My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 122 Dimana Mereka?


__ADS_3

Quinn terus saja memperhatikan Dimitri ketika mereka sedang makan malam. Di malam ketiga bulan madu mereka kali ini di Dimitri terlihat tidak bahagia. Seperti ada sesuatu yang dipikirkan oleh pria tangguh itu. Quinn merasa sangat penasaran karena baru malam ini suaminya terlihat tidak bersemangat seperti itu. Biasanya apapun masalah yang terjadi pria itu pasti akan segera cerita padanya.


"Sayang, ada apa? Apa makanannya tidak enak? Atau kau tidak enak?" Quinn mengusap lembut tangan Dimitri sambil tersenyum.


"Makanan ini sangat enak. Menu di meja makan Ini semua adalah makanan favoritku. Aku hanya sedikit melamun saja tadi. Sekarang ayo kita lanjutkan makan malamnya," sahut Dimitri sambil tersenyum. Pria itu berusaha untuk menyembunyikan masalah yang kini sedang dia pikirkan.


"Tapi aku tidak akan mau makan sebelum kau menceritakannya." Quinn meletakkan sendok dan garpu yang sejak tadi ia genggam. "Aku tahu kalau ada sesuatu yang sedang kau sembunyikan dariku.


Dimitri tersenyum. Pria itu mengecup punggung tangan Quinn. "Ya. Seharusnya aku tahu kalau tidak ada satu masalah pun yang bisa aku simpan sendiri. Sebenarnya aku sedang memikirkan Joa," ucap Dimitri pada akhirnya.


"Joa? Ada apa dengan Joa?" Quinn mengernyitkan dahinya. "Bukankah Joa pergi bersama dengan Sherin? Lalu Apa yang sedang kau khawatirkan?"


"Bahkan sampai detik ini Xanders dan Robin belum mendapatkan kabar tentang mereka. Maafkan aku sayang karena bulan madu kita harus terganggu seperti ini. Tetapi Joa sama sepertiku. Dia memiliki musuh yang sangat banyak. Sekarang aku justru sangat mengkhawatirkannya. Bagaimana kalau dia butuh bantuan?"


"Benarkah seperti itu?" tanya Quinn dengan wajah yang serius. Dia sama sekali tidak menyangka kalau masalah ini akan berbuntut panjang hanya karena Joa dan Sherin tidak memberi kabar.


"Ya, setidaknya mereka harus memberitahu di mana mereka berada dan mengatakan kalau mereka baik-baik saja. Tapi sampai detik ini nomor telepon mereka berdua sama-sama tidak bisa dihubungi. Ini satu hal yang sangat aneh karena biasanya Joa akan selalu memberitahu di mana keberadaannya."


"Tapi aku tidak membawa laptop. Bagaimana caranya aku membantumu? Belum lagi tempat ini sangat jauh dari kota. Jika kita memang ingin mengetahui keberadaan Joa, jalan satu-satunya adalah pergi meninggalkan Pulau ini."


"Maksudmu kita harus mengakhiri bulan madu kita?" Wajah Dimitri terlihat tidak setuju dengan ide Quinn kali ini.


"Itu hanya salah satu opsi saja. Sebenarnya ada opsi lain lagi. Aku bisa menghubungi Nichole dan memintanya untuk mengantarkan laptopku ke pulau ini. Setelah itu aku akan melacak keberadaan Joa dan Sherin."

__ADS_1


"Itu ide yang bagus. Bulan madu kita masih berjalan. Namun kita tetap mengetahui di mana keberadaan Joa dan juga Sherin. Terima kasih sayang," ucap Dimitri penuh semangat.


"Lain kali jika memiliki masalah jangan disimpan sendiri. Aku tidak suka melihatmu sedih seperti tadi. Sekarang ayo kita makan. Jika sudah dingin makanan ini akan terasa tidak enak."


Dimitri tidak mengeluarkan kata lagi. Pria itu segera melanjutkan makan malamnya yang sempat tertunda. Sesekali ia tersenyum memandang wajah cantik istrinya sebelum menggodanya dengan rayuan mesra.


Suasana di meja makan itu kembali harmonis. Kini Dimitri tidak merasa khawatir lagi karena sebentar lagi mereka akan segera mengetahui keberadaan Joa dan juga Sherin


...***...


Waktu pun terus berlalu. Sore itu Dimitri terlihat berjalan mondar-mandir di dekat dermaga. Dia terus saja memandang ke arah lautan. Dari kejauhan sudah terlihat sebuah kapal yang menuju ke tempat posisinya berada. Dimitri sangat yakin kalau kapal itu membawa Nichole dan juga Robin yang bertugas untuk mengantarkan laptop miliki Quinn.


