Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 19 "Satu Tahun Aluna"


__ADS_3

Hari ini dikediaman Ardi keluarga sudah berkumpul,karena memang mau diadakan acara syukurannya Genap Satu tahun Aluna.


Mereka mengundang Anak anak Yatim piatu dan beberapa anak tetangga terdekat.


Saat ini usia Aluna sudah menginjak satu tahun,perkembangannya sungguh pesat,dia terlihat semakin gemuk dari sebelumnya,dan makin terlihat gemas dengan pipi gembulnya itu. Dan alhamdullilah pas Usianya tepat di usia satu tahun dia bisa berjalan walaupun belum terlalu lancar.


Acara berlangsung dengan saling berdoa untuk Aluna,dilanjutkan dengan acara makan makan bersama,tak lupa Ardi dan Naura mau berbagi sedikit hartanya kepada yang membutuhkan.


"Hai,cantik Selamat Ulang Tahun sayang,sini ateu gendong.."Ucap Lista yang sudah datang ke acara itu.


"Ini kado buat kamu ya cantik,cup (mengecup pipi gembulnya Aluna).."


"Duh..Anak kamu makin gemes dan gemuk aja tau gak .."ujar Lista lagi.


"Iya lah siapa bundanya ,iya kan sayang.."sambil mengelus rambut Aluna.Ya sekarang Naura membiasakan diri untuk dipanggil Bunda,walau bagaimana pun saat ini Naura ibu sambung untuk Aluna.


Jika pun Nanti Aluna sudah besar dia akan jujur tentang dia siapa,dia tidak mau menimbulkan salah faham,kalau harus nanti dia malah tau dari orang lain,jadi mending dia jujur dan menceritakkan semuanya.


Acara pun berlangsung lancar,Aluna terlihat sangat senang melihat banyak orang,bahkan ada juga bayi seusianya.


"Nay lihat Aluna sekarang dia terlihat bahagia,akan lebih bahagia lagi kalau kamu ada disini Nay menemani kita.."Batin Ardi.


"Ngelamun aja loe disini.."Ujar Randy yang tiba tiba datang mengagetkan Ardi.


"Ah loe ganggu orang aja.."


"Ganggu apaan,ganggu loe lagi ngelamun..!!!"


"Apaan si loe ah..."


"Ngapain loe disini aja,bukannya gabung sama istri loe tuh,bukannya kalian harus saling sama sama,bukan terpisah gini.."seru Randy


Ardi hanya diam saja,tatapan nya terlihat kosong,dia masih memikirnya Nayla .


"Sampai kapan bro loe terjebak terus dengan masa lalu loe,gue faham loe cinta banget sama alm Istri loe,tapi loe harus inget saat ini loe dan dia sudah berbeda,dan saat ini masa depan loe ada di depan mata,keburu loe nyesel nantinya loh.."


"Buka hati loe buat Naura,gue gak minta loe menghapus Nayla dari hati loe,tapi sisihkan sedikit hati loe buat Naura,dia juga wanita seperti Nayla,dia istri butuh perhatian lebih dari loe suaminya,dia juga bukan hanya butuh nafkah Lahir ,tapi batin juga.."Ucap Randy


"Camkan itu Ar.."Tepukan tangannya mendarat dibahu kokohnya Ardi sambil dia berlalu.

__ADS_1


Ardi yang diberi wejangan seperti itu hanya bisa diam dan tatapan nya beralih menatap Naura,yang terlihat ceria disana.


"Apa aku memang terlalu keterlaluan sama kamu Ra..Maafkan aku.."Batinnya


****


Sederetan acara sudah selesai,keluarga mereka satu persatu pamit pulang,tinggal menyisakkan Tuan rumah Ardi dan Naura.


Rumah mereka memang sudah tidak terlalu berantakan,karena tadi masih banyak orang dan saling membantu untuk membereskannya.


Tapi masih sedikit terlihat beberapa yang harus dibereskan.


Setelah Naura menidurkan Aluna,karena Aluna tadi sempat rewel mungkin dia kelelahan. Naura bergegas mandi ,karena badannya sudah terasa lengket akan keringat,setelah itu dia berniat membereskan sebagian yang masih berantakan,tapi dicegah oleh Ardi.


