Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ SP 7


__ADS_3

Tak lama Aluna datang bersama Arsenio,ShaQueena tidak ikut dia titipkan pada Baby Sitternya dirumah.


Setelah basa basi ngobrol sama Ayah dan Bundanya,Aluna masuk ke kamar Arsyil.


Tadi Naura meneleponnya,karena merasa khawatir Arsyil yang tidak mau dibawa ke dokter


"Syil,,ke dokter yuk ..?" Ajak Aluna.


"Kakak,kok ada disini ?pasti Bunda ya kan yang ngasih tau,minum obat aja cukup Kok Kak,kakak sama Nio kesini ?"


"Kamu ini selalu bandel kalau diajak kedokter,nih kakak bawa buah buahan,kamu makan ya biar cepat sehatan,iya Kakak sama Nio dia lagi sama Ayah,gak Kakak bawa kesini nanti dia kena sakit juga dari kamu"


"Emang sakit aku menular ya Kak..!!"


"Ya gak,,Syil,Raisa gak tau kamu sakit ?"


Arsyil sempat terdiam saat ditanya seperti itu,dia menarik nafas perlahan.


"Kak..Arsyil salah gak ya,kalau menyuruh Raisa untuk berhenti bekerja ?" Tanyanya kemudian pada Aluna.


Alun memicingkan matanya akan pertanyaan adiknya itu,apakah mungkin mereka sedang ada masalah ?


"Emmmm,ya gak salah lah Syil..kamu kan pemimpin dalam rumah tangga kamu,kamu berhak untuk memutuskan semua hal di dalamnya,dan Raisa sebagai istri harus menurut apa yang kamu pinta,kenapa Hem apakah ada sesuatu diantara kalian ?"


"Selama ini Arsyil tidak marah dan membiarkan Raisa bekerja karena Arsyil tau alasannya apa kenapa dia mau bekerja.Tapi sedikitnya Arsyil merasa khawatir padanya Kak,dia disibukkan dengan pekerjaannya,sampai pulang selalu larut malam,hingga detik ini Arsyil belum mau menegurnya,Arsyil harus bagaimana Kak..?"


Aluna menatap nanar pada Arsyil," Syil,,coba kamu omongin dulu padanya tapi secara baik baik dulu,bagiamanapun kamu imam di rumah tangga kamu,dan kalau kamu sudah keberatan Raisa bekerja,maka kamu berhak untuk melarangnya dan bersikaplah tegas Syil.."


"Arsyil takut dia tersinggung Kak.." Lirihnya


"Syil,mau tidak mau dia harus tetap menurut apa yang kamu mau,kamu suaminya dan dia seorang istri,beri pengertian padanya dan ungkapan keluhan kamu selama ini padanya,ingat kamu harus Tegas,kamu seorang laki laki dan kamu seorang suami"


Arsyil merenungi apa yang Aluna katakan,dia memang harus bicara dengan Raisa.Semenjak Arsyil dan Aluna sedang mengobrol,Naura ada dibalik pintu kamar,Naura mendengar semuanya.Naura merasa sedih sang anak harus menjalani semua,pantas saja kemarin dia datang kerumah,dia tau alasannya apa.


***


Raisa ditelepon Aluna kalau Arsyil sakit,dan Raisa langsung pulang sore itu,dia meminta maaf pada Naura,Ardi dan juga Aluna karena merasa tidak peka saat sang suami sakit.


Dan selesai makan malam Naura,Ardi pamit untuk pulang,sedangkan Aluna sudah pamit pulang tadi sore,karena takut Queena mencarinya.


Malam itu Arsyil dan Raisa tidak melakukan banyak pembicaraan,Raisa memang sempat meminta maaf pada Arsyil,tapi ternyata meskipun pulang sore,Raisa tetap bekerja di rumahnya .

__ADS_1


Lagi lagi Arsyil hanya bisa menghela nafas melihat Raisa yang seperti itu,beberapa kali Arsyil tegur tapi Raisa tidak menyahutnya.


"Sa,udah malam tidurlah .." Tegurnya


"Tanggung Syil..kamu duluan aja tidur ya,banyak istirahat biar cepat sembuh.."


Dan hari hari berikutnya pun sama kembali,Raisa kembali pulang malam,Arsyil selalu makan malam sendiri dan sendiri lagi.


Malam ini Arsyil sudah putuskan untuk bicara Tegas pada Raisa ,dia sudah tidak tahan dengan semua itu,terserah Raisa mau menganggapnya egois,bagaimana pun juga dia kepala dalam rumah tangganya.


Malam itu Raisa pulang pukul 10 malam,dan Arsyil menunggunya diruang keluarga,Raisa melangkah masuk,dia tidak tau kalau Arsyil sedang menunggunya disana.


"Baru pulang Sa.." Tegurnya


"Eh,,iya Sayang..kok kamu belum tidur ?"Jawabnya sambil mencium punggung tangan Arsyil.


