Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 85


__ADS_3

"Selamat bekerja.." Ucap Arsyil saat dia baru saja mengantar Raisa ketempat kerjanya.


"Selamat bekerja juga Syil,janji ya nanti bawa aku ke kantor kamu Syil !!"


"Iya aku janji Sa..udah sana masuk "


"Ok,,hati hati dijalan Syil..." Arsyil mengendarai motornya dan Raisa masuk ke dalam kantornya.


* " Sa itu tunangan kamu itu kan ?dia udah tau ?"Tanya Siska teman satu kantornya Raisa.


"Iya Ka ,dia udah tau emang seharusnya udah tau sih,kasihan juga kan"


"Iya benar,kamu sih maen kerjain dia aja,selamat ya Sa semoga lancar sampe kalian nikah nanti"


"Amin,mudah mudahan Ka udah masuk yuk" Raisa menyeret Siska untuk masuk.


Raisa bekerja di salah satu perusahaan dibidang makanan dan dia diposisilan dibagian pemasaran,karena itu keahliannya yang punya sifat cerewet .


Raisa itu gadis yang periang,dia juga selalu bersikap ramah dengan semua orang,sehingga dia punya banyak teman ,dan karena sifatnya yang seperti itu tak ayal banyak juga laki laki yang suka padanya,dan bahkan sempat melamarnya secara langsung.


Kalau saja saat itu Ardi dan Naura tidak mengikat Raisa,mungkin saja Raisa sudah punya pengganti Arsyil,tapi karena keyakinan dan cintanya pada Arsyil,dia tetap bertekad menunggu Arsyil kembali.


Dan hasilnya berakhir manis,harapannya masih tinggi karena Raisa masih belum memiliki Arsyil seutuhnya,ternyata mereka sudah sepakat akan menikah beberapa tahun kemudian,mengingat usia Arsyil yang masih kurang matang.


Sebenarnya Arsyil tidak masalah,tapi Raisa yang mengotot untuk bersabar dulu,yang terpenting mereka masih saling setia satu sama lain.


Tapi Arsyil juga masih mempunyai satu impian yang belum dia capai,yaitu mempunyai rumah sendiri untuk hidup dia bersama Istri dan anak anak nya kecil,dia benar benar ingin mempunyai rumah hasil jerih payah sendiri.


Maka karena masih ada waktu ,dia akan meraih impian nya itu ,membahagiakan Istrinya kelak.


***


Jam makan siang tiba,Arsyil sengaja menjemput Raisa untuk makan siang bareng,padahal jarak kantornya ke kantor Raisa lumayan jauh.


Tapi demi Cinta apa sih yang gak.. "Udah nunggu lama Syil ?"


"Gak kok ,gak lama banget. Ayo mau makan siang dimana ?"


"Aku mau makan direstoran dijln xxx boleh kan ?"

__ADS_1


"Ok,siyap..mari putri silahkan naik"Kelakarnya sambil memberikan helm pada Raisa.


"Terima kasih pangeran.." Ditambahkan oleh Raisa dan mereka tertawa bersama.


Mereka menelusuri jalan mencari restoran yang akan dituju,sepanjang perjalan mereka banyak bercanda seperti dunia milik berdua saja yang lain ngontrak.


Sampailah ditempat tujuan Arsyil memarkirkan motornya diparkiran restoran itu,Raisa turun perlahan disusul Arsil,lalu Arsyil menggandeng tangan Raisa.


Mereka sudah duduk dikursi yang kosong,lalu memesan makanan.


"Mau pesan apa Sa ?"


"Sini aku yang pesankan ,kamu duduk aja ya"


Arsyil hanya menurut apa yang Raisa mau,karena Raisa yang paling tau semuanya soal Arsyil.


"Syil,gara gara kita berantem waktu itu,kamu gak jadi bawa aku ke jepang !!" Desis Raisa sambil cemberut.


Arsyil menarik pipi Raisa seperti kebiasaannya ,"Suruh siapa marah,suruh siapa juga ganti No coba !!" Decak Arsyil tak mau kalah.


"Abis kamu nyebelin waktu itu,terus kapan kamu mau bawa aku kesana Syil ?"


"Benar ya,awas kalau bohong !!"


"Iya Bebh iya,gak akan aku bohong"


Raisa tersenyum ceria ,dan makanan datang ,mereka makan dengan lahap dan masih banyak mengobrol,berbincang bincang soal kehidupan mereka selama menjauh.