"Ra,istirahat lah ini biar aku saja bereskan.."ujar Ardi


"Gak papa,kakak aja yang istrahat biar aku saja yang mebereskannya.."jawab Naura.


"Gak Ra,kamu istirahat saja seharian ini kamu sudah dibuat lelah.."


Naura masih kekeuh ingin dia yang membereskan nya,karena dia pikir disini dia sebagai istri dan itu tugasnya.


Naura terperanjat kaget akan itu,dia membulatkan matanya melihat ekpresi Ardi.


"Sekarang kamu masuk ke kamar.."Perintahnya lagi.


"Tapi ka.."


Belum sempet Naura menjawab lagi,Ardi sudah berteriak lagi .


"Aku bilang masuk kamar,ya masuk kamar Naura..!!Kamu selalu membantah ya,Kamu memang berbeda dengan Nayla,Masuk kamar .. !!.."Ucap nya lagi masih dengan nada tinggu.


Deg


Hati Naura mencelos,dia sakit hati akan perkataan Ardi bukan karena Ardi membentaknya tapi terlebih saat dia bilang kalau dirinya berbeda dengan Nayla,seakan akan dibanding bandingkan.


Naur tak banyak bicara lagi


"Maaf.."Hanya kata itu yang terucap dari bibir mungilnya,dia pun beranjak ke dalam kamar.Tapi sebelumnya.

__ADS_1


"Aku bukan Kak Nayla,aku Naura..jadi jangan bandingkan aku dengannya" Ujarnya kemudian.


Dia merebahkan tubuhnya dikasur,dia meluapkan hatinya yang terluka itu,dia menangis sejadi jadinya di dalam kamar.


"*Apa segitu tak pentingnya aku,aku tau pernikahan ini bukan karena cinta,tapi aku ingin berusaha jadi yang terbaik sebagai seorang istri dan juga seorang ibu,tapi sepertinya usaha ku ini tak dilihat olehnya.."


"Ka Nayla,maaf.. apa aku masih bisa bertahan lebih lama lagi ka* !!!.""


Air matanya masih mengalir,bagaimana pun di wanita yang tidak bisa tahan untuk tak menangis .


Sedangkan diluar kamar,Setelah mebereskan sisa sisa tadi siang,Ardi duduk disofa dia merutuki omongan tadi terhadap Naura,dia sedikit menyesal sudah membentak Naura dan terlebih lagi dia membandingkan dengan Nayla,padahal jelas dia tau mereka itu berbeda.


"Sial,,aku benar benar sudah keterlaluan sama dia,bagaimana aku bisa membentaknya seperti itu.."Gumamnya


Ardi masih merenungi kesalahannya tadi,tapi dasar Ardi dia gengsi untuk meminta maaf.


Ardi pun masuk ke dalam kamar utama,terlihat Naura tertidur dengan membelakangi ke pintu,jadi dia tidak sadar Ardi sudah berada dikamarnya.


Ardi terus memandang Naura,dia merasa bersalah terhadapnya,tapi dia tidak mau mendekati Naura,dia hanya mendekati tempat tidur Aluna dan mencium keningnya dan setelah dia keluar kembali menuju kamar ke dua.


****


Hari pun berlalu,sikap Ardi masih tetap sama ,cuek,dingin tidak ada perubahan .


Naura sudah biasa akan hal itu,saat pakaian yang dia siapkan tak pernah dipakainya,saat dia memasak kadang tak pernah dia sentuh,tapi Naura tak pernah lelah akan hal itu,dia tetap melakukannya.


^Dikampus^


"Ra,apa sikap ka Ardi masih gitu aja sama kamu?.."Tanya Lista,saat mereka makan siang dicafe.


"Iya Ta,kadang aku ngerasa lelah juga,tapi aku harus tetap bertahan kan.."Jawab Naura.


"Sabar ya Ra .."Lista mencoba menguatkan Naura.


"Gak tau sampai kapan Ta ka Ardi bakalan gitu sama aku.."Jawabnya sambil menangis.


"Ra..kamu harus kuat demi Aluna,aku yakin suatu saat dia bakalan sadar ko.."Ucapnya lagi sambil memeluk tubuh Naura.


Naura gak bisa menahannya lagi,dia menangis didalam pelukan Lista.

__ADS_1


***


__ADS_2