
Ervano dan ShaQueena
Hari ini akhir pekan hubungan Ervan dan Queen memang masih belum jelas kemana Arahnya,Ervan memang menyukai Queen,tapi dia masih minder dengan kehidupan dia dan kelurganya yang tidak setara dengan Queen.
Perbedaan Kasta dan status sosialnya membuanya begitu minder.Tapi dia akan bertekad dan berjuang mendapatkan hati Queen dan membahagiakannya.
Ervan sampai dikediaman Queen,disambut Bi Ane.
"Neng,Queen Ada den Ervan di depan "Ujar Bi Ane.
Saat itu Queen sedang ditaman belakang bersama Keluarganya,karena memang sedang akhir pekan ,mereka selalu berkumpul,nampak juga Arsyil dan keluarga juga disana.
"Ciee,pacarnya sudah datang tuh !!" Kelakar Syila dan Daffin.
"Apaan sih,jadi pacar aja belum Kok "Sungut Queen tak terima.
"Mau lihat ah ,pacarnya Kak Queen yang mana "Ujar Daffin dan Billa Antusias.
Queen hanya memutarkan bola matanya jengah,"Wah Kak Arsen kalah telak lagi dong sama Queen,Queen aja udah punya pasangan Kak Arsen kapan ?"Celetuk Bila
Dan semua orang menertawakannya "Enak aja,Kakak sudah punya Kok,belum dibawa saja..lihat saja tanggal mainnya"Sungut Arsen
Lalu mereka tertawa lagi ,Queen pun menghampiri Ervan yang sedang di ruang tamu,semua menghampiri Ervan ,dan Ervan jadi gugup saat ditatap semua orang.
"Kalian kenapa sih pada ikut kesini segala !!tuh diakan jadi malu"Rutuk Queen.
Tapi mereka malah menyengir ,Queen pun mengenalkan Ervan pada Arsyil dan keluarga.
"Om,Tante ,Kak Arsen aku mau minta ijin ,mau membawanya jalan jalan sebentar"Ujarnya.
"Ciee..."Ujar Syila dan Bila sambil cekikikan.
"Apaan sih kalian ini,sana ..sana pergi "Sungut Queen pada mereka.
"Udah,,udah kalian ini menggoda Queen segala,Boleh Kok Ervan"Sahut Aluna dan juga Arka.
"Boleh kok,kamu bawa dia sejauh mungkin juga gak apa apa!!" Celetuk Arsen.
"Kak Arsen ,,jahat iih "Decaknya sebal.
"Hahaha,Eh Van..kamu kuliah tuh ambil jurusan Arsitektur kan ?kalau kamu minat mau gak kerja ditempat Kakak ?"Ujar Arsen.
"Nah iya betul Dik Ervan,kamu mau ?"Arka menambahi
"Eh,makasih banyak Om,Kakak..Insya Allah paling nanti setelah lulus,karena akhir akhir ini aku sibuk,terima kasih banyak tawarannya"Ujar Ervan.
"Baik baik,aku tunggu kabar baiknya ya"Ujar Arsen.
__ADS_1
"Ya sudah ,Ayah,Bunda ,Kakak,Om,Tante Queen pamit pergi dulu ya"ujar Queen.
"Iya Om,Tante semuanya Ervan pamit dulu,Assalamualaikum"Ujar Ervan juga.
***
"Van,kita mau kemana ?"Tanya Queen saat dia hendak mau naik ke motor yang Ervan bawa.
"Pokoknya hari ini mau bawa kamu kencan,,kamu nikmati aja Ok !!" Tutur Ervan ,
Queen tersenyum "Baiklah kemana pun kamu membawa ku,aku akan ikut,,let's Go.."
Ervan menjalankan motor gedenya itu dengan kecepatan rendah membelah jalanan ibu Kota,kali ini dia akan membawa Queen ke daerah Ciwidey,sepanjang perjalanan Queen hanya memegang jaket Ervan ,dia tidak berani memeluknya.
"Queen.."Seru Ervan
"Ya.."Jawab Queen dengan sedikit berteriak.
"Pegangan padaku,jalan di depan bakal banyak belokannya"Teriak Ervan.
Tapi Queen terdiam,lalu dengan gerakan cepat Ervan menarik tangan Queen,hingga sudah melingkar diperut Ervan,dan wajahnya sudah mendarat dipunggung gagah Ervan.
