
🍃 Masih Perjuangan Arka🍃
Selama satu minggu itu Mami dirawat dirumah sakit,Arka begitu khawatir dengan keadaan sang Mami,bagaimana pun beliau yang melahirkannya walaupun dulu dia jarang ada untuknya.
Selama satu minggu Arka menemani sang Mami,dia masih belum mau membahas soal kemarin,takut Maminya sakit lagi.
Dan hari ini Mami sudah diperbolehkan pulang,Mami dijemput Papi dan Arka.
"Mami istirahat dulu ya"
"Arka kamu jangan pergi" Ucap Mami
"Gak Mi,Arka akan ada disini temani Mami"
"Arka ,Papi mau bicara"
Papi mengajak Arka keluar kamar dan beranjak keruang kerjanya papi.
"Duduk" Titah Papi
"Pernikahan kamu sebentar laģi akan digelar,Kita gak bisa membatalkannya,mau taruh dimana muka kita Arka !!jadi kamu harus tetap menikah dengan Nisa."
Jelas saja Arka tidak terima "Gak bisa Pi,dia sedang menunggu Arka,dan Arka sudah janji akan menikahinya"
"Apa dia sampai hamil ? Kamu hanya merenggut nya saja kan,tidak sampai menghamilinya,sudahlah lupakan dia,kamu harus tetap menikah dengan Nisa"
Arka merasa geram dengan Papi,bagaimana bisa dia mengatakan hal itu,Seharusnya seorang ayah mengajarkan anaknya hal baik,bukan seperti itu.
"Papi !!Papi gak bisa bicara seperti itu,papi juga seorang laki laki dan juga seorang Ayah,seharusnya mengajarkan Arka hal baik,hanya karena sebuah kekuasaan Papi melakukan hal itu "
"Arka kamu tau keluarga Nisa itu sangat berpengaruh untuk kita,kalau kita membatalkan pernikahan ini mereka juga akan membatalkan kerjasama kita juga,Dan Papi gak mau ya kehilangan itu semua,dan kamu dengar wanita itu tidak sederajat dengan kita,apa kata orang kalau kamu menikah dengan wanita rendahan seperti dia !!" Malu Papi Ar ,Malu"
"Papi !!jangan membeda bedakan sebuah status Pi,mereka jauh lebih berharga dibandingkan keluarga ini yang hanya memikirkan uang uang uang dan uang saja,itu tidak akan abadi Pi,tidak akan dibawa mati,pada akhirnya semua akan lenyap begitu saja,Terserah Arka akan tetap menikahi dia,Arka hanya ingin menjadi laki laki yang bertanggung jawab seperti yang pernah Papi ajarkan pada Arka"
"Kalau Papi mau mengambil semua fasilitas Arka,silahkan ambil Arka tak apa tidak punya apa apa juga,Arka masih bisa hidup tanpa itu semua,tapi Arka tidak akan bisa hidup tanpa dia dan karena rasa bersalah itu hingga seumur hidup"
"Arka !!jadi kamu lebih memilih dia dibanding kita orang tua kamu Arka !!dibanding Mami yang melahirkan kamu !!" Tiba tiba Mami datang.
Arka menghampiri Mami "Mi,bukan gitu hanya Arka sedang memperjuangkan dia,Arka ingin menjadi laki laki yang penuh tanggung jawab Mi, Mami juga wanita kan kalau Mami ada diposisi dia bagaimana, kesuciannya terenggut oleh orang lain,hidupnya hancur ,bagaimana masa depannya !!kalau itu ada diposisi Mami,mami mau bagaimana ?"
"Tapi Ar,kita sudah mempersiapkan ini semua,Mami akan malu kalau membatalkan nya"
"Mi,Pi kalian tidak akan jatuh miskin hanya kehilangan satu klien kerjasama,tapi kalian akan lebih banyak kehilangan kalau kalian tidak merestui kita"
"Maksud kamu apa ?"
"Arka akan umumim pada semua apa yang pernah Arka lakuin Lima tahun lalu,dan kalian malah memilih menyembunyikannya dan menyuruh Arka untuk tidak bertanggung jawab"
" Arka apa kamu sudah gila !!"Sentak Papi,sedangkan Mami mengelus dadanya.
"Arka gak gila Pi,Arka hanya ingin menjadi laki laki sejati yang mampu pertanggung jawabkan perbuatannya"
Papi memegang keningnya,Arka benar jadi laki laki itu harus mampu bertanggung jawab.
***
"Mi,maafkan Arka sudah buat ulah seperti ini" Ucap Arka setelah mereka sudah berada dikamar berdua.
__ADS_1
"Ar,Mami tidak tau harus bagaimana,Mami bingung,bagaimana cara Mami menghadapi kedua orang tua Nisa" Ucap Mami sambil menangis.
"Mami tenang aja ya,Arka yang akan menyelesaikannya,Mami gak perlu merasa takut,Mami ingin Arka bahagia kan ? maka Arka bisa bahagia dengan Dia"
"Dia seperti apa Ar ?"Tanya Mami
"Dia cantik,dia wanita yang mampu membuat Arka berubah,kalau Mami bertemu dia,pasti Mami suka,Mi jangan memandang hal hanya dari sebuah status saja,jangan membanding bandingkan orang hanya dari itu saja"
"Kamu mencintainya ?"
"Iya Arka mencintainya Mi,Mami tau Arka sedang merindukannya,merindukan senyum manisnya,Tolong restui kami Mi,Arka ingin membahagiakannya,menjadikan nya satu satunya milik Arka"
"Mami ingin bertemu dengannya Ar"
"Serius Mami ingin bertemu dengannya ?"
