Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^Eps 5.


__ADS_3

"Ughhhhh,pusing sekali.."Keluh Arka saat pagi sudah menjelang.


Hari ini kebetulan hari minggu,waktunya libur sekolah.


"Bi,,Bi Sumi.."Teriak Arka di dalam kamar.


Bi Sumi yang mendengarnya lantas naek ke lantai atas dan menemui Arka.


"Aden sudah bangun ?Ini Bibi bikinin minuman pereda mabuk"


"Iya Bi,kepala aku pusing sekali Bi",,"Bi semalam aku diantar pulang sama siapa Bi ?"


"Kemarin bilangnya teman Den Arka,tapi Bibi gak tau siapa,perempuan sama laki laki Den"


"Vina maksud Bibi ?" Vina memang sudah sering main ke rumah Arka,jadi Bi Sumi sedikit tau tentang dia.


"Bukan Den,orangnya cantik,putih,tinggi dan kalau senyum itu manis banget Den"Tutur Bi Sumi.


"Siapa ya Bi ?"


"Bibi juga gak tau Den,dia cuma bilang teman Aden aja"


"Ya sudah deh Bi,aku ucapkan terima kasih dari jauh aja"


***


"Dek,ayo iihh jangan malesan gitu,kita lari pagi tuh liat tumpukan lemak udah bersarang diperut kamu,masa laki punya perut buncit gak maco tau,ayo bangun !!!" Aluna yang sudah bersiap untuk olahraga pagi itu memaksa Arsyil untuk ikut .


"Hmmmm,masih ngantuk kak lagian kan ini hari minggu"


"Aishhhh,ga ada alasan Arsyil ayo bangun kita olahraga pagi itu Bunda sama Ayah juga mau udah nunggu di depan"


Dengan malas Arsyil bangun "Iya,,iya aku bangung,kakak tunggu aja dibawah napa sih" Ucapnya sambil mendorong tubuh kakaknya keluar kamar.


Aluna turun ke bawah.


"Arsyil udah bangun Lun?"Tanya Ardi.


"Udah,walaupun agak susah dia bangun,tapi aku paksa "Sambil menyengir kuda dia berkata.


Dan pagi itu keluarga kecil itu melakukan olahraga pagi ke arah taman yang tak jauh dari rumah, Disana banyak pedagang kaki lima dan juga yang berjualan berbagai barang dari mulai baju, perabot, sendal, masakan dan banyak lagi, setiap hari minggu memang suka ramai seperti ini.


Setelah lari berkeliling taman ,mereka memutuskan untuk istirahat sejenak,dan menyantap sarapan pagi dengan memesan soto lontong.


Mereka makan dengan sambil bercanda,dan tak lupa Arsyil selalu menjahili Aluna,sehingga selalu terjadi perdebatan kecil antara mereka.


Kebahagian terpancar dari mereka,waktu seperti ini mereka pergunakan untuk saling dekat satu sama lain,berbagi banyak hal.


Berbeda tempat dikediaman Arka.


Setelah selesai sarapan pagi yang disediakan para pelayan ,Arka bergegas akan pergi untuk sekedar mencari udara pagi.

__ADS_1


Rumah mewah dan besar itu terasa sangat sepi,dia selalu berharap dihari minggu seperti ini bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.


Arka menghela nafas berat,dia mengambil kunci motor dan mengendarainya mengelilingi komplek dan jalan jalan di bandung. Hingga dia pun berakhir diam di depan taman yang sedang Aluna datangi bersama keluarganya itu.


Arka menatap kesekeliling,banyaknya keluarga yang sedang bersama dan tertawa riang. Dia iri tentu saja iri,dia mengepalkan tangannya dia marah kenapa dia tidak bisa seperti itu.


Kenapa Orang tuanya tidak pernah ada waktu untuknya. Dia Iri melihat Aluna tertawa riang bersama keluarganya.


"Si****n " Dia memukul setir motornya dan kembali menyalakan nya dan bergegas pergi dari sana.


Satu satunya tempat yang dia tuju sekarang ketempat Agung salah satu temannya lagi yang mempunyai apartemen sendiri. Kasusnya juga sama Agung ditinggalkan kedua Orang tuanya untuk bekerja.


