Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 80


__ADS_3

⚘Kisah yang harus diperjuangkan⚘


Dikediaman Ardi


"Bunda .." Panggil Arsyil pada Naura yang sedang menonton Tv.


"Apa Syil..?sini !!" Seru Naura menyuruh Arsyil mendekat dan Arsyil sudah biasa tidur dipangkuan Bundanya itu


"Bun,Arsyil bener bener gak boleh tau ya dimana tempat pengobatannya Tante Lista ?" Tanya Arsyil.


"Sayang ,itu privasi mereka..kamu sabar dulu ya ,katanya minggu depan juga mereka akan kembali ,Tante Lista udah agak membaik ."Tutur Bunda


"Oh gitu ya,aku rindu Raisa Bun" Desisnya ,Naura menatap Arsyil sendu.


"Kamu Rindu dia,tapi kamu mengecewakan dia terus..Syil kamu harusnya bisa bersikap tegas nak,kalau kamu mencintai Raisa perjuangkan dia sungguh sungguh,jangan sampai kamu menyesal akhirnya" Jelas Bunda Naura.


"Apa perjuangan Arsyil masih belum cukup Bun ?selama ini Arsyil berjuang untuk Ayah,Bunda,kakak dan untuk dia juga,Arsyil sudah bilang sama dia kalau Arsyil sudah kembali ke sini,Arsyil akan melamarnya"


"Iya Bunda tau,tapi kamu sadar apa sifat kamu yang membuatnya sedikit menjauh dari kamu ? ketidak pekaan kamu itu Nak yang membuat dia jauh dari kamu,perjuangkan lagi untuk mendapatkannya,ingat juga saat dulu bagaimana Raisa perjuangin buat dapatkan kamu "


**Arsyil menerawang jauh ke masa lalu ,masa saat mereka masih kanak kanak,Naura dan Lista selalu membawanya pergi bermain bersama,maka sejak kecil kedekatan mereka sudah terjalin.


Arsyil ingat jelas ingatan itu saat Raisa selalu mengekorinya waktu mereka menginjak Sekolah Dasar.


"*Syil,bantuin dong ini rantai sepedanya copot"


"Syil,lihat deh itu lucu banget"


"Syil,pelan pelan jalannya,aku gak bisa ngejar"


"Syil,bantuin aku kerjain PRnya"


"Syil,ayo makan bareng".


"*Syil,ayo pulang bareng"


"Syil,coba baca buku ini,seru loh*"


"Syil,kata Ibu nanti kita berjodoh"


"Syil,aku mau jadi princes kamu nantinya"


"Syil ,kemanapun kamu pergi aku akan ikut kamu karena kita berjodoh"


"Syil,Syil,Syil,Syil,Syil*...."


Arsyil memejamkan matanya,dan masih banyak lagi kenangan kenangan itu,Air matanya tiba tiba sudah menumpuk dipelipis matanya,kalau dia membuka matanya itu sudah meluncur bebas di pipinya.


Dia rindu Raisanya ,dia Rindu senyum manisnya,dia rindu manjanya,dia rindu segala perhatiannya. Meskipun sering kali Raisa dicuekin Arsyil ,tapi Raisa tidak pernah jera dia masih terus berusaha mencari perhatian Arsyil.


Dulu Arsyil sering sekali mengabaikannya dan mengcuekkannya,memang saat itu dia masih kecil dia memang sedikit risih akan itu.


Tapi saat memasuki masa SMA ,dia tersadar dia membutuhkan Raisa,namun karena ego dan gengsinya dia masih memperlakukan Raisa dengan cuek dan dingin seperti biasanya,padahal didalam hatinya dia mengatakan dia menyukai Raisa yang seperti itu.


Perasaan itu memang tidak bisa ditebak kapan datangnya,itulah yang Arsyil rasakan,Kekurangaan yang dia punya adalah ketidak pekaannya dan punya sifat yang terlalu cueknya itu.Hingga membuat Raisa menjauh.

__ADS_1


Kini saatnya dia yang berjuang untuk mendapatkan hati Raisanya kembali padanya,ya dia akan benar benar berjuang.**


* Naura mengelus rambut Arsyil


"Kamu laki laki Syil,berjuanglah lebih lagi untuk mendapatkannya kembali,Bunda mendukung kamu kok" Ucap Bunda


Arsyil membuka matanya dan sedikit menghapus air matanya yang tadi sedikit meluncur.Dia bangkit dan tersenyum.


"Iya Bunda,aku akan berjuang,pasti" Desis nya semangat sambil memeluk dan mencium pipi Naura.


***


"Ibu ,minum obat dulu" Seru Raisa mengingatkan Lista.


Saat ini mereka sedang berada diSurabaya tempat kelahirannya Orang tuanya Lista,Sakit diperutnya Lista kambuh lagi ,maka dia memilih pengobatan ditempat Orang tuannya.


Raisa disana baru beberapa hari ini,itu juga karena baru di ijinin mengambil cuti.


"Iya Sayang.."


"Bagaimana sekarang kerasanya Bu ?"


"Sudah membaik Sa,kamu pulang duluan aja gih ditemani Bi Sari,nanti Ibu sama Papah nyusul kamu" Tutur Lista.


