
"Assalamualaikum..." Sapa Arsyil saat sudah dirumah.
"Waalaikum Salam.." Sambut Bunda Naura,Arsyil mencium punggung tangan Naura.
"Syil,muka kamu kenapa ?kenapa kusut begitu ?" Naura bertanya saat melihat tataan muka Arsyil yang sudah acak acakan.
"Bunda.." Arsyil langsung merengkuh kepelukan sang Bunda..
"Ada apa Syil ..?"Tanya Bunda Naura khawatir "Ayo duduk dulu" Bunda membawa Arsyil duduk di sofa.
"Kenapa Sayang ?" Tanyanya lagi.
"Bunda..kenapa Bunda tidak bilang kalau Raisa sudah pacar lagi ?"
Bunda Naura menarik nafas "Maafkan Bunda Sayang, Bunda hanya tidak tega sama kamu Syil,kamu tau dari mana ?"
"Ini Sakit Bunda,sakit..Arsyil sudah bertemu dengan dia Bunda." Lirihnya,Bunda Naura semakin tidak tega melihat Arsyil yang begini
Anak laki lakinya ini yang punya tampang begitu dingin dan cuek,tapi dia begitu rapuh saat ini,dia peluk erat Arsyil.
"Syil.."
"Apa perjuangan Arsyil selama ini masih kurang Bunda ?,bahkan selama disana Arsyil merasa ingin cepat kembali kesini dan mengikat dia,tapi apa yang Arsyil dengar ,dia bahkan sudah mengkhianati aku Bunda.."Lirihnya dengan sudah air mata yang sedikit sedikit meluncur.
Bunda Naura menatap iba Arsyil,dia bingung harus bagaimana,tapi dia harus menguatkan Arsyil.
"Syil,dengerin Bunda..dia memang sudah punya pacar lagi,tapi yang Bunda tau seperti itu bicarakan dulu dengan Raisa dari hati ke hati"
"Tapi dia sudah menjadi milik orang lain Bunda..aku menyesal kenapa tidak sejak dulu sebelum aku ke Jepang mengikatnya dulu" Lirihnya kembali.
"Syil,Bunda pernah bilang kan ,kamu harus lebih berjuang lagi,tapi kalau kamu sudah mau berhenti tak apa ,Belajarlah lagi membuka hati kamu untuk Orang lain"
"Arsyil tidak tau Bunda..Arsyil ke kamar dulu" Arsyil melangkah ke kamarnya,dia masih merenunginya,masih tidak percaya dengan apa yang dihadapinya saat ini.
Gadis yang berusaha dia perjuangkan,gadis yang berharap menunggunya sampai kembali,gadis yang dia cintai sepenuh hati itu,apakah kini harus dia relakan untuk Orang lain.
***
"Sabar Bunda,,biar Luna yang memberi tahu dia ya,Bunda tenang dulu ya jangan gelisah begitu" Ujar Aluna ditelepon.
Setelah Arsyil masuk ke dalam kamarnya Bunda Naura langsung menelepon Aluna.
Setelah cukup lama bertelepon ,mereka mengakhirinya.
"Ada apa Sayang ,itu Bunda ?" Tanya Arka sambil memeluk Aluna dari belakang.
"Iya Ayah,Arsyil tadi dia menangis di depan Bunda"lirih Aluna
"Kenapa ?"
"Katanya dia sudah bertemu Raisa,"
"Arsyil sampai menangis ?serapuh itukah dia ?"
__ADS_1
"Ya jelas lah Ayah,bagaimana pun diJepang dia berjuang untuk Raisa juga,aku harus menemuinya"
"Mau kesana ?besok aku antar"
"Besok dia nya juga masih harus ke kantor Yank,nanti aku hubungi dia deh"
"Terus rencana kamu apa,akan memberi saran apa ?"
"Ya jelas memberinya dukungan untuk berjuang lagi mengambil hati Raisa,aku yakin dia masih mencintai Arsyil "
"Kamu yakin ?tidak terlalu kejam pada Arsyil ?"
"Kita lihat saja sejauh mana perjuangan Arsyil itu ,aku juga sedikit tidak tega sih,"
Arka tertawa "Ya kamu benar,kalau aku ada diposisi Arsyil ,aku juga akan berjuang merebut hatinya kembali,asal yang terpenting hatinya masih milik aku,itu gampang".
"Nah itu dia,ayo bantu dia berjuang,"Tutur Aluna semangat.
"Ayo siap,nah sekarang kita yang berjuang"
"Berjuang untuk apa ?"
"Melewati malam ini.." Arka langsung saja menerkam Aluna dan malam itu mereka habiskan waktu berdua,Arsenio sudah tidur sendiri ,jadi tidak ada pengganggu kecil.
"Arghhhh...." Teriak Aluna.
***
Ke esokan paginya
Bagaimana pun dia juga masih penasaran dengan kenyataan yang ada,hatinya masih mengatakan kalau Raisa hanya sedang pura pura saja,walaupun Bunda Naura sudah membenarkannya,hanya saja dia masih belum yakin sebelum dapat kejelasan secara detail dari Raisa langsung.
