Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^Part 44


__ADS_3

Pagi harinya 


Arsen dan Alya masih bergelung dibawah selimut dengan tubuh yang masih polos,setelah semalaman digempur habis oleh Arsen,pagi tadi setelah menjalankan Ibadah bersama,Arsen kembali memintanya lagi. 


Alya hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang Arsen berikan padanya,walaupun lelah dan sakit di pangkal pahanya. Tapi dia mencoba melayani sang Suami.


Waktu sudah lewat dari jam 7..semua penghuni rumah ,keluarga yang masih menginap sudah bangun dan akan sarapan bersama. 


"Bunda,aku mau panggil Kak Arsen dan Kak Alya dulu ya.."Ujar Syila saat tak melihat Arsen dan Alya disana 


"Eitss,jangan Sayang..kita sarapan aja duluan,biarin nanti mereka sarapan berdua"Tahan Aluna,karena dia mengerti situasi saat itu. 


"Hah,kenapa jangan..lagian gak biasanya mereka telat begini,lagi ngapain sih !!"Gerutunya. 


"Udah,pokoknya kamu gak akan mengerti itu masalah orang dewasa,ayo kita sarapan aja"Tutur Aluna lagi. 


Semua keluarga yang ada disana tertawa geli,mengingat pasti apa yang Arsen dan Alya lakukan. 


*** 


Alya membuka matanya ,saat cahaya matahari sudah menyorotinya dari balik sela sela gorden,hingga menyilaukan matanya. 


Dua insan itu masih saling berpelukan satu sama lain,Alya terbangun lebih dulu,dia benar benar merasai tubuhnya terasa remuk sekali. 


Dia tatap wajah Arsen yang kini sudah menjadi suaminya itu,"Tampan sekali sih kamu Ars,tapi ampun mesumnya,sampai aku kewalahan nih"Gerutunya. 


Lalu perlahan dia melepaskan tangan Arsen yang mendekap dirinya,dia ambil bathrobe yang semalam masih berserahkan dilantai,baju ,****** ***** juga masih berserahkan disana. 


Alya melihat jam,"Astagfirllah udah jam 9 !!"Pekiknya kaget,ya ampun mereka sudah melewati sarapan,aduh dia akan malu saat keluar nanti,pasti diledek. 


Dengan langkah pelan karena menahan sakit,Alya langsung masuk kedalam kamar mandi,dilihatnya dikaca besar seluruh tubuhnya penuh dengan tanda merah hasil karya Arsenio. 


Alya tertawa geli saat mengingat kegiatannya semalam dan tadi pagi,dia pun berendam dibathup. 


Sedangkan dikamar Arsen pun terbangun dan mengerjapkan matanya,tangannya meraba kesebelah,dirasa tidak ada Alya disana. 


"Al.."Panggilnya ,tapi tak ada sahutan dan terdengar suara air. 


Setelah berendam 30 menit lamanya,dia menyudahi acara mandinya.Dengan masih memakai bathrobe dan handuk dikepalanya dia keluar. 


Terlihat Arsen sudah tidak ada ditempat tidur,dan ternyata Arsen sedang berdiri di depan balkon kamarnya.Alya mendekat dan memeluk Arsen dari belakang. 


"Kamu sudah bangun,aku udah selesai mandi kamu mandi dulu gih"Ujar Alya dipelukan Arsen. 


Arsen tersenyum lalu dia berbalik dan kini mereka saling berhadapan,dia mencium aroma sabun yang sangat wangi,sehingga dia sedikit tergoda lagi. 


"Kenapa mandi sendiri ?kenapa gak nunggu aku ?masih sakit gak ?"Tanya Arsen beruntun sambil memegang wajah Alya. 

__ADS_1


Alya terkekeh mendapat pertanyaan beruntun itu "Kamunya masih terlelap tidur,jadi aku tak mau ganggu kamu,masih tapi udah gak terlalu"Sahut Alya . 


Arsen tersenyum lalu tanpa aba aba dia mencium lagi bibir Alya ,menyecap dan memanggutnya lembut. 


"Kamu ini,udah sana mandi dulu,kita sarapan..malah udah terlewat waktunya juga,aku udah lapar ini"Keluh Alya. 


"Habis bibir kamu selalu menggoda,baiklah aku mandi dulu Sayang,tunggu aku Okay " Ujar Arsen lalu dia melangkah dan sempat mencuri lagi bibir Alya.


Alya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. 


*** 


"Cie..pengantin baru jam segini baru turun"Ledek Queen saat melihat Arsen dan Alya sedang di dapur hendak sarapan. 


Keluarga yang lain sudah ijin pulang,Arka dan Aluna sedang ditaman belakang. 


"Apaan sih Bocah.."Rutuk Arsen 


"Queen,,Ayah sama Bunda dimana ya ?"Tanya Alya. 


"Ayah sama Bunda lagi dibelakang,lagi ngurusim bekas acara semalam."Tutur Queen. 


