Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^Eps 39


__ADS_3

"Selamat pagi Bi.." Sapa Aluna saat sudah selesai Shalat dia lantas turun ke dapur untuk membantu Bi Sumi .


Setelah melewati beberapa hari liburan,kini mereka harus kembali.


Dan hari ini hari pertama dia dan Arka memulai lagi aktivitas seperti biasanya,kembali ke rutinitas sebelumnya,Arka yang sudah selesai Shalat malah tertidur lagi.


"Eh pagi Non,Non mau ngapain ?" Dirumah yang luas ini terdiri dari beberapa pelayan,Bi sumi adalah kepala pelayan dirumah itu,dan beberapa pelayan lain nya,dibagi beberapa pekerjaan.


"Aduh Bi jangan panggil Non dong,panggil Luna aja ya,aku mau bantuin Bibi dong,mau nyiapin buat Suami"Aluna terkekeh saat bilang Suami.


"Gak Non,Bibi harus tetap menghormati tuan rumah,apalagi Non Istri Den Arka"


Aluna memegang tangan Bi Sumi dengan lembut.


"Bi,kita didunia ini sama,gak ada yang dibeda bedakan,yang harus aku hormati itu justru Bibi,jadi Bibi jangan manggil aku dengan sebutan itu ya,bisa panggil sebutan lagi gak,kalau emang Bibi gak mau panggil aku Luna,asal jangan itu"Tutur Aluna.


"Baiklah bagaimana kalau Bibi panggil Dek Luna aja ?"Usul Bibi.


"Boleh Bi,aku bantu ya " Pintanya lagi Bi Sumi.


"Ya apa boleh buat kalau Dek Luna mau bantu"


Dan pagi itu Aluna membantu Bi Sumi,tapi ternyata bukan membantu justru dia yang dibantu Bi Sumi,karena dia terus memaksa ingin memasak spesial buat sang Suami,Bi Sumi terus terkekeh melihat Aluna.


"Duh Bibi seneng banget Den Arka milih Istri seperti Dek Luna,udah cantik, baik,pinter masak lagi,Istri idaman banget deh"Puji Bi Sumi,membuat Aluna malu.


"Bibi bisa aja,aku udah terbiasa aja kok"


Dan saat tak lama Arka turun ke bawah dia tau Aluna sedang di dapur karena tadi Aluna sempat ijin,tadinya Arka menolak tapi lagi lagi Aluna memaksa.


"Hei,gadis cantik.."Ucapnya sambil melingkarkan tangannya diperut rata Aluna.


"Duh Kak Arka lepasin,malu ada Bi Sumi juga pelayan lain"Bisik Aluna.


"Kenapa harus malu ,udah sah ini iya kan Bi ?"


Bi Sumi hanya tersenyum menanggapinya.Dan bisikan bisikan para pelayan disana sedikit menggema.


"*Duh enak ya yang jadi istrinya Tuan Arka"

__ADS_1


"Iya,tapi beruntung ya Istrinya itu orang baik"


"Iya Istrinya itu yang bisa merubah Tuan Arka,dulu kan dia sombong banget,nyapa kita aja gak pernah"


"Iya ya,Istrinya membawa hal yang baik untuknya*"


Begitulah kiranya bisikan bisikan para pelayan,setelah selesai menyiapkan makanan ,Arka dan Aluna kembali ke kamar.


"Kamu udah mandi Kak ?"


"Udah ,tadi pas kamu turun aku bergegas mandi deh"


"Ya udah ,mau pakai baju yang mana hari ini?"Tanya Aluna.


"Yang mana aja deh,yang kamu pilihkan bagus kok untuk aku"


Aluna menyiapkan pakaian kerja sang Suami,juga pakaian kerja untuk dirinya sendiri.


"Kak,bagaimana ya tanggapan teman teman kantor,aku takut mereka berpikiran buruk sama aku"


"Sayang ,jangan dengerin omongan orang lain deh,kan kita yang menjalaninya bukan mereka,terserahlah mereka mau bagaimana,mereka sendiri kok yang rugi "Tutur Arka.