Maka pagi ini dia mendatangi lagi rumah Raisa dan membuntutinya.Dia sudah ada di depan rumah Raisa,Raisa nampak sudah keluar dari pekarangan rumahnya dan menunggu go**k datang.
Tak lam go**k itu datang dan langsung Membawa Raisa meluncur pergi,Arsyil mengekorinya dari belakang,sampailah dia disebuah kantor yang tidak begitu besar.
Raisa masuk dan Arsyil masih menatap Raisa.Ingin rasanya dia peluk tubuh mungil itu,dia benar benar merindukannya,sangat merindukannya.
Arsyil bergerak dari sana dan mengendarai motornya menuju ke kantornya,melakukan aktivitas rutinnya,sore nanti dia akan menemui Raisa dan meminta penjelasan darinya .
Saat dia sedang berkutat dengan pekerjaannya ponselnya berdering.
"Hallo,Waalaikum salam Kak ,ada apa ?"
"Nanti pulang kerja ke rumah kakak Syil.." Titah Aluna,ternyata Aluna yang menelepon.
"Mau apa Kak ?"
"Jagain Arsen ,,"
"Hah !!jagain dia emang Kakak mau kemana sih ?kenapa nyuruh aku ?"
"Kakak mau kencan ,kan kamu jomblo tuh,jadi mending jagain Arsen aja ya"
__ADS_1
Arsyil berdecak kesal pada Aluna," Insya Allah Kak ,soalnya aku lagi ada sesuatu"
"Sesuatu apaan ?"
"Ada deh ,kakak gak udah kepo gitu,udah ah aku tutup aja,kalau aku gak bisa datang ,titip Bunda aja Nionya bye Kak"
Arsyil menutup teleponnya sepihak,tak perduli dibalik sana Aluna yang mengomel.
Hingga sore hari tiba dia bergegas merapihkan mejanya lalu pergi menemui Raisa dikantornya,dan mudah mudahan Raisa belum pulang.
Dan benar saja tak lama Raisa baru keluar,Arsyil langsung menarik tangan Raisa begitu saja,Raisa jelas kaget.
"Syil,lepas ..kenapa main tarik tarik aja sih !!"Keluhnya
"Ikut aku Sa," Titah Arsyil
Awalnya Raisa menolak,tapi Arsyil memaksa pada akhirnya Raisa mengikuti Arsyil.Arsyil membawa Raisa kesebuah taman.
Mereka duduk disalah satu tempat duduk disana.
"Sa,kamu ingat gak tempat ini ?" Tanya Arsyil sambil menerawang lagi ke masa lalu mereka.
Raisa hanya menganggukan kepalanya
"Saat itu kita masih kelas Sekolah di Sekolah dasar,tempat pelarian kita kesini dan kamu yang membawa aku kesini,kamu ingat saat kamu ngotot mau belajar naik sepeda,padahal aku males banget ,tapi kamu selalu memaksa dan memelas,pada akhirnya aku menurut" Arsyil sedikit menjeda
"Kamu juga ingat,saat kamu sering jatoh,kamu yang selalu merengek buat aku gendong,dengan berat hati aku menuruti kamu,hingga sampai kita beranjak dewasa pun aku selalu menuruti keinginan kamu"
"Sa,apa kesalahan aku begitu fatal ?sampai kamu memilih untuk tidak menunggu aku ?"
Raisa sudah menangis tersedu sedu sesaat Arsyil menceritakan tentang masa lalu mereka.
"Bukan Syil bukan begitu,ada sesuatu hal yang harus kamu gak tau,dan nanti kamu juga tau alasannya apa"
Arsyil memejamkan matanya singkat "Apa kamu bahagia sama dia Sa?"Tanya Arsyil.
Raisa menganggukan kepalanya"..Maafkan aku"
"Baiklah kalau kamu bahagia dengan dia,tapi aku akan tetap memantau kamu,sampai aku benar benar lihat kamu bahagia,kalau kamu sudah sungguh bahagia,maka akupun akan bahagia memilih jalan hidup aku sendiri"
"Syil..." Tangis Raisa semakin menjadi,dia tidak tau harus berkata apa lagi.
"Ayo,aku antarkan kamu pulang.Aku minta maaf kalau selama ini aku selalu kurang peka sama kamu,tapi satu hal yang harus kamu tahu,hati aku masih buat kamu,sampai aku kembali ke sini hati aku masih buat kamu"
Raisa mendongkakan kepalanya,dia menggeleng gelengkan kepalanya.
"Maaf Syil ..Maaf...akan ada waktunya nanti kamu tau yang sebenarnya,Maafkan aku Syil .." Lirih Raisa masih dengan air mata yang mengalir deras.
"Sudahlah Sa ,,ayo kita pulang" Arsyil kembali meraih tangan Raisa.
"Syil.." Raisa menatap sendu Arsyil
Kini mungkin dia harus menyerah akan cintanya, Semoga ada kebahagian yang menanti dirinya suatu saat nanti.
__ADS_1
***