Ting tong ting tong


Dia memencet bel apartemen Agung ,dan tak lama muncul lah Agung disana.


"Apaan loe pagi pagi kesini?" Tanya Agung


"Bete gue dirumah,jalan jalan keluar malah tambah bikin Bete.." Tuturnya


"Terus loe mau ngapain disini ?"


"Numpang tidur !!" "Ya elah dirumah juga loe bisa tidur"


"Beda lah,udahlah loe pelit amat sih gue pinjem kasur loe bentar aja"


"Ya udah sono"


***


Pletak ,satu pukulan mendarat didahinya dan pelakunya tak lain Aluna.


"Awww,sakit kakak !!"


"Abis baru segitu aja udah banyak ngeluhnya,kamu laki bukan sih ?"


"Keliatan nya ?perlu aku buka nih ?"Kelakarnya


" Adik durjana kamu,gak perlu dilihatiin juga kakak udah tau dek"


"Lah,kenapa pake nanya"


Mereka sudah kembali kerumah dan sekarang mereka sedang berkumpul dihalaman belakang.


"Bunda,tau gak kemarin kita abis nganterin temen ka Luna,rumah nya besar sekali kaya istana.." Celoteh Arsyil.


"Temen ?temen siapa Lun?emang kamu punya temen yang punya rumah sebesar itu ?" Tanya Naura beruntun.


"Bukan temen Bun,cuma kakak kelas aja,kemarin kayanya dia mabuk dan hampir pingsan,jadi aku masa Arsyil memapahnya dan membawanya ke rumahnya"


"Hati hati Lun,jangan salah bergaul" Tutur Ardi yang sedari tadi mendengarkan.

__ADS_1


"Kita gak sedekat itu untuk dibilang teman Ayah,kemarin kita cuma menolongnya saja"


"Iya Ayah tahu,tapi tetap harus hati hati ya"


Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu di depan.


"Assalamualaikum.."Teriak orang itu yang tak lain Lista,Randi dan Raisa yang berkunjung kerumah Ardi dan Naura.


"Waalaiku Salam " Jawab Naura sambil membuka pintu.


"Naura.." Sapa Lista dan langsung memeluk Naura begitu pun sebaliknya.


"Ayo masuk kita lagi berkumpul dibelakang nih"


Dan mereka ikut berkumpul juga.


"Wih enak nih" Seru Randi sambil mencomot goreng pisang yang Naura buat .


"Main ambil aja lu ?" Protes Ardi.


"Ka Luna !!" "Hai Raisa sicantik mungil,apa kabar ko jarang main kesini sih ?" Tutur Aluna sambil memeluk tubuh mungilnya Raisa.


"Sibuk kak "Jawab Raisa.


"Sibuk apa malu ketemu Arsyil ?" Goda Aluna,dia memang tau soal Raisa yang menyukai Arsyil.


"Apaan sih kak"Raisa dibuat malu dia menundukan mukanya.


"Hai,Syil " Dan tiba tiba sapanya pada Arsyil ,namun yang disapa hanya menjawab dengab deheman.


"Hmmmm"


Pletak,, lagi lagi pukulan kembali mendarat di dahi Arsyil.


"Kak bisa gak jangan pukul dahi aku,sakit tau !!" Keluhnya sambil mengusap usap dahi yang Aluna pukul dengan jentikan jarinya.


" Kalau ngejawab itu yang bener,jangan ngasal gitu !!" Omel Aluna.


"Yang penting dijawab kan,repot amat sih" Kelakarnya sambil pergi berlalu masuk ke rumah.


"Dasar muka es batu " Teriak Aluna.


"Apa sih Kak teriak teriak gitu ?"


" Biasa tuh si muka es batu,bikin kesel aja"


Dan para orang tua itu hanya tertawa saja melihat mereka berdua.


Dan mereka pun saling bercanda dan berbincang ala keluarga. Adeva yang belum mengerti dia asyik sendiri bermain dengan boneka barbienya saja.


Canda dan tawa menggema dirumah keluarga kecil itu.

__ADS_1


****


__ADS_2