***


Kehamilan Aluna saat ini sangat repot,tiap pagi pasti muntah muntah,setiap yang dia makan pasti keluar lagi,membuat tubuhnya begitu lemah banget.


Terkadang Arsenio terabaikan ,banyak menghabiskan waktu bersama Baby Sitter ,Aluna merasa bersalah saat itu ,tapi Arka yang begitu posesifnya menyuruh Aluna banyak Istrirahat ,beruntung Arsenio mengerti akan hal itu.


Kehamilan nya saat ini juga membuat moodnya sering kali berubah rubah,terkadang pengen marah marah,menangis ,dan banyak kesalnya.


Dan setelah beberapa hari ini,Aluna merasa ada yang berbeda dari suaminya Arka,entah karena mood nya yang lagi hamil atau karena apa.


Aluna merasa ada gelatat yang berbeda dari Arka,pulang sering kali terlambat dari jam makan malam,padahal Aluna sudah memasaknya.Terus seringnya pergi keluar kota beberapa hari ,meninggalkannya sendiri .

__ADS_1


Ok Aluna mungkin tau itu semua karena perusahaannya yang agak sedang terguncang karena kecerobohan salah satu karyawannya,Aluna bisa mengerti itu,dan sebisa mungkin dia juga tidak memancing amarah Arka.


Namun gelagatnya membuat Aluna tidak bisa curiga pada Arka,sebelum sebelumnya kalau ada telepon dari siapa pun Arka tidak menjauh dari Aluna ,tapi akhir akhir ini dia selalu menjauh darinya.


Ponselnya juga jadi memakai kata sandi,Aluna hanya terus mencoba percaya padanya saja,tapi karena moodnya yang sedang hamil,membuatnya jadi tidak menahan itu,walaupun tidak di depan Arka tapi dia sering kali meluapkannya dibelakang Arka.


Seperti malam ini ,sesaat mereka baru selesai makan malam ,seperti biasa Arka selalu berkutat dengan pekerjaannya,sedangkan Aluna bermain dulu dengan Arsenio,lalu setelah Arsenio tidur dia baru pergi ke kamarnya ,disana sudah ada Arka.


"Sibuk banget ya Yah.." Tegur Aluna pada Arka yang sedang bermain ponselnya.


"Hmmm..." Hanya jawaban singkat yang Arka berikan,membuat Aluna cemberut.


Dia duduk ditepi tempat tidur menatap Arka yang sedang masih asyik dengan ponselnya,padahal Aluna pengennya dimanja,tapi dia tidak mau bilang alhasil jadi mendumel sendiri.


Dia menarik selimut lalu memilih tidur saja,memunggungi Arka dan karena moodnya gak bagus akhirnya dia menangis dalam diam.


Tak lama dia merasa Arka menghampirinya hanya sebuah kecupan dikening yang Arka berikan dan elusan pada perutnya ,akhir akhir ini juga mereka jadi jarang mengobrol,biasanya tiap malam sebelum tidur pasti selalu mengobrol dulu.


Arka beranjak ke dapur untuk mengambil minum dulu sebelum tidur,saat dia keluar ponsel yang dia simpan diatas nakas berbunyi,membuat Aluna terbangun dia beranjak dan melihat ponselnya Arka.


Tertera nama Arina disana,Aluna menautkan kedua alisnya siapa Arina ?Arka tidak pernah cerita soal itu..,lalu tiba tiba ponselnya berbunyi lagi satu chat masuk.


"Maaf ganggu,besok aku bisa datangnya pukul 1 siang,aku tunggu disana langsung ya "


Deg


Ada yang menusuk hatinya,Seseorang yang bernama Arina itu mengirim Chat pada Arka.


Siapa wanita itu ya ,pikirnya !!ahh sudahlah mungkin hanya teman pikirnya.


Arka sudah kembali ke kamarnya.


"Kok bangun ?ada yang kerasa ?atau mual lagi ?" Aluna tidak memandang Arka.


"Hey,Bunda kenapa ?" Tanyanya lagi.


Aluna sebenarnya ingin bertanya,tapi tiba tiba lidahnya kelu begitu saja,dia lalu memilih tidur kembali dan membelakangi Arka,terdengar desahan Arka.


Arka tidak berkata apa apa lagi,padahal Aluna butuh penjelasan saat itu.Hingga sampai dia tertidur masih banyak pertanyaan dalam benaknya.

__ADS_1


***


__ADS_2