
Waktu berganti dengan cepat,sudah menjelang dua tahun pernikahan Arsen dan Alya ,tapi masih belum menunjukan tanda tanda kehamilan Alya.
Walaupun Arsen tidak pernah memaksakan hal itu dan tidak pernah membahas itu,tapi sedikitnya Alya tetap merasa sedih.
Tiap bulan Alya selalu harap harap cemas pada kemungkinan dia bisa hamil,dan tiap telat datang bulan Alya langsung mengeceknya ,tapi hasilnya nihil hasilnya negatif.
Seperti tahun lalu.
Alya sudah telat haid dua minggu dan dia sangat berharap banyak saat itu,Alya pun hendak akan memeriksanya dengan Test pack.
Saat itu ada Arsen,Arsen pun sama merasa harap harap cemas,bagaimana pun dilubuk hatinya dia juga menginginkan kabar baik itu.
Alya menatap lemah pada test pack itu,garis itu masih menampakan garis satu,dan dia terduduk lemah saat itu dicloset.
Dia kembali meneteskan air matanya merasa sudah gagal lagi.
Dia keluar dalam kamar mandi,dan Arsen langsung menghampirinya.
"Bagaimana Sayang.."Serunya pada Alya.
Alya menunduk sedih,lagi lagi dia memberikan kabar buruk pada Arsen.Dia pun memperlihatkan hasil itu pada Arsen.
"Maaf.."Lirih Alya ,lagi lagi hasil test itu negatif,
Arsen menghela ,lalu memeluk Alya "Gak apa Sayang,jangan berkecil hati,masih bisa mencoba lagi"Tutur Arsen meyakinkan Alya.
Dan sejak itu mereka melakukan pemeriksaan pada Dokter Kandungan,dan Dokter bilang hasilnya keduanya tidak ada masalah ,hanya saja belum dikasih kepercayaan pada mereka.
#Flashback Off
***
"Al Sayang.."Seru Arsen
"Apa Ars,kamu teriak teriak gitu,aku denger kamu Sayang"Sahut Alya yang sedang merapikan baju Arsen.
Arsen terkekeh "Besok kerumah Bunda yuk,aku tau kamu jenuh dirumah,sekalian disana Bunda ada kumpul kumpul gitu sama teman arisannya,mau kesana ?"
"Emmmm,Boleh tuh Ars,aku memang bosan dan jenuh diam dirumah,andai kamu mengijinkan aku kerja lagi deh "Ujar Alya.
Arsen mengelus rambut Alya "Aku hanya tak mau kamu kecapean Al"Kilahnya.
Alya hanya mengangguk "Iya..iya deh tau,ya udah yuk kita tidur"Ajak Alya.
"Yah,kalau gak lagi haid udah aku sergap kamu Al "Seloroh Arsen.
Alya terkikik geli "Kasihan deh,adik kecilnya puasa lagi"sahut Alya sambil memegang Adik kecil Arsen.
"Al..kamu jangan pegang pegang,kalau sampai berdiri ,kamu harus tanggung jawab loh"Decak Arsen.
__ADS_1
Alya langsung berlari dan lalu menidurkan dirinya dan menyelimutinya juga.Arsen pun mengikuti Alya,lalu menggelitik Alya hingga mereka tertawa bersama sama.
***
Alya sudah dirumah Bunda Aluna,setelah tadi Arsen mengantarkannya sampai rumah.
"Tiap bulan kumpul kumpul begini Bun ?"Tanya Alya sambil membantu menyiapkan makanan untuk para tamu Aluna.
"Iya Sayang,tapi tiap bulan bergantian,bergiliran tiap rumah kerumah,dan kebetulan bulan ini dirumah Bunda"Jelas Aluna.
"Oh,gitu Bun..seru ya kayanya jadi gak bosan"Seru Alya.
"Kenapa kamu sedang bosan Sayang ?"
"Iya Bun,Aku inginnya kembali bekerja tapi Arsen melarangnya "Desis Alya.
"Iya kalau kamu bosan,sering main aja kesini,kan ada Syila dan juga Queen"
"Iya Bunda.."
Tak lama teman teman Aluna datang,dan tentu mereka ibu ibu sosialita,saling menampilkan barang barang mewah mereka.
Aluna pun menghampiri mereka dan saling bertukar salam satu sama lain.Lalu Alya ikut disana.Dan memberi salam pada semua.
"Ini mantu kamu yang cantik itu ya ?"Ujar Tante Farah
Alya menunduk malu "iya iya,makin cantik aja ya
..waktu itu ketemu pas lagi nikah "Seru Tante Alin selanjutnya.