Jangan ditanya soal jantung keduanya,memerlukan waktu 2jam perjalan hingga sampai kesana,karena mereka juga banyak istirahat disana.
***
Ervan memarkirkan motornya ,Queen pun ikut turun,lalu Ervan menarik tangan Queen hingga kini mereka sudah bergandengan tangan.
"Kamu lapar gak ?kita makan dulu,tapi disini cuka ada kedai kedai kecil,gak ada restoran mewah seperti diKota Queen.."Tutur Ervan.
"Belum sih,mau makan apa aja aku suka kok,aku gak pilih pilih makanan,semua sama"Sahutnya
Ervan tersenyum,dia sengaja membawanya ketempat itu,supaya Queen tau kalau kesenangannya Ervan seperti itu,Karena taulah mereka berbeda dalam hal kasta.
Ervan sudah punya niat akan menjadikan Queen sebagai pacarnya ,tapi sebelum itu dia ingin memberi tahu soal siapa dirinya,yang entah bjsa membahagiakan Queen dengan uang.
Mereka kembali bergandengan tangan,Ervan mengajak Queen duduk disalah satu saung disana.
"Van,kamu tau tempat ini dari mana ?sungguh indah sekali Queen"Seru Queen.
"Semua orang juga tau Queen tempat ini,banyak yang sering berwisata kesini,kamu suka gak ?karena yang aku sukai tempat seperti ini Queen"Sahut Ervan.
"Suka,aku suka sekali..jarang jarang loh aku ketempat seperti ini,karena yang selama ini aku temui hanya Mall dan gedung gedung tinggi saja.
"Syukurlah kalau kamu suka,aku akan bawa kamu ketempat lainnya,aku suka tempat tempat seperti ini Queen,karena bisa menetralkan pikiran kita ,menenangkan pikiran juga."
"Iya disini adem,cuma perjalannya aja yang lumayan agak jauh ya"
__ADS_1
"Ya,bahkan ada yang lebih jauh lagi dari sini,kamu mau naik perahu gak ?disana ada yang disebut Batu Cinta,banyak orang pacaran yang suka kesana terus menulis nama mereka disana,entahlah maksudnya untuk apa,mau gak ?"
"Gak ah,aku takut Van.."
Ervan terkekeh "Queen..."
"Ya Van.."
"Queen,kamu tau aku sudah suka sama kamu sudah sejak lama,tapi aku tidak yakin bisa bersama dengan kamu"
"Kenapa ?kenapa tidak yakin ?hati kamu yang belum yakin Van ?"
"Boleh aku tanya sesuatu Queen ?"
"Apa ?"
"Selama ini bagaimana perasaan kamu sendiri pada aku ?"
Queen terlihat malu malu "Kamu penyelamat aku Van,selama ini aku belum pernah merasakan jantung berdetak kencang,atau senyam senyum sendiri kalau tidak sama kamu,kata Bunda itu artinya aku sudah jatuh cinta,dan itu sama kamu"
Ervan tersenyum dia memegang tangan Queen "Queen aku tak tau harus bilang apa ,karena aku memang suka sama kamu,bahkan aku sayang,aku ingin memilikimu sebagai kekasih aku,tapi.."
"Tapi kenapa ..?"
"Kamu tau aku hanya orang yang biasa,orang tua ku hanya orang biasa ,sedangkan kamu !!"Ervan menundukan kepalanya.
"Jadi kamu minder,karena status kita ?"
"Bisa dibilang begitu ,aku takut tidak bisa membahagiakan kamu,apalagi bagaimana orang tua kamu,keluarga kamu dari orang yang terpandang"
"Van,aku gak suka kamu merendah seperti itu,mungkin dimata dunia kita berbeda,tapi dimata Allah kita sama ciptaanNya."
"Aku hanya tak yakin Queen"
"Kamu punya potensi yang besar untuk bisa sukses Van,kamu buktikan itu ,tapi mau bagaimana pun kamu,aku tetap suka..karena cinta tak memandang status sosial kita,aku bahagia kamu perlakukan aku begini,jujur"
"Insya Allah aku akan perjuangkan kamu Queen,"
"Iya aku percaya,sekarang kita jalani aja dulu ya,"
"Jadi kita ?"
"Jadi kita pacaran?"
"Ya.."Keduanya tersenyum bahagia,tautan tangab keduanya masih menyatu .
Mereka kembali jalan jalan menelusuri situ itu dengan perasaan yang berbunga bunga.
__ADS_1
***