
Bugghhhhhh
Ardi terhuyung kelantai ,saat Papah Yogi melayangkan pukulan diwajah Ardi,semua orang yang berada disana kaget melihat itu.
"Apa ini perlakuan kamu pada anak aku,kalau kamu memang tidak menginginkan Naura lepaskan dia,jangan buat dia terus terluka seperti INI...!!!!!!!!!"
"Pah sabar pah,ini rumah sakit,kita bicarain dulu baik baik.."ujar Mamah Erin
"Tolong pak Anton(Ayah Ardi),bilang pada dia lepaskan anak aku,aku tidak bisa membiarkan anak ku terus tersiksa karenanya.."Ujar Papah dengan nada geram
Sebelumnya papah menerima chat yang mengirimkan foto yang sama yang dikirimkan ke Bunda,Papah terlihat murka,matanya memerah.Dia bergegas pergi menemui Ardi dikantornya,tapi Ardi sudah pergi dari sana.
Papah pun bergegas menuju ke rumah Ayah dan Bunda,tapi tak nampak ada orang disana.Hingga dia dapat telepon dari Mamah,menyatakan kalau Naura dirumah sakit .
"Sabar dulu pak,ini salah paham.."Ujar Papah
"Salah paham apa maksud anda,jelas jelas ini foto bukan foto rekayasa,anak mu ini sudah melukai anak saya dan apa sekarang anak perempuan saya sedang terbaring lemah disana.."
"Pah maafkan Ardi.."
"Ck,aku tak perlu maaf mu,aku akan ambil anak ku kembali,setelah dia sadar aku akan membawanya pergi.."
"Pah,,aku mohon jangan,biarkan aku membuktikan dulu kebenarannya pah,ini sungguh salah paham pah,aku mohon.."
Papah tak menghiraukan Ardi ,dia melangkah mundur dan mendudukan tubuhnya dikursi tunggu rumah sakit dengan menumpukan tangannya diwajahnya.
"Sabar pah,kita harus kuat dan berdoa supaya Naura baik baik saja.."
Papah merangkul mamah dan isak tangis terdengar disana.
Ya Allah jangan engkau ambil anakku lagi,biarlah dia disini lebih lama bersama kami,setelah engkau mengambil Nayla,janganlah engkau mengambilnya kembali anak perempuan ku satunya lagi..Batin Papah.
***
Setelah satu jam menunggu keluarlah dokter diruangan operasi.
"Dok bagaimana keadaan istri saya dok ?"Tanya Ardi
"Anda suaminya..?"
"Iya saya suaminya,bagaimana dok dia..?
"Operasinya berjalan lancar pak,tapi keadaan istri anda masih kritis,dan kami memohon maaf akibat benturan keras,istri anda harus keguguran.."
__ADS_1
"Apa !!!!" Serempak semua menjawab,Mereka menatap ke arah Ardi menanti jawaban dari Ardi,namun Ardi juga kaget mendengar pernyataan dokter.
"Maksud dokter apa,keguguran.. ?apa istri saya sedang hamil dok..?"Tanya Ardi kebingungan.
"Kemungkinan seperti itu pak,kalau dihitung kehamilan nya baru sekitar 6 minggu ini,mohon maaf beliau tidak bisa bertahan dirahim istri anda,dan istri anda akan kami pindahkan ke ruang ICU,dia masih butuh serangkaian pemeriksaan,karena keadaannya masih kritis.."
Deg
Ardi kembali terduduk dilantai,dia benar benar tidak tau kalau Naura sedang hamil,dan apa sekarang dia harus kehilangan calon anaknya yang bahkan belum dia sentuh,dia begitu Rapuh.
"Ar,apa lagi yang kamu lakukan pada anak aku !!!lihatlah aku harus kehilangan calon cucuku karena kamu !!!"
Bugh....
Ardi kembali mendapat pukul dari papah.
