
"Om Arsyil..."Teriak Aluna sesaat mereka bisa VC.
Kemarin Arsyil benar benar sibuk sehingga tidak bisa diganggu,maka ke esokannya Arsyil VC Aluna dan sekalian menyapa keluarga.
"Kakak jangan teriak teriak kali,aku masih bisa dengar kok" Decak Arsyil.
"Ini keponakan kamu yang minta,Syil ingat dua bulan lagi kamu harus pulang Ok !!"
"Ck,dia lahir aja belum ,,iya iya aku beli tiket dari sekarang,tapi aku bingung Kak kapan tanggal dan hari pastinya"
"Pokoknya kamu persiapin aja dulu dua bulan kemudian,Kakak juga gak bisa menebak kapan, pokoknya kamu harus bawa hadiah dari Jepang Ok !!"
Arsyil mendesah kecil ,kakak nya selalu memaksanya
"Eh,bukan buat dia aja ,bawa juga buat Kakak ya Adikku Sayang" Rayu Aluna lagi sambil menampakan wajah yang imut
"Jangan so di imut imutin gitu deh itu wajahnya Kak"
"Ini memang sudah imut dari lahir Syil" Aluna tertawa riang.
Setelah puas berbicara dengan Aluna kini giliran Bunda..
"Syil,kamu makan dengan teratur kan ?kamu gak banyak bergadang kan ?vitaminya selalu kamu minum kan Sayang..?" Sederetan pertanyaan Naura tanyakan pada Arsyil
Arsyil terkekeh "Bunda..Bunda tenang dulu deh ,satu satu nanyanya,aku selalu denger kok apa kata Bunda,tapi kalau soal begadang. Maaf karena Arsyil begitu sibuk akhir akhir ini,tapi Bunda tenang saja Arsyil masih sering kok minum vitaminnya" Jelas Arsyil.
Dan Mereka saling melepas rindu lewat VC itu tak lupa juga yang lainnya bergiliran ,terakhir Raisa tapi Arsyil langsung mengalihkan ke ponselnya Raisa.
Mereka bercakap cakap,saling meluapkan rasa rindunya masing masing.
Mami dan Papi sudah kembali Ke Surabaya,karena ada sesuatu yang tidak bisa mereka tinggalkan ,dan Aluna juga Arka sudah meminta ijin pada Naura juga Ardi untuk pergi jalan jalan,melihat lihat perlengkapan bayi.
***
Dan disinilah mereka berada disebuah Mall diBandung, Aluna berkeliling melihat melihat, rencananya mereka akan membuat kamar disebelah kamar mereka untuk anaknya kelak.
Beruntung karena bersebelahan ,jadi Arka akan membongkar dinding yang menjadi penghalang dan akan dijadikan sebuah pintu.
Namun karena Aluna ingin full ASI jadi untuk sementara sebelum usianya genap dua tahun ,Aluna minta Box bayinya disimpan disebelah tempat tidur mereka.
Dan jika nanti anaknya sudah lahir,baru Arka akan membuat ruangan itu menjadi kamar untuk Anaknya itu,karena supaya warna juga bisa disesuaikan sesuai jenis kelamin anaknya nanti.
Karena belum mau tau jenis kelamin anak mereka,maka Aluna memilih warna yang netral yang cocok untuk perempuan ataupun laki laki,seperti warna putih ataupun biru muda yang dominan.
__ADS_1
Aluna sangat antusias memilih milih baju untuk anaknya itu begitu juga dengan Arka yang ikut memilih,namun mereka memutuskan tidak banyak membeli dulu baju,hanya secukupnya saja dulu.
Saat mereka sedang Asyik memilih milih baju,mereka bertemu Vina yang sedang belanja juga bersama suaminya.
"Aluna.."Teriak Vina.
"Eh,kak Vina.."Mereka saling berpelukan
"Kamu lagi beli perlengkapan baju bayi ?"
"Iya Kak,untuk persiapan aja menanti kelahirannya nanti"
"Semoga lancar ya,aku juga jadi pengen cepet cepet deh" Ujar Vina sambilmengelus perut datarnya.
"Kak Vina lagi isi juga ?"
"Iya Alhamdulillah,baru jalan 5 minggu"Tuturnya dengan binar mata bahagia.
"Wah,cepet juga ya..selamat ya Kak,aku turut bahagia"
"Iya sama sama Lun,"
Setelah puas bercakap cakap mereka pun akhirnya berpisah ,Arka dan Aluna masuk ke sebuah restoran untuk menyantap makan siang mereka yang sudah agak terlewat karena keasyikan memilih baju.
