
Setelah kejadian tempo hari,jelas Alya datang sesuai dengan undangan yang wali kelas kemarin sampaikan padanya,kini dia tidak lagi menyalahkan Rafa.
Semalam pun Arsen sudah tau apa yang terjadi,dia juga tetap ikut menegur hanya secara baik baik saja,Rafa pun terpaksa harus ikut pada pertemuan itu untuk mencari tau apa yang terjadi ,karena para Guru belum sempat menanyakan apa yang terjadi.
"Ayo.." Ajak Alya pada kedua anaknya
Dan kini mereka sedang berada disekolah si kembar,untuk meluruskan masalah yang ada.Arsen tak bisa ikut karena ada meeting yang penting,maka disini Alya yang harus bisa menghadapi situasi seperti itu.
"Selamat pagi Bu.." Sapa Alya pada wali kelas yang sudah menunggu diruangannya,anak anak yang lain sedang melakukan belajar,untuk si kembar dijinkan untuk tak ikut perihal kemarin.
"Pagi Ibu Alya silakan duduk" Sapa wali kelas si kembar balik yang bernama Ina.
Dengan senyum lembut Alya duduk dikursi yang sudah disediakan bersama si kembar juga tentunya,untuk kedua Orang tua Deris sendiri ternyata belum datang.Alya dan Bu Ina sempat bercakap cakap sebentar,hingga Ibunya Deris datang,dia hanya sendiri tanpa Deris.
Dengan penampilan yang sedikit glamour,Ibunya Deris yang bernama Stefani nampak angkuh di depan Alya,seakan dia punya segalanya bahkan sampai menunjukan barang mewah yang dia punya di depan Alya.
Padahal Alya sendiri tak dipungkiri sang suami Arsen adalah penguasaha terbaik dinegaranya,bahkan sudah masuk 10besar sedunia,tapi Alya tak seangkuh itu,dia tetap berpenampilan sederhana dan tak menunjukan kalau dia punya segalanya juga.
"Mari kita selesaikan ini Bu Alya,Bu Stefani..Saya sebagai wali kelas murid Rafa dan Deris memohon maaf atas kejadian ini,atas kelalaian saya juga tak banyak memperhatikan mereka,sesuai dengan keluhan Ibu Stefani soal anaknya yang dipukuli Rafa,dia tidak rela Bu Alya..dan dia meminta pertanggung jawaban atas itu"
"Rafa gak salah Bu Ina,Rafa hanya sedang membela Yhara kakak kembar saya,dia yang sudah mengganggu dan membuat kakak saya terluka" Sungut Rafa tak terima.
"Rafa...kamu bisa diam" Tegur Alya kini,dan Rafa diam lalu menunduk.
"Heh,anak ingusan..jangan membela diri,gara gara anak kamu itu anak saya sakit dan sekarang sedang dirawat ,gara gara anak kamu mukul dia,saya tak terima akan semua itu" Ujarnya masih dengan nada angkuh.
Rafa mendengus,seingat dia..dia memukul tak separah yang ibu itu utarakan,kenapa bisa sampai rumah sakit,pikirnya.
"Lihat,dia sampai patah tulang karena kamu,anak bodoh !!" Sungutnya lagi dengan melempar berkas berisi tentang keterangan rumah sakit menyatakan apa yang dia katakan.
Alya menatap Rafa ,apa benar Rafa memukulnya sampai anak itu patah tulang begitu ?namun gelengan dari Rafa,menjawab pertanyaan Alya.
__ADS_1
"Begini Bu Stefani,saya selaku Orang tua dari Yhara dan Rafa,terutama Rafa sangat meminta maaf atas kejadian kemarin,tapi sepertinya anak saya tak sampai melakukan hal yang seperti Ibu tunjukan ini,dan yang saya tahu,awal kejadian karena anak Ibu sendiri yang menganggu anak perempuan saya sampai dia mengaduh kesakitan,dan saya berharap anak Ibu meminta maaf padanya" Jelas Alya masih dengan nada lembut.
"Anda tak percaya pada saya ?anda pikir saya pura pura saja Hah !!lihat anak saya dia sampai dirawat dirumah sakit,dan anda meminta anak saya meminta maaf,Oh tidak !!Anda dan mereka yang harus meminta maaf dan bertanggung jawab Ibu Alya"
"Ibu Stefani mohon anda tenang dulu,saya ingin bertanya pada Yhara,bisa kamu jelaskan apa yang terjadi sebenarnya sayang ?" Tanya Bu Ina pada Yhara yang nampak diam menunduk dari tadi.
Alya membelai rambut Yhara ,memberinya kekuatan untuk bicara dan Yhara walau dengan sendu dia menceritakan yang terjadi,kenapa sampai Rafa memukul Deris.
