Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ SP 3


__ADS_3

"Hahah,Syil turunin aku.." Teriak Raisa,tapi Arsyil tidak menggubris dia terus berjalan.


Dan menutup pintu kamar dengan kakinya.Lalu perlahan dia merebahkan tubuh mungilnya Raisa,di tatap wajah cantik istrinya itu,merapihkan rambut disekitar wajahnya.


"Syil,ini masih pagi loh.."Seru Raisa berusaha menghindar.


"Emang kenapa kalau masih pagi ?gak ada yang salah kan,mau pagi ,siang,atau malam sama saja" Goda Arsyil sambil dia mengelus elus lembut wajahnya Raisa.


Raisa merasa geli sendiri saat Arsyil mengelus lembut wajahnya.


"Ya gak sih,cuma kan nanti Orang tua kita mau kesini,nanti aku malu Syil.."Serunya lagi.


"Kenapa harus malu juga lagian kan mereka tau kita pengantin baru"Arsyil terus mengelus wajah Raisa dan berakhir dibibir ranumnya.


Tubuh Raisa sudah bergetar hebat,dia merasakan sensasi panas,kalau pagi ini mereka harus melakukannya Raisa harus siap bagaimana pun dia sudah itu kewajibannya.


Arsyil tersenyum geli lalu dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibirnya di bibir ranum Raisa yang sudah menggoda nya dari tadi.Raisa pun terhanyut dan mulai membalas ciuman itu,dan lama lama ciumannya berubah menjadi panas belum lagi dengan kondisi rumah yan sepi.


Setelah puas dibibir ,Arsyil turun ke ceruk leher nya Raisa,Raisa menggeliat geli saat itu ,tubuh mereka sudah sama sama panas ,dan Aryil sudah meminta lebih padanya.


Perlahan dia membuka kancing baju Raisa satu persatu,Raisa tidak bisa menolak karena dia juga sedang dimabuk cinta,ini pengalaman pertama bagi mereka,jadi yang Arsyil lakukan memang masih kaku.


Belum sempat terbuka semua tiba tiba


"Assalamualaikum Raisa ,Arsyil.. Ibu datang"Suara Lista membuyarkan mereka,karena kaget mereka bergegas berdiri dengan tergesa gesa.


Raisa merapikan kembali bajunya begitu dengan Aryil. "Tuh kan aku bilang apa !!" Ketus Raisa.


Arsyil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu,aktivitasnya sudah terganggu padahal juniornya sudah hampir menegak.


Semua harus tertunda kembali " Ok,lihat saja malam nanti kamu tidak akan lepas dari aku " Sahutnya sambil mencuri kecupan dari bibir Raisa.


"Udah ayo ah keluar .." Raisa menarik tangan Arsyil ,keluar dari kamar.


Lista dan Randi sudah berada di depan kamar mereka ,tatapan mereka terlihat menatap geli pada pengantin baru itu


"Astagfirllah,Papah,Ibu..lagi ngapain disitu ?" Seru Raisa yang kaget.


"Kalian sudah gak tahan,atau semalaman gak puas ?"Ledek Randi,Raisa hanya tersipu malu,begitupun dengan Arsyil.


"Sudah nanti malam lanjut lagi,kasihan dia nanti gak bisa jalan" Seru Randi lagi sambil merangkul bahu Arsyil menjauh dari sana.

__ADS_1


Dan Raisa yang masih tersipu malu,digandeng Lista,dan tak lama Ardi ,Naura dan Adeva tiba juga.


Naura langsung bergegas membantu Lista dan Raisa,sedangkan Ardi menyusul Randi dan Arsyil ditaman belakang,Adeva berkeliling rumah.


"Bunda.." Seru Raisa sesaat sudah melihat Naura masuk lalu mencium punggung tangannya.


"Iya Sayang.."Naura memeluk menantu baru nya itu.


"Ayah mana Bunda..?" Tanyanya kemudian


"Ke taman belakang kayanya nyusul Papah kamu sama Suami kamu" Tutur Naura.


Dan mereka berbincang bincang sambil memasak makanan yang akan dijadikan buat syukuran nanti sore.


Ya karena hari ini hari pertama mereka menempati rumah barunya,akan di adakan acara syukuran rumah setelah shalat Ashar.


***


Siang hari disusul Arka dan Aluna yang baru datang bersama prince dan princessnya.


"Assalamualaikum.."Sapa keduanya


"Wa alaikum salam.."Sahut ke tiga wanita yang sedang di dapur,Naura menghampiri mereka.


"Cucu Kesayangan Oma udah pada datang,kok telat Lun ?" Tanya Naura.


"Maaf Bun,nih nih Bayi besar merengek minta waktunya dipagi hari,jadi aku kerepotan tadi" Cebik Aluna pada Arka,yang tadi pagi memang memaksa Aluna, untuk minta jatahnya.


