Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 54


__ADS_3

"Kak,ayo bangun makan dulu yuk.." Aluna mencoba membangunkan Arka ,hari ini masih weekend.


"Hmmm.."Arka perlahan membuka matanya dan bersandar ditepi ranjang.


"Makan dulu Kak,kemarin malam belum makan lagi"


"Yank,jangan nasi deh makannya,aku masih mual nih"Keluhnya .


"Perutnya masih sakit ?Terus mau makan apa,bubur ?"


"Masih sedikit ,terus mualnya masih terasa.Iya boleh Lun"


"Oh,ya udah aku buatin dulu,tapi Kakak ke air dulu"


Titahnya pada Arka.


"Iya ini mau ke air" Arka hanya mencuci muka saja,rasa mual karena kemarin masih terasa,perutnya serasa di aduk aduk .


Aluna bergegas ke dapur menyiapkan apa yang Arka mau "Arka masih belum baikan Lun ?" Naura yang dari taman belakang menghampiri Aluna.


"Katanya masih mual mual gitu Bun,kasih obat apa ya "


"Oh,coba bentar Bunda ambilin dulu obatnya"


"Iya Bun.."


Tak lama Naura datang dengan kotak obatnya,dan dia memberikan obat itu pada Aluna.


"Kalau besok masih gitu aja,cepet bawa ke dokter Lun" Saran Naura.


"Iya Bunda,tapi mudah mudahan udah baikan"


Di lantai atas


Arsyil baru saja bangun dari tidurnya,dan akan kebawah tapi dia melihat pintu kamar Aluna terbuka.


Dia melongok sebentar


"Kak Arka,apakah masih belum membaik ?" Tanya Arsyi setelah dia masuk ke dalam kamar Aluna.


"Masih sedikit mual Syil,kayanya masuk angin"


Tak lama Aluna datang "Ngapain kamu disini ?" Cercanya


"Iih,emang gak boleh lihat kakak ipar sendiri,pelit amat gak bakalan aku ambil kok" Celoteh Arsyil


"Mengganggu tau kamu,sono sono pergi bau tau kamu belum mandi" Cecar Aluna sambil menutup hidunya pura pura.


"Uhhhh..."Arsyil mencebik.


"Ini Kak Makan dulu,sini aku suapi"Ujar Aluna setelah Arsyil pergi.


"Iya.."


"Yank maaf hari ini gak bisa antar kamu kemana mana" Jelas Arka.


"Gak apa apa Kak,lagian aku juga pengen istirahat pengen berduan sama Kakak"


"Jangan menggoda Sayang,perutnya masih sakit ini"


"Iih siapa juga yang menggoda"

__ADS_1


***


Siang hari


Arka masih saja tiduran,sedangkan Aluna berada di taman belakang bersama Bunda.


Tak lama ada ketukan dari pintu,Ardi yang sedang diruang tamu membuka pintu.


"Permisi apakah ini kediaman Bpk Ardi Wijaya ?"


"Iya betul,Cari siapa Pak ?"


"Ini ada paket.."


"Oh,buat saya ?iya terima kasih Pak"


"Iya pak ,mari saya permisi"


Ardi hanya menganggukan kepalanya.Dan dia bergegas masuk ke dalam,dia menghampiri Naura yang sedang dibelakang.


"Bun,beli barang gak ?ini ada paket ,tapi atas nama Ayah sih" Tanya Ardi.


Naura yang sedang duduk jadi berdiri disusul Aluna."Gak Yah ,Bunda gak pesan barang apa apa,buat Ayah mungkin"


"Entahlah Ayah juga gak merasa"


"Ya udah buka aja,kali aja ada yang ngirim buat Ayah"Tutur Aluna.


Ardi membuka bingkisan itu,saat dibuka dia terhenyak,Naura dan Aluna berteriak histeris.


"Astagfirllah .." Teriak mereka.


Mereka sudah duduk dikursi ruang tamu,Naura dan Aluna saling berpelukan."Bun,Aluna takut"


"Tenang dulu ,kayanya ini salah kirim"Terang Ardi.


Arsyil datang dari luar karena tadi dia meminta ijin untuk jalan pagi bersama Raisa,dia melihat keluarganya sedang diruang Tv


"Bunda sama Kakak kenapa ?" Tanyanya


"Ada sesuatu Syil,kamu tenangin dulu mereka,Ayah mau nelepon dulu seseorang"


Ardi mengambil handphone nya menelepon Andri


"Aku juga sama sudah beberapa hari ini selalu berdatangan paket yang aneh aneh,kalian jangan dijadikan pikiran,buang aja" Tutur Papi Andri.


