
Beberapa hari setelah Arsen dan Alya melakulan aktivitas seperti biasanya,Alya masih tetap bekerja disana,satu persatu mereka siapkan sebelum H-.
Seperti biasa Arsen akan mengantarkan Alya sampai rumahnya. Setelah lelah seharian bekerja.
"Aku turun ya..makasih Calon Suami" Ujar Alya membuat Arsen tersenyum lucu.
"Sama sama calon Istri,selamat istirahat ya" Ujar Arsen selanjutnya.
Alyapun turun dan melambaikan tangan pada Arsen.Sepanjangan perjalanan Arsen merasa tak enak,seperti ada sesuatu.
*
"Alya.." Seru seseorang ,saat Alya hendak masuk ke dalam rumahnya,
Alya menoleh pada sumber suara itu,antara kaget dan tak suka saat melihat orang itu,yang tak lain adalah Ibu Dina,Ibu tirinya.
"Ibu.."Lirihnya.
"Alya,,tolong ibu Alya.." Ucapnya memohon.
Alya menautkan kedua alisnya "Ibu kenapa ?" Tapi Alya mencoba baik baik saja.
Semenjak dirinya mengusir Ibu dan adik tirinya itu,Alya sudah tidak berharap bisa bertemu lagi dengan beliau.Rasa kesalnya tentu masih ada.
Walaupun Alya masih berbaik hati memberikan mereka tempat tinggal,tapi selebihnya Alya sudah tidak mau ikut campur pada mereka.
"Alya,,ibu sungguh minta bantuan kamu lagi,ibu sudah melakukan kesalahan lagi,Ibu sudah meminjam uang lagi pada rentenir itu,dan kini mereka sedang mengejar Ibu Alya,tolong ibu " Ucapnya masih memohon.
Apa apaan Ibu tirinya itu,datang datang meminta bantuan padanya,hello !!kemana aja selama ini saat dirinya tidak pernah perduli pada Alya.
Meskipun tak dipungkiri Alya mengucapkan terima kasih,saat dia berusia 12 tahun ,Ibu Dina sudah mau merawatnya,walau tidak dengan sungguh sungguh.
"Itukan urusan ibu,kenapa datang kesini !!Udah cukup ya bu selama ini Ibu bikin Alya rumit,Alya sudah membantu Ibu terlepas dari mereka,dan kalau sekarang Ibu kembali terjerat pada mereka,itu sudah bukan urusan aku lagi !!jadi lebih baik ibu pergi saja,jangan libatkan aku lagi disini ".
Ibu Dina sedikit terhenyak "Alya,Ibu mohon tidak kah kamu merasa kasihan pada Ibu ?tidakkah kamu lupa dulu kamu aku rawat dengan tangan ku sendiri,dan sekarang begini balasan kamu terhadap aku !!".
Alya tersenyum getir,oh ya ampun kalau dia bukan Orang tua,Alya sudah ingin merobek bibirnya itu.Sungguh Ibu Dina tidak punya rasa malu sama sekali. Ck !!
"Sekarang Ibu mempertanyakan hal itu padaku ?seakan selama ini aku tidak perduli sama Ibu ?Ok,aku ucapkan banyak terima kasih sama Ibu,tapi bukan berarti aku harus mengikuti apa yang Ibu minta lagi,Ibu ingat tidak hutang ibu yang kemarin siapa yang bayar ?dan ibu ingat selama ini siapa yang menanggung Ibu dan Ellen ?dan ibu masih mempertanyakan mana balasan aku ?" Alya sudah tak tahan pada Ibu tirinya ini.
"Kamu perhitungan sekali Alya !!Ibu tau pacar kamu itu banyak uangnya,mintalah padanya cepat,Aku juga tau kamu menjual tubuh kamu padanya ?makanya dia mau membantu kamu,jadi cepat minta lagi padanya !!"
Aisshh..sungguh ya mulut orang ini tidak ada filternya sama sekali,Alya sudah mengepalkan tangannya,kata kata itu sungguh melukai dirinya sendiri.
"Ibu pergilah,sebelum aku melakukan hal yang diluar nalar pada Ibu !!" Decak Alya ,sambil membuka pintu rumahnya.
Tapi sebelum itu,tiba tiba datang mobil hitam mewah dan turunlah,beberapa orang yang berbadan besar menghampiri Alya dan Ibu Dina.
"Ternyata anda disini ?cepat bayarkan ?" Sentak orang itu.
Dan Alya tau betul,siapa mereka..Aihhh,dia benar benar kesal,harus berhubungan lagi sama orang orang macam mereka lagi dan semua gara gara Ibu tirinya itu
***
"Ck..ck..mana pelindungmu itu cantik ?apa kali ini dia akan datang lagi ?" Desis Edwar.
Ya Ibu tirinya itu kembali berulah pada rentenir itu,dan kini malah menyudutkan pada Alya lagi.