"Aku nunggu kamu Sa.."


"Maaf ya aku pulang malam terus,ya udah istirahat yuk Sayang.."Ajak Raisa.


"Aku mau bicara sama kamu.."


"Emmmm,,besok lagi ya Syil,aku cape nih"Keluhnya


"Tapi aku cape Syil..besok aja ya.."


"Aku mau sekarang,,ya sekarang Raisa.. !!!" Sentak Arsyil,Raisa terperanjat kaget ini pertama kalinya Arsyil menyentak padanya.Dia menundukan kepalanya.


"Baiklah,,tapi aku mau berganti pakaian dulu,,"


***


Arsyil masih menunggu diruang keluarga,Raisa sudah berganti pakaian.


"Ada apa Syil..?" Raisa ikut duduk,dia bertanya tanpa menatap Arsyil.


"Kamu tau apa kesalahan kamu Sa ..?" Arsyil memulai pembahasan.


"Karena kamu kemarin sakit,aku tidak mendampingi kamu ?maaf kan aku Syil.."Lirih Raisa.


"Lebih penting mana pekerjaan dan aku Sa ..?"

__ADS_1


Raisa menatap Arsyil,dia tak percaya Arsyil akan bertanya seperti itu.


"Syil..kamu tau kan alasan aku kerja untuk apa ?"


"Iya aku tau,tapi aku kepala keluarga disini .."


"Syil,selama ini kamu tidak pernah membahas dan keberatan soal ini ,kenapa sekarang jadi dibahas !!!"


"Sa,kamu tau gak aku khawatir sama kamu,kamu sadar gak kamu pergi saat masih pagi dan kamu melewatkan sarapan kamu,terus kamu pulang dalam larut malam,aku khawatir apa kamu sudah makan apa belum,aku ingin kamu berhenti bekerja Sa.."


"Gak bisa Syil..aku masih harus menghidupi kedua Orang tua aku"


"Aku masih sanggup Raisa,aku masih sanggup menghidupi kamu,menghidupi keluarga aku dan kerluarga kamu juga,kamu meragukan aku Sa..?"


"Bukan Syil,bukan aku meragukan kamu,tapi aku merasa tak enak sama kamu,beban kamu semakin banyak Syil.."


"Aku tak peduli Sa,yang aku tau aku ini kepala rumah tangga disini,dan tugas aku juga menafkahi kamu,juga keluarga aku dan aku sanggup menambah keluarga kamu Orang tua kamu"


Alasan Raisa bekerja satu hal karena memang dia merasa masih harus menampung kedua Orang tuannya,memang usia Randi belum terlalu tua,tapi dia sudah tidak mampu untuk bekerja,untuk membuka usaha bisa saja,tapi dia harus menjaga Lista yang semakin lama keadaannya semakin menurun.


Ya itu juga jadi faktor Raisa masih harus bekerja,biaya pengobatan Lista yang tidak sedikit.Semenjak pengangkatan Rahim nya dulu,kini dia harus merasakan kesakitan lagi ditubuhnya itu,Sebenarnya Lista dan Randi tidak tau dan tidak memaksa Raisa untuk masih bekerja,Randi masih mampu kok dengan dari hasil perkebunanya yang ada dikampung .


"Aku malas berantem sama kamu Syil,yang pasti aku masih mau bekerja,aku gak mau menambah beban kamu"


"Tapi aku butuh kamu Raisa ...!!!"


"Syil,,kenapa kamu jadi seperti ini sih ?kenapa jadi membahas soal ini,aku hanya tidak mau membebani kamu"


"Tapi kamu sudah lalai Sa,sekarang status kamu sudah menjadi istri aku,aku juga butuh kamu,aku butuh perhatian kamu,selama ini aku selalu sendiri,kamu bisa kan sedikit peduli akan hal itu"


Tapi Raisa tetap dengan kekerasan kepalanya,dia tidak mau mengalah.


"Maaf Syil..aku tidak bisa menuruti kamu.."Raisa melangkah mau meninggalkan Arsyil


"Raisa...!!!Raisa tetap tidak perduli.


"RAISA..!!!OK TERSERAH,JANGAN SALAHKAN AKU KALAU AKU BERUBAH"


Arsyil beranjak bediri lalu dia mengambil kunci motor nya lalu pergi keluar dari rumah,dia hempaskan pintu dengan keras.


Bi Nia yang sedang dilantai atas,mendengar pertengkaran Arsyil dan Raisa.Dia juga segera bergegas menutup pintu gerbang dan pintu rumah,karena melihat Arsyil yang pergi bersama motornya.

__ADS_1


Sedangkan Raisa dia masuk ke kamar dan melihat nanar kepergian Arsyil,lalu dia terduduk dilantai dengan menekuk lututnya dan menangis disana.


***


__ADS_2