
Jepang
Zack Lee dan anak buahnya sudah tiba di Jepang. Kedatangan mereka yang sangat mendadak membuat musuh kaget. Ya, beberapa anggota Yakuza yang melihat kemunculan Zack Lee dan anak buahnya di bandara terlihat khawatir. Mereka berpikir kalau kini Zack Lee tiba di Jepang karena ingin menyerang mereka.
Zack Lee tahu kalau ada beberapa musuh yang kini memperhatikannya dengan waspada. Meskipun begitu, Zack Lee sama sekali tidak peduli. Kedatangannya ke Jepang bukan untuk bertarung. Dia hanya ingin mengetahui rahasia yang sudah lama disembunyikan oleh Aigu. Setelah berhasil mengetahuinya, dia akan segera meninggalkan Jepang tanpa mau menyisakan keributan di sana.
“Bos, mereka mengawasi kita. Apa yang harus kita lakukan?” tanya anak buah Zack Lee. Senjata api sudah di genggam. Namun mereka tidak mau memperlihatkannya agar tidak ada yang curiga. Tetapi jika musuh muncul secara mendadak, mereka akan segera melakukan penyerangan.
“Biarkan saja. Kita tidak perlu melakukan hal apapun. Kedatangan kita ke sini bukan untuk bertemu dengan mereka,” jawab Zack Lee sebelum masuk ke dalam mobil.
Mobil hitam itu melaju cepat menuju ke lokasi dimana markas lama Zack Lee berada. Sudah lama dia meninggalkan Jepang. Sejak Peiyu tewas di tangannya sendiri, dia segera pergi meninggalkan Jepang. Pria itu tidak mau mengingat semua kenangan yang pernah ia ukir bersama dengan Peiyu.
“Aku sempat berpikir kalau seumur hidupku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di tempat ini lagi. Tapi sekarang aku kembali. Setiap sudut kota sudah terlihat bayang-bayang wajahmu Peiyu. Sayang, kenapa sulit sekali untuk melupakanmu? Bukankah seharusnya aku membencimu dan tidak pernah mengingatmu lagi?” batin Zack Lee. Lagi-lagi kedua mata pria itu terlihat berkaca-kaca. Kenangan pahit itu membuat dadanya seperti diremas.
“Bos, mereka ada di depan.” Mobil segera berhenti ketika mobil musuh menghalangi laju mobil mereka.
Zack Lee segera turun melihat musuh sudah menantinya di depan. Anak buah Zack Lee yang ada di belakang juga segera turun dari mobil. Mereka semua mengeluarkan senjata api dan siap menyerang jika memang musuh mencari masalah dengan mereka.
“Zack Lee sahabatku. Senang bertemu denganmu lagi. Apa kau datang ke sini karena kau merindukanku?” sambut seorang pria sembari mengukir senyuman ramah.
Zack Lee menahan langkah kakinya. Begitupun anak buahnya yang kini berada di samping dan belakang Zack Lee. Pria itu menatap satu persatu sosok yang ada di hadapannya. “Chen Li.” Zack Lee menahan kalimatnya sejenak. “Bukankah persahabatan di antara kita sudah berakhir? Biar aku perjelas lagi. Kita ini musuh!”
Chen Li terdiam. Kini ekspresi wajahnya sudah jauh berbeda. Pria itu siap untuk melawan Zack Lee. “Ya. Sepertinya aku terlalu polos sampai-sampai berpikir kalau kau datang ke wilayah kekuasaanku karena ingin mengunjungiku.”
Perkataan Chen Li membuat Zack Lee emosi. Pasalnya wilayah kekuasaan ini seharusnya milik Zack Lee. Karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Peiyu akhirnya Chen Li berhasil memenangkan wilayah kekuasaan itu. Rahasia besar milik Zack Lee berhasil diketahui oleh Chen Li hingga pria tangguh itu berhasil merebut wilayah kekuasaannya.
