Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 72


__ADS_3

Mami dan Papi baru tiba ,pembukaanya masih belum sempurna,bergiliran Mami yang mengasih dukungan buat Aluna.


"Sabar ya Sayang,kamu kuat ,kamu wanita hebat,berjuang ya untuk anak kalian" Tutur Mami masih sambil mengelus elus punggung Aluna.


Aluna masih meringis kesakitan,kontraksinya makin terasa linu,ternyata begini perjuangan seorang Ibu saat melahirkannya,maka dia ingat Bunda (Alm Nayla) dia meneteskan air matanya.


Satu bulan sebelumnya dia memang sudah berkunjung bersama Arka ke makam Alm Nayla,dia meminta do'a agar diberi kelancaran untuk segalanya.


Dia menangis mengingat Alm Nayla,dia belum pernah melihat sang Bunda,sang Bunda harus pergi lebih dulu saat dia masih Bayi ,saat dia masih belum mengerti apa apa,bahkan wajahnya saja dia hanya tau lewat Foto,kalau boleh meminta dia ingin Bunda ada disini.


Hingga waktu nya tiba,saat pembukaan sudah sempurna ,Dr Seril memberi aba aba untuk mempersiapkan segalanya.


Dr Seril juga menyuruh yang ada ditempat hanya satu orang saja yang menemaninya entah itu Orang tua atau Suami.


Namun Aluna ingin Arka dan Naura yang ada disana,dia merengek pada Dr Seril,maka Dr Seril mengangguk pasrah saja.


"Sayang,jangan pergi kamu harus ada disini.." Lirih nya pada Arka.


"Iya Yank,aku disini.Kamu kuat Sayang,kamu harus kuat untuk Anak kita ya" Arka mengecup kening Aluna memberinya kekuatan.


"Bunda..bunda juga jangan pergi,Temani aku disini Bunda" Rengeknya pada Naura.


"Iya Sayang iya,Bunda disini Kok"


Diluar ruangan


Ardi,Randi,Lista,Raisa juga Mami dan Papi sedang menunggu cemas kelahiran Aluna ,bagaimana pun itu cucu pertama bagi Ardi dan juga Mami,Papi.


Tak selang berapa lama Arsyil datang namun dia tidak sendiri,ternyata Seina ikut disana,karena Seina juga mau pulang kerumah Orangtuanya ,tapi dia pengen ikut Arsyil dulu untuk melihat kelahiran ponakan nya Arsyil.


"Assalamualaikum,Ayah,Om ,Tante"Sapanya pada semua yang ada disana.


"Waalaikum Salam Syil,kamu kenapa lama ?" Cerca Ayah Ardi seraya dia bangkit dari duduknya dan memeluk Arsyil.


"Maaf Yah,tadi ada gangguan dulu diBandara, bagaimana Kak Luna Yah ?"


"Masih belum,dia ada didalam lagi ditemani Bunda sama Arka"


"Kirain udah,Arsyil boro tegang tadi selama perjalanan" Desis Arsyil


"Ini juga masih tegang Syil," Ujar Ardi.


Arsyil lanjut menyapa Randi,Lista dan Mami ,Papi juga ,dan tentu menyambut Raisa kekasih hatinya.


Namun Arsyil menyadari kalau dia sama Seina"Oh iya Yah,Om, Tante ini Arsyil bareng temen Arsyil" Dia mengenalkan Seina pada semua.


Seina juga menyapa semua " Saya Seina Om,teman SMP dulu Arsyil sama Raisa,maaf kalau saya lancang ikut kesini"


"Oh,gak papa kok nak Seina"Ujar Lista.

__ADS_1


Lista melihat raut wajah Raisa yang agak murung karena Arsyil membawa Seina,dan saat itu Seina terlihat begitu cantik,Lista bisa merasakan keresahan dimuka Raisa.


Dia rangkul bahu Raisa "Kita berdo'a aja buat kelancaran Kak Luna,jangan mikirin yang lain" Tutur Lista.


Raisa sempat menatap Arsyil yang masih terlihat waswas menunggu kabar Kak Luna,dia tersenyum dan mengangguk mantap kalau Arsyil lelaki setia.


"Iya Bu.." Ucapnya pada Lista dan Lista tersenyum.


***


Dr Seril sudah memberi aba aba pada Aluna untuk menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya kuat.


Keringat sudah bercucuran disekitar dahi Aluna,dan dengan sigap Naura mengelapnya ,dan untuk Arka tentu tangan nya sudah habis kena cakaran Aluna.


Namun tak apa bagi Arka itu tidak seberapa dengan kesakitan yang Aluna rasakan.Teriakan Aluna menggema diruangan itu.


"Tarik Nafas lagi Lun,ini sudah kelihatan kepalanya,ayo kamu bisa Lun,tarik nafas ya sesuai aba aba"


"Ayo sayang kamu kuat demi anak kita"Arka terus mengecup kening Aluna.