***
Arka suami idaman,dia mampu membuat Aluna begitu terpukau akan semua yang dia lakukan,perhatian perhatian kecilnya pada Aluna begitu membuat Aluna makin mencintainya.
Belum lagi sikap Arka yang tenang menghadapi sifat Manjanya Aluna selama kehamilan itu.
Hari ini masih kurang dari satu minggu dari hari HPL yang menurut dokter prediksikan.Maka Arka dan Aluna masih santai sedikit,namun ternyata kontraksinya sudah lebih cepat.
"Bi ..Bi Sumi..."Teriak Aluna dari dalam kamar.
Aluna terus berusaha jalan jalan untuk sedikit menghilangkan rasa mulasnya yang masih tidak beraturan itu,lantas dia memegang ponselnya dan menelepon Bunda,dan dia menceritakan keluhannya pada Naura.
Bi Sumi sudah ada didalam kamar Aluna ,dia menemani dan mengelus elus punggung Aluna perlahan,Arka juga sudah ditelepon oleh Bi Sumi.
"Bi..Sakit " Rintih Aluna,
Tak lama Naura datang bersama Adeva ,karena tadi dia sedang menjemput Adeva disekolahnya.Naura bergegas masuk ke dalam kamar Aluna,terlihat Aluna masih sedang jalan jalan menahan sakit,karena itu yang tadi Naura sarannin pada Aluna.
"Aluna.."
__ADS_1
"Bunda.." Panggil Aluna lalu memeluk tubuh Naura,dia menangis menahan mulas yang tiap menit terjadi.
"Sabar sayang,atur nafas dulu ya,Arka belum datang Bi ?" Tanya Naura pada Bi Sumi.
"Belum Nyonya,kayanya lagi diperjalanan"
Dan beberapa menit kemudian Arka datang dengan wajah yang super khawatir,apalagi yang melihat Aluna sedang dielus elus oleh Naura.
"Yank.."
Aluna yang tadinya memejamkan mata,dia membuka mata menatap Arka,lantas dia menangis sesegukan.
Arka juga ikut sedih melihat Istrinya sepertinya "Ar,kita bawa aja kerumah sakit,Ayah Ardi nanti nyusul kesana,yuk"Ajak Naura.
Arkar mengangguk lantas dia memapah Aluna hingga sampai dimobil.Mami dan Papi juga sudah ditelepon ,dan sedang diperjalanan akan ke Bandung,begitu juga Arsyil.
Selama diperjalanan Aluna terus menerus menahannya,dengan menarik dan mengeluarkan nafasnya,Naura masih terus mengusap punggung hingga pinggang Aluna.
Arka menggerutu kesal saat di depan nya ada kemacetan yang entah karena apa,dia terus membunyikan klaksonnya, namun itu tidak mampu membuat mobil mobil yang di depannya bergerak.
Arka ikut menarik nafas saat melihat Aluna sedang kesakitan seperti ini,dia terus berdo'a dalam hatinya semoga diberi kelancaran bagi keduanya.
Dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya jalanan sudah terkendali dia melajukan mobilnya lagi dengan kecepatan sedang.
Dan sampailah mereka di rumah sakit ,lantas dengan gerak cepat Arka meminta suster untuk membawa Aluna keruang bersalin.
Sebelumnya Arka sudah menelepon Dr. Seril dan mengatakan apa yang terjadi pada Aluna,jadi Dr Seril sudah menyiapkan segala perlengkapannya.
Aluna dibaringkan diBrankar rumah sakit,Dr Seril memeriksa jalan lahirnya juga memeriksa bagaimana keadaan Aluna.
"Ini masih pembukaan 5 Ar,masih harus menunggu sampai pembukaan sempurna,Coba dijalan jalanin aja dulu ya,setelah saya periksa kemungkin Aluna bisa melahirkan normal,mengingat semua nya terlihat normal"Jelas Dr Seril
"Baik,makasih Tante"Ujar Arka.
Dr Seril tersenyum " Sabar aja dulu Ya Lun,tunggu sampa waktunya,nanti Tante kesini lagi kalau sudah tepat" Jelas Dr Seril lagi.
Aluna nampak mengangguk dia menurut apa kata Dr Seril,dia jalan jalan kecil sambil dibantu Arka.Tak lama Ardi juga Randi datang.
Mereka juga terlihat sama khawatirnya seperti Naura dan Arka.Dan untuk Adeva tadi Naura menitipkannya pada Bi Sumi.
Mereka terlihat cemas,menunggu kelahiran cucu pertama untuk Ardi dan Naura,dan anak pertama untuk Arka dan Aluna.
***
__ADS_1