"Kamu jangan bohong anak kecil,jangan memanupulasi keadaan ya,jelas jelas anak saya tak melakukan apa pun ,tiba tiba saja dipukuli begitu,kalian jangan memutar balikan Fakta,,anak anda itu jelas yang salah,saya tak mau tau,anda harus bertanggung jawab"
Alya mendesah "Untuk apa saya membuat drama seperti itu,anak saya memang salah,tapi dia membela saudara kembarnya,dan diatas jelas saya sudah meminta maaf atas nama Rafa"
"Saya tak mau tau,anak saya sampai dirawat..dan anda segera bertanggung jawab,saya ingin anak itu dikeluarkan saja dari sini,sangat meresahkan sekali,dan ini biaya yang harus anda tanggung"
"Maaf Bu Stefani,kami tidak bisa sembarangan untuk mengeluarkan anak didik kami begitu saja,dan menurut penuturan Yhara sudah jelas,kalau Rafa hanya sedang membela saudaranya,bagaimana kalau tidak ada Rafa,mungkin luka Yhara tak terlihat,tapi luka mentalnya Bu yang akan sulit hilang"
"Alah,dia itu hanya pura pura saja,Dia (tunjuknya pada Alya) membuat anak itu supaya berkata kebohongan,agar seakan akan anak saya yang salah.Sudah pokoknya saya meminta itu,atau saya akan sebarkan apa yang terjadi disekolah ini,bukan membela anak saya yang jadi korban,malah membela mereka yang jelas jelas salah"
Dan Bu Ina memutar video itu,Alya menutup mulutnya kala melihat Yhara yang diperlakukan seperti itu oleh Deris,benar apa kata Bu Ina,luka luar tak terlihat tapi luka dalam yaitu mentalnya akan sedikit terganggu,Alya memeluk anaknya itu dan memberi kekuatan padanya.
Ibu Stefani selaku Ibu Deris menunduk,dari video itu sudah jelas perlakukan Deris sebagai lelaki tak layak pada perempuan,namun sekali angkuh tetap angkuh,nyatanya dia tetap tak terima.
"Meski begitu,anak saya juga yang paling banyak terluka,dia sampai patah tulang begitu,masih mau membela mereka Bu !!saya bisa tuntut sekolah ini !!"
"Saya yang bisa tuntut anda balik !!" Suara berat itu datang dari Arsen ,nyatanya dia tidak jadi pergi pada meeting pentingnnya itu,dia tetap mengutamakan keluarganya,terutama anak anaknya.
Dia pun geram melihat Yhara diperlakukan seperti itu,dia tak terima tentunya.
"Laporan yang anda berikan itu palsu,anak anda nyatanya baik baik saja,bahkan dia nampak sedang bermain" Arsen memperlihatkan sebuah video Deris yang sedang berlarian diarea depan rumahnya.
Wanita itu nampak menelan ludahnya kasar,dia menatap tajam pada Arsen dan Alya.
__ADS_1
"Bisa jelaskan pada saya Bu ?" Ini Bu Ina,dia jelas merasa dibohongi oleh Bu Stefani.
"Mau kalian apa ?" Sungutnya,tanpa menjawab pertanyaan dari Bu Ina.
"Meminta maaf pada anak perempuan saya" Tegas Arsen,yang kini duduk dan mengapit kedua anaknya.
"Cih,sampai kapan pun saya tak akan meminta maaf,ataupun membuat Deris meminta maaf padanya"
"Baik tak apa,berarti anda meminta suami anda saya pecat"
Penuturan Arsen membuat Wanita itu diam membeku,suaminya ?kenapa dia tau tentang suaminya.
"Anda tau Atmadja Corp ?kalau anda tau itu tempat suami anda bekerja kan ?sebagai manager ?"
Wanita itu kembali diam
"Arsenio Raditya Atmadja" Ungkapnya masih tenang dan kembali membuat Wanita itu diam semakin membeku namun matanya membeliak.
Atmadja ?jadi Atmadja Crop ?
"Anda mau menuntut sekolah ini silakan,tapi saya bisa tuntut anda balik,dengan sudah memanupulasi berkas palsu dan pernyataan palsu juga"
Wanita itu kalah telak,dia nampak diam..kalau sudah begini dia bisa apa,nyatanya dia tak sebanding dengan keluarga Arsen,dan akhirnya dia yang mengalah dan meminta maaf pada Arsen dan Alya dan pada si kembar terutama Yhara/Qila.
Pihak sekolah memberi surat peringatan pada wanita itu,dan menskor Deris,untuk bisa merenungi kesalahannya itu.
***
...Bersambung...
Note : Untuk kali ini alurnya lambat ya,meski Bonchap tapi hampir sama seperti Part.
__ADS_1