
Setelah kepulangan mereka ke hotel ,Arsen masih menggerutu kesal ,pertemuannya dengan Angel membuat sedikit mood nya jadi kacau.
Ya bertemu dengan Angel,mengingat hal dulu tentang mereka ,bagaimana Alya yang menyuekkannya.
Ah,dia tau itu hanya masalalu,tapi entahlah dia merasa kesal saat bertemu dengan Angel,dan semoga ke depannya tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.
"Sayang,aku udah selesai ,giliran kamu"Ujar Alya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Ah,iya..baiklah aku mandi dulu ya"Sahut Arsen ,sambil sebelumnya mengecup kening Alya.
Dan sisa harinya di Paris ,mereka kembali jalan jalan,menikmati waktu berdua saja,membuat sebuah kenangan dan moment terindah.Untuk bisa dijadikan sebuah cerita pada anak anaknya kelak.
***
Hari ini mereka akan segera pulang ke tanah air mereka dengan pesawat yang sudah mereka pesan sesuai jadwalnya,Alya menatap sedih saat harus pulang karena dia sudah merasa betah diparis.
Tapi dia sudah harus kembali ke Negaranya,pekerjaan sudah menanti..apalagi Arsen yang sebagai pimpinan perusahaan,selama ia disana Bawahan Arka dan Aldi yang menanganinya ,walau terkadang Arsen akan memantaunya dari jauh.
Sampai di Bandar Udara Internasional Soekarno hatta mereka disambut oleh Aluna,Queen dan syila ..karena mereka sengaja ingin menjemput kakak dan Kakak iparnya itu.
"Kak Alya..."Seru syila yang langsung memeluk Alya seperti yang tidak bertemu beberapa waktu saja.
"Syila..kakak kangen deh"Sahut Alya.
"Ck,hati hati kak dia begitu itu karena ada maunya,mau oleh oleh dari kakak"Celetuk Queen.
"Aishhh,kak Queen ini tidak bisa diajak bekerjasama deh !!"Decaknya kesal.Tapi Alya hanya tersenyum saja.
"Bunda..kenapa Bunda sampai mau jemput Alya sampai sini ?"Ujar Alya lalu memeluk Aluna.
"Bunda kangen aja sama kalian Nak.."Aluna membalas pelukan Alya .
Mereka pun pulang kerumah bersama sama,Arsen dan Alya benar benar membawa oleh oleh yang sangat banyak.
Syila sangat heboh mendengarkan cerita Alya selama diParis,dan dia semakin merengek ingin pergi ke Paris pada Arka dan Aluna.
***
Empat Bulan Kemudian.
"Ars,kamu mau bawa aku kemana ?"Ujar Alya saat Arsen membawanya kesuatu tempat.
Alya sudah tidak bekerja lagi sebagai sekretaris Arsen,tepatnya dua bulan yang lalu,dia sudah mengundurkan diri dari sana,karena dia ingin fokus menjadi Istri Arsen.
Dan Arsen jelas menerimanya dengan tangan terbuka dan terutama dia ingin program anak,karena setelah pernikahan keEmpat bulan itu belum ada tanda tanda dia hamil.
"Ayo ikut saja Sayang..aku harap kamu suka"Ujar Arsen menggandeng tangan Alya.
Setelah mereka pamitan tadi pada Aluna,Alya hanya mengikuti kemana Arsen membawannya.
__ADS_1
Arsen mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah ,senyumnya terus berkembang dan tak luput menatap Alya.
"Kamu kenapa sih Ars,dari tadi senyam senyum gitu !!"Alya malah menatap curiga pada Arsen.
"Gak apa,lagi seneng aja"Jawabnya .
Tak lama mobil itu masuk kesebuah tempat yang hampir seperti perumahan.
"Kamu tutup mata dulu ya.."Pinta Arsen,menutupkan mata Alya dengan kain hitam.
Alya pun menurut ,dia sudah deg degan apa yang akan Arsen perlihatkan padanya.Selama empat bulan pernikahannya Arsen selalu bersikap romantis pada Alya.
Selalu memberikan hadiah hadiah dari kecil sampai yang besar,dan banyak kejutan yang lainnya yang tak terduga.
Tapi Alya sedikit berkecil hati saat dirinya belum bisa memberikan apa yang Arsen mau,yaitu Baby.
Arsen menggandeng tangan Alya dan membawanya keluar dari dalam mobil,menuntunnya secara perlahan hingga sampai di depan sebuah rumah bercat biru putih yang mewah tapi klasik.
Karena Alya pernah bilang dia lebih suka tampilan rumah yang klasik,dan dengan adanya halaman yang luas.
Arsen pun memberikan apa yang Alya mau,dengan memakai jasa Ervano sebagai Arsitektur dia pun bisa mendirikan rumah mewah itu,karena memang rumah itu dibangun oleh Arsen selama Enam bulan ,memang sebelum menikah dengan Alya.
Arsen tidak mau membeli rumah yang langsung jadi,maka dia membangunnya sendiri,seperti keinginan Alya.
Arsen membuka penutup mata Alya,dan menyuruh Alya membuka matanya.
"Bukalah Sayang..ini kejutan untuk kamu"Ujarnya.
