
Semua keluarga sudah pulang,sebelum pulang mereka berbersih dulu rumah barunya Arsyil,yang tadinya rame sekarang menjadi sepi.
Hanya tinggal pengantin baru itu yang baru saja Sah hari kemarin,Raisa sudah berganti pakaian dengan piyamanya.
Dia sedikit lama dikamar mandi,dia merenung dan merasa gugup,malam ini pasti Arsyil akan meminta haknya,jantungnya sudah berdegub kencang tak karuan ,ada rasa takut karena ini pengalaman baru untuk nya.
Arsyil yang menunggu Raisa begitu lama dikamar mandi,dia memutuskan untuk mengambil air minum,jujur dia juga merasa gugup saat itu,melihat suasana rumah yang sudah sepi hanya tinggal mereka berdua,seakan mengerti situasi mereka.
Raisa sudah menjadi istrinya,dia juga bisa sepuasnya memeluknya,dia tersenyum geli saat itu.Setelah puas merenung di dapurnya dia beranjak ke dalam kamar.
Krekkk...
Raisa terperanjat saat pintu kamar terbuka,saat ini dia sedang memakaikan cream malam diwajahnya,Arsyil tersenyum.
"Kamu dari mana Syil ?" Tanya Raisa yang tadi keluar dari kamar mandi tidak melihat adanya Arsyil.
Ambil air minum"Jawabnya sambil melangkah menghampiri Raisa,dia peluk Raisa dari belakang.
"Sa.." Arsyil menenggelamkan kepalanya dibahu Raisa,dia cium aroma wangi ditubuh istrinya itu,membuatnya sedikit meremang.
"Apa Syil.." Jawab Raisa ,sambil bergidik geli saat Arsyil sudah bermain diceruk leher Raisa,hingga membuat Raisa sedikit mendesah.
"Sayang.." Panggil Arsyil dengan lembut.
Deg
Jantung Raisa berdegub kencang,merasakan desiran hangat menyeluruh diseluruh tubuhnya,pipinya sudah merona merah saat Arsyil memanggilnya Sayang,Arsyil membuat Raisa berdiri,dan kini mereka sudah bertatapan. Mata mereka saling menatap dalam mengutarakan hati masing masing.
Keduanya sama sama tak menyangka kalau mereka berjodoh,ternyata omongan adalah do'a,yang List omongkan itu menjadi kenyataan,Kini mereka sudah mengikat janji sehidup mati,mengarungi Rumah tangga bersama sama,Malam ini Arsyil ingin memiliki Raisa seutuhnya,dan hanya menjadikan miliknya saja.
Arsyil sudah tidak tahan,dia kecup bibir manis Istrinya itu,memanggutnya lembut,menyesapnya dan bermain disana,tangan nya berada dipinggang Raisa memeluknya erat supaya semakin dekat,tangan satunya diceruk leher Raisa,menahannya disana. Raisa sudah bisa mengimbangi permainan Arsyil disana,membalas panggutan itu,kedua tangan Raisa dia kalungkan dileher Arsyil.
Semilir angin diluar menambah suasana itu semakin terasa,bagian inti Arsyil sudah menegak,sudah mendesak memintanya keluar,tatkala permainan ciuman mereka semakin dalam.Mereka sempat berhenti karena merasa sudah kehabisan nafas,dan mereka sama sama mencari oksigen..
"Sayang,kamu sudah siap ?" Ucap Arsyil
Lagi lagi pipi Raisa merona merah tatkala Arsyil memanggilnya Sayang,dia tersenyum pada Arsyil.
"Siap gak siap,atau pun nanti kamu tetap akan memintanya kan,lakukanlah" Jawab Raisa mantap, Arsyil membalasnya dengan senyuman.
Mereka kembali menyatukan panggutan itu,saling *******,menyesap,dan menghisap disana,perlahan Arsyil mengelus tubuh Raisa lembut,membuat Raisa mendesah,lalu membuka piayama Raisa hingga bagian atasnya sudah terbuka,lalu Arsyil sedikit bermain dikedua bukit kembarnya Raisa,yang menggodanya itu.
"Akhhh...Arsyil..." Desahan Raisa.
__ADS_1
Arsyil menggiring Raisa ketempat tidur ,kini mereka sudah sama sama polos,Raisa merasa sangat malu,kini semua tubuhny sudah terekpos dilihat Arsyil,begitupun dia sudah melihat inti tubuh Arsyil yang sudah menegak,dia dibuat malu sendiri.
"Kamu siap Sayang.." Tanya Arsyil lagi setelah sebelumnya mereka memulai pemanasan kembali.
"Pelan pelan Syil.."Pinta Raisa yang dari tadi pipinya sudah merah merona,Arsyil tersenyum dan menganggukan kepalanya,dia kembali memanggut bibir Raisa,kali ini dengan sedikit rakus.
Tubuh mereka sudah sama sama panas,Raisa sudah menggelinjang hebat ,meminta lebih,ini pengalaman pertama keduanya,jadi apa yang mereka lakukan benar benar pertama kali jadi agak sedikit kaku.
Namun penyatuan tetap terjadi karena gairah mereka sudah diubun ubun.Raisa terus berteriak kesakitan,saat Arsyil menyatukan tubuhnya.
"Akhhh...Syill sakitttttt...sudah lepaskan sakitttt...."