"Saya sudah tidak punya urusan sama Ibu Dina,hubungan kita sudah berakhir sejak saat itu ,jadi tolong anda bicara saja dengan Ibu Dina,tidak dengan saya lagi" Tegas Alya.
Ibu Dina membulatkan matanya,Alyanya yang dulu bisa dia tindas seenak jidat,kini sudah berubah,bisa melawan nya.
__ADS_1
Edwar tertawa sinis "Wah..wah..luar biasa,Bagaimana Bu Dina pertanggung jawaban Anda saat ini ?"Tanyanya Pada Bu Dina.
"Sa..saya,sungguh belum punya uangnya tuan,beri saya waktu lagi sebentar saja"Ucap Bu Dina.
"Anda pikir bisa mempermainkan saya Hah !!saya tidak mau tau ,segera bayar secepatnya,kalau tidak maka saya akan ambil anak perempuan mu yang satu lagi,Ingat itu !!".
Sentak Edwar.
"Saya tunggu dirumah .." Desisnya lagi sebelum pergi pada Bu Dina,dan matanya menatap lapar pada Alya.
Lalu dia pergi dengan senyum menyeringai,Alya bisa bernafas lega saat itu,setidaknya Edwar tidak melibatkan lagi dirinya dalam masalah Ibu tirinya itu.
*
Plakkk
Satu tamparan mendarat dipipi Alya,dan pelakunya adalah Bu Dina.Alya menatap tajam dan memegang pipinya yang terasa panas setelah ditampar tiba tiba oleh beliau.
"Apa maksud nya ini !!" Sentak Alya.
"Dasar perempuan so suci kamu,benar benar tidak tau terima kasih !!pake bilang sudah tidak ada hubungan apa apa ,ingat kamu Saya masih Ibu kamu !!"
"Dengar Ibu Dina terhormat,Saya tegaskan saat ini Anda sudah bukan Ibu saya lagi,hubungan kita putus saat ini juga !!" Tegas Alya lagi.
Bu Dina tak terima,dia meradang emosi..dia tarik Alya hingga ke jalan raya,Alya berontak dan berusaha untuk melepaskan cengkramannya,tapi Bu Dina dengan segala emosinya terus menarik tangan Alya. Lalu menaiki Taksi.
Dia membawa Alya ketempat kediaman Edwar,entah apa yang akan beliau lakukan pada Alya.
"Tuan Edwar ..Tuan Edwar.. "Teriaknya dirumah besar itu.
"Ini ada apa ?anda siapa ?dan ada keperluan apa disini ?" Ujar penjaga disana.
"Dimana Tuan Edwar,saya ingin bertemu dengan nya ?"
"Sudah cepat, bilang padanya Ibu Dina ingin bertemu saat ini juga!!" Ketus dia.
"Bu,lepasin..." Pekik Alya,tapi cengkraman tangan Bu Dina sangat kuat sekali. .
"Diam kamu !!" Sentak Bu Dina.
***
"Ars,,cepat kamu segera kesana,tadi zack bilang Alya dibawa Ibu Tirinya itu " Ujar Aldi ditelepon.
Arsen yang baru mengganti pakaian dan hendak akan beristirahat sebentar kaget mendapat telepon dari Aldi,bahkan Aldi bilang Alya dibawa ketempat Edwar.Arsen merasa khawatir,amarah jelas diwajahnya,dia lantas pergi mengambil mobilnya ,dan melajukan dengan kecepatan penuh,setelah dapat laporan dari Aldi.
"Si alan..ba**sat !!" Segala umpatan dia lontarkan disela sela menyetirnya.
***
"Ck,ini yang Saya mau..mangsa yang menarik,dengan senang hati Saya terima,hahahah"Ujar Edwar.
Saat ini mereka berdua sudah didalam rumah besar Edwar.
Alya menahan amarahnya,marah kesal dan emosi menyeruak,saat Bu Dina membawa dirinya dan menyerahkan dirinya sebagai tumbal agar hutangnya lunas.
"Ya,saya dengan senang hati menyerahkan wanita ini padamu Tuan ,bukannya anda sangat menginginkannya Tuan ?" Desis Bu Dina.
Edwar tertawa sarkas,jelas dia menginginkan Alya dari sejak awal.Tapi selalu tak ada alasan untuk membawanya pergi,dan kali ini sungguh anugerah untuk dirinya.
"Dengar Bu,Saya tak sudi menyerahkan diri sàya pada dia,dan Anda Tuan..jangan harap Saya mau pada anda !!" Desisnya.
__ADS_1
"Sayangnya,kamu sudah tidak bisa lepas dari aku,karena sekali kamu memasuki rumah ini,maka kamu tidak bisa keluar lagi !!" Sahut Edwar lagi dengan senyum yang masih menyeringai.
"Kamu akan tau akibatnya Bu..!!" Pekik Alya.