“Menyingkirlah. Aku tidak tertarik untuk merebut wilayah kekuasaanmu yang jelek ini. Aku hanya ingin istirahat di kamarku.” Zack Lee berusaha untuk menghindari perkelahian dengan Chen Li. Pria itu ingin segera tiba di markas lamanya dengan selamat.
“Oke, baiklah. Aku memberimu waktu 24 jam. Jika kau tidak segera pergi dari wilayah kekuasaanku, jangan salahkan aku jika harus memberimu pelajaran!” ancam Chen Li sebelum masuk ke dalam mobil. Mereka semua pergi dari sana meninggalkan Zack Lee dan anak buahnya.
__ADS_1
“Bos, anda yakin mau ke markas? Bagaimana kalau sudah ada jebakan di sana?” ucap salah satu bawahan Zack Lee.
“Kita akan mengetahuinya nanti,” sahut Zack Lee sebelum memutar tubuhnya dan pergi dari sana. Ia ingin segera tiba dan masuk ke kamar Aigu.
Mobil itu melaju kencang menuju ke sudut kota yang menjadi lokasi markas lama Zack Lee. Pemandangan yang terlihat di sana sudah tidak sama lagi. Biasanya akan ada banyak sekali anak buah Zack Lee yang berdiri di depan pintu masuk untuk berjaga-jaga.
Kali ini sunyi. Semua telah pergi bersama dengan Zack Lee. Mereka hanya membawa senjata api yang mereka miliki dan pergi dengan cara di usir. Saat itu penghianatan yang dilakukan Peiyu memang sangat menyakiti Zack Lee.
Mobil sudah berhenti sempurna di depan pintu masuk. Supir memiringkan tubuhnya lalu memandang ke arah Zack Lee. "Bos, anda yakin mau masuk ke dalam?" Pria yang kini menjadi sopir Zack Lee sudah lama bekerja dengan Zack Lee. Dia tahu betul bagaimana kehidupan Zack Lee. "Jika anda berubah pikiran kita bisa pergi lagi sekarang juga."
"Tidak! Kita harus turun. Kalian tunggu di sini. Biar aku yang masuk sendirian!" perintah Zack Lee.
Supir itu terlihat tidak setuju. Dia segera turun dari mobil. Begitupun dengan anak buah yang lainnya. Namun Zack Lee menatap mereka dengan tatapan yang tajam hingga membuat mereka semua memilih untuk diam di sana.
"Hei, Big Boss. Kau sudah pulang?"
Zack Lee memandang ke samping. Tepat dimana Peiyu berdiri setiap kali menunggunya pulang. Biasanya wanita itu sudah memegang dua gelas berisi wine lalu memberikannya satu kepada Zack Lee.
"Big Boss, apa kau lelah?" Zack Lee kembali berhenti. Dia terus saja mendengar suara Peiyu. Dimana-mana.
"Tidak! Aku harus kuat!" ujar Zack Lee. Pria itu mengatur napasnya agar kembali tenang sebelum melangkah lagi. Selama berjalan di lorong sunyi itu, dia terus saja melihat bayang-bayang Peiyu. Zack Lee berusaha mengabaikannya. Akan tetapi hal itu percuma saja.
Sampai akhirnya Zack Lee tiba di depan pintu kamar Aigu. Pria itu mendongak ke atas memperhatikan pintu bercat cokelat tua tersebut. Dia memeriksa kembali kunci yang diberikan Aigu sebelum masuk ke dalam.
Ruangan itu sudah diperbaiki dengan tumpukan debu. Ini pertama kalinya Zack Lee masuk ke dalam kamar Aigu. Dia tidak pernah memiliki urusan yang mengharuskannya menemui Aigu dikamarnya. Bahkan kini Zack Lee tidak tahu, lemari mana yang dimaksud oleh Aigu.
"Dimana benda yang dimaksud Aigu." Zack Lee membuka lemari baju. Namun dia tidak menemukan apapun di sana. Pria itu memeriksa laci yang ada di dekat jendela. Hasilnya tetap sama. Zack Lee hampir frustasi karena dia tidak tahu dimana benda yang dia cari berada.
"Apa Chen Li sudah mengambilnya?"
