
Beberapa jam kemudian Arsyil sudah tiba diNegeri Sakura itu,namun dirinya tidak sesemangat sebelumnya,rasanya dia ingin kembali saja pulang ke tanah airnya.
Salah satu penyemangatnya hilang,bahkan mendengar suaranya pun tidak . Rasa rindu kini menyerangnya,dia benar benar rindu pada gadis kecil itu,gadis yang selalu mengikutinya kemana pun dia pergi.
Dia merebahkan tubuhnya dikasur dengan perasaan dan pikiran yang masih sangat kacau,tapi demi cita citanya dia akan berjuang lebih lagi,belajar lebih giat,dan satu hal dia tidak akan melakukan hal yang sama,dia akan mencoba menghindari Seina disini,meskipun Raisa tidak melihatnya,namun dia akan tetap melakukannya,belajar dari hal yang biasa dulu .
Seperti pagi ini setelah semalam tidurnya yang tidak nyenyak karena masih memikirkan Raisa,dia memulai aktivitasnya kembali,bagaimana pun disana dia punya tanggung jawab yang banyak. Jam istirahat dia kedatangan Seina ditempat kerjanya.
"Arsyil..." Teriaknya memanggil Arsyil.
Arsyil yang tau itu Seina,dia lantas pergi menjauh darinya,dia benar benar ingin menghindar dari Seina.
"Kok dia cepat banget menghilangnya ya ?apa dia tidak dengar panggilan aku ?ah ya sudahlah" Gumamnya sambil pergi berlalu dari sana
Arsyil bernafas lega saat melihat Seina pergi,dan dia lakukan itu beberapa hari selanjutnya,sampai saat dia tidak bisa berkutik lagi,karena Seina yang tiba tiba datang menghampirinya.
"Syil,kamu kenapa sih ?kamu menghindar dari aku Syil ?" Cercanya tiba tiba.
"Maaf Na,iya aku menghindar dari kamu,maaf mulai sekarang kamu jangan menemui aku lagi,aku disini ingin belajar,terima kasih selama ini kamu sudah mau banyak membantu aku,tapi kedekatan kita membuat hubungan ku dengan Raisa renggang,bahkan aku tidak tau sekarang bagaimana"
Arsyil mencoba menjelaskan semuanya pada Seina ,hatinya sudah bertekad untuk menghindar dari hal hal kecil,yang akan dia lakukan disana adalah belajar dan belajar .
***
Bagitu pun dengan Raisa di Indonesia hatinya masih milik Arsyil dan mungkin seterusnya tetap milik Arsyil,walaupun kemarin dia mengatakan ingin berpisah dengan Arsyil.
Namun hatinya mengatakan tidak,dia ingin menarik pernyataannya itu,dia menyesal mengatakan itu pada Arsyil.
Namun beberapa hari ini Arsyil sering mengirimnya chat,dia selalu bilang kalau dia masih menganggap hubungannya dengan dirinya masih berjalan,karena tidak adanya kesepakatan dari keduanya .
Tentu hati Raisa berbinar senang,namun dia harus menahannya,dia ingin lihat seberapa banyak pengorbanan Arsyil untuknya.
Dia menjalankan aktivitasnya dengan semangat,dia juga ingin mencapai cita cita nya setinggi langit.
***
"Hei,Baby Boy gantian dong ,Ayah juga mau nih" Keluh Arka saat Baby Arsen sedang menyusu.
__ADS_1
Sudah lewat 40hari ini,Baby Arsenio terlihat begitu aktif dan menyusunya juga begitu kuat,hingga tidak memberi celah buat Arka.
"Yank..udah dong giliran aku,aku udah kangen berat ini Yank.." Keluhnya lagi .
"Sabar dong Sayang,Baby Arsen masih lapar tuh,kamu yang kuat dong masa segitu aja gak bisa nahan" Decak Aluna.
"Iihh,kamu mah Yank,kamu gak ngerasain soalnya apa yang aku rasain ini,aku tersiksa Yank selama 40 hari ini" Dengan wajah cemberutnya.
Aluna terkekeh " Sabar ya Ayah,Baby Arsennya masih lapar," Aluna berkata menyerupai suara anak.
Arka menatap Aluna dengan kecewa dia lantas turun dari tempat tidurnya.
"Sayang,kamu mau kemana ?" Tanya Aluna.
"Mau cari pelampiasan" Kelakarnya yang membuat Aluna sedikit marah.