"Apa..apa !!pacar kamu akan datang menyelamatkan kamu ?dia tidak akan berani datang kesini" Ujar Bu Dina lagi.
Bu Dina tidak tau saja siapa Arsen dan benar saja Diluar gerbang sedikit ramai karena kedatangan Arsen disana dengan raut wajah yang penuh emosi,dia mencoba menerobos masuk ke dalam,tapi beberapa pengawal Edwar menahannya .
Tapi beruntung Aldi juga datang membawa beberapa pengawal bawahan Arsen,karena tau situasinya seperti apa.
Dan akhirnya pertarungan pun terjadi,baku hatam pun tak terlerai,Arsen sudah berhasil masuk ke dalam rumah Edwar.
"Alya..!!!" Teriaknya.
Edwar,Bu Dina dan Alya menoleh pada sumber suara itu .Alya tersenyum ,dia yakin Arsen akan datang padanya.
"Ars..tolong aku !!" Pekiknya kemudian.
"Ck..ck,pelindung mu sudah kembali datang ,kenapa orang ini bisa masuk !!!!" Marahnya pada para penjaga.
"Anda sungguh tidak ada kapok kapoknya Bu Dina,kemarin Saya masih berusaha untuk baik baik saja bersikap pada Anda,tapi kali ini Saya tidak akan membiarkan Anda lolos dari Saya !!" Desis Arsen geram pada Bu Dina.
Bu Dina sedikit beringsut mundur,ada rasa takut disana,wajahnya sudah pucat pasi.
Alya hendak akan berlari ke arah Arsen,tapi dicegah oleh pengawal yang disana atas perintah Edwar. "Mau kemana cantik !!kali ini kamu milik ku,dan kali ini aku tidak akan melepaskamu begitu saja !!" Ujar Edwar dengan senyum penuh misteri.
"Lepaskan dia !!dia wanita ku..Saya tidak mau ribut dengan Anda,maka lepaskan dia sekarang ?"Sentak Arsen.
Alya meronta untuk minta dilepaskan,tapi kekuatannya tidak sebanding dengan penjaga itu.
"Tidak !!kini dia milik Saya..dan Saya tidak akan mau menukarnya dengan uang,hahahahah !!"
Arsen semakin geram,hatinya sakit juga saat tangan Alya dicengkram keras oleh pengawal itu,emosinya semakin berkobar.
Lalu dengan gerakan cepat,Arsen berlari ke arah Alya dan ingin melepaskannya,namun tertahan dengan adanya para pengawal Edwar yang lain.
Pertarunganpun kembali terjadi,semakin sengit dan mencekam,Alya menangis histeris saat menyaksikan itu.Sedikitnya Arsen sudah mengantongi beberapa ilmu beladiri,saat dirinya kecil Arka sedikit mengajarinya.
Aldi dan pengawal bawaannya masuk dan mencoba menyelamatkan Arsen ,hingga Arsen bisa bernafas lega dan menghampiri Edwar,dia pun menghajar Edwar,hingga dia tersungkur.
"Lepaskan dia si alan..jangan berani beraninya menyentuh dia !!" Sentak Arsen diseka pukulannya.
Arsen terus memukul Edwar dengan membabi buta,hingga tanpa dia sadari dibelakang sudah ada pengawalnya Edwar yang sudah membawa pisau mau menyerang dan memisahkan Arsen dari Edwar.
"Arsenio...awas....!!!!!!!" Alya memekik hebat,dia belari saat pengawal yang mencengkram dirinya sedang ikut berkelahi.
"Arkhh....." Tusukan itu mengenai perut Alya,Alya mencoba menghalangi Arsen tapi justru dirinya yang kena.
"Alya....!!!" Pekik Arsen histeris dan memangku Alya .
Semua hening menatap pada Alya, "Alya Sayang..please Al bertahan Sayang.." Rintih Arsen dengan memeluk Alya.
"Ars,sebaiknya kita bawa Alya segera kerumah sakit Ars .."Ujar Aldi sama paniknya.
Arspun membopong tubuh ringkuh Alya,"Kalian akan tanggung semua ini !!" Desisnya pada Edwar dan Bu Dina.
Bu Dina syok melihat kejadian ini,rasa takutpun menghampirinya,dan lalu dia dibawa pengawal Arsen Untuk Edwar dia memang tidak bisa berkelahi,karena selama ini dia selalu mengandalkan anak buahnya,dia tersungkur lemas disofa,akibat pukulan Arsen yang kuat.
***
Dibikin tegang dulu ya😁..kan belum mau tamat iya kan...Kalau ada yang bilang kaya sinetron ikan terbang,ya anggap aja kalian saat ini sedang menontonnya,hahaha.
__ADS_1
apa atuh thor ,geje ya !!
gaes jangan ditungguin lagi,aku up besok lagi,sibuk hari ini Maafkan.