Arka tersenyum kikuk pada Naura,dan Naura hanya tersenyum mengerti.


"Oma..Opa dan Om Arsyil dimana ?"Tanya Arsenio


"Tuh dibelakang.."Belum juga selesai bicara Arsenio sudah lari saja ke taman belakang.


"Sini Queen sama Ayah dulu yuk,Bundanya mau bantu Oma dulu Ok.. !" Ujar Arka sambil menggendong Si cantik Queena.


"Iya sama Ayah dulu ya Sayang.." Aluna ikut menambahkan dan mencium pipi gembul anak perempuannya itu.


"Ayahnya gak dicium Bun ?"Kelakar Arka dan dapat tatapan tajam dari Aluna.


"Tadi pagi kurang puas apa ?" Ketus Aluna sambil melangkah mengikuti Naura ke dapur ,dan Arka hanya tersenyum puas saja.

__ADS_1


Di dapur Aluna menyapa Lista dan Raisa ,mereka menanyakan hal yang sama kenapa telat,dan ya Aluna mengatakan yang sebenarnya dan membuat mereka tertawa gemas.kalau ada Arkanya mereka akan meledeknya .


Raisa juga ikut tertawa ,namun raut wajahnya memerah dia teringat aksi panas yang Raisa dan Arsyil lakukan,kalau tidak ada Lista dan Randi datang,mereka sudah Goll..


Aluna yang melihat itu menjadi ajang untuk mengerjainya " Sa..gimana malam pertamanya ?Arsyil sukses gak ?dia lemah gak ?"Kelakar Aluna.


Raisa terhenyak mendapat pertanyaan seperti itu,pipi nya kembali memerah,tapi dalam benak nya dia belum melihat sama sekali punyanya Arsyil,dia jadi membayangkannya bagaimana.


"Hahaha,galak gak dia ?kalau galak cakar aja tuh punggungnya !!" Kelakar Aluna lagi,Naura dan Lista hanya tertawa saja mendengar ocehan Aluna.


"Iihhh,Kak Luna udah jangan bahas itu,kemarin malam kita tertidur karena lelah,jadi belum melakukannya" Tutur Raisa dengan wajah yang sudah memerah semerah tomat.


Aluna tersenyum geli "Yahh....kirain udah ,ya udah nanti kalau udah Goll,inget kalau dia galak cakar aja semua badan Arsyil"Aluna tergelak kencang,merasa senang kalau itu terjadi.


Sedangkan Raisa meringis membayangkan nanti akan seperti apa,apalagi nanti malam katanya Arsyil tidak akan melepaskannya.


"Sa,kapan kalian jadinya mau ke Jepang ?"Tanya Bunda Naura,mrncairkan suasana karena melihat Raisa yang menahan malunya dari tadi.


"Emmm,lusa Bunda..tiketnya sudah ada,kalian mengantar kita kan ?" Seru Raisa.


Ya seperti yang Arsyil janjikan mereka akan bulan madu ke Jepang,menghabiskan waktu berdua disana,dulu Arsyil pernahkan menjanjikannya untuk membawa Raisa ke Jepang,karena saat itu mereka sedang ada masalah jadi tertunda,dan sekarang saatnya Arsyil menebus itu.


"Iya pasti dong Sayang.."Seru semuanya " Jangan lupa oleh olehnya ya" Ujar Aluna.


***


Sore telah tiba,makanan sudah siap ,ibu ibu pengajian sekitar rumah Mereka sudah berdatangan,tadi pagi Randi mendatangi ketua Rt disana,dan membicarakan perihal niat mereka


Lista dan Randi mengobrol sedikit sedikit bersama tetangga tetangga Arsyil dan Raisa nanti ,minta juga menitip mereka .


Dan acara pengajianpun berlangsung ,setelah selesai mereka makan makan bersama disana,lalu berbincang bincang kembali sedikit.


Hingga magrib tiba mereka Shalat berjamaah disalah satu tempat mushola kecil dirumah itu,kehangatan terasa saat itu,dan dilanjut mengaji bersama hingga menjelang Shalat Isya.


Lalu dilanjut acara malam mereka ,mengemil sisa makanan tadi,.mereka juga berbincang bincang banyak hal berkumpul diruang keluarga.


Hal seperti ini sangat jarang terjadi,dan di moment seperti ini mereka menikmati waktu itu,menjadikan sebuah kenangan yang tak pernah terlupakan.


Apalagi adanya kehadiran Arsenio dan Queena menambah suasana semakin ramai,saat Queena mampu membuat sesuatu yang lucu dan membuat semua tertawa gemas.


Hingga malam tiba satu persatu ijin pulang,karena sudah lelah juga mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2