
Hari ke Lima Arka baru diperbolehkan pulang oleh Dokter,Aluna tiap hari juga disana dan menemani Arka walaupun hanya siang saja.
Walaupun tangan kirinya masih harus memakai gips,selama masa penyembuhan harus di pakai. Dan Arka sudah diperbolehkan pulang.
"Kak,makan dulu yah,aku suapin "Saat mereka berada di dalam kamar.
"Iya Sayang ,maaf harus merepotkan kamu Yank "
"Kakak ini bilang apa sih,ya gak apa apa Kak,aku kan istri Kakak"
"Maaf juga ya .."
"Maaf untuk apa lagi Kakak Sayang ?"
"Gak bisa beli apa apa kalau kamu dan Dede Bayi minta sesuatu"
Aluna menautkan kedua alisnya "Dede Bayi udah gak pengen apa apa kok Ayah ,Dede Bayi cuma mau Ayah disini Sama Bunda"Aluna berkata sambil terkekeh.
Arka tersenyum ,"Sini Yank.." Arka meminta Aluna menghampirinya ,dia memeluk Aluna dengan tangan kanannya
"Makasih iya udah mau mengerti,tapi kalau mau apa apa juga jangan dipendam sendiri Yank,"
"Iya Calon Ayah,tapi Dede Bayi lagi gak pengen apa apa,pengen dipeluk gini aja sama Ayah" Aluna memeluk Arka erat.
"Jangan pergi tanpa aku tau Kak,"Lirih Aluna di dalam pelukan Arka.
"Iya Yank,maaf waktu itu aku hanya tidak ingin membuat kamu khawatir dan menjadi stres,ini akan berakibat pada janin kamu,calon anak kita"
"Huh,apa setelah aku mendengar Kakak kecelakaan tidak membuat aku menjadi stres Kak"Keluh Aluna.
"Oh iya,maaf Sayang ..aku tidak tau kejadian nya akan seperti ini,tapi kamu tenang aja sekarang tidak akan ada yang mengganggu kita lagi,pelaku peneror itu sudah tertangkap Yank"
"Oh ya !!emang siapa Kak ?Ko bisa tertangkap ?"
"Nisa Yank,kemarin aku bertemu dia,dia mengikuti aku maka aku dan Papi membuat rencana untuk menjebak dia,dan berhasil namun aku tidak tau kalau para pengawalnya sudah mensabotase mobil aku sebelumnya" Jelas Arka.
"Astagfirllah Kak,kamu nekat banget sih !!beruntung tidak sampai parah kan.."
"Iya Sayang aku bersyukur masih diberi keselamatan, itu karena aku ingat kamu dan calon Bayi kita" Ucapnya sambil mengelus elus perut Aluna.
Arka mengecup kening Aluna lama.
***
__ADS_1
Nisa sudah dimasukan kedalam penjara , mempertanggung jawabkan semua kesalahannya , Papinya pun ikut dihukum bagaimana pun mereka sempat bekerja sama,walaupun beliau sedang sakit hukum tetap berlaku.
Nisa tidak terima dia harus dipenjara dan dia sama sekali tidak mengakui atas semua kesalahannya , dia menjadi stres belum lagi dia tau kalau Arka baik baik saja tidak seperti yang dia mau dan rencanakan.
Dia geram secara semua yang dia rencanakan gagal,dia sering tertawa dan menangis tiba tiba didalam selnya.
Apapun hal yang dilakukan dengan niat jahat,tidak akan berlangsung lama,Semoga Nisa bisa menyadari semua kesalahan kesalahannya,dan menyadari kalau itu bukan cinta tapi obsesinya semata.
*Mami masih ada di Bandung untuk membantu Aluna menemani Arka.
"Luna,kamu lagi gak ngidam apa apa Nak?" Tanya Mami
"Gak Mi,aku lagi gak pengen apa apa kok,"
"Beneran !!kalau kamu mau apa apa bilang sama Mami ,"
"Iya Mi.."
"Arka sudah mau makan Lun ?"
"Sudah Mi,barusan disuapi Luna,sekarang lagi istirahat"
"Mami gak habis pikir gimana ya pikiran papah mertua kamu sama Arka,bisa bisanya merencanakan hal seperti itu" Mami mengomel ngomel.
"Iya lah Mami tau waktu Papi mertua kamu telepon sama Arka Mami tau,tapi Mami diam aja,eh ternyata Arka nekat,jadinya seperti itu kan !!"
