
Xander benar-benar menyesal karena sudah menolong Audy. Kini mereka harus terlibat dengan Cosa Nostra jika memang mereka memutuskan untuk menolong wanita itu.
"Lalu kenapa kau harus kabur seperti ini? Kenapa tidak ikut dengan mereka lalu bertemu dengan keluargamu!" ketus Xander kesal. Dia juga tidak mau melibatkan calon adik iparnya ke dalam masalah yang begitu rumit.
"Karena aku akan dijodohkan. Aku tidak mau menikah dengan pria pilihan mereka. Aku tidak pernah mau tahu dengan apa yang mereka lakukan selama ini. Tetapi ketika mereka kalah dalam sebuah pertarungan, kenapa harus aku yang dikorbankan?" Audy menunjuk dirinya sendiri. Wanita itu terlihat sangat kecewa dengan keputusan yang di ambil oleh keluarganya.
"Lalu kau kabur dan bersembunyi di kota ini?" tanya Joa.
Audy mengangguk setuju. "Sebenarnya aku tidak kenal siapapun di kota ini. Aku berusaha untuk melamar pekerjaan dengan kemampuan yang aku miliki. Akan tetapi mereka terus saja menemuiku dan membuat masalah hingga akhirnya aku tidak bisa bekerja dengan tenang. Bukankah hidupku ini sangat menyedihkan?
Waktu di bangku sekolah dulu semua temanku pernah berkata kalau mereka ingin menjadi sepertiku karena kemana-mana selalu ada pengawal yang menjagaku. Aku juga memiliki kakak yang begitu hebat dan jago bertarung. Tetapi pada kenyataannya Aku justru ingin dilahirkan dari keluarga yang biasa saja. Di mana hanya ada kesederhanaan dan kehangatan di dalamnya. Aku membenci hidupku sejak dulu. Aku ingin pergi sejauh mungkin dari mereka."
Melihat ekspresi wajah Audy yang begitu menyedihkan membuat Xander semakin tidak tega. Namun pria itu tidak tahu sekarang harus bagaimana. Jika ia tetap memaksakan diri untuk melindungi Audy maka ujung-ujungnya pasti Joa juga akan terlibat di dalamnya. Sementara sebentar lagi adalah hari bahagia antara Joa dan juga Sherin. Xander tidak mau ada masalah di hari bahagia adiknya nanti.
"Tapi keluargamu bukan orang yang biasa. Bukan kami tidak mau menghadapi mereka. Tetapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk itu. Audy, maafkan aku jika harus mengatakan kalimat ini. Tetapi saranku lebih baik kau pulang saja ke rumah. Jalani perjodohan yang sudah disiapkan untukmu."
Audy mengepal kuat tangannya. "Kenapa Anda tega sekali mengatakan kalimat seperti itu kepada saya. Tuan, jika anda tidak ikhlas untuk menolong saya, ya sudah. Biarkan saja saya pergi dan bersembunyi lagi. Saya juga tidak mau merepotkan hidup anda. Saya tahu resikonya jika anda menolong saya. Permisi!" ketus Audy sebelum pergi meninggalkan Xander begitu saja.
Joa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya pria itu juga bingung harus bagaimana sekarang. "Kak Xander, apa Kak Xander menyukai wanita itu?"
__ADS_1
Xander menatap Joa dengan tatapan yang begitu sinis. "Kenapa kau bicara seperti itu?"
"Karena Ini pertama kalinya aku melihat Kak Xander membela mati seorang wanita. Jika Kak Xander tidak tertarik dengannya, Kak Xander tidak mungkin berjuang sampai sejauh ini."
"Aku merasa kasihan saja dengannya. Awalnya aku pikir dia terlilit hutang dan sedang dikejar-kejar oleh para depkolektor. Tidak disangka ternyata yang mengejarnya adalah anggota Cosa Nostra. Hidup kalian sudah cukup tenang selama ini. Aku tidak mau kalian memiliki masalah baru," jawab Xander.
"Tapi memang sudah seperti ini pekerjaan kami. Kak, jika memang kak Xander tertarik pada wanita itu aku akan melindunginya. Sekarang dia masih berada di wilayah kekuasaanku. Cosa Nostra pasti tidak berani bertindak gegabah. Jika memang dia mafia besar, seharusnya dia tahu aturan yang berlaku. Dia tidak akan mungkin berani membawa wanita itu pergi begitu saja ketika wanita itu berada di wilayah kekuasaanku. Begini saja, bagaimana kalau Kak Xander membawa wanita itu ke markas White Snake. Dia akan aman di sana. Kak Xander bisa memintanya untuk bersembunyi di markas White Snake sampai pernikahanku dan Sherin selesai. Setelah pernikahan kami berjalan lancar kita akan pikirkan lagi bagaimana baiknya," ucap Joa memberi solusi.
