
"Dari mana kau tahu? Bukankah selama ini aku tidak pernah menceritakannya padamu."
Dimitri kembali memandang layar laptop. Di sana ada pesan dari Joa yang menyapa Quinn sebagai malaikat komputer. "Bukankah di situ tertulis jelas? sayang sebenarnya aku juga tidak tahu tugas dari malaikat komputer itu apa. Tapi beberapa kali aku pernah mendengar tentangnya. Mereka bilang kalau malaikat komputer ini adalah sosok yang sangat hebat dalam dunia IT. Bahkan ia sudah memiliki kemampuan hebat ini sejak kecil. Itulah yang membuat semua orang menjulukinya sebagai malaikat komputer."
Quinn menutup layar laptopnya lalu menatap wajah Dimitri dengan begitu tajam hingga membuat Dimitri merasa gelisah. "Lalu untuk apa kau mencariku?"
"Aku mencarimu karena aku merindukanmu," jawab Dimitri asal saja. Sebenarnya kini ia sedang mencari alasan yang tepat untuk menghindari bukti yang ada.
"Kau mencariku sebagai malaikat komputer bukan sebagai Quinn. Alasan dari itu yang ingin aku dengar! Apa masalah yang sekarang kau hadapi begitu berat, hingga kau membutuhkan bantuan orang lain?" Quinn terus mendesak Dimitri agar mau mengatakan yang sebenarnya terjadi.
Dimitri memegang tangan Quinn lalu menundukkan kepalanya. "Sebenarnya yang mengirim pesan itu adalah anak buahku. Aku memintanya untuk menyelesaikan sebuah misi. Jadi kalau sekarang dia menghubungimu sebagai malaikat komputer itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku," dusta Dimitri tanpa berani memandang wajah Quinn secara langsung.
"Mungkin detik ini kau berhasil membohongiku. Tapi kau harus ingat kalau aku adalah seorang malaikat komputer. Jika aku ingin tahu apa yang kau lakukan dua hari terakhir ini, aku bisa saja mengetahuinya. Hanya dalam hitungan detik aku bisa menghilangkan rasa penasaranku. Jadi apakah kau masih memiliki pemikiran untuk membohongiku?" Ancaman Quinn benar-benar jitu.
__ADS_1
"Sehebat itu?" tanya Dimitri tidak percaya.
"Aku dipanggil sebagai malaikat komputer karena aku sangat hebat. Apakah kau ingin membuktikannya? Aku tidak mau melakukannya karena aku menjaga privasi semua orang. Itu adalah prinsipku. Tapi jika menyangkut orang yang aku cintai, aku rela melanggar prinsipku sendiri."
"Tidak, Sayang. Tidak. Aku percaya padamu. Kau memang benar-benar hebat." Dimitri mengusap wajahnya dengan kasar. Pria itu berharap kedua mertuanya segera tiba agar bisa menolongnya dari kesulitan yang sekarang ia hadapi. "Sebenarnya ini hanya masalah kecil. Maksudku sebagai pemimpin mafia pasti aku selalu saja memiliki musuh. Jadi kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Jika kau tidak bersedia untuk membantu Joa. Lupakan saja semua pesan yang sudah dia kirim." Nyatanya solusi yang diucapkan Dimitri belum juga membuat Quinn terlihat puas.
"Tapi alasan yang dikatakan oleh joa sudah jelas. Dari alasan ini aku bisa menyimpulkan kalau seseorang yang sekarang mengalami kesulitan itu kau bukan Joa!" sahut Quinn dengan tegas.
"Tidak!" sahut Quinn cepat.
Quinn kembali membuka layar laptopnya dan memulai untuk melakukan pemeriksaan. Hal itu membuat Dimitri semakin tidak tenang. Sambil memandang cara kerja Quinn saat ini, Dimitri terus memutar otaknya agar bisa menghentikan Quinn untuk mengetahui apa saja yang sudah ia lakukan selama beberapa hari ini.
"Sherly yang sudah meracunimu. Sekarang aku menyekapnya di penjara bawah tanah!"
__ADS_1
Kalimat yang baru saja diucapkan oleh Dimitri berhasil menghentikan aktivitas Queen. Wanita itu kaget bukan main mendengar nama sahabat terbaiknya disebutkan. Tatapannya semakin tajam dan ada amarah di sana ketika dia tahu kalau kini sahabat sejatinya itu disekap di penjara bawah tanah oleh pria yang ia cintai.
"Kau menuduhnya!"
"Aku tidak menuduhnya. Dia sudah mengakuinya sendiri. Bukankah tadi kau bilang kau bisa melihat kejadian yang sudah terjadi. Sekarang coba selidiki kembali apa saja yang sudah dilakukan oleh Sherly selama ini. Dan siapa pria yang ia temui. Dengan begitu kita akan bisa menangkap orang yang sudah menjebak Sherly. Sherly dipaksa oleh seseorang untuk melakukan semua ini. Aku terpaksa menyembunyikan Sherly di penjara bawah tanah agar dia aman. Aku yakin jika seseorang yang menjadi dalang semua kejahatan ini berhasil menangkap Sherly, maka ia tidak segan-segan untuk membunuh Sherly."
Quinn mengatur napasnya agar bisa tetap tenang. Meskipun begitu tetap saja debaran jantungnya menjadi aneh ketika dia tahu kalau kini sahabatnya sedang dalam bahaya. Wanita itu bahkan mengabaikan kesalahan yang sudah diperbuat oleh Sherly terhadap dirinya.
"Pikirkan cara lain. Aku ingin Sherly berada di tempat yang layak," ucap Quinn lagi.
"Tidak! Penjara bawah tanah adalah tempat yang tepat untuk wanita jahat seperti dia. Selama bertahun-tahun dia memberikan racun itu kepadamu hingga akhirnya tubuhmu mengalami sakit yang cukup parah. Aku tahu dia melakukan semua ini karena paksaan seseorang. Tapi tetap saja kesalahan yang ia perbuat harus mendapatkan hukumannya!"
"Lepaskan dia atau kita putus!"
__ADS_1