Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 16


__ADS_3

Penyesalan Arka


Satu minggu sudah Arka di Kota Surabaya,dia menjalankan keseharian seperti biasanya,namun hatinya bergemuruh,selalu mengingat akan Aluna.


Hari itu Papi dan Maminya datang menjenguk Arka di Surabaya.


"Arka ,Papi sudah tahu siapa dalang yang merekam dan menyebarkan video kalian kemarin,Papi sudah memberi pelajaran padanya" Saat mereka berbincang bincang .


Arka memandang Papinya,dia hanya menanggukkan kepalanya.


"Pelakunya teman sekolah kamu,bernama Dika "


Deg


Apa Papinya bilang yang menyebabkan Arka seperti itu Dika !! Lalu Aluna ??


"Serius Pap ?Papi dapat info dari mana ?"


Hatinya gelisah,hatinya bergemuruh tak menentu, tubuhnya bergemetar hebat.


"Apa sih yang gak bisa Papi lakuin Ka,makanya kamu jangan buat ulah Arka"


"Tolong jelaskan Pi"


"Jelaskan apa ?Papi sudah cari tau info itu,anak buah Papi menemukan bukti ,belum lagi anak itu sudah mengakui secara terang terangan" Jelas Papi


Brugggg


Tubuh Arka terhuyung ke lantai,dia merasakan sesak di dadanya,rasa bersalah menyelimutinya,air mata nya mengalir membasahi seluruh pipinya.


"Arka kamu kenapa sayang ?" Tanya Mami


"Ka,kamu kenapa ?" Tanya Papi juga


"Pi,ijinkan Arka ke Bandung sekarang Pi,ada hal yang harus Arka selesaikan,Arka mohon Pi "


"Gak bisa Arka ,urusan apa yang belum selesai ?biar anak buah Papi yang bereskan"


"Gak Pi,ini hanya Arka yang bisa menyelesaikannya , Arka mohon Pi"


"Begitu pentingkah itu Arka ?"


" Sangat penting Pi,aku mohon Pi" Mohon Arka


"Baiklah tapi tidak pergi sendiri dan hanya satu minggu disana,setelah itu kembali lagi kesini"


Arka menghela nafas berat "Baiklah ,terima kasih Pi"


***


Arka ditemani pengawal /anak buah Papinya,dia membawa dan mengendarai mobil sportnya dilajukannya ke kota Bandung tujuan pertamanya ke arah sekolah lamanya.Dia bertanya ke teman teman sekolahnya terutama teman teman Aluna,dia mencari tau keberadaan Aluna.

__ADS_1


"Aluna udah gak masuk sekolah,katanya sakit,jadi kita gak tau" Jawaban hampir sama dari teman teman nya Aluna.


Arka menanyakan dimana alamat rumahnya Aluna, namun mereka tidak mau memberitahunya.Dadanya semakin sesak,dia merasa bersalah,sangat merasa bersalah, andai waktu bisa dia ulang ingin dia kembali dimasa kejadian itu.


"Maafkan aku Aluna,Maaf " Kata kata itu yang selalu dia ucapkan selama seminggu itu.


Selama satu minggu yang Papinya berikan,dia tidak mendapatkan satu pun informasinya tentang Aluna,hatinya berkecamuk dia sangat ingin datang meminta maaf pada Aluna,dia akan siap akan hukuman yang akan dia dapatkan.


Karena dia gagal menemukan info tentang Aluna, maka dia memutuskan untuk menyerahkan diri pada pihak berwajib,Siang itu dia mengendarainya mobilnya menuju ke kantor polisi. Dia pikir mungkin dengan cara itu dia bisa bertemu dengan Aluna dan meminta maaf darinya.


Dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya, namun saat dipertigaan dia tidak menyadari adanya mobil yang berkecepatan tinggi juga dan tak ayal kecelakaan pun terjadi.


Mobilnya terguling guling,tubuhnya terluka parah,Namun matanya sempat terbuka saat orang orang sekitar membantunya.


"Aluna,Maaf Maafkan aku" Kata yang terucap sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri.


Arka dibawa ke Rumah sakit terdekat,langsung dilarikan ke UGD,dokter yang saat itu jaga langsung memeriksa Arka.


Pihak Rumah Sakit menelepon keluarga Arka berkat dari handphonenya.


Karena jarak yang lumayan jauh dan Arka harus segera di operasi,maka Dokter meminta persetujuannya lewat telepon untuk mengoperasi Arka,karena luka dikepalanya terlihat parah maka diharuskan di operasi .


Setelah beberapa jam perjalanan Mami dan Papi sudah sampai diBandung mereka terlihat panik,mereka masih menunggu diruang tunggu dan beberapa jam kemudian operasi selesai. Dan Dokter menyatakan operasinya berhasil .Arka dipindahkan ke ruang rawat inap.


Selama beberapa jam Arka masih belum sadarkan diri,Dokter kembali memeriksanya. Dan dokter menyatakan kembali Arka dalam keadaan koma.


