
Tiga hari sudah Ardi berada dirumah sakit namun dia masih belum diperbolehkan Papah menemui Naura,Ardi selalu diusir paksa oleh Papah,bahkan secara halus pun sudah Mamah lakukan.
Perasaan kecewa terhadap Ardi membuat mereka tidak mau mempertemukan Naura dan Ardi,Papah sudah berniat bila nanti Naura sudah sadar dia akan membawanya bersamanya.
Naura masih berada diruangan ICU,kondisinya masih kritis. Selama tiga hari ini Ardi tidak pergi ke kantornya,dia tetap berusaha disana sampai menunggu kabar baik akan Naura.
Hari itu Papah terpaksa pergi dari rumah sakit,karena ada pekerjaan yang harus dia hadiri,hingga hanya ada Mamah disana.
"Mah,Ardi mohon Ardi ingin menemui Naura mah.."Mohon Ardi.
"Maaf nak Ardi sebaiknya kamu pulang saja,Mamah gak bisa pertemukan kamu dengan dia,Mamah masih kecewa dengan kamu.."Terlihat raut wajah yang begitu kecewa diwajah Mamah.
"Aku mohon mah,sebentar saja.."
Mamah terlihat diam,melihat Ardi yang memohon rasanya sangat tidak tega.
"Baiklah,tapi sebentar Ardi.."
Terlihat senyum merekah dibibir Ardi,dia hanya menganggukan kepala.
Ardi masuk keruangan ICU,sedangkan mamah berada di depan ruangan.Setelah Ardi masuk kesana,datanglah Lista.
"Tante,gimana keadaan Naura Tante ?"Tanya Lista
"Naura masih belum sadarkan diri Ta,keadaan nya masih kritis Ta,Tante bingung harus gimana,tante gak mau kehilangan lagi Ta.."
"Sabar Tante kita berdoa untuk kesembuhan Naura.."
"Tante sungguh kecewa sama Ardi Ta,bagaimana bisa lakuin ini sama anak Tante,bahkan dia mengandung saja dia tidak tahu,Tante nyesel sudah memaksa mereka untuk menikah,padahal Tante tahu mereka tidak saling mencintai.."
"Tante,maaf bukan maksud ikut campur,tapi saat ini aku rasa kalian salah paham,bukan maksud juga aku membela ka Ardi,tapi Naura sudah yakin kalau ka Ardi tidak bersalah,hanya saja saat ini ka Ardi sedang dijebak seseorang.."Lista menghentikan omongannya dan menarik nafas berat.
"Aku tahu Tante gak akan percaya akan hal ini,tapi ku dan ka Rendi sedang berusaha mencari bukti kalau ka Ardi itu sedang dijebak,dan Tante tahu siapa orang yang menabrak Naura,itu Bella perempuan yang ada difoto dengan ka Ardi,wanita itu mencintai ka Ardi dia sangat terobsesi ingin miliki ka Ardi,karena obsesinya terlalu tinggi,ya mungkin dia punya niat jahat kepada mereka berdua.."
"Aku sangat yakin Tante ini ulah wanita itu,(Lista menceritakan detail kejadian itu pada Mamah Erin)dan soal kehamilan Naura,ka Ardi memang tidak tahu Bunda (Dia juga menceritakan soal ketidaktahuan Ardi mengenai kehamilan Naura).."
__ADS_1
Mamah Erin nampak terdiam,setiap apa yang Lista ceritakan rasanya dia juga yakin apa yang sedang menimpa anak dan menantunya itu.
Ardi sudah terlihat keluar diruangan ICU,dengan wajah lesu dia menghampiri Mamah dan Lista.
"Makasih mah sudah kasih ijin Ardi untuk menemui Naura,tolong jaga Naura mah,Ardi mau pulang dulu sebentar.."
Mamah hanya menganggukan kepalanya,terbesit rasa kasihan terhadap menantunya itu,rasa bersalah yang sudah mencurigainya terkuak dihatinya,tapi dia belum punya bukti yang mengharuskan dia percaya pada menantunya itu.
****
"Bro,dimana loe ?Ada hal penting ini..?"
"Gue dirumah Ran,loe kesini aja.."
Randi segera melajukan kendaraannya menuju rumah Ardi,dia sungguh tergesa gesa dan ingin segera menemui sahabatnya itu.
Randi sudah ada dirumah Ardi.
