
Keesokannya
Alya kembali muntah muntah dipagi hari,tapi Arsen tidak tau karena saat Alya muntah Arsen sedang di dalam kamar mandi,dan Alya muntah di kamar mandi sebelah.
"Aku kenapa ya ?aku masuk angin gitu ?dari kemarin muntah muntah terus"Gumamnya.
Lalu dia masuk ke dalam kamar lagi,dan terlihat Arsen sudah pakai baju kerjanya,Alya mendekat dan ingin memasangkan dasinya.
Tapi tiba tiba Alya menjauh,"Ars,kamu pakai parfum apa sih ?bau banget ?atau tadi kamu gak mandi?"Ujar Alya,sambil menutup hidungnya.
Arsen mengernyit "Aku kan baru mandi,ini parfum aku yang biasa Al,apa yang aneh ?"Desis Arsen.
"Tapi bau Ars,kamu ganti baju deh..kalau gak,aku gak mau dekat dekat kamu lagi "Sungut Alya.
Arsen pun sedikit berdecak ,dan dia menurut berganti baju.
Dan hari itu Alya kembali ingin ikut Arsen ke kantor lagi,dan kejadian kemarin terulang lagi,Arsen dan Aldi yang kena impasnya.
Bukan hanya hari itu saja ,tapi hari hari berikutnya Alya selalu ikut Arsen ke kantornya,bukan hanya itu dia selalu ikut kemanapun Arsen pergi.
Terus Alya jadi gampang menangis dan marah marah gak jelas,kadang Arsen kewalahan dan merasa aneh,dia jadi takut pada perubahan Alya itu.
Bahkan dia sempat berpikir,apa Alya depresi ?oh tidak pikiran macam itu.
***
Malam hari
Sesaat sudah selesai menyelesaikan hasratnya Arsen memeluk Alya dibalik selimut,tapi mereka masih sama sama sama polos .
"Al,,kok aku merasa kamu agak berisi ya ?"Ujar Arsen.
Nafsu makan Alya saat siang menuju malam hari itu sangat banyak,kadang Bi Siti juga menggelengkan kepalanya.
"Kamu mengatakan aku gemuk Ars ?"Sarkas Alya dia pun cemberut.
"Eh,Gak..bukan gitu Sayang,aku gak bilang kamu gemuk,tapi aku bilang kamu sedikit berisi "
"Sama aja kamu bilang aku itu gemuk Ars"Sungut Alya tak terima.
Arsen menepuk jidatnya,kayanya dia sudah salah bicara,"Gak Sayang gak gitu,"Arsen pun menciumi wajah Alya supaya Alya tidak marah,tapi salah , Arsen justru malah diusir dari ranjang dan menyuruhnya tidur di Sofa.
Arsen pun mengalah saja.Selama dua minggu itu Alya masih muntah muntah,dan Alya pikir itu masuk angin,tapi nafsu makannya menjadi banyak.
Dia juga merasa aneh pada dirinya sendiri,lalu dia lihat kalender dan menyadari kalau dia tidak datang bulan selama dua minggu lebih,apa artinya itu ?
***
Pagi harinya
"Pagi Bi Siti.."Sapanya rutin pada Artnya
"Pagi juga Non Alya yang cantik,dan sekarang tambah cantik deh"Kelakar Bi Siti.
"Bibi bisa aja deh..Bi kita masak apa ya,Eh Bi ada racikan buat bikin sayur asam gak ?aku lagi ingin makan itu,sama asin sama sambal juga,kayanya mantap tuh"Tutur Alya,sambil membayangkan makanan itu dengan air liur yang hampir menetes.
Sampai Bi cekikikan melihat majikannya itu "Kayanya gak ada Non ,Bibi belanja dulu atuh ya sama Pak Agil (Tukang kebun),paling sekarang yang ada cuma ayam aja"Tutur Bi Siti.
"Ya padahal lagi mau banget,ya udah deh,nanti belanjanya sama aku ya Bi,sekarang bikin Nasi goreng Ayam aja Bi,aku mau ke atas dulu Bi mau lihat Arsen"Ujar Alya.
"Iya siap Non.."
Bi siti tertawa kecil,ada perubahan dalam diri Alya yang Bi Siti lihat,wajah Alya terlihat sangat bersinar,dan terlihat cantik sekali.
Alya masuk lagi ke dalam kamar,tadinya mau bantu Bi Siti memasak ,tapi tiba tiba moodnya jadi malas,dia juga tak tau kenapa.
"Ars.."Terlihat Arsen baru keluar kamar mandi yang masih memakai bathrobenya.
Alya langsung berhambur kepelukan Arsen "Hey,Kenapa sayang kamu mau lagi ?semalam belum puas ?"Seloroh Arsen.
Alya pun mencubit pinggang Arsen "Gak gitu Ars,,aku kangen kamu"Ujar Alya yang masih memeluk Arsen.