"I..ini.."Lirihnya "Ya ini rumah untuk kita tinggali seumur hidup kita Al,mari kita membangun Rumah tangga kita disini,bersama anak anak kita kelak"Tutur Arsen.
Alya langsung berhambur kepelukan Arsen dia menangis di dada Arsen,tangis bahagia,terharu juga sedih.Sedih karena dia tau belum bisa memberikan anak untuk Arsen.
"Ars,ini terlalu besar untuk kita berdua"Lirihnya kemudian.
"Siapa bilang untuk berdua,kan nanti ada anak anak kita Al"Ujar Arsen.
Alya menunduk "Tapi Ars..sampai saat ini aku bel..."Alya tak meneruskan bicaranya karena Arsen langsung memotongnya.
"Sstttt,,jangan diterusin,mari kita berusaha kembali,ayo kita semangat membuatnya,dengan senang hati aku akan sangat semangat"Ujarnya menyeleneh.
Alya yang tadinya sedih pun tertawa kecil lalu dia pukul Arsen "Dasar Mesum,pikirannya kesitu mulu"Decaknya.
Arsen tertawa "Nah gitu dong,,udah ah jangan sedih sedihan ,ayo kita masuk ,lihat lihat dulu dalamnya"Ajak Arsen.
Memasuki pintu utama ,sudah nampak ruang tamu yang peralatannya sudah lengkap,masuk lagi ada ruang keluarga yang luas,ada tempat bermain juga untuk anak anak disebelahnya.
Di depannya terdapat dua kamar,yang kata Arsen itu kamar tamu,belok ke kiri ada ruang makan yang kursi nya terdapat banyak,ada meja pantry juga disana,lalu di depan masuk ke dapur yang sudah lengkap juga.
Belok kekanan agak keluar dari rumah terdapat kamar mandi ,dan juga ruang ART dan empat kamar Art juga yang akan Arsen sediakan nanti.
__ADS_1
Masuk lagi ke dalam,menuju keluar taman halaman belakang,Alya terpana saat melihat halaman belakang yang luas,seperti rumah Arka dan Aluna,kolam renang,tempat anak bermain juga ada disana.lapang lapangan kecil juga terdapat disana.
Naik keatas ada empat kamar disana,satu kamar utama mereka dengan kamar mandi dimasing masing tempat,sengaja memberi kamar sebanyak itu,karena Arsen berharap punya anak yang banyak. Dan satu ruang kerja Arsen.
Setelah puas berkeliling rumah itu,mereka pun istirahat sebentar dikamar utama ,yang pasti sudah terlihat mewah.
"Ars,serius kita akan tinggal dirumah sebesar ini ?"Tanya Alya.
"Iya Sayang..kenapa kamu tidak suka ya ?'
"Gak bukan tidak suka,aku merasa ini hanya kebesaran saja Ars,lagian aku takut tinggal disini sendiri kalau kamu tak ada"Ujarnya.
"Ya kamu gak sendiri dong,ada Art nanti yang bakalan nemenin hari hari kamu disini Sayanh"
"Tapi aku gak biasa adanya Art dirumah Ars"
"Sttt,,aku tak mau kamu kecapean,biar programnya juga lancar Sayang"
"Ya udah ,tapi cari Artnya usianya jangan yang muda muda ya"Celetuk Alya.
"Kenapa kamu takut aku selingkuh ?Kamu tenang aja,kamu yang selalu tercantik untuk aku,dan cinta aku hanya untuk kamu Alya sayang"Ujar Arsen,sambil mendekat pada Alya.
"Gombal kamu "Cebik Alya.
"Aku gak gombal sayang,"Arsen semakin mendekat ,hingga membuat Alya tertidur karena saat itu mereka sedang duduk ditepi ranjang.
"Ka..kamu mau apa Ars ?"Tanya Alya gugup.
"Ayo kita coba kasur ini sebagai perdana"Desisnya ditelinga Alya.
"Aisshhh,tuhkan udah mesum lagi aja,ini masih siang Ars"Kilah Alya.
"Ya gak apa apa masih siang juga,kita kan mau berusaha untuk punya Baby"Ujarnya merayu.
"Modus kamu mah"Decak Alya.
Arsen tertawa lalu dia semakin mendekat dan meraup bibir ranum Alya,memanggutnya dan menyesapnya lembut,tangannya sudah bergerlya merayap ke balik dress yang Alya pakai.
Lalu bermain sebentar dia dua bukit kembarnya Alya ,yang agak membesar,lalu bermain pada area sensitif yang bawah.
Karena Alya memakai dress ,jadi membuat Arsen begitu gampang menyentuhnya,Alya mendesah hebat saat Arsen terus bermain disana.
"Ehmmmm..."Desahnya merdu.
Arsen tersenyum puas saat Alya sudah melenguh dan mendesah seperti itu.Dan siang itu menjadi siang yang panas bagi keduanya.
Tidak ada kata bosan pada Arsen,justru dia menyukai semua itu,menjadi candu baginya dan mumpung belum ada anak maka dia ingin menghabiskan waktunya bersama Alya.
Penyatuanpun sudah terjadi,sama sama saling menikmati dan mengerang juga mendesah hebat.
__ADS_1
***