"Ada apa Ran,hal penting apa yang ingin kamu bicarakan,aku harus ke rumah sakit lagi.."
"Nih loe lihat aja dulu.."
Ardi membulatkan matanya,rahangnya mengeras,cacian pun dia lontarkan.
"S*alan,ba***an,ba***at,gara gara mereka istri gue harus terluka dan bahkan calon anak gue harus pergi,arghhhhhhhh...."Ardi nampak begitu marah,dia membanting apa yang ada disana.
Randi berusaha meredamkan amarah Ardi.
"Loe tenang dulu Ar,gue bakalan tangkap tuh orang.."
"Gimana gue bisa tenang,Naura Ran dia masih belum sadarkan diri,gue takut dia pergi meninggalkan gue seperti Nayla.."
"Gak Ar,gue yakin Naura lebih kuat,dia pasti akan melewatinya,dia pasti sembuh Ar.."
"Ran,antar gue ke rumah sakit,gue ingin mengakhiri kesalah pahaman ini.."
__ADS_1
"Ayo gue antar.."
Mereka bergegas pergi ke rumah sakit,dan diperjalanan Ardi menelepon Bunda dan Ayah supaya mereka ke Rumah sakit juga.
Saat ini Ayah,Bunda,Papah,Ka Viko ,Ardi dan Randi ada dicafe disebelah rumah sakit,sedangkan Mamah berada di Rumah sakit menemani Naura.
"Aku ingin sedikit membuktikan sesuatu,mungkin memang belum sepenuhnya,tapi setidaknya memperjelas alibi ku.."Ucap Ardi.
Dia pun memperlihatkan Rekaman itu kepada keluarganya.Mereka tampak kaget apalagi Bunda,di rekaman itu terlihat Ardi yang dipukul pakai tongkat dari belakang oleh Sandi,dan langsung dibawa ke mobil dan berjalan menjauh dari sana..
"Astagfirllah Ar,kenapa ada orang yang jahat seperti itu sama kamu Nak,maafin Bund sudah menuduh kamu.."Ucap Bunda sambil memeluk Ardi.
"Itu belum cukup membuktikan kalau kamu tidak salah Ardi.."Ucap Papah tegas,beliau masih belum percaya sepenuhnya.
"Ini Om lihat lah lagi rekaman satu nya.."Ucap Randi
Ternyata Randi sudah menyelidiki semua tempat yang Ardi datangi,termasuk hotel iti,awalnya dia sangat sulit untuk mendapatkan rekaman CCTV,tapi karena uang dia bisa melakukannya.
Semua melihat lagi rekaman itu,disana terlihat Ardi yang sedang dipapah oleh Sandi dan nampaklah Bella disana,mereka merekayasa seakan akan Ardi lah yang sedang memeluk Bella,padahal tidak video itu berakhir saat mereka masuk kedalam kamar hotel.
Dan sebenarnya rekaman CCTV itu sudah dihapus oleh perintah Bella,namun petugas hotel merasa curiga,sehingga dia mengcopy rekaman tersebut,dan ternyata benar ada yang mencarinya kembali.
Papah nampak diam melihat rekaman CCTV yang kedua itu.
"Baiklah itu mungkin cukup membuktikan kalau perkataan kamu benar Ardi,siapa wanita dan pria itu?Saya akan meminta perhitungan kepada mereka,membuat salah paham keluarga Anak ku.."Ucap Papah dengan nada geram.
"Sabar om,kita masih mencari laki laki itu,karena saat ini dia sudah kabur,tapi saya pastikan dia akan aku tangkap om.Dan untuk mengenai wanita itu,aku sudah menemukannya Om,dan satu hal yang harus Om tahu wanita itu juga yang sudah membuat Naura seperti ini.."
"APA ..!!!"
"Tenang pah,biar aku dan Randi yang menyelesaikannya,akan aku pastikan Pah dia dihukum .."Ujar Ardi.
"Papah ingin menemuinya,papah benar benar harus minta perhitungan dengan nya Ardi,bawa Papah kesana."
"Tapi pah..".
__ADS_1
Tanpa mendengarkan Ardi,Papah yogi berjalan dengan emosi yang sudah memuncak,Ardi hanya bisa mengikuti Mertuanya itu disusul oleh Ayah dan Randi,sedangkan Bunda memilih ke rumah sakit.
***