"Iya dong mantu jeng Luna itu memang cantik,pantas saja Arsenio begitu setia"Celetuk Tante Rara.
Aluna terkekeh,dan Alya masih malu malu.
"Percuma cantik juga kalau belum hamil dan punya anak,padahal udah dua tahun ini"Celetuk Tante Mila sinis.
Semua Teman teman Aluna menatap tajam pada Tante Mila.Alya juga menatap nanar pada Tante Mila.
"Maksud anda apa Jeng Mila ?'Decak Aluna.
"Ya maksud saya ,Anak jeng Luna sama Mantu jeng ini sudah menikah selama dua tahun ini kan,tapi belum punya anak juga,anak saya aja yang baru nikah lima bulan ,sudah hamil ..apa jangan jangan mantu jeng luna itu.."Perkataannya tertahan oleh tamparan Aluna dipipinya.
Semua menatap kaget pada apa yang Aluna lakukan begitu juga dengan Alya,hatinya memang sakit saat Tante Mila bilang seperti itu.
"Anda apa apain sih Jeng Luna ?"Sungut Tante Mila tak terima.
"Anda yang apa apaan,jaga mulut anda,jangan asal bicara yang tak jelas,bicara anda ini bisa menimbulkan kesalah pahaman"Balas Aluna.
"Benar Jeng Mila,anda jangan bicara seperti itu,anda tidak tau permasalan yang sebenarnya"Decak Tante Rara menimpali.
__ADS_1
"Loh,memangnya aku salah !!benar kan,dua tahun menikah tapi belum hamil hamil,keduluan anak saya yang sudah hamil lagi,apalagi kalau bukan salah satu dari mereka yang mandul ?"Sungutnya lagi.
Deg
Alya begitu sakit mendengar itu semua,hatinya sungguh sangat terluka sekali,dia mencoba menahan air matanya yang sudah menumpuk dipelupuk matanya.
Aluna hendak mau menampar Tante Mila.lagi,tapi ditahan Alya .Alya menatap pada Aluna dan menggelengkan kepalanya.
"Mereka.tidak ada yang mandul"Seru Tante Agnes yang memang selaku Dokter Kandungan dan juga dokter yang menangani Arsen dan Alya untuk berkonsultasi.
"Mereka sudah sama sama periksa pada Saya,dan saya sudah memastikannya mereka baik baik saja ,dan tidak ada masalah apapun,jadi anda jangan asal bicara Jeng Mila"Desisnya lagi.
Semua menatap sinis pada Tante Mila,Tante Mila memang yang paling sadis dalam hal tentang gosip dan bicara.
Tante Mila berdecak.kesal "Ah,tetap saja ..dia belum bisa hamil juga"Sungutnya lalu pergi dari sana.
Aluna mengepalkan tangannya menahan amarah,dia tidak suka menantunya dihina begini.
"Bunda,tante tante maaf Alya pamit ke kamar dulu"Ujar Alya yang tidak bisa menahan air matanya itu.
Didalam kamar Arsen dia menangis sampai sesegukan,sungguh sangat sakit. Dengan menekuk lututnya dan dia menangis disana.
Diruang tamu.
"Jeng Luna,kita lanjut nanti saja ya,untuk pembayaran lewat transfer aja ya,Maafkan kami sudah melukai menantu Jeng Luna"Tutur Tante Farah .
"Iya Jeng,benar apa kata Jeng Farah,Alya butuh kamu sekarang ,tenangkan dirinya Jeng"Sahut Tante Rara selanjutnya
"Makasih ya kalian sudah mengerti situasi ini"Ujar Aluna.
Lalu mereka saling berpamitan undur diri,dan memberi pengertian pada Aluna.
*
Aluna pun ke kamar Arsen ,dan terdapat Pintunya terkunci,Aluna menghela dan akhirnya dia memilih untuk menunggu Alya diluar kamar.
Mungkin Alya butuh waktu saat itu,dan Aluna memberikannya waktu.
Sore hari Arsen pulang kerumah Aluna dan akan menjemput Alya.
"Alya dimana Bun..?"Tanyanya sesaat sudah sampai dan sudah sapa salam pada Aluna.
Aluna sempat terdiam "Ars,maafin Bunda ya.."Lirih Aluna sambil meneteskan air matanya.
"Maaf kenapa Bun ?"Tanya Arsen bingung
Aluna pun menceritakan semuanya pada Arsen,Arsen menggeram marah,sungguh kesalahan dia membawa Alya kerumah Aluna,diapun berlari ke kamarnya.
***
__ADS_1