
Surabaya
Arsen sampai dirumah keluarganya ,dengan kemeja yang sudah tergulung lengan nya,jasnya dilampirkan dilengan kanan beserta tasnya.
Rambutnya sudah acak acakan ,"Den Arsen baru pulang ?" Sapa Bi Narsih
"Eh,iya Bi..maaf ya tadi gak makan malam disini,Alya sudah tidur bi ?"
"Kayanya sudah Den,tadi sehabis makan malam,dia langsung ke kamarnya Den"
"Baiklah,aku mau keatas dulu,Bibi segera istirahat lah"
Bi Narsih hanya mengangukan kepalanya,Araen merebahkan tubuhnya ditempat tidur,keinginannya untuk bisa bertemu dengan cinta pertamanya ,sudah terjadi.
Aranya yang imut kini menjelma menjadi sosokm yang dewasa dan cantik,tak dipungkiri Arsen sempat terpesona padanya.
Ara memang tumbuh menjadi wanita cantik,perwatan yang dia lakukan selama ini,membuahkan hasil,pria manapun pasti terpesona padanya.
Hatinya masih pada Arsenio,teman masa kecilnya juga ,dan mereka sempat berjanji untuk saling menunggu.
Arsen sudah mengganti pakaiannya dan dia merasa kehausan,dia pun akan turun kedapur untuk mengambil air minum.
Di depan kamarnya dia berpapasan dengan Alya "Ar,baru pulang ?"
"Hmmm..."Hanya deheman yang Arsen berikan.
"Emang kamu dari mana ?" Tanya Alya.
"Bukan urusan kamu,dan kamu hanya sekretaris aku yang kamu tau hanya soal pekerjaan saja"Ketus Arsen.
"Ah,iya aku hanya sekretaris kamu saja"Desis Alya
"Ya kamu hanya Sekretaris aku"Arsen semakin menekan kata itu.
Entah saat itu Arsen sedang badmood dan pikirannya sedang kacau setelah bertemu lagi dengan Ara.
__ADS_1
Alya hanya menundukan kepalanya,dia pantas diperlakukan seperti itu.
***
"Al,hari ini aku mau makan siang sama Ara,kamu bisakan mengatur beberapa hal disini ?mungkin juga aku akan telat kembali lagi ke kantor "Ujar Arsen.
"Baik Pak akan saya lakukan ,ada lagi Pak ?" Jawaban dan sikap Alya agak berbeda hari itu,dan Arsen bisa merasakannya.
"Tunggu dulu Al,,"Arsen berdiri dan menghampiri Alya "Apa kamu sedang cemburu pada Ara ?" Tanyanya pada Alya ,saat ini mereka sudah berdekatan.
"Hah,cemburu !!untuk apa aku cemburu ,tidak ada yang perlu dicemburui dan memang nya aku siapa kamu,aku kan hanya sekretaris kamu,eh Bapak" Cetus Alya.
Arsen tertawa "Alya,Alya..bilang saja seperti itu tak usah pura pura,Ara itu teman masa kecil ku dan mungkin cinta monyet ku,kami bahkan punya janji,tapi aku tak berniat menepati janji itu,saat ini aku hanya sedang temu kangen dengan nya,bagaimana pun dia pernah menjadi teman masa lalu ku ,dan harus kamu tau yang aku sukai masih kamu Alya" Ucapnya tegas.
Alya terperangah antara senang dan tidak ,tak terasa dia sudah tersenyum simpul.
"Tolong Pak,jangan mendekat..dan jangan memberi harapan palsu pada semua orang,mungkin saja aku bisa jatuh cinta lagi sama Bapak.."Ujar Alya terus terang.
Deg
"Alya.."
"Sudah Pak,lebih baik Pak Arsen selesaikan dulu masalah Bapak bersama Ara,jangan memberi harapan lebih pada Saya,terima kasih" Ucap Alya ketus ,lalu melangkah pergi dari sana.
Arsen masih mematung disana dan menatap kepergian Alya dari sana.
Siang harinya Arsen pun makan siang bersama Ara,tapi pikirannya tertuju pada Alya,dia terus kepikiran soal perkataan Alya,sehingga makan siang itu menjadi tak nyaman baginya
***
Dan hari hari berikutnya Arsen dan Ara masih berjalan bersama,Ara selalu mengikuti Arsen kemana pun dia pergi,malah dia terlihat manja sekali.
Jujur Arsen risih akan sikapnya Ara yang seperti itu,bohong kalau dia tidak bilang,kalau dia tidak bahagia saat bertemu lagi dengan Ara.
Ara memang cinta pertamanya Arsen,tapi itu dulu sejak dia masih kecil dan janji itu mereka ucapkan sejak kecil,jadi Arsen berhak memberi keputusan pada Ara.
__ADS_1
Hatinya sudah terjawab siapa yang akan dia pilih nanti antara Alya dan Ara.
***
Diperkirakan akan satu minggu diSurabaya ternyata lebih dari itu,keadaan perusahaan disana benar benar diambang kehancuran.
Beruntung Arsenio bisa menyelesaikannya dengan baik,meski dia disibukan dengan semuanya.
Selama 10 hari mereka disana,dan selama itu juga semenjak pertemuannya dengan Ara ,mereka sering jalan berdua dan Alya jadi terabaikan.
Posisi Alya memang dia tidak punya hak apapun untuk sekedar mengeluh ataupun melarang Arsen,karena dia bukan siapa siapa Arsen saat ini,dia hanya seseorang yang pernah singgah dihati Arsen,dan kini dia juga tidak tau bagaimana perasaan Arsen padanya,semuanya masih abu abu walau Arsen pernah mengatakannya.
Hari ini mereka berdua akan kembali ke Bandung,karena masalah perusahaan sudah beres.
"Bi Narsih ,Pak Jaka kami pamit pulang ya,terima kasih selama disini sudah menjamu dan melayani kita dengan baik,dan maaf kalau kami merepotkan kalian" Tutur Alya.Arsen pun sama mengucapkan rasa terima kasihnya
"Sama sama Neng Alya ,Den Arsen kita senang kalian ada disini,rumah jadi terasa hangat,kapan kapan kalian harus kesini lagi ya" Ujar Bi Narsih.
"Insya Allah Bi,paman..kami pamit ya,Assalamualaikum " Ujar Alya dan Arsen
Ara pun ikut mengantarkan mereka ke Bandara,Arsen mencoba sedikit menjauhi Ara.
"Nio,tapi kapan kapan aku bakalan main kesana ya" Seru Ara saat diBandara
"Iya itu hak kamu,aku tunggu saja ya,aku pamit dulu" Tutur Arsen.
"Aku pasti bakalan kangen kamu Nio.." Ucapnya lagi sambil bergelayut manja dilengan Arsen.Membuat Arsen risih ,lalu dengan perlahan dia melepaskan tangan Ara.
"Aku pulang ya..bye Ara.." Ujar Arsen ,pamitan pada Ara,Ara mau mencoba memeluk Arsen,tapi dia menepisnya,Ara sempat cemberut.
"Ara aku juga pamit ya "Ujar Alya.
Ara pun melepaskan kepergian Arsen,dia berharap banyak pada Arsen.
***
__ADS_1