"Iya Mi,tapi Alhamdulillah Kak Arka baik baik aja kan Mi ,bersyukur Allah masih melindunginya"
"Iya bener Sayang,dan alhamdulillah juga mereka sudah tertangkap tidak akan ada lagi yang mengusik kalian dan Kita lagi"
Aluna naik ke kamar setelah berbincang bincang dengan Mami.Dia melihat Arka yang sudah terlelap tidur,terlihat juga Suaminya itu sedikit kesusahan saat tidur karena tangan kirinya masih memakai gips.
Aluna ikut membaringkan tubuhnya,dilihat nya wajah Arka,meskipun masih terdapat goresan goresan bekas luka,namun aura tampannya masih terlihat.
Semoga setelah ini mereka tidak akan menemui masalah yang berat lagi,semoga juga mereka masih bisa melalui ujian ujian dariNya,dan Semoga mereka selalu dalam lindunganNya.
***
Hari berganti hari,bulan berganti bulan mereka melalui hari harinya dengan rasa syukur dan tentu penuh kebahagian.
Aluna juga sudah bisa menyesuaikan dirinya saat kehamilan itu,dia sudah tidak terlalu manja pada Arka .Arka juga sudah sembuh total tangannya sudah kembali normal,dia juga sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa .
Dia juga harus menambah satu tanggung jawab lagi yaitu mengurus perusahaan yang di Bandung,Papi sudah sepenuhnya memberikan kepercayaan nya pada Arka untuk mengelola cabang perusahaannya itu.
__ADS_1
Aluna juga sudah bisa berjalan keluar tanpa ada rasa takut,dan Arka juga sudah memberinya ijin.
Usia kehamilannya sekarang menginjak lima bulan,sudah ada pergerakan gerakan kecil disana.
"Kak,besok gak sibuk kan ?jangan lupa loh kita control besok udah jadwalnya"Terang Aluna yang sedang membaca buku di sofa.
Dan Arka juga sedang mengerjakan laporan dimeja sebelahnya,begitulah dia semenjak dia yang sepenuhnya mengurus perusahaan dia benar benar disibukan.
"Astagfirllah ,aku lupa Yank "Ucapnya sambil menepuk jidatnya
"Tuhkan udah lupa lagi aja,bulan kemarin juga gitu lupa,Lihat De Ayah suka lupa begitu" Aluna mencebik kesal.
"Awww..." Teriak Aluna.
Arka yang hendak akan menjawab pernyataan Aluna terhenyak mendengar Aluna teriak.
"Ada apa Yank ?apa yang sakit ?"
"Kayanya dia marah sama kamu deh Kak,dia menendang tadi"
"Hah,menendang ?emang dia bisa bergerak Yank ?"
"Aduh..iya Kak dia bergerak gerak kayanya dia denger apa yang kita bicarakan,coba pegang sini" Aluna menarik tangan Arka dan menempelkan nya diperut.
Dan Arka bisa merasakan nya ,dia menatap takjub calon anaknya itu bergerak gerak,dia tersenyum ceria benar benar pertama kali dia merasakannya.
"Iya Yank dia gerak gerak "Ucapnya masih mengelus elus perut Aluna.
"Baby Sayang ini Ayah,kamu bahagia ya Ayah pegang,baik baik disana ya jangan nyusahin Bunda, Ayah Sayang kamu "Bisiknya didepan perut Aluna dan dia mengecupnya.
"Ini udah sering Yank ?"Tanyanya.
"Gak sering juga Kak,cuma tadi aja tendangannya kuat sekali"
Arka memeluk Aluna erat,dia juga sempatkan mengecup ngecup pucuk kepala Aluna.Betapa bahagianya dia.
"Makasih Sayang sudah beri aku kebahagian yang luar biasa ini,tinggal nunggu empat bulan lagi dia hadir dikehidupan kita"
"Iya Kak,makasih juga sudah menjadi Calon Ayah yang siap siaga,walaupun suka lupa !!"Cibir Aluna.
"Heheh,iya Maaf Sayang,besok aku antar kamu ya,kamu tenang aja apa pun buat kamu dan dia Sayang"
"Iya iya percaya"
__ADS_1
Dan mereka saling mengungkap kan rasa Cinta dan Sayang mereka lewat pelukan dan Ciuman.Semoga Cinta mereka tidak pernah berubah.