"Iya,bawa dia kesini"
Arka seperti memiliki lampu hijau lagi,"Apa Mami merestui kami ?"
Mami sempat terdiam,"Belum sepenuhnya Ar,Mami hanya merasa ini sungguh tiba tiba"
"Mami tenang aja,kalau Mami melihatnya Mami pasti suka"
"Baiklah,bawa dia kesini"
Arka merasa senang saat itu,dan detik itu juga dia membeli handphone baru lalu menghubungi Aluna,tidak dia menghubungì kantornya,karena jujur dia tidak mengetahui no telp Aluna.
"Hallo,tolong sambungkan pada Aluna"
"Apa kamu merindukan ku ?" Ucap Arka
Disana Aluna menyunggingkan senyumannya,orang yang dia rindukan akhirnya meneleponya juga.
"Ini Kak Arka ?"
"Iya ini aku,maaf selama ini tidak menghubungi kamu,seperti yang kamu tau aku sedang memperjuangan kamu menjadi Kita" Terang Arka tentu saja membuat Aluna tersipu malu.
"Kakak baik baik saja kan disana ?"
"Aku baik baik saja Lun,kamu sendiri ?kamu tenang ya aku sudah dapat lampu hijau dari Mami,Mami ingin bertemu dengan kamu"
"Mami kamu ingin ketemu aku ?"
"Iya,kamu mau ikut aku kesini kan ?"
"Kapan ?"
"Lusa aku kesana,terus kita kesini ,nanti aku yang ijin sama Om dan Tante"
"Baiklah,Kak sudah ini pakai telp kantor gak enak,kenapa gak kamu hubungi aku aja ke no aku" Keluh Aluna.
"Aku lupa no kamu " Kelakar Arka sambil menggaruk kepalanya merasa bersalah.
"Oh jadi no aku gak Kakak save,terlalu ya"
"Eh,bukan gitu Lun,handphone aku disita Nisa"Jujurnya
__ADS_1
"Ko bisa ?"
"Panjang ceritanya,mana sini no kamu nanti aku telepon kamu lagi,masih rindu ini"
***
Ke esokan paginya.
"Kamu masih sungguh ingin menikahi wanita itu Ar ?dan membatalkan pernikahan kamu sama Nisa ?"
"Arka akan tetap menikahi Aluna Pi,sebagaimana pun kalian menentangnya ,Arka akan tetap menikahinya.dan untuk Nisa,Arka akan coba berbicara dengan keluarga nya secara baik baik Pi,mumpung undangan belum tersebar juga kan"
"Papi tidak tau harus bagaimana Ar,kenapa kamu tidak mengatakannya saat lima tahun lalu pada Papi ?"
"Arka hanya takut Pi,saat itu Arka masih labil,Makanya sekarang Arka ingin menebus kesalahan Arka padanya,selain itu Arka juga sudah jatuh cinta padanya"
"Maafin Papi Ar"
"Kenapa Papi minta maaf"
"Papi sadar ternyata Papi sendiri yang mengajari kamu menjadi anak sombong dan selalu merendahkan orang lain,Papi yang sering memperlihatkan pada kamu,Papi sadar seharusnya kita tidak boleh membanding bandingkan orang lain,Papi hanya dibutakan oleh uang"
"Pi,uang itu hanya titipan ,tidak akan dibawa mati tidak akan abadi,kita tidak akan jatuh miskin hanya kehilangan satu kerja sama,kita harus percaya dan yakin kalau kita mampu dan bisa tanpa adanya ketergangungan dari mereka"
"Kamu sungguh sudah berubah Ar,"
"Satu hal lagi Pi,jangan membanding bandingkan sebuah status sosial,kita manusia semuanya sama,mau miskin mau kaya,dimata Allah kita sama tidak ada yang berbeda"
"Kamu benar Ar,Bawalah wanita itu ,Papi ingin bertemu dengannya"
"Papi memberi kami restu ?"
"Iya,bawalah dia kemari ,soal keluarga Nisa biar Papi yang menyelesaikannya"
"Terima kasih Pi,terima kasih sudah percaya sama Arka,"
"Iya Ar,jadi laki laki itu harus mampu bertanggung jawab"Arka memeluk sang Papi,akhirnya dia mampu meluluhkan hati kedua orang tuannya.
**Setelah malam pertengkaran Papi dan Arka waktu itu,Papi dapat telepon dari kaki kanannya.
"Hallo,malam pak,maaf saya telepon malam malam,ada yang harus segera saya laporkan pak,mengenai Pak Rico (Papi Nisa)"
"Ada kabar apa ?"
"Tadi saya sedang makan malam,tanpa sengaja saya melihat Pak Rico dan Pak Daniel disana"
"Tunggu,maksud kamu Daniel dari perusahaan Xxxx ?"
"Iya betul pak,mereka sedang bertemu dan mereka membicarakan Bapak juga perusahaan kita"
"Apa yang mereka bicarakan ?"
"Yang saya dengar , kalau Pak Rico hanya memanfaatkan bapak saja, dia bekerja sama dengan Pa Daniel untuk menghancurkan Bapak,menikahkan anaknya dengan Arka adalah cara yang paling efektif untuk masuk kerencananya,dengan begitu mereka akan lebih gampang menyingkirkan Bapak dan merebut semua yang kita punya pak,itu yang saya dengar"
"Si***n,jadi selama ini ada maksud tertentu mereka ingin menikahkan anaknya dan Arka,Be****k bisa bisanya aku terperangkap rencananya"Papi begitu murka yang dia pikir dengan bekerja sama dengannya akan menghasilkan untung,namun justru malah menjadi buntung dan hanya dimanfaatkan saja.
***
__ADS_1