
Arsyil dan Raisa masih berjauhan ,mereka masih pada egonya masing masing. Seina sudah ada disana ikut bergabung disana,tadi dia datang diantar supirnya,Arsyil tidak jadi menjemputnya.
Namun tetap saja kehadiran Seina ditempat itu, membuat Raisa tidak nyaman ,apalagi melihat dia yang terus menempel pada Arsyil,dan sikap Arsyil yang dengan tenangnya dan biasa saja menanggapi Seina dan tak menghiraukan bagaimana Raisa disana yang terus menatap mereka berdua dengan rasa sakit.
Arsyil lebih memilih bersama Seina dibanding meluruskan masalahnya dengan Raisa,dan Raisa pikir mungkin Arsyil sudah bisa menerima kepergian dirinya dari kehidupan Arsyil.
Maka saat itu Raisa tidak ikut berbaur disana,dia lebih memilih beristirahat dikamar tamu diatas dan tentu dia menangis.
Lista mencari cari keberadaan anaknya itu dimana mana,biasanya dia tau anaknya itu paling bisa membuat suasana menjadi hangat karena ke kocakan nya itu.
Lista melihat kearah Arsyil dan Arsyil sedang bersama Seina,tentu Lista tau apa yang terjadi,dia tau betul Raisa itu pencemburu.Maka Lista menghampiri Arsyil.
"Syil.." Tegur Lista
Arsyil menengok "Eh,Tante..iya Tante ada apa?" Tanya Arsyil
"Kamu lihat Raisa gak ?dari tadi Tante cari cari dia tapi gak ada,tadi juga Tante gak lihat dia makan,takut belum makan" Ujar Lista dengan nada khawatir.
Arsyil baru tersadar akan hal itu,selama itu dia malah asyik bersama Seina,sedangkan ada hati yang harus dia jaga,Raisa pasti sudah berpikiran yang aneh aneh lagi padanya.
Dia merutukinya dirinya sendiri kalau selama ini dia memang orang yang tidak peka akan hatinya Raisa,seharusnya saat ini dia memperbaiki hubungannya dengan Raisa. Bukan malah tambah mempengkeruh keadaan
"Maaf Tante,Arsyil juga tidak melihatnya dari tadi"
Ujar Arsyil dengan nada bersalah.
"Ya sudah Tante mau mencoba mencarinya lagi,lanjutkanlah Syil" Tutur Lista dengan nada menyindir sebenarnya.
Arsyil tidak diam,dia juga ikut mencari keberadaan Raisa ,dia keliling sekitar rumah Aluna.
"Kak,kamu lihat Raisa gak ?" Tanyanya pada Aluna.
"Tadi Tante Lista yang tanya sama aku,sekarang kamu ?makanya jagain,bukannya waktu kamu disini sangat sebentar,seharusnya luangin waktu buat dia ,bukannya denga orang lain" Ucap Aluna dengan nada kesal.
Arsyil merasa tertohok saat itu,benar waktunya di Indonesia tidak lama,harusnya dia menghabiskan waktu dengan Raisa,sebentar lagi mereka akan terpisah jauh.
"Maaf Kak,ya sudah aku cari Raisa dulu"
Arsyil kembali mencari keberadaan Raisa disana.
"Punya adik sikapnya kaya es batu banget,dingin dan tidak pernah peka"Gerutu Aluna.
"Kenapa Yank,?" Tanya Arka
__ADS_1
"Itu tuh si Arsyil,bukannya waktu bersama kekasihnya malag sama orang lain,kesal aku jadinya" Aluna masih menggerutu kesal.
"Haha,ujian cinta buat mereka Yank"
"Tetap aja gak suka sama sikapnya Arsyil kaya gitu,kemana lagi tuh Si Raisa ngumpetnya"
"Raisa ngumpet ?dimana ?"
"Iih Sayang kalau aku tau,aku tidak akan bertanya" Omel Aluna lagi.
***
Arsyil mencari kesetiap sudut ruanganya yang ada dirumah Arka dan Aluna,dilantai atas dia bertemu lagi Lista.
"Raisa lagi tidur disana,jadi jangan ganggu dia dulu Syil.Syil kamu tau kan dia satu satunya anak Tante,Tante menaruh harapan banyak sama kamu Syil" Ucap Lista sambil menepuk bahu Arsyil,dan Arsyil tau betul apa yang Lista katakan.
Dia buka perlahan pintu kamar itu,dan dia melihat Raisa sedang terlelap tidur,Arsyil menutup kembali pintu itu.Namun dia tidak beranjak dari sana,dia duduk dikursi yang ada di depan kamar itu.
