
Acara selanjutnya akan digelar Acara Resepsi setelah keluarga besar melakukan sesi foto keluarga bersama,lalu mencicipi makanan yang tersedia disana,dan setelah rangkaian ijab qobul selesai.
Raisa sudah berganti pakaian dengan gaun yang sudah pilihnya,sungguh terlihat indah saat dia memakainya .
"Kamu cantik banget sayang,sekarang setelah ini kamu sudah cuma tanggung jawab lain sayang,kamu harus melayani suami kamu,menghormati nya,dan tidak membantah perintahnya,selagi itu masih di masa benar." Tutur Lista memberi wejangan pada Raisa.
"Iya Bu,Insya Allah..Raisa masih banyak belajar" Tangis Raisa pecah dipelukan Ibunya.
Ya sekarang dia sudah bukan gadis lagi ,yang bangun harus seenaknya,makanan sudah tersedia,sekarang dia sudah punya suami,status nya sudah menjadi istri,kehidupan yang sebenarnya akan dia jalani bersama Arsyil.
Begitupun dengan Arsyil dia sudah punya istri,istri yang harus dijaga,istri yang harus dia sayangi ,dan memberinya kebahagiaan lahir dan batin.
"Syil,Papah sudah melepaskan tanggung jawab Raisa kepada kamu,jaga dia,cintai dia,bahagiakan dia sebaik yang kamu bisa,seperti saya membesarkannya sampai saat ini" Wejangan Randi selanjutnya pada Arsyil,dia menepuk nepuk bahu Arsyil
Anak pertama dan anak satu satunya itu,harus dia relakan pada laki laki ini yang sudah menjadi suaminya,tanggung jawabnya sudah selesai dalam menjaganya . Tak terasa cairan bening turun di pelupuk matanya,anak gadisnya itu sudah menikah.
Arsyil berdiri dan merangkul Randi yang sudah menjadi Papah mertuanya itu.
"Insya Allah Pah,Arsyil akan menjaganya,seperti kalian,percaya pada Arsyil"Ucapnya kemudian.
Ardi juga sama meneteskan air matanya,merasa bahagia kedua anaknya sudah berumah tangga,sudah punya kehidupan masing masing,tanggung jawabnya tinggal satu lagi yaitu Adeva.
⚘ Resepsi ⚘
Acara yang ditunggu pun tiba Raisa dan Arsyil sudah duduk disinggasananya,Arsyil terus tak melepaskan tautan kedua tangannya,dia juga tak lepas memandang wajah cantik Rasa dibalik gaun indahnya itu.
Satu perasatu tamu datang teman teman Arsyil dan Raisa semasa sekolah dan kuliah pun datang ,juga teman teman kantor mereka.
"Selamat menempuh hidup baru Arsyil,Raisa,aku turut senang,semoga kalian langgeng" Tutur Seina yang menggandeng pasangan nya.
Asryil dan Raisa mengucapkan terima kasih pada Seina,Raisa juga sempat mengatakan maaf dulu sempat mencurigai mereka.
Seina hanya menanggapinya dengan senyuman,Aldo juga datang yang dulu begitu menginginkan Raisa,tapi rasa menginginkan itu juga masih terbenak sampai saat ini.
"Selamat Bro,gue minta loe bahagiain dia,sekali gue lihat loe nyakitin dia,maka akan gue ambil dia" Decaknya yang sambil merangkul Arsyil.
"Tenang saja,itu tugas gue" Ujar Arsyil..Aldo tersenyum kecut selanjutnya dia beralih pada Raisa
"Selamat Sa,kalau kamu bahagia ,aku turut bahagia,tapi jika nanti kamu bersedih ,maka aku siap ada untuk kamu" Pedenya sambil bersalaman dengan Raisa.
Selanjutnya para tamu menyantap makanan yang sudah tersedia,mereka masih berbincang dan memuji akan kecantikan dan ketampanan kedua mempelai itu.
"Om,Arsyil.." Seru Arsenio ,yang sudah berada disebelahnya.
__ADS_1
"Hay Boy,ada apa ?" Arsyil mengusak rambut kecil keponakannya itu.
"Ini ada kado dari Ayah.." Nio memberikan bungkusan kecil pada Arsyil yang katanya dari Arka.Arsyil menerimanya dan tersenyum,walaupun aneh ngapain juga memberinya lewat Nio.
"Ayah kamunya dimana ?" Tanya Arsyil
"Tuh disana.." Tunjuk nya Arka yang sedang melambaikan tangannya,yang sedang menggendong Queena.
Arsenio mendekati Raisa ,Raisa berjongkok sediki supaya sejajar dengan Nio.