Aluna menarik nafasnya sesuai aba aba Dr Seril,


"Egggrrhhhhhh..."


Dan Akhirnya yang mereka tunggu telah lahir kedunia .


"Oeek..oeekk.."Suara tangisnya menggema hingga terdengar keluar ruangan.


Begitu pun dengan Arka,dia merasa seperti mimpi,anak yang mereka tunggu telah lahir,dia menatap takjub saat anaknya dibawa suster untuk dibersihkan ,lantas dia memeluk Aluna setelah Naura.


"Makasih Sayang,Makasih..Kamu hebat ,kamu wanita hebat Sayang" Ucap nya sambil terus menerus mengecup pucuk kepala Aluna.


Aluna menarik nafas ,dia merasa kelelahan.Namun dia begitu lega,dia sudah berjuang untuk melahirkan anaknya.Tak lupa dia juga berucap syukur akan segalanya.


Setelah ini masih ada perjuangan lagi untuk membesarkan anaknya,mendidiknya,dan mengajarkan hal baik untuknya.


Setelah suster membersihkan anak mereka, dibawanya bayi mungil itu kedekapan Arka .


"Bayinya laki laki Ar,panjangnya 5.2,berat badannya 3.2kg ,semuanya normal dan sehat,Selamat ya Arka dan Aluna Tante ikut senang" Jelas Dr Seril


Aluna menatap binar bahagia anaknya itu yang berada didekapan Arka ,begitu juga Naura tak kalah bahagianya,dan Arka juga dia tiada henti berucap syukur.


"Alhamdulillah,makasih Tante sudah mau bersabar dan membantu Luna"Ucap Aluna.


"Itu sudah tugas Tante Sayang,Adzanin dulu ya Ar,lalu susui dia Lun"


Arka dan Aluna mengangguk apa yang Dr Seril katakan,lantas Arka mengadzani anak pertamanya itu,setelahnya dia memberikannya pada Aluna.


Dan Aluna berusaha menyesuaikan diri untuk belajar menyusui secara benar.

__ADS_1


Diluar Ruangan


Tak kalah bahagianya mendengar suara tangisan bayi,bayi yang menjadi cucu pertama bagi keduanya dan ponakan bagi Randi dan Lista.


Mereka saling berucap syukur pada Allah,semua diberi kelancaran dan semoga terus nya tetap diberi kelancaran dan tentu kesehatan bagi keduanya.


Naura keluar dari dalam ruangan,dia lantas memeluk Ardi ,dia menangis disana,menangis terharu tentunya.


Begitupun dengan yang lainnya,Naura menjelaskan pada semua,kalau Aluna sedang dirawat dulu,dan Bayinya akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap karenanya mereka masih belum di ijinkan untuk masuk.


**⚘⚘**


^Asenio Raditya Atmadja^



Arka dan Aluna sudah sepakat memberi nama anak mereka itu,Semua yang ada disana satu persatu mengucap selamat pada Aluna dan Arka.


Mereka kagum pada ketampanan anak Arka dan Aluna itu,mereka juga bergiliran menggendong Baby Arsenio.


"Duh Cucu Opa ganteng sekali,mirip sekali kaya Opa ini" Celetuk Andri.


"Eh gak ya,dia lebih mirip aku dong"Cerca Ardi tak terima.


"Gak lihat saja ,kamu sudah tua,aku masih ganteng" Celetuknya.


"Enak aja kamu bilang aku tua,kamu juga gak merasa apa kalau sudah tua juga"


"Udah..udah Arsenio itu lebih mirip aku tau"Randi yang melihat perdebatan kedua besan itu,malah ingin ikut ikutan disana.


"Enak aja,siapa kamu hah !!"Decak Ardi.


"Aku ya Omnya lah"Bangga Randi.Ardi berdecak sebal pada Randi.


"Udah Yah,Om Andri ,Om Randi Arsenio itu lebih mirip aku tau,aku masih muda lihat aja nih"Celetuk Arsyil ikut ikutan dan dapat sentilan jari dari Ardi juga Randi.


Dan mereka tertawa melihat perdebatan antara para pria itu,sedangkan Arka yang membuatnya sendiri hanya diam dan ikut tertawa.


"Perasaan aku Yank yang membuat Arsenio,kok pada mereka yang berebut ya,kan mereka gak ikut membuat"Celetuk Arka dan Aluna membulatkan matanya.


"Kamu ini kalau ngomong asal ceplos aja Yank.." Decak Aluna sambil memukul lengan Arka.


"Heheh,gak dong Yank,tapi dia mirip aku kan ?"


"Ya iya lah Yank,dia kan anak kamu".


Dan tawa riang menggema disana,begitu juga bagi kedua Orang tua muda itu,namun perjalanan mereka masih panjang nantinya.


***

__ADS_1


Selamat datang Baby ^Arsenio^


__ADS_2