
🍂🍂🍂
3 hari setelah kejadian itu
"Arka,kamu dipanggil kepala sekolah " Tutur Anggi teman satu kelas Arka.
"Ada apa ya,loe dipanggil Ka ?" Tanya Agung yang sudah bertanya tanya.
Arka hanya menggidikan bahunya ,dan dia berdiri lalu bergegas keruangan kepala sekolah.Lama Arka disana,dan saat keluar mukanya sudah merah padam,sudah bersiap untuk melampiaskan amarahnya.
Arka dan Vina dipanggil ke ruangan kepala sekolah,Perkara soal kegiatannya 3 hari yang lalu,membuat mereka harus berada disana,mereka dihakimi dan disanksi berat dengan dikeluarkan dari sekolah,karena menurut kepala sekolah itu sudah sangat keterlaluan,terlebih kegiatan mereka sudah tersebar ke seluruh sekolah.
Ya saat itu ada yang merekam kegiatan mereka,orang itu melaporkannya langsung pada kepala sekolah,selain itu dia menyebarkannya pula ke seluruh siswa dan guru guru.
Memang kepala sekolah itu pamannya Vina,namun bagaimana pun juga dia harus bersikap tegas,ini menyangkut nama baik sekolah.
"Gue akan balas loe Aluna !!" Ya dalam pikirannya saat itu Aluna lah yang sudah merekam dan menyebarkan video itu,karena saksi yang dia lihat itu Aluna.
Dengan langkah tergesa dan penuh amarah dia pergi meninggalkan sekolah,belum hanya disitu saja, keesokan harinya kedua Orang tua Arka sudah tau.
"Dasar anak tidak tau diri,selama ini Papi tidak pernah mendidik kamu seperti ini,membuat malu keluarga saja" Tekannya sambil menampar pipi Arka.
"Arka kamu sungguh sudah membuat Mami kecewa,selama ini Mami biarkan kamu bebas,tapi bukan harus seperti itu !!" Omel Mami.
Arka hanya terdiam,ingin rasanya dia bilang kalau selama ini dia kesepian dia butuh mereka.Namun tidak bisa dia lakukan,bagaimana pun dia tetap salah.
Karena kekuasaan yang Papi Arka punya ,sehingga video itu bisa mereka hentikan dengan sekejap mata.Arka dipindahkan sekolahnya keluar kota ikut bibinya disana.
Namun sebelum dia pergi dia ingin menuntaskan rasa marahnya pada Aluna ,yang dia pikir Aluna lah yang merekam video itu.
**
Dia berdiri didepan sekolah lamanya ,dia sedang menunggu seseorang,lama dia menunggu namun orang itu tak kunjung datang,hingga waktu menunjukan pukul 5 sore,keluarlah orang dia tunggu.
Dia menghampiri orang itu dan menariknya secara paksa,hingga sampai ke depan mobilnya dan dia menghempaskan tubuh Aluna ke kursi mobilnya dengan kasar.Ya orang yang dia tunggu saat itu adalah Aluna.
"Kak Arka,tolong lepasin aku Kak" Rengek Aluna
Namun Arka tak menyautnya,dia hanya serius melajukan mobilnya,namun kilatan amarah terekam diwajahnya,wajahnya yang putih menjadi merah karena menahan amarah.
Sampailah disebuah rumah yanga Aluna tidak tau itu ada dimana ,Arka turun dan langsung menarik tangan Aluna.
"Lepasin aku Kak ,kita ada dimana ?"Aluna masih merengek dan memohon pada Arka.
"Diam kamu,aku harus membalas perbuatan kamu !!" Tekannya pada Aluna.
"Apa yang aku lakukan,salah aku apa ?"
Arka tak menjawab pertanyaan Aluna,dia terus menarik tangan Aluna.
__ADS_1
***
Brukk
Arka menghempaskan tubuh Aluna disalah sofa yang ada diruangan itu,Aluna sungguh tidak tau dia ada dimana.
"Loe tau salah loe apa ?" Ucap Arka.
Aluna menggelengkan kepalanya,Arka semakin mendekati Aluna,Aluna berangsur mundur dia merasa sangat ketakutan.Rok sekolahnya sedikit tersingkap ,dan memperlihatkan putih mulusnya paha Aluna.
Arka menelan salivanya dengan kasar,niat jahat semakin menyelimutinya.
"Aku tau harus dengan apa kamu membayar penderitaan aku,kamu puas lihat aku begini hah !!" Teriak Arka namun dia menyunggingkan senyum liciknya.
Aluna terjatuh dari sofa dan sekarang berada dilantai,Arka semakin mendekati Aluna.Dia memegang Bahu Aluna,membelai rambut panjangnya Aluna.
Arka terus semakin mendekat dia mendaratkan bibirnya pada bibir Aluna secara paksa. Aluna berusaha melepaskan nya,namun Arka tidak mau melepaskannya.Tangan Arka sudah me**ba r**a tubuh Aluna.
"Aku mohon jangan ,,menjauhlah dari aku !!salah aku apa ,aku mohon..hiks hiks.."Aluna berteriak menangis
"Kamu pikir kamu bisa lepas dari aku, Tidak !! Aku harus menyelesaikan tantangan ini,dan gara gara kamu aku dikeluarkan dari sekolah,maka dari itu kamu harus mempertanggung jawabkan semua,aku akan membuat kamu menderita !!!"