Syok pastinya yang dirasakan kedua orang tuanya,mereka hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban.


***


"Aluna,maafkan aku"


Mami dan Papi bingung siapa yang Arka sebutkan.Dia sudah bisa makan dan minum.Beberapa bulan kemudian lagi anggota tubuhnya sudah pulih semua.


Dia sudah diperbolehkan pulang,Namun dia menjadi pribadi yang berbeda,sering melamun dan lebih banyak diam,seperti layaknya mayat hidup.


Orang tuanya Arka membawanya pergi dari Bandung dan memilih tinggal lagi di Surabaya.Dan selama lima tahun itu juga Arka sama halnya dengan Aluna hanya menghabiskan waktunya didalam rumah,bedanya Arka selalu diselimuti rasa bersalahnya pada Aluna. Kata maafnya belum terucap dan belum terbalaskan.


Selama lima tahun itu juga Arka diam membisu, pikirannya terus berkecamuk akan kesalahannya.Itu hukuman untuk nya,Doa yang Aluna panjatkan terkabul,Arka hidup dalam rasa bersalahnya yang teramat dalam.


***


Lima Tahun kemudian


Arka Dafa Atmadja



Dia terlahir dari keluarga Orang berada,maka sifat sombongnya sangat melekat didirinya.Namun kesombongan yang dia punya menjadi malapetaka untuk dirinya sendiri,dia harus menanggung semua akibat perlakuannya sendiri.


Lima tahun lama nya dia terus dihantui rasa bersalah,dia bukan Arka lagi yang terkenal sombong, justru dia menjadi orang yang seperti mayat hidup,banyak diam,banyak melamun.

__ADS_1


Tidak hanya lima tahun dia dihantui rasa bersalah saat ini pun sama rasa bersalahnya masih menyelimuti hatinya.


Hari hari setelahnya dia lewati,Mami dan Papi menghadirkan Nisa teman masa kecilnya Arka untuk menemani Arka,kehadiran Nisa sedikit membuat Arka mau banyak bicara.


Arka masih tinggal di Surabaya,karena kecelakaan itu dan Papi memutuskan untuk tetap dia tinggal di Surabaya,Sang Mami terus berusaha ada disamping Arka,dia sadar selama ini waktunya terbuang untuk hal yang bersifat sementara,selama lima tahun Arka mendapatkan dukungan dari sang Mami dan juga Nisa.


"Aluna kamu dimana ?tolong maafkan aku,aku akan bertanggung jawab" Lirihnya setiap malam.


Setelah kesadarannya kembali normal,Arka terus berusaha mencari keberadaan Aluna,namun hasilnya tetap sama.


***


Saat ini perusahaan sang Papi sedang melaksanakan hari jadinya maka akan diadakan sebuah pesta besar besaran sekalian mau mengumumkan sesuatu.


Ya Mami dan Papi sudah berencana akan mengumumkan soal pertunangan Arka dan Nisa, mereka merasa Arka dan Nisa saling cocok,Mereka juga sangat berterima kasih pada Nisa karena sudah mengembalikan Arka seperti dulu.


"Mami kenapa tidak membicarakannya lebih dulu sama Arka,kenapa main memutuskan sendiri,Arka tidak punya hubungan lain selain teman dengan Nisa Mi,Maaf Arka tidak bisa" Tegas Arka


"Arka Mami sudah menyebarkan undangan,kamu gak bisa maen membatalkan begitu saja,Nisa suka sama kamu Arka,Mami juga setuju dia jadi pendamping kamu"


"Tapi Arka gak suka sama dia Mi,Arka hanya menganggap dia sahabat Arka,Arka mohon Mi jangan"


"Gak bisa Arka,ini harus tetap terlaksana jangan buat Mami malu,kamu harus melakukannya,hanya pertunangan saja,kalian bisa lebih saling dekat kan setelah ini"


"Gak Mi ,Arka gak mau,Arka udah punya seseorang yang Arka suka,Arka sedang mencarinya Mi" Tanpa sadar dia berbicara seperti itu .


"Gak ya Arka,sekali gak tetap gak,kamu harus nurut sama Mami"Tekan Mami


"Baiklah Arka mau,tapi Arka minta satu syarat"


"Apa ?"


"Arka mau tinggal diBandung"


"Bandung?Gak bisa Arka Nisa kan ada disini"


"Ya udah berarti Arka gak mau"


Mami menghela nafas berat "Ya sudah"


Arka hanya bisa mengikuti kemauan sang Mami,ok hanya pertunangan saja,dia bisa memutuskannya kapan saja.Dia akan berjuang untuk mencari Aluna dan memohon pengampunannya.


Dia yakin suatu saat nanti dia akan menemukannya dan jika itu terjadi dia akan menembus semua kesalahannya,dia akan menerima hukumanya lagi,dan jika dia harus menikah dengan Aluna,maka dia siap untuk itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2