"Pah Ardi sungguh tidak tau kalau Naura sedang hamil pah,Ardi benar benar gak tau.."
"Suami macam apa yang tidak tahu istrinya sedang hamil,sialann.. !!!!"
"Pah udah pah,kita sedang dirumah sakit.."Ucap Mamah
"Ya Allah ujian apa lagi sekarang,kuatkan hambamu ini menjalani ujian mu ya Allah,sembuhkan lah anak ku kembali kan dia disisiku.."Batin Mamah
"Bunda,Ardi sungguh tidak tahu Bunda,Ardi sungguh suami yang gak peka Bunda,maafkan Ardi.."
"Sudah nak,semua bukan salah kamu,mungkin memang Naura belum mau cerita sama kamu,karena kejadian kemarin,sabar ya Nak.."
****
Naura sudah dipindahkan ke ruang ICU,hanya boleh dipersilhkan masuk hanya satu orang.
Ardi ingin menemui Naura,tapi Papah melarang keras supaya Ardi tak menemui Naura lagi.Papah masih marah dan emosinya masih menggebu.
"Pergilah,jangan pernah menemui anakku lagi,dia tidak membutuhkan mu,pergi ..!!!"Ucap Papah
"Pah,aku mohon ijinkan aku melihat Naura pah,aku mohon.."
"Tidak,pergi kamu dari sini.. !!!!!"
Ardi hanya bisa menatap Naura dari luar ruangan ICU,hatinya terluka melihat Naura terbaring,dan terlebih dia harus kehilangan calon anaknya.
Dia beranjak berdiri tapi tidak pergi dari Rumah sakit,meskipun Bunda dan Ayah meminta dia untuk pergi,dan bahkan papah sekalipun,dia masih bergeming ditempatnya.
__ADS_1
Hingga Randi dan Lista datang.
"Ar,gimana Naura..?"
"Operasinya berjalan lancar,hanya dia masih kritis.."
"Astagfirllah..gimana keadaan kandungan nya Ka..?"
"Kamu tahu dia sedang mengandung Ta..?Tanya Ardi
"Tadi waktu dicafe,aku hanya menebak saja ka,karena Naura bilang dia sudah telat datang bulan 3 minggu dan bahkan dia sering mengeluh lelah,pusing juga mual,ditambah porsi makan nya yang banyak,aku pikir dia hamil.."
"Kamu benar Ta,tapi aku harus kehilangan nya,karena benturan keras diperutnya,aku suami yang sungguh tidak peka Ran.."
"Sabar Ar,ini bukan salah kamu.."
"Ka,kalau boleh tahu dimana Naura sekarang..?"tanya Lista
"Dia diruangan ICU Ta.."
Lista bergegas kesana dan meninggalkan Randi dan Ardi.
"Ar,polisi sudah menangkap orang yang menangkap Naurq,tapi sekarang dia sedang dirumah sakit juga karena terjadi benturan yang mengakibatkan kepalanya terluka.."
"Siapa orang itu Ran..?"
Randi menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Bella Ar.."
Ardi membulatkan matanya,emosinya memuncak,rasanya ia ingin memukul Bella,dan menyalahkan padanya kejadian yang menimpa Naura dan calon anaknya..
"Sialan...gue mau kesana dimana dia sekarang ...?"
"Tenang Ar,dengan loe begini gakkan menyelesaikan masalah,biar polisi yang menyelesaikannya,biar hukum yang menghukumnya.."
"Gimana gue bisa tenang Ran,Naura Ran Naura sedang kritis dan calon anak gue..."
"Gue tahu Ar,tapi apa dengan loe begini bisa menyelesaikan masalah.."
Ardi terdiam dan membenarkan apa kata Randi,dia terduduk kembali dikursi,menangkupkan tangannya pada wajahnya.
Dia begitu sedih,masalah satu belum selesai ditambah masalah lagi..
__ADS_1
***