Arsen cekikikan "Kamu kangen aku,padahal semalam kamu begitu lincah Al,sampai aku kewalahan melayaninya,tapi ujung ujungnya malah nyuruh aku tidur disofa"Selorohnya lagi.
Ya untuk pertama kalinya saat semalam Alya yang meminta sendiri dan bahkan yang berdominan dalam permainannya mereka,Arsen pun merasa aneh pada Alya.
__ADS_1
Alya kembali mencubit Arsen "Jangan di ingat ingat,aku malu tau"
Alya melepaskan pelukannya dan berjalan masuk kedalam tempat baju dan mengambil baju kerja yang akan Arsen pakai.
Arsen pun memakainya "Al,kamu berdandan pagi ini ,mau kemana ?"Tanya Arsen di sela sela saat memakai pakaiannya.
"Gak kok,mana pernah aku berdandan kalau gak mau pergi atau kamu pulang dari kerja,emang kenapa sih ?"
"Kamu cantik Al,,"Arsen memegang wajah Alya yang memang terlihat sangat cantik.
"Terus kemarin gak cantik gitu ?"Decak Alya.
"Gak dong kamu selalu cantik,tapi berbeda aja hari ini"Ujar Arsen lagi.
Alya pun tersipu malu,lalu dia mengecup bibir Arsen ,sampai Arsenpun membulatkan matanya ,dan karena terpancing,Arsen pun kembali mengecup bibir Alya dan memanggutnya dalam.
Ciuman itu terlepas saat mereka mencari pasokan oksigen masing masing,Alya langsung memeluk Arsen
"Ars,jangan kerja ya..kamu disini aja"Tutur Alya.
"Hah,kamu nyuruh aku jangan kerja ?biasanya kamu yang suka menyuruh aku untuk pergi"Uajr Arsen.
"Iya,aku pengen sama kamu terus Ars,pengen gini sama kamu"Ujar Alya manja
"Hey,kenapa Alyaku manja begini ! Kamu lagi gak enak badan hem ?"Arsen langsung memegang kening Alya,tapi tidak panas.
"Gak Ars,aku pengen kamu gak pergi,aku pengin kamu ada disini temani aku"Pinta Alya lagi dengan manja.
Arsen mengerutkan keningnya,sangat jarang dan bahkan tak pernah Alya seperti ini selama dua tahun pernikahan mereka.
"Sayang,hari ini aku ada meeting penting,dan aku harus ada disana,atau mau ikut ke kantor lagi ?akhir akhir ini kamu aneh tau gak Al !!"Ujar Arsen
"Ahhh..aku ingin kamu ada disini Ars..aneh gimana ?"Pagi itu Alya benar benar manja.
Arsen ingin menjawab ,tapi Alya langsung pergi ke kamar mandi dan melepaskan pelukan mereka dengan sambil menahan mulutnya.
"Hoek..hoek..hoek."Suara muntahan Alya di dalam kamar mandi.
"Kamu kenapa Sayang.."Ujar Arsen yang mengikuti Alya di kamar mandi.
"Gak tau,tiba tiba mual gitu,sama sebel sekali"Jelas Alya ,yang memang merasakan tenggorokannya yang tiba tiba mual
Wajah Alya jadi terlihat pucat sekali,"Masih mual ?"Tanya Arsen.
Alya menggeleng,tapi langsung menjauhkan tubuh Arsen darinya "Kamu sana,katanya mau pergi kerja"Usirnya.
Arsen semakin bingung pada perubahan dari Alya ,tadi manja manja..sekarang malah ngusir ngusir.
"Tapi aku khawatir sama kamu,terus tadi katanya ada yang mau aku jangan kerja"Goda Arsen.
"Gak sekarang,kamu pergi aja sana !!" Decak Alya.
"Yakin,aku pergi nih.."
"Iya sana pergi,aku gak mau deket deket kamu "Selorohnya kemudian,lalu tak lama Alya kembali mual dan berlari ke kamar mandi.
Kembali muntah muntah,Arsen pun semakin khawatir pada Alya,wajah Alya semakin pucat.
"Sayang,ke dokter yuk..aku khawatir sama kamu"Ujar Arsen.
"Iihh,kamu kesana..aku gak mau dekat dekat kamu,wajah kamu jelek"
Eh !! Apa maksudnya Alya bilang wajah Arsen jelek.Arsen memicingkan matanya.
"Kamu aneh sekali Al,,"Ujarnya lalu menggelengkan kepalanya, "Kamu istirahat aja Al,nanti aku panggilkan Dokter pribadi kesini"
Alya menganggukan kepalanya,lalu membaringkan tubuhnya ditempat tidur.
Sedangkan Arsen sedang melakukan panggilan telepon pada Dokter pribadinya.
***
"Di, bisa kamu handle hari ini tidak ?"Ujar Arsen ,setelah menelepon Dokter lalu menghubungi Aldi.