__ADS_1
Saat ingin melangkah pergi, tiba-tiba kaki Zack Lee menyandung sesuatu. Pria itu menunduk ke bawah dengan alis saling bertaut. Dia melihat kotak berwarna hitam tergeletak di lantai. Sudah dipenuhi debu sampai Zack Lee harus membersihkannya lebih dulu.
Zack Lee memasukkan kunci yang ia miliki. Pada akhirnya pria itu berhasil membuka kotak tersebut. Dia membukanya secara perlahan dengan debaran jantung yang tidak karuan. Zack Lee belum siap menerima kenyataan kalau Peiyu tidak bersalah.
Zack Lee melihat ponsel, camera, surat serta beberapa memori di dalam kotak tersebut. Ada juga beberapa lembar foto Peiyu yang Zack Lee sendiri tidak tahu. Kenapa Aigu harus menyimpan foto Peiyu.
Zack Lee mengambil ponsel tersebut. Pria itu mengumpat karena ponselnya mati. Karena sudah lama tidak digunakan, kemungkinan besar ponsel itu habis baterai. Zack Lee cepat-cepat mencarger ponsel itu agar bisa segera digunakan.
Kali ini perhatian Zack Lee berpusat pada camera yang ada di kotak. Dia menghidupkan camera itu lalu memeriksa galery di dalamnya. Ada banyak sekali video yang membuat Zack Lee kaget. Pria itu menekan satu video untuk melihat isinya.
Baru juga video itu berputar satu detik. Camera itu mati karena habis baterai. Zack Lee mengumpat kesal setelahnya. Pria itu berdiri lalu memasukkan camera dan ponsel tersebut ke dalam kotak dan membawanya pergi. Saat ingin menutup kotak, dia melihat kembali surat yang ada di sana. Kali ini Zack Lee mencari posisi duduk untuk membawa surat yang ditulis langsung oleh Aigu.
"Bos, sebenarnya saya sudah lama ingin memberi tahu masalah ini. Tapi, saya tidak sanggup. Kematian Peiyu membuat saya bingung. Apa saya harus jujur? Bagaimana reaksi anda ketika anda tahu yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin anda masih membiarkan saya hidup?
Saya akan menyimpan semua bukti kalau Peiyu tidak bersalah di sini. Saya tahu, semua ini terlambat. Karena saya juga menemukan semua ini setelah Peiyu tewas."
...***...
"Siapa Zack Lee?" tanya Quinn sambil tetap fokus pada layar laptopnya. Ternyata mereka semua sedang mencari informasi penting tentang musuh mereka yang ada di Jepang.
"Zack Lee? Dari mana kau menemukan nama itu?" tanya Sherin tanpa mau menjawab pertanyaan Quinn.
"Di sini. Musuhmu itu bersama Chen Li. Dia sangat dekat dengan pria bernama Zack Lee. Sebenarnya Chen Li ini pria yang lemah. Dia tidak bisa apa-apa tanpa Zack Lee," jelas Quinn lagi.
"Maksudmu Zack Lee terlibat? Dialah dalang dari semua ini?" tanya Sherin untuk kembali memastikan.
"Bukan. Bukan seperti itu maksudku. Maksudku jika kalian bisa ada di pihak Zack Lee, kalian pasti bisa dengan mudah melawan Chen Li. Kau harus ingat kalau saat ini Chen Li bekerja sama dengan Yakuza. Itulah yang membuat kita tidak mudah untuk mengalahkannya. Dari informasi yang aku dapat, hubungan Zack Lee tidak baik dengan Chen Li. Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melawan Chen Li," jelas Quinn.
"Kenapa harus melibatkan orang lain? Kenapa kita tidak bereskan saja sendiri?" tanya Dimitri bingung.
__ADS_1
Quinn menjauh dari laptopnya lalu bersandar. "Karena aku melihat kalau Zack Lee sudah beberapa kali bertemu dengan Sherin. Bahkan makan siang dengannya." Wanita itu memandang Sherin. "Bukankah itu benar?"