
"Aluna..!!
"Mami..!!
"Bi kenapa dengan Aluna dan Mami Bi ?"
"Bibi juga gak ngerti Den,"
Drtdrtdrtdrt
Handphone Arka berdering ,itu dari Agung ,Arka sempat mengabaikannya,namun Agung tak gentar terus menelepon Arka.
Arka terpaksa meneriman teleponnya.
"Ar,Aluna jangan sampai lihat televisi ,atau kalau bisa jangan sampai keluar rumah dulu sementara"
"Maksud loe apa ?"
"Buka internet Ar,jadi loe belum tau?"
"Gue dirumah ,Aluna sama Mami gak sadarkan diri"Dia langsung mematikan telepon,dia juga hendak melihat internet,namun terurung
Tak lama hand phone Arka kembali berdering ,itu dari Ayah Ardi dan Bunda Naura.
Arka terpaksa menerima telepon Bunda ,dia tak mengerti apa yang terjadi.
"Wa alaikum salam Bunda.."
"Ar,Aluna dimana sekarang Nak?"
"Aluna dirumah Bun,dia tak sadarkan diri"
"Astagfirllah,ya udah Bunda kesana"
Perlahan Mami sadar kembali,tiba tiba Bi Sumi Teriak "Astagfirllah Den lihat"
Arka melirik di kaget ,rahang Arka mengeras,dia kepalkan tangannya, amarahnya memuncak.
"Ar..Papi Ar,Mami harus segera pulang ke Malang Ar"Ucap Mami tiba tiba.
"Papi kenapa Mi ?"
"Papi syok mendengar berita itu,dia jatuh Ar,dan sekarang,dia dirumah sakit,Aluna bagaimana Ar ?"Mami melihat ke arah Aluna yang masih belum sadar.
"Ya Allah kenapa jadi begini,ini yang Mami takutkan Ar"
"Mami tenang dulu ya,Biar pengawal yang mengantar Mami pulang ya , Maaf Arka tidak mengantar Mami"
"Kamu disini aja Ar,Aluna lebih membutuhkan kamu,Biar Papi yang Mami jaga"
Tak lama Aluna membuka matanya perlahan ,namun tatapannya kosong dan tiba tiba dia menangis menjerit.
"Aluna Sayang ini aku Lun"
"Lepas...." Sentak Aluna ,dia berlari ke dalam kamar ,dia menangis lagi disana.
__ADS_1
"Aluna.."Teriak Arka dan Mami
Tak lama juga Bunda Naura dan Arsyil datang.
"Luna dimana Ar ?" Tanya nya.
"Di dalam kamar Bun "Arka menunjukannya dan dia juga ikut berlari.
Aluna terlihat menangis dengan kepala berada dilututnya.
"Sayang.."Naura mendekat "Lepas.." Masih sentak Aluna
"Ini Bunda sayang,lihat ini Bunda" Aluna mendongkakan wajahnya ditatap sang Bunda,langsung dia peluk Naura.
"Bunda.."
"Kamu kuat sayang,kamu kuat,abaikan apa yang kamu lihat Nak" Ucap Naura
Arka tak tega melihat Istrinya seperti itu,dia akan mencari tau siapa yang sudah menyebarkan itu,sebuah Aib yang seharusnya orang tidak tau.
Ya diberita itu menyatakan tentang Aluna yang sudah diperkosa seseorang ,namun tidak mengatakan siapa yang memperkosanya.
Tentu itu membuat sebagian para pengusaha yang bekerja sama dengan Papi menjadi pada mundur,karena sang anak menikahi seseorang yang sudah tak sempurna,Alasan yang tak masuk akal memang,karena mereka pikir itu adalah sebuah Aib.
Tapi begitulah dunia bisnis,kabar itu menyebar secara signifikan,semua tau tentang itu,banyak perkiraan yang terjadi,dan banyak pemikiran yang salah disemua orang.
Pikiran Aluna kembali terguncang,selama bertahun tahun dia simpan erat semua itu,selama bertahun tahun juga dia kubur itu semua,namun sekarang dunia tau dipernah dilecehkan.
Aluna sudah sedikit tenang dipangkuan sang Bunda,tak lama Ardi juga datang bersama Randy.
"Aluna lagi sama Bunda Yah.." Terang Arka.
Ardi segera menghampiri keduanya.