Duh Alya jadi merasa tak enak saat itu,udah bangun siang ,gak ikut sarapan bareng ,apalagi bantu bantu. 


Mereka pun melangsungkan acara sarapan mereka dengan santai,lalu Aluna masuk kesana. 


"Bunda,maafkan kita baru turun,Alya jadi merasa tak enak sama Bunda"Tutur Alya sambil mendekat ke Aluna. 


Aluna membelai rambut Alya,"Tak apa Sayang,Bunda mengerti kok ,kalian sudah sarapannya ?"Tanya Aluna. 


"Sudah kok Bunda.."Sahut Alya. 


Lalu setelah selesai sarapan ,mereka berkumpul diruang keluarga,Tanpa Queen karena dia semakin sibuk mengurusi Cafenya yang sudah punya beberapa cabang. 


*** 


"Ayah,Bunda..Besok lusa Ars sama Alya mau pergi Honeymoon "Tutur Arsen disela sela bincangan mereka. 


Alya yang tak tau apa apa menatap Arsen dengan tatapan bertanya tanya. 


"Honeymoon,kalian mau kemana ?biar Ayah yang atur semuanya"Ujar Arka. 


"Gak perlu Ayah,Ars sudah mempersiapkan semuanya,Ars juga sudah membeli tiketnya ,kita akan Ke Paris Ayah,Bunda.." 


"Paris.."Gumam Alya. 


"Ya sudah kalian bersenang senanglah,dan segera buatkan kami cucu yang lucu Ok"Tutur Arka dan Aluna. 

__ADS_1


Alya menunduk menahan malu "Dan soal perusahaan kamu tak usah khawatir,biar Ayah suruh orang lain yang mengurusnya,fokuslah pada acara kalian berdua"Tutur Arka lagi. 


"Iya Ayah,terima kasih"Arsen memeluk Ayah tersayangnya itu. 


Dan siang itu Arsen dan Alya menghabiskan waktunya dirumah besar itu,mereka membicarakan soal dimana nanti mereka akan tinggal. 


Arsen bilang,untuk beberapa bulan kedepan mereka masih akan tinggal disana,sambil menunggu dan mencari rumah yang tepat untuk mereka tinggali seumur hidupnya kelak 


Arka dan Aluna setuju saja pada keputusan keduanya,yang terpenting baik untuk mereka. 


Dan saat sore hari Arsen dan Alya bergegas pergi ke makam kedua orang tua Alya lagi,mendoakan mereka dan memberitahu soal pernikahan mereka berdua .



Malam harinya 


"Ars,kok kamu gak bilang kalau kita mau pergi ke Paris"Ujar Alya yang sedang membersihkan wajahnya dengan toner. 


Arsen sedang ditempat tidur,sedang menatap  


Alya dari pantulan cermin. 


"Maaf Sayang..ini kejutan buat kamu, kenapa kamu tak suka,kalau tak suka kita bisa menggantinya"Ujar Arsen. 


Alya berdiri lalu menghampiri Arsen dan ikut duduk disana "Gak kok,aku suka kemanapun kamu bawa aku pergi,cuma kaget aja..serius mau ke Paris ?"Tanya Alya lagi 


Arsen mendekat "Iya Sayang serius ,ayo kita menghabiskan waktu kita dengan membuat Arsen junior"Tutur Arsen dengan senyum jenaka. 


Alya memukul lengan Arsen"Kamu ini pikirannya kesana aja deh"Sungut Alya. 


"Ya kan kata Bunda juga kita,mari bikin Arsen junior yang banyak dan lucu lucu"Tutur Arsen lagi. 


Alya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Al,lagi yuk..aku lagi pengen"Celetuk Arsen kemudian. 


Alya membulatkan matanya dan menatap Arsen tajam,seriusan Arsen sangat mesum sekali,belum puaskah dia semalam sudah dia gempur Alya. 


Arsen semakin memelas dan tangannya sudah meraba raba,tanpa ada jawaban dari Alya pun,Arsen sudah memanggut lembut bibir Alya dan menarik Alya ,hingga kini Alya sudah ada dipangkuannya. 


Alya awalnya menolak,tapi tubuh dan bibirnya sungguh berlainan,tubuhnya begitu merespon dengan sentuhan yang Arsen berikan. 


Alya semakin terbuai saat Arsen sudah bermain dikedua bukit kembarnya meremas,meraba dan menyesapnya,Alya semakin mengelinjang hebat. 


Hingga Arsen sudah merebahkan tubuh Alya,dan terus memberi ciuman juga sentuhan ditubuh Alya.Sampai keduanya sudah sama sama polos. 


Dan penyatuanpun terjadi,Milik Alya masih terasa sempit,jadi Arsen masih merasa kesusaahan,tapi walau begitu rasa nikmat dia rasakan. 


Desahan dan erangan mengumbara lagi dikamar itu,peluh keringat juga membasahi mereka. 

__ADS_1


**,* 


__ADS_2