"Maaf Pak ,Pak Rizal ingin langsung bertemu dengan Bapak,tidak mau diwakilkan"Sahut Aldi dibalik sana.
__ADS_1
Arsen memijit keningnya,dia merasa bingung disisi lain ingin menemani Alya ,tapi di sisi lain dia ada meeting.
Jam sudah sangat mepet,dia pun akhirnya menghubungi Aluna untuk menemani Alya dirumah sambil menunggu Dokter datang.
"Sayang..aku pergi kerja dulu ya,nanti Bunda kesini,aku udah telepon beliau,nanti setelah beres meeting aku langsung pulang"Tutur Arseb.
"Tapi Ars.."Alya menahan tangan Arsen.
"Sayang,nanti aku panggilkan Bi Lia ya kesini buat nemenin kamu"Arsen mengecup kening Alya.
"Ars,peluk dulu.."Alya kembali manja,Arsen semakin aneh pada Alya,moodnya perubah rubah.
Arsen pun memeluk Alya,dan memberikan ciuman dibibir Alya,lalu pamit untuk pergi.
Arsen pun tak sempat sarapan yang Bi Siti buat,karena meetingnya sudah diwaktu yang mepet,Arsen pun berpesan pada Bi Siti,Bi Lia dan Bi Eni untuk membantu menjaga Alya.
Dan Arsen berangkat,lalu Aluna sudah tiba disana bersama Syila.Semua Art Arsen menyapa salam Aluna dan Syila.
Aluna langsung melangkah kekamar Alya,teihat Alya sedang berbaring ditutupi selimut.Terlihat juga wajah pucat Alya,tapi masih terlihat binar cantiknya
"Bunda.."Lirih Alya lalu bangun dari tidurnya dan menyenderkan punggungnya dikepala ranjang.
"Tiduran aja sayang,kata Arsen kamu mual mual ?sama pusing gak ?"Tanya Aluna.
"Iya Bunda,pusing sama badan juga lemas sekali"Jelas Alya.
Aluna terdiam dia juga nampak sedang berpikir,apa mungkin Alya ?Ah..sungguhkah ?
Aluna tersenyum dia sangat tau apa artinya itu,"Kamu sudah datang bulan belum ,bulan ini ?"Tanya Aluna.
Alya nampak berpikir ,iya kemarin dia sudah lihat tanggal dan sudah telat.
Alya belum menjawab pertanyaan Aluna,karena Dokter pribadi keluarga mereka sudah datang yaitu Dokter Antonio.
Dr Antonio pun mulai memeriksakan Alya,cek juga tekanan darahnya Alya,dan semua terlihat normal.
"Tante Luna,lebih baik Alya bawa saja ke Mommy,biar Mommy yang memeriksanya,karena aku rasa Alya sedang memgandung,menurut apa saja gejala yang Alua rasakan tadi"Ujar Dr Antonio.
Alya melebarkan matanya dan memastikan pendengarannya,apa iya dirinya sedang hamil ?
"Iya Tante juga mikirnya gitu Anton,ya sudah maaf sudah repot repot kamu kesini"Ujar Aluna.
"Tak apa Tante,sudah tugas aku..atau paling coba test aja dulu pakai test pack Tante Alyanya"Sarannya
Dan Aluna mengangguk lalu mengantarkan Dr Antonio keluar.
"Wah Kak Alya hamil ?berarti aku mau jadi Aunty dong,dari Kak Queen satu dari Kak Alya Satu,selamat kak Alya..penantian yang indah"Seru Syila.
Alya terkekeh "Belum pasti sayang,kan belum dicek"Ujar Alya.
"Tapi tadi kata Dr Anton,Bilang kalau Kemungkinan Kakak Hamil"Seru Syila lagi.
"Amin,mudah mudahan Syila"Sahutnya bahagia.
Tak lama Aluna masuk lagi ke kamar Alya,setelah tadi berbincang dengan Art menyuruhnya untuk beli Test pack.
***
Dikantor
Saat meeting Arsen banyak tak konsentrasi,pikirannya terus pada Alya..merasa sangat khawatir saat melihat Alya muntah muntah kaya tadi.
Dan Acara meetingpun semakin lama,karena Arsen yang tak fokus itu.
*
Aluna menyuruh Alya untuk mengecek pakai test pack yang tadi dibeli,Alya pun menurut dan masuk ke kamar mandi.
"Bunda,alhamdulillah ya kalau kak Alya hamil "Ujar Syila.
"Iya Sayang semoga,Bunda akan senang sekali,kesabaran mereka berbuah manis"Tambah Aluna
Di dalam kamar mandi Alya sudah harap harap cemas,rasa takut kembali menyelimutinya,takut hasilnya gagal lagi.Jantungnya berdegub kencang,dan Menunggu beberapa menit.
Dan terlihat garis dua disana.
__ADS_1
***
***