"Ounty Raisa cantik.." Serunya lalu sambil mengecup pipi Raisa ,lalu dia berlari dari sana.
Raisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keponakannya itu.
***
Acara selesai di sore hari saat jam waktu sewa tempat selesai,mereka sudah dibuat lelah saat itu,Aluna saja ijin pamit lebih dulu karena Queena yang sedikit rewel tadi.
Semua orang juga sudah bergegas istirahat dihotel yang mereka tempati dulu untuk semalam,karena jarak kerumah mereka lumayan.
Arka dan Nio juga sudah menyusul Aluna ke kamar hotel,Arka tersenyum melihat kedua bidadarinya sedang tertidur lelap.
Arka dan Nio berganti pakaian mereka,lalu ikut merebahkan tubuhnya bersama.Arka mengecup kening Aluna lama,dan beralih ke gadis kecilnya.
Arsyil dan Raisa juga sudah dikamar hotelnya,Raisa masih dibantu MUA untuk membuka gaun dan riasan diwajahnya.
"Sa.."Arsyil memeluk erat istrinya itu dan Raisa membalasnya.
"Iya Syil.."
"Sa,aku mencintai mu dan akan selalu mencintaimu"
"Aku juga mencintai mu Syil"
Acara belum selesai sampai disana,mereka masih harus melewati makan malam bersama,dan berbincang bincang bersama hingga waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.
Baru mereka bisa istirahat total malam itu,apalagi untuk kedua mempelai pengantin itu.
"Syil,aku lelah sekali..badan aku pegal pegal ini"Keluh Raisa sesaat mereka sudah dikamar hotel.
"Hmmm,aku juga sama Sa,mau aku pijit" Tawarnya.
"Gak usah Syil,kita tidur aja yuk"Ajak Raisa.
__ADS_1
Arsyil juga terlihat sudah sangat lelah,maka malam itu mereka terlelap tidur sambil berpelukan,Sebenarnya Raisa belum terbiasa karena harus tidur berdua,dan ada sedikit perdebatan antara soal lampu.
Yang satu ingin menyala,yang satu ingin mati,dan karena lelah,Arsyil yang mengalah..tapi beruntung dia terlelap juga karena sudah sangat lelah dan mengantuk,bahkan mereka melupakan malam pertama indah mereka.
Itu perbedaan awal yang akan mereka tempuh selanjutnya,semoga mereka bisa saling mengerti.
***
Ke esokan paginya setelah selesai sarapan pagi,Rencana mereka akan ke tempat Rumah yang Arsyil beli saat sebelum menikah,Raisa aja tidak tau soal itu,karena memang ini kejutan untuknya.
Arsyil dan Raisa langsung menuju kesana,sedangkan keluarga yang lainnnya memilih pulang dulu,setelahnya mereka menyusul.
Arsyil dan Raisa pergi dengan motor andalannya Arsyil,Raisa memeluk Arsyil dengan erat,dia sudah bebas bersentuhan dengan Arsyil,karena sudah Sah.
Dan tak lama sampailah disebuah rumah bertingkat, dengan nuansa klasik,Raisa sudah terpana melihat tampilan rumahnya dari luar.
"Kapan kamu membeli ini Syil ?"Tanyanya
"Aku membangunnya Sa,dan baru selesai tiga bulan yang lalu" Jelas Arsyil
"Wah,aku suka banget Syil.." Raisa terus mendecak kagum pada keindahan rumah ini,setelah mereka masuk ke dalam rumah itu.
Raisa juga bahagia,rumah itu sudah terpenuhi berbagai peralatan,dia tidak henti memeluk Arsyil dan mengucapkan terima kasih padanya.
Rumah itu Arsyil bangun untuk keluarga kecilnya nanti,Bersama Raisa dan anak anak mereka kelak.
"Makasih Syil,makasih banyak" Ucap Raisa yang sedang memeluk Arsyil.
"Sama sama Sa,ini untuk kita dan anak anak kita kelak,tapi kamu harus memberi aku hadiah setelah ini" Tutur Arsyil
Raisa melepaskan pelukannya ,lalu menatap Arsyil
"Maksud kamu hadiah apa ?"
"Malam pertama yang terlewat," Bisik Arsyil ditelinga Raisa,membuat Raisa merona merah dipipinya,belum lagi dia merasa bergetar saat Arsyil berbisik ditelinganya.
Tanpa aba aba Arsyil menggendong Raisa ala Bridal style ,lalu berlalu ke kamar utama mereka berdua
"Hahah,Syil turunin aku.." Teriak Raisa,tapi Arsyil tidak menggubris dia terus berjalan.
Dan menutup pintu kamar dengan kakinya.
***
__ADS_1