"Please jangan.. Ayah ,Bunda Tolong aku.....!!!!!!"
***
Di tempat lain
"Astagfirllah ,Aluna !!" Naura sedang berada di dapur berniat mau mengambil air minum,tiba tiba tangannya licin dan menjatuhkan gelas yang sedang dia pegang.
Hatinya mendadak gelisah,pikirannya terpacu pada Aluna. Dia melihat jam sudah menunjukan pukul 6 magrib.
"Aluna kemana ya kenapa belum pulang ?" Rutuknya,terlihat Arsyil menghampiri Naura.
"Bunda kenapa ?Ada yang terluka Bunda ?" Ucap Arsyil
"Syil coba teleponin Kakak kamu,kenapa jam segini masih belum pulang !!"Gelisah Naura.
Arsyil menurut dia terus mencoba menelepon Aluna,namun handphonenya tidak aktif.
Naura terus merasa khawatir hingga sampai jam 7 Aluna masih belum pulang,terlebih lagi handphonenya tidak bisa dihubungi.
Jam 8 malam terlihat Ardi baru pulang,dia juga sama khawatirnya dengan Naura,mereka masih berusaha menelepon Aluna dan juga teman teman Aluna,namun jawabannya sama mereka tidak tau .
Malam semakin larut,Naura terus menangisi Aluna ,dia masih belum tau dimana keberadaan Aluna.
"Sabar Bun,kita berdoa semoga Aluna baik baik saja " Tutur Ardi,dia juga sama sangat khawatirnya,namun dia sebagai Suami dan Ayah berusaha untuk tenang.
***
__ADS_1
Aluna menangis kesakitan,malam itu menjadi malam terburuk baginya ,Kesucian yang harus dia jaga direngut paksa oleh Arka .
Arka sempat menyadari kesalahannya,dia merutuki perbuatannya sendiri.Walaupun tadi yang dia lakukan tidak begitu dalam,belum sampai pelepasan,namun tetap dia sudah merengut kesuciannya Aluna.
"Hiks..hiks..hiks.." Aluna terus menangis
"Diem loe,ini pembalasan buat loe,karena loe udah rusak hidup gue,maka loe juga harus rusak !! Tekannya pada Aluna ,lantas dia pergi dari sana meninggalkan Aluna sendiri.
Aluna semakin terisak,dia mencoba mencari handphonenya dan menghubungi orang rumah,waktu sudah menunjukan pukul 2 malam saat itu.
Aluna menghubungi Naura,dan terdengar suara Naura yang begitu khawatir.
"Bunda..." Sambil terisak Aluna berkata.
"Aluna sayang,kamu kenapa ?kamu dimana sekarang nak,biar Bunda sama Ayah jemput ya" Tutur Naura.
"Lu-Luna tidak tau ini ada dimana Bunda,tolong Luna Bunda,hiks..hiks..hiks.."
"Aluna,sayang dengerin Ayah,Aluna tenang dulu coba Aluna lihat lihat tempat itu,kalau ada petunjuk kasih tau Ayah ya" Terang Ardi dibalik telepon.
"I-iya Ayah.." Tangannya masih gemetaran,tubuhnya kesakitan,air matanya tidak berhenti mengalir.
Aluna berdiri,walaupun terasa sakit namun dia memaksakannya,dia cari pakaiannya dan memakainya lantas dia keluar dari rumah itu yang entah ada dimana.
Dengan tertatih dia berjalan mencari seseorang untuk bertanya,namun sudah jauh dia berjalan tidak ada orang pun yang lewat.
Hingga tibalah disebuah pemukiman warga,diketuk rumah salah satu warga itu,setidaknya dia bisa bertanya dimana dia berada,karena benar benar tidak ada petunjuk,dan saat perjalanan tadi sore bersama Arka dia tidak terlalu mengingat jalan itu.
Ceklek,suara pintu rumah terbuka muncul seorang Ibu parah baya,dia melihat Aluna dari atas sampai bawah,lantas dia bertanya siapa Aluna.
Aluna menjelaskan semua yang terjadi padanya,Ibu itu membawa Aluna ke dalam ,memberikan segelas air ,dan saat Aluna sudah diberi tahu dia dimana,Dia segera menelepon Ayah dan Bundanya.
"Baiklah tunggu Ayah disana Luna.."Tutur Ardi saat Aluna meneleponya.
Ardi dan Naura bergegas ke sana,ketempat dimana Aluna berada.
"Sayang.." Teriak Naura saat sudah melihat Aluna.Aluna berhambur kepelukan Naura dia menangis sesegukan,bahkan matanya sudah sembab.
Tak berselang lama Aluna tidak sadarkan diri dipelukan Naura,Naura tak mengerti ini ada apa,apa yang terjadi pada Anaknya itu.
Aluna dibopong Ardi ke dalam mobil ,Ibu paruh baya tadi menceritakan yang terjadi sama Aluna.
Naura dan Ardi kaget luar biasa,Naura menangis histeris dipelukan Ardi.Ini sungguh kabar yang sangat buruk.
.
.
.
__ADS_1
.
.