Dan setelah selesai sarapan,mereka bergegas pergi untuk bekerja,dengan menaiki mobilnya Arka.


***


^Di Kantor^


Benar saja apa yang Aluna takutkan,banyak bisikan bisikan yang tidak mengenakan dari beberapa pegawai yang hidupnya suka ikut campur urusan orang.


Saat Aluna turun dari mobil saja orang orang yang melihat nampak sinis dan tidak suka.


"*Eh..eh lihat deh ternyata ya dia bisa bekerja disini karena berhasil menggoda anak Bos,terlebih nih ya dia nikah sama anak atasan kita"


"Iya ya,padahal kan sebelumnya juga Tuan Arka sudah bertunangan,terus dalam waktu singkat mereka putus,terus tak lama kemudian dia menikah dengan wanita itu ,yang notabennya hanya pegawai magang disini"


"Iya dan kayanya nih dia pakai tubuhnya untuk bisa bekerja disini"


"Iya lagian Tuan Arka itu kan anak atasan kita,dia cuma pegawai biasa,mana mau coba,kecuali dia punya jampe jampe ,atau dia jual tubuh nya sendiri"

__ADS_1


"Kasihan ya mantan tunangannya itu,udah diselingkuhi lalu ditinggal menikah* !!"


Aluna jelas bisa mendengarkan mereka,karena saat ini dia sedang berada di toilet wanita.Dia hembuskan nafasnya perlahan,kenapa sih orang orang hanya melihat dari sisi lain aja.


Kenapa juga harus mengikut campuri urusannya,kalau tidak tau kejadian yang sebenarnya.


Selama jam kerja Aluna terlihat murung,dan Arka bisa melihat itu. Arka menyuruh Aluna ke ruangannya.


Masuklah Aluna ke dalam ,setelah sebelumnya diperbolehkan masuk.


"Sayang,kamu kenapa muka kamu kusut begitu ?gak enak badan kah ?" Tanya Arka khawatir.


Aluna hanya diam,Arka menggiringnya duduk di sofa ruangannya.


"Kamu kenapa hem ?"


"Aku gak apa apa Kok Kak,kakak ada apa memanggil aku ?" Aluna hanya ingin menunjukan kalau dia baik baik saja.


"Kamu bohong ada yang kamu sembunyikan iya kan ?ada orang yang membicarakan kamu kah ?"


Aluna tidak bisa lagi berbohong pada suaminya itu,lantas dia peluk sang Suami dia menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Arka.


Arka merasa meringis kala Aluna menangis seperti ini,dia balas pelukan istrinya dan memberi belain lembut pada punggung nya.


"Aku tak mengerti kenapa orang orang masih berpikiran buruk sama aku,apa tidak bisa mereka tidak ikut campur"Keluhnya sesaat dia sudah sedikit mengontrol emosinya.


"Siapa yang membicarakan kamu ?ayo bilang Yank ,siapa ?" Desak Arka merasa tak terima Istrinya dibuat menangis begini,padahal dia sudah berjanji akan membuat Aluna bahagia.


Aluna hanya menggelengkan kepalanya,"Kamu jangan berbuat yang aneh aneh Kak"


"Gak bisa gitu Yank,mereka sudah menghina kamu kalau begini,aku akan adakan pengumuman dikantor ini,biar tidak lagi yang menganggap kamu buruk"Jelas Arka menggebu.


"Ya udah tapi jangan memperpanjang lagi,aku takut masalahnya makin panjang ,kalau kamu membalas mereka"


"Kamu tenang ya,jangan nangis aku akan menyelesaikan ini,"Ujar Arka lagi sambil terus memeluknya erat.


Dia hapus air mata di pipi Aluna."Jangan nangis Sayang,"


***

__ADS_1


Ga tau mau bilang apa,yang pastinya banyak terima kasih .


__ADS_2