"Gak apa apa Bu ?Raisa memang harus kembali ke Bandung,kerjaan Raisa sudah menumpuk ditinggalin"


"Iya Sayang ,kamu duluan aja ya,kamu juga pasti sudah rindu dia kan ?"Tutur Lista yang tau Arsyil sudah kembali.


Raisa juga tau Arsyil sudah kembali ketanah airnya dia juga tau bagaimana kerja kerasnya Arsyil membangun perusahaan kecilnya,namun dia belum berani untuk bertemu dengannya.Dia hanya tau kabar itu juga dari Aluna.


"Gak Ibu,jangan membahas lagi dia,Raisa sudah melupakannya" Decak Raisa.


"Ya udah gimana kamu aja" Lista berkata dengan mengelus lembut rambut Raisa


***


Pagi ini dengan langkah semangat Arsyil bangun dan bersiap siap menuju kantor kecilnya itu,seperti kebiasaan dia selalu sarapan pagi .


"Selamat pagi Bunda,,Selamat pagi Ayah.." Sapanya pada Ardi dan Naura.


"Selamat pagi Syil.." Jawab mereka berdua


Ardi sudah tidak bekerja lagi ,karena usianya yang sudah tidak mencukupi untuk bekerja ditempat orang lain,maka saat ini dia hanya menikmati masa tuanya bersama Naura.


Sebenarnya dia masih bisa membuka usaha ,namun Arsyil dan Aluna melarangnya,mereka bilang biarkan mereka yang menanggung Ardi dan Naura,karena itu tugas mereka sebagai anak.


Dan begitupun dengan biaya sekolahnya Adeva, Aluna dan Arsyil yang tanggung.Ardi dan Naura hanya mengiyakan saja permintaan kedua anaknya itu.


"Selamat pagi juga adikku yang cantik.."


"Selamat pagi juga Kakakku yang jelek.."Ledek Adeva.


"Berani meledek Kakak ?gak akan dikasih uang jajan loh" Ancam Arsyil,jelas Adeva meremang


"Gak jangan,maaf deh kakak ku yang ganteng"

__ADS_1


Arsyil tersenyum puas saat itu juga,Ardi dan Naura hanya menggelengkan kepala.


"Syil,berangkat ke kantor langsung ?" Tanya Ardi.


"Iya Yah,banyak harus dikerjakan,alhamdulillah kemarin ada beberapa klien yang mau memakai jasa Arsyil,do'ain selalu Arsyil ya Bunda,Ayah"


"Iya Sayang Bunda dan Ayah selalu mendo'akan kamu Sayang"Sahut Naura.


*Arsyil pergi masih dengan memakai motor tercintanya,sambil sebelumnya dia mengantar Adeva ke sekolahnya.


Dirumah kembali hanya tinggal Ardi dan Naura,mereka serasa seperti muda menikmati masa masa berdua mereka.


Saat mereka sedang berbincang berdua tiba tiba datang Aluna ke rumah mereka.


"Assalamualaikum Ayah,Bunda.." Sapa Aluna dan Arka


"Waalaikum salam.."Jawab Naura yang menghampiri mereka.


"Oma....." Teriak Arsenio sambil berlari kepelukannya Naura.


"Eh ,cucu Oma yang ganteng.." Seru Naura sambil memeluk dan menciumi wajah Arsenio gemas


Ardi lalu menyusul "Oppa..." Panggil Arsenio lagi sambil beralih pada pelukan Ardi


"Hay,gantengnya Oppa" Seru Ardi.


Mereka masuk ke dalam rumah "Ayah ,Bunda aku pamitan dulu ke Kantor ya,aku hanya mengantarkan mereka aja" Tutur Arka sambil pamitan pada Ardi dan Naura


"Oh iya Ar,hati hati" Ucap Ardi dan Naura.


Arka juga pamitan pada Aluna dan langsung pergi ke kantornya.Pagi tadi Arsenio merengek ingin ke rumah Oma dan Oppanya,makanya saat ini mereka berada.


"Oppa,iat Nio unya ini" Ucapnya sambil menunjukan mobil mobilan yang kemarin baru dibelikan Arka.


"Wah,ini bagus sekali,Ayah yang belikan ?"


"Iya Oppa,ayo ita belmain Oppa,alap alapan" Serunya lagi dengan lucunya


"Ayo siap.."


Ardi membawa Arsenio ketaman belakang, sedangkan Naura dan Aluna memilih berbincang di ruang keluarga.


***


Arsyil mengendarai motornya perlahan,dia sengaja menyusuri rumah Raisa,kali aja ada keajaiban bisa bertemu dengannya .


Dan Ternyata benar do'anya terkabul,dia melihat Raisa baru saja turun dari go**k ,tadi subuh dia langsung bergegas pulang ke Bandung memakai kereta api.


Arsyil menghentikan motornya dan lalu turun menghampiri Raisa.


"Raisa..." Seru Arsyil.


Raisa merasa dipanggil berbalik dan melihat sosok Arsyil ada di depannya.


"Arsyil.."

__ADS_1


Mereka saling menatap dalam,mata nya sama sama menyiratkan kerinduan.Setelah pertemuanya mereka saat bertengkar dulu,ini pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun.


***


__ADS_2