Xander seperti sedang menimang-nimang tawaran yang baru saja dikatakan oleh Joa. Tawaran itu sangat menarik dan cukup menguntungkan baginya. Pria tersebut kembali memandang ke arah Audy yang kini sudah berjalan sangat jauh meninggalkan mereka.
"Oke, aku setuju. Tapi tolong rahasiakan masalah ini dari semua orang. Terutama Sherin."
Joa mengukir senyum. "Baik, Kakak ipar."
Audy hanya diam saja ketika Xander membawanya menuju ke markas White Snake. Pria itu sendiri juga tidak mau mengeluarkan kata dan tidak mau banyak tanya lagi. Tujuannya saat ini hanya melindungi Audy agar tidak sampai tertangkap oleh anak buah kakaknya. Sisanya Xander sendiri juga tidak tahu harus berbuat apa.
"Tuan, erima kasih karena Anda sudah mau menolong saya. Saya benar-benar sudah merepotkan hidup anda," ucap Audy dengan wajah bersalah. "Tadinya saya pikir mereka tidak akan berhasil menemukan saya di kota ini. Sudah hampir 3 bulan saya kabur dari rumah."
"Kenapa kau tidak mau menikah dengan pria pilihan keluargamu? Apa dia pria yang sudah berumur? Atau pria yang sangat jahat hingga kau tidak menyukainya," tanya Xander penuh selidik.
__ADS_1
Audy tersenyum mendengar pertanyaan Xander. "Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana wajah pria yang ingin menikahiku. Aku tidak pernah bertemu dengannya. Aku juga tidak pernah melihat fotonya. Yang membuatku menolak pernikahan ini karena aku tidak mau dijodohkan. Aku tidak mau hidupku terus diatur oleh keluargaku seperti yang selama ini terjadi. Aku ingin hidup bebas. Aku ingin melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan keinginanku."
"Bagaimana kalau pada kenyataannya pilihan mereka itu memang pilihan yang terbaik untuk hidupmu?" Xander memandang ke arah Audy sejenak sebelum fokus dengan laju mobilnya.
"Tapi yang sebenarnya terjadi selama ini mereka mengatur hidupku bukan karena memikirkan kebahagiaanku. Tetapi mereka ingin menyiksaku. Mereka bisa melihat jelas bagaimana aku menangis ketika mendengar keputusan yang mereka ambil. Tetapi mereka sama sekali tidak peduli dan tetap memaksa keinginan mereka." Wajah Audy kembali sedih.
"Lalu apa yang kau inginkan dariku? Jika aku bisa membantumu maka akan aku lakukan. Untuk saat ini aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa agar kau bisa selamat," tanya Xander dengan ekspresi wajah yang begitu serius.
Audy memandang ke arah Xander dengan tatapan ragu-ragu. "Tuan, Apa anda sudah menikah?"
"Jangankan menikah. Bahkan pacar saja saya tidak punya," jawab Xander apa adanya. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Apa anda mau menikahi saya?"
Secara spontan Xander menginjak rem mobilnya secara mendadak. Beruntung saat itu laju mobilnya sangat pelan hingga akhirnya mereka tidak celaka. Audy yang kaget segera berpegangan. Wanita itu langsung memejamkan mata karena merasa bersalah.
"Hanya itu solusi satu-satunya, Tuan. Jika anda menikahi saya maka penderitaan saya akan segera berakhir. Keluarga saya tidak akan mungkin memaksa saya untuk menikah dengan pria pilihan mereka ketika mereka tahu kalau saya menikah dengan pemimpin mafia hebat seperti anda," ucap Audy dengan sangat serius.
"Kau ini benar-benar wanita yang sangat aneh. Kau menolak mentah-mentah perjodohan yang sudah direncanakan oleh keluargamu tetapi kini dengan beraninya kau memintaku untuk menikahimu? Apa kau tahu bagaimana sifatku? Bagaimana kalau pada kenyataannya aku adalah orang yang jahat?"
__ADS_1
"Saya tahu kalau anda adalah pria yang sangat baik," jawab Audy lebih dengan keyakinan.
Xander tersenyum kecil mendengarnya. "Kau tidak bisa menilai seseorang secepat ini. Audy, sebaiknya kau istirahat saja di markas White Snake. Mungkin kau terlalu lelah hingga bicara ngelantur seperti itu." Pria itu kembali melajukan mobilnya. Meskipun begitu, dia kembali mempertimbangkan penawaran Audy. "Menikah? Dia benar-benar wanita yang aneh," gumam Xander di dalam hati.