
#POV Naura
Melihat Aluna seperti ini rasanya ingin aku menjaga Aluna setiap hari mendampingi nya setiap waktu,aku sudah sayang dengan Aluna seperti adik aku sendiri,aku ingin selalu ada disisinya.
Hari ini aku memutuskan untuk menjaga Aluna disini,karena jika pulang yang ada kepikiran terus dengan Aluna.
Malam ini Aluna menangis terus mungkin dia merasa kesakitan,bahkan ditidurkan saja dia tidak mau,dia tertidur hanya digendongan saja,aku menggendongnya agar Aluna tetap tenang.Aku merasa tidak direpotkan,justru aku senang melakukannya.
"Ra,tidurlah biar kakak yang gantian gendong,kamu terlihat lelah ,istirahat lah Ra.."
"Gak papa Ka ,Naura belum lelah ko.."
"Dari tadi kamu menggendong Aluna,pasti lelah jadi gantian aja ya.."
Ka Ardi memaksa Aku untuk istirahat,aku pun menurut dan memindahkan Aluna ke pelukan Ka Ardi. Aku bergegas menuju sofa dan mengistirahat kan tubuh ku disana.hingga aku terlelap.
Tapi beberapa jam kemudian.
"Ra,tolong kakak mohon,jaga Aluna Ra,kakak mohon ke kamu .."
"Ka Nayla.."Aku tersentak bangun,karena tiba-tiba aku mimpi Ka nayla mendatangiku.
Aku melihat ke arah ranjang,terlihat ka Ardi sedang menggendong Aluna dipangkuannya dengan posisi duduk dan terlihat terlelap.
Aku memandang mereka dengan perasaan tidak tega,seharusnya saat ini mereka ada yang merawatnya.Ka Ardi butuh sosok seorang istri dan Aluna membutuhkan seorang ibu.
Aku teringat mimpi tadi dimana Ka Nayla meminta aku menjaga Aluna lagi,terbesit dipikiranku apa aku terima saja permintaan nya itu,dengan begitu aku bisa bersama Aluna tiap hari,bisa mendampinginya.
__ADS_1
Tapi bagaimana dengan ka Ardi apa dia bakalan setuju ..!!!
******
Dua hari kemudian Aluna sudah diperbolehkan pulang,Mamah Erin meminta Aluna dibawa kerumahnya saja dengan alasan biar ada yang menjaganya,Bunda dan Ayah tidak keberatan,jadi mau gak mau Ardipun setuju.
Malam ini Aluna sudah tertidur dikamar Naura,karena Naura yang memintanya,keadaannya sudah membaik . Saat Naura mau tidur,Mamah Erin datang dan meminta untuk mengobrol sebentar.
"Ada apa mah ..?"
"Sini duduk sayang.."
"Ra,sebelumnya mamah minta maaf kalau ngebahas soal ini lagi,kemarin Mamah sama Papah sudah mengobrol dengan Bunda dan Ayah Ardi soal permintaan Nayla waktu itu. Kita pikir kita mau satuin kalian kamu dan Ardi,mamah tau ini sulit buat kalian,tapi lihatlah Aluna saat sakit seperti kemarin dia butuh didampingi seorang ibu Ra. Kamu mau kan menikah saja dengan Ardi Ra.."
Naura menghembuskan nafas dengan berat.
"Iya mamah tau,tapi mamah yakin lambat laun kalian pasti bisa saling jatuh cinta,semua demi Aluna Ra.."
Naura masih tampak berfikir,hingga akhirnya dia memutuskan.
"Baiklah Demi Ka Nayla dan Aluna,Naura mau tapi jika Ka Ardi juga setuju mah.."
"Alhamdulilah,,makasih sayang,maafin mamah ya harus begini sayang,dengan begini mamah gakkan jauh-jauh lagi dengan Aluna,besok mamah bakalan bilang ini sama Bunda juga Ayah nya Ardi.."
Hingga akhirnya Naura memutuskan untuk menikah dengan Ardi,walaupun sulit tapi dia coba menjalaninya.
****
__ADS_1
Dilain tempat Bunda dan Ayah juga sama halnya sedang membujuk Ardi
"Ar,kamu lihat kan gimana cara Naura menjaga Aluna,gimana khawatirnya dia waktu itu,dia cocok jadi ibu sambungnya Aluna,Bunda sangat setuju banget Ar.."ucap Bunda
"Iya benar apa kata Bunda Ar,Ayah juga setuju Naura jadi ibu sambung Aluna,Ayah tau belum lama Nayla meninggal,dan bukan berarti kita menyuruh menggantikan dia,tapi sekarang sudah berbeda Ar,Nayla sudah tenang disana.Sedangkan kamu disini masih perlu melanjutkan Hidup,Aluna juga perlu seorang Ibu.."tutur sang Ayah
Ardi terdiam memikirkan kembali perkataan Ayah,yang Ayah katakan ada benarnya juga,bagaimana pun dia tetap harus melanjutkan hidupnya.
"Ardi juga sempat berfikir seperti itu ko Bunda,Ayah,jadi Ardi sudah memutuskan untuk menikah dengan Naura demi Aluna,tapi bagaimana dengan Naura,apakah dia setuju !!"
"Alhamdulillah,keputusan kamu sudah benar Ar.."Ucap Ayah lagi sambil menepuk-nepuk pundak Ardi.
"Besok kita datang kerumah bu Erin juga pa Yogi.."
"Secepat inikah Yah ?tanya Ardi
"Segala hal yang berbentuk halal itu harus di segerakan Ar.."
"Benar apa kata Ayah Ar,Besok bunda mau siapin dulu apa aja yang mau dibawa besok.."
"Ya terserah kalian saja.."
Ardi pergi berlalu ke kamarnya.
"Nay,apa kamu senang dengan keputusan aku ini,maafkan aku Nay,tapi sampai kapanpun selamanya kamu tetap no 1 dihati aku."batin Ardi.
***
__ADS_1