Selang 20 menit kapal itu mendarat dengan baik di dermaga. Robin dan Nichole keluar bersama-sama dari kapal. Mereka berdua tersenyum melihat Dimitri sudah ada di sana.


"Kak, di mana Kak Quinn?" tanya Nichole dengan sopan.


Setibanya di dalam villa Dimitri meminta Nichole dan juga Robin untuk duduk di sofa. Seorang pelayan pria mengantarkan minuman dan makanan ringan di atas meja. Dimitri sendiri juga duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tamu tersebut.


"Ini laptop Kak Quinn. Tapi kalau aku boleh tahu kenapa tiba-tiba Kak Quinn menginginkan laptopnya? Apa terjadi sesuatu?" Nichole tahu betul kalau Quinn sudah meminta laptopnya, itu berarti ada masalah besar yang terjadi.


"Aku mau meminta Quinn untuk mengetahui keberadaan Joa dan juga Sherin," ucap Dimitri apa adanya. Dia juga tidak ada niat untuk membohongi adik iparnya.


Nichole mengangguk mengerti. "Oh iya semalam Tante Viana juga sempat menemui Mommy. Dia menangis karena sampai detik ini Kak Sherin belum memberi kabar. Semoga saja kak Quinn bisa mengetahui keberadaan mereka berdua."

__ADS_1


Dimitri memandang ke arah Robin yang sejak tadi terlihat diam saja. Biasanya pria itu juga tidak mau duduk diam ketika mereka membahas masalah tentang Joa.


"Apa sampai detik ini Joa belum memberi kabar apapun kepadamu? Bukankah kalian bersahabat sangat dekat?"


"Bos, saya tidak akan berani menyembunyikan sesuatu dari anda. Sebenarnya saya juga sangat khawatir. Saya berharap besar kalau Noja Quinn bisa menemui keberadaan Joa dan Nona Sherin," jawab Robin.


"Nichole, kau sudah sampai?" Quinn baru saja muncul. Aroma sabun yang ia kenakan bisa tercium dengan jelas. Wanita itu memeluk adiknya sejenak sebelum duduk di samping Dimitri. "Apakah kau melakukannya sesuai dengan apa yang Aku perintahkan?"


"Kakak tenang saja. Aku pergi ke sini tanpa diketahui Daddy dan Mommy. Sesuai dengan apa yang Kak Quinn inginkan," jawab Nichole dengan penuh semangat.


"Terima kasih Nichole. Kakak bukan ingin menjadi anak durhaka tetapi Kakak tidak mau membuat Mommy dan Daddy khawatir."


Quinn segera membuka laptopnya yang sudah ada di atas meja. Wanita itu kini terlihat fokus dengan layar laptopnya. Kali ini dia mencari petunjuk melalui nomor telepon milik Sherin. Setelah menunggu hampir 5 menit akhirnya Quinn berhasil menemui keberadaan ponsel itu saat ini.


"Mereka memang benar-benar pergi ke luar negeri," ucap Quinn. Untuk memperjelas lokasi wanita itu melakukan pemrograman dan melacak semua CCTV yang dekat dengan ponsel milik Sherin. Namun dalam sekejap ekspresi wajah Quinn berubah. Hal itu membuat semua orang yang ada di sana menjadi khawatir.


"Sayang, apa semua baik-baik saja? Cepat beritahu aku di mana mereka berada saat ini?"


"Sepertinya ponsel Sherin dan Joa hilang lalu ditemukan oleh seseorang." Quinn kembali memastikan kalau memang saat ini ponsel itu tidak ada di tangan Sherin maupun Joa.


"Bagaimana bisa barang pribadi mereka bisa jatuh ke tangan orang lain? Bukankah mereka berdua sama-sama bisa bertarung?" ucap Robin.


"Aku butuh waktu yang lama untuk mengetahui keberadaan mereka. Karena dari titik ponsel ini aku akan mulai melakukan pemeriksaan dari CCTV 1 ke CCTV lainnya."

__ADS_1


"Kakak tenang saja. Aku bisa membantu Kakak. Bukankah sudah banyak ilmu yang kakak ajarkan kepadaku," ucap Nichole. Pria itu juga mengeluarkan laptop miliknya yang sengaja ia bawa.


Quinn tersenyum lebar mendengar jawaban adiknya. "Terima kasih Nichole. Sekarang ayo sama-sama kita cari keberadaan mereka berdua. Semoga saja mereka baik-baik saja."


__ADS_2