"Oh ,gitu ..ya udah sana pergi,tapi jangan harap kamu bisa tidur disini,dan jangan harap kamu bisa bertemu dengan Baby Arsen" Decak Aluna penuh emosi.
Arka malah terkekeh "Gak atuh Sayang ku,Cintaku aku mau kedapur mau ambil minum ,haus ini dari tadi gak kebagian terus ,Dia yang sudah menguasai kedua buah dada kamu itu" Arka masih saja mengeluh.
Arka melangkah masih dengan terkekeh,sedangkan Aluna masih menyusui Baby Arsen yang masih kuat menyusu itu.
Beberapa saat kemudian
Aluna akan menidurkan Baby Arsen di box bayinya,suara pintu terbuka masuklah Arka .
"Udah tidur Yank ?" Tanya Arka dengan merangkulkan tangannya diperut Aluna dari belakang.
"Stttt,baru aja terlelap Sayang,jangan berisik"
Arka menyelusupkan wajahnya di ceruk leher Aluna,dia hirup aroma wangi ditubuh Aluna, membuatnya menjadi penuh gairah,dia bermain disana,mencium,dan menggigit kecil memberi tanda disana membuat Aluna kegelian.
Aluna membalikan tubuhnya sehingga mereka sudah berhadapan,mata mereka saling terpaku begitu dalam ada hasrat yang semakin menggebu dari keduanya,sama sama menginginkan dan membutuhkan.
Arka sudah tidak tahan lagi dia segera menyergap bibir ranum Aluna dengan begitu buas ,dan semakin panas saat Aluna membalasnya,Tangannya sudah membuka satu persatu kancing piyama Aluna hingga terbuka dan terpangpang kedua bukit Aluna yang semakin begitu menggoda dimata Arka.
Dia bermain disana sambil menggiring Aluna ke tempat tidur,dia lu**t,dia hi**p dan dia re**s keduanya itu penuh gairah dan kerinduan yang membuncah.
__ADS_1
Setelah puas dibagian atas Arka hendak menyatukan punyanya saat keadaan mereka sudah sama sama polos hanya tertutup selimut.
"Yank pelan pelan ya.."Pinta Aluna.
"Iya Sayang.."
"Hmmmmppp..."
"Oeek..oekkk..oekkk" Baru saja Arka menyatukannya,suara Baby Arsen menangis menggelegar dikamar itu.
Membuat Aluna dengan cepat mendorong tubuh Arka,hingga terlepas dia lantas berdiri memakai piyamanya lalu dia menggendong Baby Arsen kepelukannya.
Arka menatap gusar Aluna,dengan wajah yang kecewa dia turun dan masuk ke dalam kamar mandi,Aluna menengoknya dan merasa tak tega pada suaminya itu.
Arka keluar dengan wajah yang ditekuk,dia juga sudah memakai piyamanya kembali,Aluna kembali menyusui Baby Arsen.
Arka langsung saja merebahkan dirinya dengan memunggungi Aluna ,"Sayang,jangan marah dong,nanti kita lanjut ya" Tegur Aluna
"Gak udah gak minat" Rajuknya karena saat ini dia sedang merasakan pusing.
Aluna mendesah kecil "Hai,Boy lihat Ayah marah tuh sama kita,kamu harus nyenyak tidurnya ya,kasihan Ayahnya" Ujar Aluna bicara sama Baby Arsen.
Hingga Baby Arsen pun kembali terlelap,Aluna kembali menidurkannya,lalu dia ikut merebahkan tubuhnya juga,Arka masih membelakanginya.
"Yank..." Aluna mencoba merayu Arka dengan mengelus eluskan tangannya di tubuh Arka.
Namun Arka masih tak bergeming,nampaknya dia sudah tertidur.Aluna menyerah saja ,hingga dia pun ikut tertidur juga.
Pagi hari dia pikir Arka sudah membaik namun nyatanya tidak,dia masih mendiamkan Aluna.
"Kamu sarapan sendiri dulu ya,aku mau ngurusin dulu Baby Arsen" Ujar Aluna sambil merapihkan kemeja dan dasi Arka.
Arka hanya menatap Aluna sendu tanpa berkata apa apa..dia juga hanya mencium kening Aluna dan lanjut ke Baby Arsen,lalu melangkah keluar kamar.
Aluna mendesah kecil,rasanya dia seperti punya dua Baby yang besar dan kecil,dia harus sabar dan seterusnya akan seperti ini.
****
__ADS_1