Dan satu jam kemudian Raisa terbangun dari tidurnya ,dia memicingkan matanya dan melihat arah sekitar.Dia baru sadar dia tertidur dikamar tamu rumah Arka dan Aluna.
Dengan langkah gontai dia berjalan,dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.Setelah selesai dikeluar dan saat dipintu Raisa melihat Arsyil.
Dan tatapan keduanya menyatu beberapa detik ,namun dengan Cepat Raisa memalingkan mukanya.Dia berusaha mengacuhkan adanya Arsyil.
"Apa yang harus dibicarakan Syil,bukankah sudah jelas kalau yang kamu mau adalah kita berpisah" Jelas Raisa denga air mata yang sudah memupuk disana.
"Maaf,aku memang lelaki yang tidak peka akan hal seperti ini,Maaf Sa "
"Sudahlah Syil,kamu akan bahagia,tapi tidak dengan aku.Belajarlah dengan tenang disana Syil,kalau kita jodoh kamu akan kembali padaku,kalau tidak ya sudah" Ucap Raisa.
"Kamu ngomong apa sih Sa,kita tidak akan berpisah,kita berpisah karena jarak saja,aku bahagia dengan kamu Sa"
"Tapi kamu bilang,kamu cape sama aku Syil,kamu bilang begitu kan !! maka dari itu aku melepaskan kamu,supaya kamu tenang "
"Gak Sa,aku mohon jangan berkata seperti itu,kamu kekuatan aku,justru begini aku tidak akan semangat dan tenang Sa,aku minta maaf atas ucapan aku tadi pagi,sungguh itu tidak dengan hati Sa".
Raisa menghela nafasnya berat,keputusannya tetap sama,dia masih kekeuh tidak bisa lagi bersama Arsyil.
Arsyil meraup wajahnya dengan kasar,kesalahannya selalu dia ulangi,dia akan berusaha lagi untuk memperjuangkan cintanya.
Dan hingga sore tiba Randi dan keluarga pamit pulang,Raisa ikut bersama Papah dan Ibunya.
"Sa,kamu gak bareng Arsyil ?" Tanya Randi.
__ADS_1
"Gak Pah,Raisa pengen sama Papah dan Ibu aja" Ucapnya.
Lista yang sudah tau,hanya menghela saja tidak banyak bertanya,karena dia tidak pantas untuk ikut campur dalam urusan mereka.
***
Tamu yang lain juga pada pulang,Arka ,Aluna dan kedua orang tuanya yang masih ada disana sedang berkumpul diruang keluarga.
Banyak kado dari pada tamu yang datang untuk menyambut kedatangan Baby Arsen,maka saat itu mereka membuka satu persatu kado itu.
Berbagai perlengkapan bayi sudah menumpuk disana,banyak juga ucapan do'a untuk Baby Arsen.
Ardi,Naura masih menginap disana begitupun dengan Mami dan Papi.
Meja makan malam itu terlihat ramai karena masih adanya keluarga dari keduanya,Arsyil juga masih ada disana.
Mereka melangsungkan makan malam mereka dengan senang,dan setelahnya mereka mengobrol satu sama lain diruang keluarga .
Arka dan Aluna sudah bergegas ke kamarnya bersama Baby Arsen.Aluna merebahkan tubuhnya dengan bersandar ke kepala ranjang.
Sedangkan Arka masih sedang menatap Baby Arsen
" Awas Yank,jangan berisik dia baru aja terlelap iih" Omel Aluna.
Arka cengengesan dia merangkak ikut naik ke tempat tidurnya ,dia raih tubuh Aluna dan dia peluk erat tubuh istrinya itu
"Makasih,makasih Sayang kamu hadir dengan membawa kebahagiaan yang tiada tara," Ucapnya sambil mengecup kening Aluna.
"Iya Sayang,aku juga ucapkan terima kasih karena kamu sudah siaga menjadi suami dan Ayah"
Arka merenggangkan pelukan mereka,dan mereka saling tatap,lalu Arka mendaratkan ciuman pada bibir mungil Aluna,dan memberinya kecupan kecupan kecil disana.
Namun lama lama menjadi *******,saat Aluna membalas ciuman itu dan membuat Arka semakin memperdalam,dia mainkan dan menekan lidahnya di dalam sana.
Tautan mereka semakin memanas,dan semakin menggila namun dengan segera mereka tersadar dan menghentikan itu semua.
"Hah,aku harus puasa selama 40 hari" Gerutunya setelah mereka melepaskan tautan tadi.
"Sabar ya Sayang.." Tutur Aluna.
"Ya udah kita tidur yuk Yank"
Dan mereka mengarungi mimpi bersama,sebelum nanti malam akan ada gangguan kecil dari Baby Arsen.
__ADS_1
***