin beberapa waktu yang lalu sebelum kecelakaan aku mencoba begitu tegar dan menerima Ka Ardi sampai dia mencari bukti ketidakbersalahan dia.


Namun entah sekarang,setelah aku kehilangan calon anakku,rasanya luka itu kembali hadir bahkan begitu sakit..


"Sayang ini semua salah paham Nak,kita semua sudah tahu semua sudah direncanakan seseorang untuk membuat kalian bertengkar.."


Aku tak mengerti apa yang diucapkan Mamah..


"Maksud Mamah,ka Ardi sudah punya bukti kalau dia tidak bersalah .?dan kejadian kemarin adalah rencana seseorang..?itu siapa mah.??"


Mamah hanya menganggukan kepalany,tapi dia belum memberitahu siapa dalang dibalik semua ini.


"Mah,siapa seseorang itu..?Tanya ku lagi.


"Bella sayang.."Jawab Papah


Aku kaget dan merasa percaya tak percaya,masa iya Ka Bella yang aku kenal baik bisa melakukan hal itu,tapi aku kembali teringat ucapan Bunda dan Ayah kalau dulu Ka Bella pernah mengejar ejar Ka Ardi,namun aku masih belum yakin.


"Kita sudah punya buktinya sayang..kalau kamu sudah sembuh total Mamah akan kasih tahu kamu,tidak sekarang ya,yang pasti Ardi tidak bersalah dia hanya sedang dijebak.."


Aku termenung mendengarkan Mamah,aku memaksa ingin melihat bukti itu,namun Mamah dan Papah tetap bersikeras tidak mau memberitahu.Hingga saat Ayah dan Bunda datang kesini.


Mereka menyambutku dan memelukku dan tentu mengucap syukur aku bisa kembali sadar.


***

__ADS_1


__ADS_2