Teriak Raisa,tubuh Arsyil sudah penuh dengan cakaran Raisa,tapi karena gairah nya dia tidak merasakan sakit itu.
"Arsyill................" Kembali teriak Raisa,setelah Arsyil berhasil dan mereka terhanyut dalam buaian hasrat mereka berdua,dimalam itu.
***
"Awww..pelan pelan Yank.."Seru Arsyil..
"Sakit ya ?hahahah maaf Sayang,aku juga ini sakit gara gara kamu juga.." Ketus Raisa.
Saat ini mereka sedang berendam dibath up berdua,setelah semalaman penuh mereka bergumul ditempat tidur.
Punggung Arsyil penuh dengan cakaran Raisa,jadi saat kena air Arsyil sedikit meringis..
Raisa mundur tatkala Arsyil mendekat,dia tahan dada Arsyil dengan tangannya "Gak ah Syil,,ini udah siang kita belum sarapan iih.."Sahut Raisa.
Namun Arsyil tak menggubris,pengalaman pertama mereka semalam membuat Arsyil ketagihan,tubuh intinya sudah menegak kembali dan meminta untuk disalurkan.
Arsyil semakin mendekat dan Raisa tidak bisa lagi berkutik ,dan di dalam kamar mandi itu bergumulan itu mereka lanjutkan.
Satu jam lebih mereka habiskan waktu dikamar mandi dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang,sudah sangat kesiangan untuk sekedar sarapan,tapi perut mereka sudah lapar.Beruntung masih ada sisa makanan kemarin,jadi Raisa hanya menghangatkannya saja.
Rumah Arsyil sedikit luas,ada 4 kamar disana 3 dilantai bawah dan 1 dilantai atas,rencananya mereka akan memperkerjakan asisten rumah tangga untuk menemani mereka,supaya tidak merasa sepi.
Lagian juga mereka masih sama sama bekerja,Arsyil yang sudah menjadi Boss diperusahaannya dan Raisa sudah nyaman dengan pekerjaannya .Arsyil juga tidak banyak menuntut banyak hal pada Raisa.
"Sayang.." Arsyil sudah berada dibelakang Raisa sambil memeluk Raisa dari belakang..
"Apa Sayang..kita makan dulu yuk,ini udah telat banget loh" Ucap Raisa .
"Iya yuk,,aku juga udah lapar Sa.."
__ADS_1
Dan mereka melakukan sarapan yang hampir mau ke makan siang.Karena mereka masih ambil cuti dan karena besok juga mereka akan berangkat ke Jepang untuk bulan madu,maka hari ini mereka hanya menghabisakan waktu berdua dirumah saja.
Seharian penuh Raisa habiskan waktu nya dengan beres beres rumah dan tentu dibantu Arsyil, lalu mereka membuka kado dari kerabat kerabat mereka.
Mereka tertawa tawa setiap membuka kado yang mereka terima.
"Siapa sih yang ngado ini Syil.."Raisa menatap ngeri saat membuka gaun malam yang entah hadiah dari siapa.
"Tau,nanti malam pake Yank,aku pengen lihat ,ya ya ya ya.."Arsyil memelas pada Raisa.
Raisa hanya menggelengkan kepalanya .
"Ayolah Yank.."Rayu Arsyil lagi pada Raisa.
"Gak ah,kamu mah terus terusan aja deh,besok kan kita mau pergi.."
"Ya gak apa apa Yank,kan kita malam melakukannya,ya ya ya.."
Raisa menatap tajam pada Arsyil,semalam saja dia sudah dibuat lelah oleh Arsyil.
***
Dikediaman Randi.
Lista tidak bisa tidur ,ini hari pertama Raisa anak perempuannya itu tidak ada dirumah,anaknya itu sudah punya Suami,dan tanggung jawabnya sudah berpindah pada Arsyil.
Lista sebenarnya merasa sedih dia tidak mau kehilangan anak satu satunya itu,tapi bagaimana pun Raisa juga harus menikah,kini dia harus mengikhlaskan nya sepenuh hati.
Walaupun kini dirumah sudah sepi,hanya tinggal mereka berdua,kesehatan Lista juga sudah banyak menurun,perutnya sering merasa sakit.
Begitu juga dengan Randi,yang usianya sudah tua,keadaan tubuhnya juga sudah menurun.Randi terbangun saat mendengar suara menangis dan ternyata itu Lista istrinya.
Randi mengerti keadaan Lista yang masih belum ikhlas ,Randi juga sebenarnya berat melihat anak satu satunya itu sudah menikah,dan dibawa pergi oleh Suaminya,tapi dia akan berusaha untuk ikhlas juga dan mendo'akan untuk segala kebahagian Anaknya itu.
"Sayang..sudah jangan menangis" Seru Randi sambil membawa Lista kedalam pelukannya.
"Gak nyangka aja Pah,anak kita yang dulu masih kita gendong dan kita tuntun bersama sama,kini dia sudah menjadi seorang istri ,aku terharu Pah " Ucap Lista.
Randi semakin mengeratkan pelukannya " Iya Sayang ,Papah juga terharu anak gadis kecil kita sekarang sudah menjadi istri,kita do'akan saja ya untuk kebahagiaannya"
"Iya ,segala do'a terbaik untuk anak kita Pah.."
***
__ADS_1