"Aku bisa tenang,tapi tidak dengan Aluna dan Naura,mereka tadi melihat itu"


"Apakah mungkin perbuatan mereka ?" Tanya Ardi.


"Aku belum tau,aku coba cari tau dulu,untuk beberapa waktu kedepan kalau ada paket apa pun,kamu buka aja sendiri"


"Baiklah,segera kabari aku kalau ada apa apa"


***


Aluna sudah tenang dia naik kelantai atas menemui Arka,terlihat Arka yang sedang berdiri di balkon.


Aluna memeluk Arka dari belakang ,Arka tersenyum "Kamu masih berusaha menggoda ku hem !!"


"Gak,Kak.."

__ADS_1


Arka berbalik dan mereka saling tatap "Ada apa Sayang ..!!" Dia menangkup kedua pipi Aluna.


"Tadi ada paket kesini,tujuannya buat Ayah,tapi pas dibuka dalamnya ada kelinci yang terpisah dengan kepalanya"


"Kelinci tanpa kepala ?siapa pengirim nya ?"


"Gak tau tanpa nama pengirim,aku jadi takut Kak"


Arka memeluk Aluna "Tenang Sayang ,itu pasti bukan apa apa," Arka mencoba menenangkan Aluna.


***


Hari berikutnya kembali ke aktivitas biasanya,Aluna sudah diperbolehkan untuk bekerja,tentu saja Aluna senang,lama dia diam dirumah rasanya benar benar Badmood.


"Nanti kalau ada yang mengganggu atau menggunjing kamu dibelakang cepet bilang sama aku ya Yank" Ucap Arka sekarang mereka masih dikamar dan Arka masih bergelayut manja di tubuh Aluna.


"Iya Kak,udah yuk kita sarapan dulu nanti terlambat coba"


Mereka sarapan bersama,saat ini Arka dan Aluna sudah berada dirumahnya.


"Dek Luna sudah mau bekerja ?" Tanya Bi Sumi.


"Iya Bi,Aku bosan dirumah terus walaupun gak enak juga sih mau masuk kerja juga ,soalnya lama gak masuknya"


"Gak apa Sayang,lagian perusahaan punya Papi ini,"


"Iih tetep aja Kak,dirumah kita suami istri,tapi dikantor kamu tetep atasan aku,dan aku hanya karyawan."


"Mau dirumah mau dikantor kamu tetep Istri aku" Tegas Arka.


Dan tentu muka Aluna sudah merah merona.


"Udah yuk kita berangkat Kak"


Dan mereka berangkat dengan Arka mengendarai mobilnya .Di dalam mobil mereka berbincang bincang banyak hal,tapi tidak dengan pikiran Arka.


Sejak semalam Papi menelepon nya dan mengatakan soal banyaknya teror yang datang padanya,membuat Arka kepikiran.


Dia tahu itu pasti ulah Nisa dan Papinya,bagaimana caranya membuat mereka jera.


Mereka sampai dikantor,para pegawai memang menyambutnya baik,tapi tatapan mereka serasa mengitimidasi Aluna.


Tapi Aluna tak menghiraukan nya,justru Arka yang bertindak "Tutup mata kalian ,jangan melihat Istri saya dengan tatapan seperti itu" Cetusnya pada para pegawai


Dan tentu mereka jdi merasa takut.Arka sudah masuk keruangan nya begitu pun dengan Aluna,tapi sebelum nya Arka menjelaskan dulu selama Aluna tidak masuk.


"Mbak,maaf kemarin kemarin aku gak masuk" Ucap Aluna pada Mbak Nani kepala bagian diruangannya


"Gak apa apa Luna,kita sudah tau kok cerita kamu,tapi jangan dipikirin ya" Tuturnya.


Aluna menghela nafas,walaupun sebenarnya masih merasa malu pada semua orang.


Arka masuk keruangannya,diatas meja sudah ada sebuah paket.Arka menghela nafas.


Dia membuka paket itu,tentu dia tidak terlalu terkejut,di dalamnya terdapat sebuah boneka yang berlumur darah.


Jelas Arka emosi,baru saja beberapa hari sudah tenang ,tapi apa sekarang dia harus terganggu lagi dengan itu.


"Nisa...!!belum puaskah kamu !!" Rutuknya .


***

__ADS_1


__ADS_2