"Semua karena Arka Om,Arka harus menghadapi media soal itu ,Arka akan mengatakan laki laki itu Arka"
"Jangan dulu Ar,keadaan masih sangat kacau,mending kita tenang dulu,Om sudah meminta bantuan teman Om untuk menghentikan penyebaran itu"
"Terlambat Om,semua orang sudah tau,"
"Sabar Ar,kita pasti bisa menyelesaikannya"Jelas Randy
Arsyil yang melihat keadaan seperti ini juga tampak marah,siapa orang berani menyebarkan hal ini.
***
Ditempat lain.
"Bagus,kamu sudah bekerja keras terima kasih atas info yang kamu beri"
"Sama sama,itu yang aku mau melihat Aluna hancur sehancurhancurnya"
Telepon tertutup.
"Hahahah...Arka ,arka loe pikir kalian bisa hidup bahagia ?dan apa yang kamu lihat dari dia,dia bahkan sudah tak suci lagi,kenapa kamu lebih milih dia dari pada aku Arka ...!!!!!" Teriak Nisa
__ADS_1
Ya orang yang berada dibalik ini semua Nisa dan tentu Vina,Vina mengetahui Aluna yang sudah diperkosa dulu,tapi memang mereka tidak tau kalau Arka lah pelakunya,Vina hanya tau Aluna diperkosa saja.
Dengan bantuan Vina ,Nisa melancarkan aksinya dengan menyewa seorang wartawan,dan menyebarkan ke media ,kalau Menantu Atmadja Corp sudah tidak perawan ,dan memanfaatkan keluarga Atmadja untuk menutupi Aibnya .
Dia membalaskan dendam hatinya dan juga Papinya,kini dia bisa tertawa melihat kehancuran Aluna dan Arka.
***
Aluna sudah tertidur ,dia tidak mau bertemu Arka,dia minta untuk pulang ke rumah bersama Naura dan Ardi.
"Maafkan kami Pak,karena kelakuan anak kami kalian yang harus menanggungnya" Ucap Mami sambil terisak.
"Sudahlah Bu,kalau semua orang harus tau akhirnya mau bagaimana lagi,semua tidak akan bisa kembali ke semula kan,kini kita cari cara saja bagaimana meredamkan mereka,walaupun aku sendiri takut,Aluna yang akan lebih di cemooh oleh semua orang"Jelas Ardi.
"Arka yang akan meredamkan nya Yah,Arka akan bilang pada media semua kejadiannya,supaya mereka tidak menghakimi Aluna saja"
"Tapi bagaimana nanti dengan perusahaan juga dengan keadaan Papi Kamu Ar ?" Tanya Naura
"Iya itu bisa jadi lebih membuat tambah buruk Ar,Ayah yakin lambat laun orang orang akan lupa "Jelas Ardi.
"Tapi Ayah,aku gak bisa melihat Aluna seperti ini,aku ingat dan janji akan membahagiakan Aluna Yah"
"Ayah tau Ar,tapi kita tunggu sebentar ,kita cara lain untuk meredakan masalah ini"
***
Mami sudah pulang ke Surabaya untuk menemani Papi disana,keadaan perusahaan juga sedang terguncang,karena masalah itu beberapa proyek sempat terhenti.
Aluna masih berada dikamar bersama Bunda,Bunda meminta untuk menginap disana ,karena Aluna masih merengek untuk tetap bersama Naura.
Arka masuk ke dalam kamar "Bun,boleh aku bicara sama Aluna ?"Pinta Arka pada Naura.
Naura menatap ke Aluna "Sayang ,Arka mau bicara sama kamu Nak ?"
Aluna menggelengkan kepalanya,Namun Arka mendekat "Lun,Maafkan kejadian yang melukai kamu harus terulang,aku akan berusaha menyelesaikannya Sayang,percaya lah" Jelas Arka.
Lantas sedetik kemudian Aluna memeluk Arka,dia menangis dipelukan Suaminya itu. Naura memilih undur diri dari sana,dia memberi waktu untuk keduanya.
"Percayalah sama aku Lun "
Aluna menganggukan kepalanya.
"Kalau kamu mau dirumah Bunda untuk sementara boleh gak apa apa,jangan dulu pergi keluar ya,aku gak mau lihat kamu seperti ini"
"Terus bagaimana dengan kamu Kak ,aku disini saja dengan Kakak"
"Aku ingin bersama menemani kamu,tapi aku juga harus menyelesaikan masalah ini Sayang,untuk sementara bersama Bunda dulu ya,Aku juga harus ke Surabaya untuk melihat Papi,gak apa apa kan ?"
"Papi ?Papi kenapa ?"
"Hanya sedikit syok Sayang,"
"Ya udah aku dirumah Bunda aja,Kakak ke Surabaya aja"
"Iya,tapi gak sekarang"
__ADS_1
***